APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Pernikahan Berbayar Si Gadis Culun

Silia yang hamil di luar rencana mengambil langkah nekat dengan membayar kekasih sahabatnya agar mau menikahinya. Di luar dugaan, Roby yang tampan dan penuh perhatian menyetujui kesepakatan tersebut. Saat mulai hidup bersama, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara keduanya. Namun, pernikahan ini menghadapi ujian berat saat Yesika, pacar asli Roby, serta Vatra yang merupakan cinta pertama Silia, hadir kembali dan mengacaukan hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Roby melihat kegugupan luar biasa dari gadis yang ada di depannya. Tanpa ia sangka, gadis itu benar-benar menunggunya sampai ia pulang kerja.

Sementara Silia salah tingkah dipandangi terus-terusan. Apalagi dengan pakaian kasual seperti sekarang, tanpa ada topi yang menutupi kepala, Roby terlihat jauh lebih tampan. Cukup untuk membuat Silia sesak napas.

Roby memandangi Silia dari ujung rambut hingga ke ujung kaki. Sesekali terdengar ia membuang napas dengan kasar. Roby kecewa dengan penampilan Silia. Jauh berbeda sekali dengan Yesika. Bagai langit dan bumi. Padahal menurut Yesika, gadis di depannya ini adalah anak orang kaya. Tapi kenapa penampilannya sama sekali tak sesuai bayangan?

Jauh lebih cantik Yesika yang pandai merias diri. Meski tak dipungkiri ada aura manis yang terlihat dari Silia. Mungkin saja gadis di depannya ini akan terlihat cantik kalau berdandan.

“Jadi kamu nungguin aku sampai 3 jam Cuma buat ngajak lomba pandang-pandangan?” tanya Roby, membuat Silia kaget.

“Eh, anu... Itu... Aku nggak tahu mau mulai dari mana,” jawab Silia gugup.

“Katanya tadi ada yang mau diomongin? Mulai dari situ aja.”

Silia berdehem, entah sudah keberapa kalinya.

“Apa benar kata Yesika kamu orang yang mau bantu aku?” tanya Silia setelah beberapa lama.

“Bantu apa? Yang jelas!”

Silia berdehem lagi. Badannya panas dingin. Cepat ia ambil es jeruk di depannya dan meneguk sampai habis.

“Mau lagi?” tanya Roby.

Silia menggeleng. “Eh, boleh deh!” sambungnya cepat.

“Pffttt...” Roby hampir saja menghamburkan tawanya, kalau saja tidak ingat ia sekarang sedang mengalami masalah pelik.

Sementara Silia jadi keki. Sial! Kenapa malu-maluin sih?! Padahal maksud Silia kalau ada air es di depan, bisa membantunya mengurangi kegugupannya.

“Sekarang udah bisa ngomong?” tanya Roby setelah baru saja Silia kembali meminum es jeruk pesanannya yang baru datang, meski tak sampai habis.

“Yesika bilang padaku kalau kamu mau membantu aku keluar dari masalah yang sedang aku hadapi. Apa benar kamu bersedia menikahi aku? Berpura-pura kalau kamu yang menghamili aku?” tanya Silia dengan takut.

Roby tak langsung menjawab. Silia jadi gelisah. Ingin rasanya ia mengetok kepala cowok di hadapannya ini. “Cuma jawab iya atau nggak aja lama banget!” pikirnya.

“Iya, aku mau. Trus apa lagi? Mau memulai dari mana sandiwara kita?” tanya Roby to the point.

“Boleh aku tahu alasan kamu mau menerima tawaran untuk menikahiku? Apa karena kompensasinya?”

“Sebaiknya itu nggak usah kamu tanyakan. Kamu nggak perlu tahu alasanku setuju menikahimu, sebagaimana aku nggak mau tahu alasanmu yang memintaku menikahi kamu. Kita tetap berada di jalur dan tujuan kita masing-masing,” jawab Roby. Ia memang sengaja berpura-pura tidak tahu kalau Silia adalah korban pemerkosaan, seperti yang diminta Yesika.

“Mmm... Boleh aku tahu apa hubunganmu yang sebenarnya dengan Yesika?”

“Kami Cuma teman, Cuma kenalan,” jawab Roby pendek. Yesika memang sudah berpesan padanya agar tak memberitahu Silia hubungan mereka yang sebenarnya.

Silia tampak mengangguk.

“Aku ingin kamu datang ke rumah dan mengatakan pada orang tuaku kalau kamu telah menghamiliku,” Silia memulai kalimatnya.

Roby mendengar dengan saksama agar tak ada satu pun yang luput dari pendengarannya.

“Aku ingin kita menikah secepatnya.” Ujar Silia.

“Siapa yang membiayai pernikahannya?” tanya Roby dingin.

“Ya??” Silia baru sadar kalau menikah tak sesimpel itu.

“Siapa yang membiayai pernikahannya? Aku nggak mungkin mengeluarkan uang tabunganku. Dan yang membutuhkan bantuan saat ini adalah kau, bukan aku,” kata Roby lagi.

“Kan aku kasi 50 juta.”

“Itu untuk bayaranku menikahimu. Untuk upahku mengikuti sandiwaramu.” Tegas Roby.

“Kalau gitu aku akan memberi uang tambahannya. Tapi aku akan meminta menikah secara sederhana aja, agar biayanya nggak terlalu besar.”

“Terserah!”

“Satu lagi, pernikahan kita hanya sampai aku melahirkan. Setelah itu, kita akan mencari alasan untuk bercerai.”

Roby tertawa dengan satu embusan napas. “Mudah sekali orang sepertimu mempermainkan pernikahan. Apa kamu nggak merasa bersalah karena mencurangi pernikahan? Atau kamu nggak pernah bermimpi buat menikah?”

“Aku juga terpaksa. Aku selalu berharap pernikahanku adalah yang terindah, dengan orang yang sangat aku cintai, yang sangat aku harapkan untuk menjadi suamiku,” mata Silia mulai berkaca-kaca. “Tapi keadaan ini membuat aku terpaksa mengubur harapanku dalam-dalam, selamanya. Nggak akan ada pernikahan bahagia untukku.” Silia mulai menangis.

Roby terdiam. Ia benar-benar lupa alasannya yang telah setuju untuk menikah dengan Silia, yaitu karena kasihan dengan tragedi yang menimpa gadis itu. Dan baru saja ia mengeluarkan kata-kata yang telah menyakiti hati dan perasaan Silia.

“Maaf. Kalau begitu kita rundingkan apa saja yang harus aku katakan saat nanti aku bertemu orang tuamu.” Roby mengulurkan sapu tangan miliknya untuk Silia. Dan Silia menerimanya, menggunakan sapu tangan itu untuk mengeringkan pipinya yang sudah basah terkena air mata. Setelah itu Silia memberi tahu Roby apa saja yang harus dikatakan pemuda itu saat nanti datang ke rumahnya.

“Apa masih ada hal lain yang mau kau katakan?” tanya Roby. Silia menggeleng.

“Oke. Kalau gitu sekarang giliran aku yang mengutarakan keinginanku. Aku juga punya syarat yang harus kau penuhi sebelum kita melanjutkan pernikahan ini.”

“Kamu juga punya syarat? Kalau gitu apa syaratnya?” tanya Silia.

“Pertama, setelah menikah kita nggak tinggal di rumahmu, kau ikut tinggal denganku. Karena sekarang aku masih nge-kost, yang mana nggak mungkin dibolehin Ibu kost buat bawa perempuan, maka aku akan mencari rumah kontrakan untuk kita. Jangan khawatir, untuk rumah kontrakan biar aku yang bayar, kamu nggak perlu keluar uang lagi.”

“Kenapa aku harus keluar dari rumahku? Aku nggak pernah jauh dari rumah dan orang tua,” Silia protes.

“Satu, kamu udah jadi istri aku meski itu Cuma pura-pura. Dua, aku kerja kadang sampai malam, aku suka bangun siang dan aku nggak enak kalau numpang di rumah orang, apalagi nanti statusnya itu adalah rumah mertuaku. Tiga, Ibu aku kadang datang dari kampung. Kalau di rumah kontrakan sendiri, saat dia datang kau bisa sembunyi atau pergi, asal dia nggak ngeliat kamu. Aku nggak mau Ibuku tahu aku nikah pura-pura dan akan jadi duda. Sampai di sini paham?”

“Tapi kalau harus tinggal berdua denganmu....” ucap Silia ragu, tak berani melanjutkan kalimatnya.

“Jangan takut. Aku nggak akan ngapa-ngapain kamu. Kamu bukan tipe gadis yang bisa membangkitkan gairahku.”

Jleb! Jantung Silia bagai di dilempar ribuan pisau. Silia sempat memindai tubuhnya sendiri sebelum akhirnya melihat ke arah Roby dengan wajah cemberut.

“Itu aja?”

“Kedua, aku sebenarnya udah punya pacar. Jadi aku minta kamu nggak kepo atau ikut campur urusan percintaanku meski statusku nanti adalah suami kamu, apalagi sampai cemburu. Dan aku harap kamu nggak punya keinginan untuk mengetahui siapa pacar aku.”

“Dih, pede banget. Siapa lagi yang mau tahu urusan percintaan dia. Mau punya pacar kek, selingkuhan kek, jadi simpanan tante-tante kek. Bukan urusan aku!” kata Silia dalam hati. Tak berani mengungkapkan langsung di depan Roby, takut cowok itu berubah pikiran dan tak jadi menikahinya.

“Paham??”

“Iyaaa...”

“Yang ketiga, jangan berharap aku akan menjalankan kewajibanku sebagai seorang suami. Kamu urus diri kamu sendiri, aku urus diriku sendiri. Karena secara teori kamu nanti numpang tinggal sama aku, kamu harus rajin beberes rumah. Aku akan tanggung untuk makan kamu, tapi seadanya. Sebaiknya kamu punya uang sendiri, kalau mau makan yang enak sesuai keinginan kamu. Gimana?”

Silia diam berpikir. Sungguh syarat yang sebenarnya sederhana, tapi terasa berat baginya. “Oke... Deal!” katanya kemudian.

Mereka berjabat tangan. Dan mengakhiri pertemuan mereka sore itu. Besok malam semuanya akan dimulai. Sepanjang jalan pulang Silia tak hentinya membuang napas, mencoba mengurangi beban yang menghimpit dadanya. Malam ini ia tak akan bisa tidur dengan nyenyak.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anakku Mau Selingkuhan Jadi Ibunya
8.2
Mengulang waktu ke masa sebelum pernikahan, Ria memutuskan mengubah takdir tragisnya. Di kehidupan sebelumnya, ia bersikeras melahirkan putranya meski dibenci Hendra dan diabaikan hingga tewas kehabisan darah saat kecelakaan, sementara suami dan anaknya justru merayakan kelahiran bayi Klara. Kini, ketika Hendra yang mabuk meminta untuk menunda memiliki anak, Ria langsung menyetujuinya tanpa ragu. Ia memilih mementingkan dirinya sendiri dengan mendaftar ekspedisi penelitian ke kutub.
Sampul Novel Mbak, I Love You
8.8
Secara tak terduga, Halil menyatakan cinta kepada Innara, atasannya yang berumur dua tahun lebih tua. Walau langsung ditolak karena Innara merasa lebih cocok jadi kakaknya, putra Nadira dan Erhan ini tidak menyerah. Halil justru menegaskan niat serius untuk segera menikahi Innara, bahkan dengan percaya diri menggoda sang atasan tentang perbedaan fisik mereka. Kisah romansa modern ini menyoroti perjuangan gigih Halil demi meluluhkan hati bosnya yang dingin.
Sampul Novel MISTERI RANJANG SUAMIKU
9.6
Inara sangat terkejut saat mendapati noda putih misterius kembali mengotori kasurnya. Cairan tersebut mengeluarkan aroma pandan yang sangat familier, memicu kecurigaan mendalam di hatinya. Padahal, ia sangat yakin sprei bekas semalam baru saja diganti dengan yang baru. Kini, keadaan ranjang yang tiba-tiba kusut dan basah menimbulkan tanda tanya besar. Apa yang sebenarnya terjadi di dalam kamar tersebut saat ia pergi? Rahasia gelap kini mulai menghantui pernikahan mereka.
Sampul Novel Modus Tuan Muda
8.5
Mona Latea harus menerima nasib buruk setelah dipaksa menggantikan Elisa, kakaknya yang kabur dari perjodohan. Kini, hidupnya diabdikan untuk melayani seorang tuan muda kaya yang kekanak-kanakan dan sangat merepotkan. Tanpa upah sedikit pun, Mona terpaksa bertahan melewati hari-hari penuh tekanan. Kisah cinta romantis ini diwarnai intrik rumit antara kewajiban yang menjerat dan daya pikat manipulatif sang tuan muda.
Sampul Novel Pembalasan Sang Feniks
8.8
Mahasiswi seni asal Salatiga ini sempat tertipu daya oleh Baskara Aditama, konglomerat yang memanfaatkan cintanya demi meruntuhkan bisnis sang kakak. Sadar bahwa foto intim serta perlindungan pria itu hanya rekayasa kejam, ia bangkit dari derita fisik dan mental. Kini, ia bukan lagi pion yang lemah. Sebagai api pembalasan, ia siap menghapus rahasia dan merancang kejatuhan Baskara. Saat Baskara memohon di altar pernikahannya, kehancuran pria itu menjadi kemenangan mutlaknya.
Sampul Novel Stay you
9.2
Kehidupan Naina yang bergelimang harta dan kasih sayang terasa damai, meski ia harus menjalani hari dalam kegelapan akibat kebutaan sejak kecil. Namun, segalanya berubah saat Arga hadir membawa kehangatan cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sayangnya, kisah asmara mereka terbentur tembok perbedaan kasta yang sangat tebal. Akankah ketulusan hati mereka mampu meruntuhkan perbedaan sosial tersebut, atau justru kenyataan pahit yang akan memisahkan keduanya?