APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita

Permintaan Spesial Seorang Aktris Wanita

Akibat insiden memalukan saat syuting, seorang aktris harus berbaring dengan wajah memerah di ranjang pasien. Di hadapan Dokter Jefri yang tampan, ia mengaku tidak sengaja menduduki sebuah alat hingga tersangkut. Setelah sang dokter muda mengeluarkan benda bergetar tersebut, sang aktris justru terpesona oleh ketampanannya. Sambil menarik tangan dokter ke tulang selangkanya, ia memandang dengan tatapan kasihan dan meminta pemeriksaan ulang karena merasa masih tidak nyaman.
Bab
Bagikan

Bab 3

Jari yang ramping sedang memeriksa dan menjelajahi tempat yang tidak terlihat oleh mata.

Karena memakai sarung tangan karet, terasa dingin dan licin saat disentuh.

Jarinya sedikit demi sedikit masuk ke dalam, dengan penuh teknik menjelajahinya.

Barang kecil yang licik itu seperti hidup, berusaha melawan kekuatannya, bahkan melarikan diri ke tempat yang lebih dalam.

Benda yang mekanis, selama tidak ada yang menekan tombol jeda, akan terus bekerja keras.

Di bawah rangsangan yang luar biasa, aku benar-benar tidak berdaya.

Air mataku mengalir ke pelipisku, bagian ujung mataku menjadi merah, bahkan hidungku pun memerah.

Kelihatan seperti bunga yang telah dihancurkan angin dan hujan, membuat orang merasa sangat kasihan.

"Pelan......Dokter Jefri pelan sedikit!"

Mendengarnya, Jefri menghentikan gerakannya.

Dia mengeluarkan jarinya yang ramping dan bagus meskipun ditutup sarung tangan karet, dengan sabar menenangkanku.

"Tahan sebentar, bentar lagi sudah selesai."

Aku dengan lemas baring di atas kasur, dan tidak tahan mulai menangis.

"Tapi aku sudah tidak tahan lagi......"

Dia menggunakan tangannya yang bersih memegang wajahku, dan ibu jarinya menekan sudut bibirku.

Tatapannya menunjukkan senyum putus asa.

"Siapa suruh kamu begitu ceroboh, kenapa nggak cek dulu sebelum pakai?"

Aku merasa sangat malu, memalingkan wajah dan tidak berani menatapnya.

"Kamu... apakah kamu merasa aku berbeda dengan yang ada di televisi? Sebenarnya aku orang yang tidak baik."

Jefri tersenyum pelan.

"Apa yang kamu katakan? Ini hanya kebutuhan fisiologis manusia."

"Cara kamu mengatasinya juga sangat aman dan sehat, hanya saja terjadi hal yang di luar dugaan."

Mendengar itu, hatiku terkejut.

Di saat awal-awal kejadian, pemikiran tentang kebencian diri di dalam hatiku perlahan-lahan mereda.

Tangannya yang hangat memegang lututku.

"Sudah malam, kalau tidak dikeluarkan lagi, kamu kemungkinan akan sakit."

Aku mengangguk dengan pelan, mengumpulkan keberanian untuk sekali lagi dan membuka pertahanan diriku.

Rasa asing yang familiar mulai terasa lagi.

Kali ini, gerakan lebih mahir dari yang tadi.

Sangat cepat sudah menemukan barang yang tersembunyi di dalam.

Jarinya menekan dengan kuat, mengendalikan barang itu, perlahan-lahan menariknya keluar.

Rasa itu datang bergelombang seperti ombak laut.

Bahkan akar gigiku yang aku gigit dengan kuat menjadi lemah, hampir tidak bisa mengendalikan diri.

Akhirnya, dengan suara lembut tetesan air yang jatuh ke tanah, barang yang menyiksaku semalaman sudah keluar.

Aku menunggu hingga cahaya putih yang ada di depan mataku menghilang, baru sadar kembali.

Melihat sprei yang basah, aku malu sampai tidak berani mengangkat kepala.

Jefri dengan tenang membuka sarung tangannya dan membuangnya ke tong sampah.

Mulai cuci tangan di wastafel yang di samping.

Air mengalir dan mencuci kedua tangannya, jarinya panjang dan ramping.

Tadi dia menggunakan kedua tangan ini membantuku......

Aku malu dan menundukkan kepala, tatapan jatuh di bagian sensitifnya.

Hanya satu mata saja, aku sudah terdiam.

Depan celana abunya tidak setenang wajahnya, melainkan adalah keberadaan yang tidak bisa diabaikan.

Aku melihat bagian tersebut, malu tetapi tidak memutarkan kepala.

Di dalam hatiku juga tiba-tiba muncul perasaan yang berbeda.

Nafsu yang dari tadi tertahan kembali terasa lagi.

Tadi melihat ekspresinya yang dingin, aku kira dia hanya menganggapku sebagai pasien, tidak ada niat lainnya.

Tetapi sekarang......

Jefri memutarkan badannya, membelakangiku, melepas jas putihnya, dan mengambil kaos lengan pendek di sebelahnya untuk dipakai.

"Barangnya sudah dikeluarkan, Nona Krystal pulanglah untuk istirahat, ingat belakangan ini harus tahan nafsu......"

Kata-katanya sekilas lewat dari telingaku.

Otakku penuh dengan tubuhnya yang telanjang dan wajah yang tampan.

Aku bergumam: "Dokter Jefri......"

Dia memutar kepalanya, dengan tatapan yang bingung melihatku.

"Kenapa?"

"Maaf, bisakah Anda datang ke sini lagi?"

Jefri tidak mengerti maksudku, tetapi tetap ikutin permintaanku.

Aku bertatapan dengan matanya.

Menarik tangannya dan perlahan-lahan meletakkannya di tulang selangkaku yang tidak tertutup.

Memalingkan kepala, menggunakan wajahku menempel ke lengannya, dengan malu dan menggoda berkata.

"Tubuhku masih tidak enakan, Dok, bisa bantu aku nggak?"

Jefri tidak bergerak, hanya mata yang melihatku menjadi semakin dalam:

"Nona masih mana yang tidak enakan, aku bisa bantu kamu periksa kembali."

Aku tidak menjawabnya, hanya menarik tali dasterku.

Lalu mengikuti tenaganya dan baring di kasur pasien.

Membiarkan dia dengan tubuhnya yang kekar dan kuat menindihku.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gadis Nakal Miliarder
8.4
Serafhine Ariana menjalani pekerjaan unik di ranah digital dengan menyediakan layanan khusus bagi pria tanpa melanggar batas kesuciannya. Walau jasanya sangat diminati hingga para pelanggan rela membayar tinggi, ia memegang aturan kerja yang amat ketat. Serafhine hanya bersedia menemani satu klien untuk satu kali pertemuan saja. Ia selalu menolak keras permintaan pesanan berulang dari siapa pun, terlepas dari seberapa besar tawaran uang yang diajukan kepadanya.
Sampul Novel Identitasku Dipakai di Pernikahan Mantanku
7.9
Hidup Rani hancur setelah Angela mencuri identitasnya untuk menikahi Azlan Bagaskara. Tak hanya merebut sang kekasih, sahabatnya itu bahkan memaksanya menjadi pelayan di rumah mereka. Setiap hari, Rani harus menahan kepedihan menyaksikan kemesraan palsu mantan pacarnya bersama Angela. Di tengah penderitaan batin yang tiada henti, akankah Rani terus terpuruk dalam diam, atau bangkit memperjuangkan keadilan atas pengkhianatan kejam yang merusak masa depannya?
Sampul Novel Istri yang Tidak Disentuh
8.1
Kehidupan miskin mulanya sirna saat takdir mempertemukanku dengan suami kaya raya yang mengaku jatuh cinta pada pandangan pertama. Di balik sosoknya yang tampan, setia, dan tanpa cela, tersimpan keanehan yang mengusik jiwa. Sikap dinginnya yang tak wajar membuatku terus bertanya-tanya tentang jati diri pria yang kunikahi ini. Mengapa ia begitu berjarak? Aku bertekad mengungkap rahasia besar yang selama ini sengaja ia sembunyikan dariku.
Sampul Novel Kalau Cinta, Pasti Sayang
8.3
Lima tahun pernikahan tanpa cinta membuat sang istri terbiasa diabaikan. Namun, saat dia benar-benar mengembuskan napas terakhir, suaminya justru langsung menemui cinta pertamanya. Menganggap hilangnya sang istri hanya taktik mencari perhatian, pria itu mencemoohnya. Ketika sebuah panggilan telepon datang untuk memastikan kematian istrinya, dia berniat membongkar apa yang dia anggap sebagai kebohongan belaka. Dia sama sekali tidak menyadari bahwa wanita yang pernah mengabdi padanya itu telah tewas beberapa hari lalu.
Sampul Novel Kambing Hitam Cinta, Pengkhianatan Tersembunyi
9.1
Karier arsitekturku hancur demi Tristan, namun sahabatku, Dara, justru menjebakku dalam kasus korupsi sepuluh tahun lalu. Tragisnya, suami, putraku Rehan, dan orang tuaku sendiri malah menghujatku dan memuja Dara. Setelah sekian lama menjadi kambing hitam dan nyaris tewas dalam kecelakaan, aku akhirnya tersadar. Di pesta perusahaan, aku datang membawa bukti kejahatan Dara untuk membalas pengkhianatan mereka dengan kehancuran total.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.