APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permohonan Terakhir

Permohonan Terakhir

Akibat putri angkat Keluarga Edrick Sanjaya tersedak air kolam, aku menerima hukuman kejam. Tubuhku diikat di dalam kolam renang dengan celah bernapas yang sangat sempit. Meski aku memohon sambil menangis karena tidak bisa berenang, dia hanya menuntut kepatuhanku. Setelah lima hari tersiksa dalam keputusasaan, dia akhirnya memutuskan untuk menyudahi hukuman ini. Namun, dia tidak menyadari bahwa jasadku telah membengkak di dalam air.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah menjadi roh, aku masih terengah-engah saat menyaksikan pemandangan di depanku.

Seolah-olah pada detik berikutnya, aku akan kembali ke ruang yang menyesakkan itu selamanya.

Di sisi lain, Edrick membujuk Cindy dengan lembut.

"Jangan takut, makan yang banyak. Belakangan kamu terlihat lebih kurus."

Katanya, sambil tetap merangkul pinggang Cindy dan berbicara dengan penuh kesabaran.

"Kamu pasti sangat menderita sampai jadi kurus begini. Dibandingkan denganmu, penderitaan yang dia rasakan tidak ada apa-apanya. Jangan khawatir, dia berani melakukan ini padamu, aku pasti akan membuatnya membayar harga yang setimpal."

Aku berdiri di belakangnya, tetapi hatiku sudah penuh dengan luka.

Aku ingin menangis, tapi aku tidak bisa meneteskan air mata.

Aku dirantai di kolam renang, menahan rasa sakit yang luar biasa.

Di matanya, semua itu bahkan tidak seberapa jika dibandingkan dengan sedikit tegukan air yang ditenggak Cindy di kolam renang.

Ini kolam renang.

Aku tidak bisa berenang. Aku mencoba untuk keluar, tetapi aku tidak bisa mendorong penutup di atas kepalaku.

Inilah akhir hidupku.

Aku masih sempat berdoa.

Berdoa agar dia membebaskanku dan menarikku keluar, berdoa agar aku masih memiliki kesempatan untuk hidup.

Namun, tidak ada yang terjadi kepadaku.

Aku meronta dengan panik, menggunakan tanganku untuk mati-matian mendorong penutup di atas kepalaku.

Namun sebagai balasannya, hanya ada ejekan tanpa ampun yang terdengar darinya.

"Kamu bisa setakut ini, tapi tega membuat Cindy tersedak air. Kamu harus merasakannya sendiri agar kamu bisa menyadari kesalahanmu."

Aku melihat sekeliling dengan ketakutan, dengan panik mengakui tuduhan yang tidak aku lakukan dan memohon agar dia melepaskanku.

Namun, tidak ada balasan yang aku dapatkan ....

Dalam keadaan sedikit linglung, aku bisa dengan samar mendengar perkataannya.

"Dia nggak mau patuh, kunci penutupnya. Biarkan dia merenungkan kesalahannya."

Aku menatapnya tanpa daya, tetapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa membiarkan penutupnya terkunci rapat.

Sampai darah keluar dari bawah tubuhku.

Hingga secercah cahaya terakhir di tengah-tengah kehidupan pecah.

Setelah membujuk Cindy hingga membuatnya kembali riang, Edrick baru memberikan perintah dengan lapang dada.

"Bawa Jenita keluar. Ingat, dia harus membersihkan diri sebelum datang ke mari. Jangan sampai keadaannya yang kotor membuat Cindy takut."

Edrick terlihat murah hati, seolah-olah perintah ini adalah sebuah bantuan besar bagiku.

Kemal menerima perintah itu dan langsung memerintahkan bawahannya.

Cindy berdiri di samping, menggandeng tangan Edrick dengan wajah cemberut.

"Kak, saat Kak Jenita keluar, kamu nggak boleh menyulitkannya lagi. Bagaimanapun, kalian itu suami istri yang akan menjalani sisa hidup bersama, jadi jangan memperkeruh suasana."

Mata Edrick berbinar dengan sedikit rasa sayang. Dia melingkarkan lengannya di bahu Cindy dan memberikan ciuman di keningnya.

"Jangan khawatir, itu nggak akan pernah terjadi."

"Kalau bukan karena dia mendorongmu ke dalam air, mana mungkin kamu bisa tersedak di kolam renang. Aku bahkan nggak bisa membayangkan setakut apa kamu saat itu."

"Cindy, kamu selalu berbaik hati dan memberi Jenita kesempatan."

Nada bicara Edrick diwarnai dengan kemarahan, seolah-olah aku telah melakukan sesuatu yang kejam dan jahat.

Namun di mataku, kata-kata itu terdengar menusuk dan penuh ejekan.

Jelas-jelas seminggu yang lalu Cindy datang ke rumah untuk memprovokasi ku.

"Kudengar kau hamil, lalu kenapa memangnya?"

"Apa kamu percaya, dengan satu kata dariku, aku bisa membuat anakmu nggak akan pernah bisa dilahirkan."

Aku tidak ingin terlalu banyak berurusan dengannya dan hanya berbalik dan naik ke lantai atas.

Namun, dia malah pergi ke kolam renang di lantai bawah dan membasahi tubuhnya di sana.

Kemudian, dia memanggil Edrick sambil menangis.

"Kak, aku tahu Kak Jenita nggak suka denganku, tapi aku benar-benar takut saat dia mendorongku ke kolam renang."

"Tapi, kalau kematianku bisa membuat kalian bahagia, aku lebih baik tenggelam di sini."

"Kak, kamu harus bahagia."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Aku dan Cinta Pertamanya
9.2
Saat hamil sembilan bulan, seorang wanita disandera di atap gedung. Di kehidupan lalu, ia memohon suaminya yang merupakan kepala penyelamat untuk datang. Meski selamat, cinta pertama suaminya tewas terbakar, memicu dendam sang suami yang tega menusuknya dan bayi mereka hingga tewas saat melahirkan. Begitu terbangun kembali di hari penyanderaan maut tersebut, ia memilih tidak memohon bantuan lagi. Kali ini, ia membiarkan suaminya pergi menyelamatkan cinta pertamanya tanpa menahan mereka.
Sampul Novel Gunung Pengantin Ngunduh Mantu
8.8
Terlahir dari keluarga miskin yang dikutuk iblis, Bima tumbuh di dekat Gunung Pengantin yang angker. Akibat melanggar pantangan di sana, ia kehilangan Alif, sahabatnya yang diculik menjadi budak gaib. Beranjak dewasa, Bima berjuang mematahkan kutukan leluhur bermodalkan kekuatan khodam warisan. Meski misi mistis itu berhasil, ia harus membayar harga mahal. Orang tuanya tewas mengenaskan dalam ritual gaib, meninggalkan Bima sendirian dalam kepedihan mendalam.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.7
Kematian tragis saudara kembar di hari ulang tahunnya yang ke-18 menyisakan luka mendalam. Setelah dinodai di hotel dan wafat akibat gagal napas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Didorong amarah, sang adik membalas dendam dengan merusak wajah Ginny yang terobsesi menggantikan kakaknya. Di tengah kucuran darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang terlibat dalam penderitaan kakaknya tidak akan pernah dibiarkan lolos hidup-hidup.
Sampul Novel Mr. Reagan
8.2
Miliarder menawan Reagan Adam menyembunyikan sisi gelap sebagai pembunuh berantai yang meneror kota London. Rencana kejamnya berubah haluan saat ia bertemu Clara, seorang gadis periang dari toko bunga. Meski awalnya diincar sebagai korban berikutnya, Clara justru memicu obsesi mendalam dalam diri Reagan untuk memilikinya. Kini, Clara terperangkap dalam jerat sang monster berparas tampan yang mengklaim hidupnya. Akankah ia menyerah pada takdir bersama pria berbahaya tersebut?
Sampul Novel PELET DARAH HAID
9.3
Rencana pernikahan Clara hancur total setelah David, sang kekasih, mendadak berpaling pada sahabatnya sendiri. Namun, pengkhianatan pedih ini ternyata bukan kejadian biasa. Diam-diam, Rosa melakukan perbuatan keji dengan mendatangi dukun untuk memikat David lewat jalur hitam. Di balik rusaknya hubungan tersebut, ada rahasia kelam berupa praktik pelet darah haid yang mengerikan, yang sengaja digunakan Rosa demi merampas kebahagiaan Clara secara paksa.
Sampul Novel Pemburu Darah Perawan
9.7
Demi keluar dari kemiskinan, Japri menjalani ritual pesugihan di Karang Nini. Meski menjadi kaya raya, ia harus menumbalkan darah perawan setiap Selasa Legi. Kewajiban kelam ini kini diwariskan kepada putra tunggalnya, Indra, sesuai perjanjian gaib mereka. Terjebak dalam kutukan tersebut, Indra kini menghadapi situasi pelik saat ia hampir melanggar pantangan sakral yang dapat merenggut nyawa serta seluruh harta bendanya.