APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PERMAINAN PENGGODA IMAN

PERMAINAN PENGGODA IMAN

Saat berlibur di sebuah pulau, Arga dan rekan kerjanya menerima tantangan ekstrem dari Dako untuk menguji kesetiaan pasangan masing-masing. Lewat permainan gila ini, mereka bebas merayu dan menggoda kekasih satu sama lain tanpa boleh ada rasa cemburu ataupun amarah. Aturan tersebut berlaku mutlak selama liburan berlangsung dan selesai saat mereka kembali. Dari sinilah dimulainya berbagai godaan dewasa yang mengancam komitmen serta loyalitas hubungan mereka.
Bab
Bagikan

Bab 2

Arga yang duduk santai di depan TV rumahnya sesekali menatap istrinya yang tengah menyiapkan makan malam mereka.

"Ada-ada saja permintaan Pak Egar itu, komentar dan sikapnya selalu saja bikin orang emosi," keluh istrinya sambil meletakkan piring berisi ikan Nila yang baru digoreng.

"Ada apalagi dengan Pak Egar, Dia masih sering menggodamu?" Arga memandangi tubuh semampai yang berjalan menuju freezer disampingnya. tubuh Aryanti terbilang langsing dengan pinggul yang bertaut serasi dengan bongkahan pantat montok yang selalu bergetar mengiringi tiap langkah kakinya.

"Sungguh aku gak relaaa." Bibir Arga mendesah pelan ketika teringat obrolan di kantornya tadi siang, bagaimana mungkin dirinya membiarkan tubuh indah itu ditunggangi oleh teman-teman sekantornya.

"Apa? Bicaramu selalu saja pelan, bagaimana aku bisa mendengar."

"Oh,Tidak... aku hanya memanggilmu." Arga memeluk istrinya dari belakang, membaui rambut tergerai yang masih sedikit basah, tangannya mengelus lembut bongkahan pantat yang selalu saja membuatnya bergairah.

Telah sering Arga ingin mencoba lubang bagian belakang yang ada ditengah-tengah pantat itu, sebuah seks anal, tapi Aryanti selalu saja menolaknya, dengan berbagai macam alasan, jijik, jorok, takut sakit, dan puluhan alasan lainnya.

"Sayang, aku masih terlalu capek hari ini, aku tidak yakin dapat melayanimu malam ini, bahkan mungkin aku akan langsung tertidur ketika menyentuh kasur," keluh Aryanti saat Arga meremasi buah kembarnya.

"Hahaha, tidak sayang. Aku hanya ingin menawarkan sebuah liburan kepadamu, apakah kau bisa mengambil cuti untuk beberapa hari kedepan? Bukankah kau belum mengambil cuti tahun ini." Arga mencoba mengingat-ingat, bahkan pada saat perkawinan mereka, tepat tiga bulan yang lalu Aryanti tidak dapat mengambil jatah cutinya, semua gara-gara ulah pak Egar manager personalia salah satu Bank swasta tempat Aryanti bekerja.

"Liburan? Kemana? Kapan?" Wajah Aryanti langsung berbinar, mungkin inilah kesempatan untuk sesaat melepas semua rutinitas yang melelahkan. Aku yakin kali ini pasti bisa mendapatkan jatah cutiku, sambungnya cepat, seakan takut Arga menarik kembali tawarannya.

"Besok lusa kantorku mengadakan liburan ke salah satu villa di pesisir pantai, rasanya sangat sayang bila kita melewatkan kesempatan itu, hitung-hitung kita dapat berbulan madu dengan gratis.'

"Bersama rombongan kantormu?" dahi Aryanti mengerut, dirinya memang telah lama ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan suaminya. Ingin sekali Aryanti mencoba beberapa busana yang menantang, memperlihatkan keindahan tubuhnya dalam berbagai balutan busana yang sengaja dibelinya untuk bulan madu, tapi hanya di depan Arga.

Arga membaca rona kecewa pada wajah cantik itu. "Kau boleh mengenakan apapun yang kau mau, bahkan kau boleh melakukan apa saja disana." Arga bingung sendiri dengan kalimat yang dilontarkannya, kenapa ia justru begitu takut Aryanti tidak bisa ikut dalam liburan kantornya.

"Tapi aku malu, disana banyak teman-temanmu."

"Kenapa harus malu, mereka cuma teman-teman sekantorku, bahkan beberapa dari mereka sudah pernah menginap dirumah kita, Ayolah sayang..."

"Tapi, apakah nanti aku boleh mengenakan hadiah yang diberikan Sintya pada saat perkawinan kita?" Aryanti bertanya dengan pelan, takut mengundang kemarahan Arga.

"Hadiah dari Sintya? Arga mencoba mengingat-ingat hadiah apa yang telah diberikan oleh staff yang menjadi istri simpanan Pak Prabu itu.

Owwgghh, dua lembar pakaian renang One Piece dan two piece, kenapa pula Sintya menghadiahkan pakaian semacam itu diacara pernikahan. Arga mengumpat, jika Aryanti menggunakan itu maka tak ubahnya seperti menjajakan tubuhnya untuk dijamah dan dilahap teman-temannya.

"Yah, mungkin kau bisa menggunakan salah satunya, dan menurutku one piece tidak terlalu jelek untukmu," timpal Arga cepat, One piece lah pilihan terbaik dari yang terburuk.

Arga merinding ketika Aryanti menyambut usulnya dengan wajah yang tersenyum. Ruangan menjadi senyap, masing-masing sibuk dengan pikirannya. Tidak ada lagi percakapan serius hingga mereka selesai makan dan beranjak ke tempat tidur.

***

Paginya Arga melahap roti selai kacang dengan sedikit enggan, matanya terus memandangi tubuh Aryanti yang dibalut seragam biru muda dengan list putih disetiap sisinya. Sungguh tubuh yang mempesona, apalagi seragam itu melekat ketat, wajarlah bila banyak lelaki yang menggoda.

Tapi, heeyy... kenapa Aryanti mengenakan seragam yang lebih ketat dari hari-hari biasanya, tidak salah lagi itu adalah seragam yang telah lama dikeluhkannya karena sudah terlalu kecil untuk membalut tubuhnya yang semakin montok. Seragam itu telah lama tidak digunakan.

Bahkan rok yang sudah terlalu kecil itu berhasil mencetak dengan indah segitiga celana dalam yang membalut bongkahan pantat yang padat, dan lebih tinggi beberapa sentimeter dari rok yang biasa dikenakannya.

"Mas, sebenarnya aku tidak yakin bisa mendapatkan cuti untuk liburan besok," suara Aryanti mengagetkan lamunan Arga.

"Memangnya kenapa?"

"Ya, kau tau sendiri bagaimana sikap dan tingkah laku Pak Egar, aku tidak mau dia mengambil kesempatan atas permohonan cutiku ini," ucap Aryanti sambil mengangkat roknya lebih tinggi untuk mengenakan stocking, hingga Arga dapat melihat celana dalam yang dikenakan istrinya, dengan cepat birahinya terbakar.

"Ayolah sayang, aku rasa kau bisa sedikit menggodanya untuk mendapatkan izin itu, dan aku yakin kau dapat melakukannya." Kalimat itu mengalir dari mulutnya dengan dada yang bergemuruh, paha jenjang yang mulus siapa yang tidak tergiur bila kaki indah itu melenggang dengan seksi. Arga bingung dengan perasaan yang menyesak didadanya, entah kenapa dirinya kini justru ingin sekali memamerkan keindahan itu kepada teman-temannya.

"Baiklah sayang, semoga aku bisa melakukannya, tapi kau harus tau aku melakukan ini semua hanya untukmu," ucap Aryanti yang telah siap dengan sepatu hak tinggi. Jemari lentiknya mengambil kunci mobil Yaris yang tergeletak disamping tv.

***

Di kantor Arga tidak dapat bekerja dengan tenang, pikirannya dihantui berbagai misteri yang akan disuguhkan dalam liburan mereka nantinya. Di ruang sebelah, dari dinding pemisah ruangan yang keseluruhan menggunakan kaca, Arga tersenyum melihat Aditya, keponakan Pak Prabu yang tampak asyik berbincang dengan Sintya.

Tampaknya pemuda yang masuk dalam lingkungan kerjanya dengan jalan KKN itu mulai berusaha menggoda Sintya, wajar saja karena dalam liburan nanti dirinya memiliki kebebasan penuh untuk mendapatkan tubuh bahenol dari simpanan pamannya itu. Pukul 15.30, Arga yang melirik jam di ruangan, merasakan waktu berjalan dengan sangat lambat.

"Heei, heii, heeiii. Apakah kalian sudah siap dengan liburan esok!" teriak Dako ketika melewati pintu kacanya yang terbuka.

Arga mendapati sesosok tubuh semampai terbalut jilbab putih dibelakang Dako. Melemparkan senyum termanis dengan lesung pipit yang mengapit di kedua pipinya, matanya berbinar indah, dengan raut muka yang penuh keramahan dan keakraban. Ya, sebuah senyum yang selalu saja membuat hati Arga tak berkutik.

Cut Zuraida, dokter muda istri sahabatnya itu memang memiliki sejuta pesona bagi dirinya. Arga sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin gadis kalem dan lembut itu justru memilih Dako yang terkadang urakan, untuk menjadi teman hidupnya.

"Untuk liburan besok, Aku dan Zuraida telah mempersiapkan semuanya, dan aku harap kau dan istrimu juga begitu," ucap Dako sambil memeluk pundak istrinya.

Aku harap kau mengajak Aryanti, karena liburan ini pasti akan sangat menyenangkan," sambung Zuraida, Dako mengedipkan matanya ke arah Arga sambil menyeringai.

"Ya pasti liburan ini akan sangat menyenangkan," balas Arga yang tersenyum kecut.

Seandainya Zuraida tau, Dako suaminya telah mempersilahkan kepada mereka untuk berlomba mendapatkan tubuh indahnya.

"Apa kau benar-benar merelakan wanita alim itu disantap oleh teman-temanmu," bisik Arga, setelah Zuraida meninggalkan mereka untuk mengambil beberapa barang di ruang kerja Dako.

"Justru itu, aku sangat ingin melihat semuanya terjadi, tentunya tanpa membuatnya marah, dan aku rasa kau bisa membantuku." Arga tercengang dengan jawaban sahabatnya sejak di bangku SMP itu.

Dengan langkah santai Dako menggamit pinggul Zuraida melangkah keluar. Tepat didepan pintu, tanpa diduga Dako meremas pantat istrinya yang dibalas tatapan tajam Zuraida yang marah atas ulah suaminya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH KAKAK IPAR
8.3
Kehidupan indah Nayla Maldania bersama sang suami, Alvin Rayes, hancur seketika setelah perselingkuhan pria itu terungkap. Dalam kondisi mengandung dan terluka, takdir justru mendekatkan Nayla kepada Alvaro Rayes, kakak iparnya sendiri. Hubungan terlarang pun mulai terjalin di antara mereka. Kini, Nayla dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan demi anak di kandungannya, atau berpaling pada ketulusan Alvaro. Siapakah pria yang akan ia pilih sebagai pelindung hidupnya?
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Mr. CEO dan Gadis Lugu
8.9
James Myre, CEO muda paling kaya dan tampan di Prancis, murka karena Mr. Benkins tak mampu membayar utang USD 100 juta. Demi melunasi utang tersebut, Benkins nekat menjadikan keponakannya yang polos, Adelia Benkins, sebagai jaminan kontrak. Gadis lugu itu pun terpaksa melayani semua hasrat liar James. Sanggupkah Adelia bertahan dalam jerat kehidupan kelam ini, atau akankah takdir justru menumbuhkan benih cinta yang tulus di antara mereka?
Sampul Novel Dia Menikah dengan Pria Lain Setelah Melahirkan Anak Mantan Suaminya
8.9
Tiga tahun membina rumah tangga, Lachlan Begum malah berselingkuh dengan sekretarisnya yang agresif, Cassie Quinn. Di tengah kebohongan Lachlan, Cassie menuntutnya menceraikan sang istri yang dianggap tidak menarik. Di saat bersamaan, Nicola Hayes justru mendapati dirinya tengah hamil enam minggu. Begitu mengetahui pengkhianatan suaminya, Nicola langsung meminta bantuan sang kakak yang berprofesi sebagai pengacara untuk mengurus perceraian demi membesarkan anaknya sendirian.
Sampul Novel Rahim Penebus Hutang
9.7
Demi membiayai pengobatan sang nenek, Detta, seorang mahasiswi miskin, terpaksa bekerja di sebuah kelab malam. Di sana, ia bertemu dengan Aleandro, pewaris kaya raya keluarga Smith yang sedang menghindari perjodohan dari ibunya. Aleandro menawarkan uang satu miliar rupiah kepada Detta dengan syarat wanita itu bersedia mengandung anaknya. Kini, di tengah tekanan finansial, Detta dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan harga diri atau menjual rahimnya demi nenek tercinta.
Sampul Novel Terjebak Malam Panas dengan Billionaire
8.2
Hans berniat menguasai kekayaan Alina lewat skandal palsu. Di hari jadi mereka, ia memberi Alina obat bius lalu meninggalkannya di hotel. Tanpa diduga, kunci kamar Alina tertukar dengan milik miliarder tampan, Dariel Kyle. Insiden itu menjebak keduanya dalam malam intim yang tak terencana. Pasca-kejadian tersebut, Dariel bertekad mengejar cinta Alina. Namun, bayang-bayang kelicikan Hans masih mengancam masa depan hubungan mereka.