APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Zera

Perjalanan Zera

Lewat kisah hidup Zera, kita diajak merenungkan bahwa setiap ketetapan Allah SWT selalu menyimpan pelajaran berharga. Kisah ini memperlihatkan bahwa besarnya kebahagiaan yang kita rasakan berbanding lurus dengan ketulusan hati untuk bersyukur. Perjalanan Zera menjadi pengingat berharga bahwa tidak ada satu pun takdir yang sia-sia, karena selalu ada hikmah mendalam bagi siapa saja yang mau membuka mata dan menghargai segala pemberian-Nya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Matahari terbenam menemani seorang gadis, yang baru saja memarkirkan sepedanya di depan kost-an mungil miliknya, ia menyeka peluhnya yang mengucur di atas pelipisnya, rambut panjang sebahunya sudah lepek karena keringat.

"Nak Zera, baru pulang nak?"

Merasa namanya di panggil, gadis bernama Zera itu membalikkan tubuhnya menghadap seorang wanita paruh baya, yang berada di belakangnya.

Senyuman wanita paruh baya itu membuat lelah Zera menguap, entah kenapa, Zera selalu tenang ketika melihat dan berada di dekatnya.

"Iya, hari ini Zera gak dapat pekerjaan lagi," jawabnya dengan lesu, kepalanya tertunduk dengan jari - jari yang bertautan.

Salah satu kebiasaan Zera, menautkan dan memainkan jarinya ketika ia sedih, takut, atau gugup.

Wanita paruh baya yang memakai gamis hitam dan kerudung abu - abu itu tersenyum, tangan halusnya menyeka keringat Zera yang kembali mengucur di pelipisnya.

"Jangan sedih, nak. Allah tidak memberikan ujian pada hamba Nya, kecuali beserta dengan solusinya. Dan Allah tahu kamu itu mampu melewatinya."

"Zera tadi jatuh, mik. Lihat, lutut Zera luka."

"Yaa Allah, nak. Ayo ikut umik, biar umik obati."

"Zera obati sendiri aja, mik."

"Udah ayo ikut umik, kebetulan ada anak umik yang kuliah dokter, dia baru aja pulang dari tugas KOAS nya."

"Malu, umik."

Wanita paruh baya yang di panggil umik itu tetap memaksa, ia menggandeng lengan Zera dan membawanya ke rumahnya di samping masjid tidak jauh dari kost-an Zera.

Pondok Pesantren Dar Al Hadi

Terpampang nama pesantren di depan gerbang besar berwarna serba putih, Zera hanya menunduk sambil menggenggam erat tangan umik Hanna.

Rumah umik Hanna berada di dalam pesantrennya, namun memiliki pintu khusus di sebelah kiri, sebelum memasuki pesantren. Jadi mereka tidak harus melewati pintu yang di lalui oleh para santri putera di sana.

Sedangkan tempat untuk santri puteri berada di seberang bangunan ini, memiliki gerbang tinggi lagi yang memisahkannya dari gedung santri putera.

"Nak, duduk dulu ya di sini? Umik mau panggil anak umik dulu," ucap umik Hanna sebelum menghilang di balik pintu coklat berukir lafadz Allah dan Rasulullah.

Semua pintu di rumah dan pesantren Al Hadi memiliki ukiran Allah, Rasulullah, nama - nama sahabat, istri Rasulullah dan puteri Rasulullah.

Tidak lama Zera menunggu, umik Hanna keluar bersama seorang puterinya yang calon dokter.

Berbalut gamis berwarna hijau tosca, gadis cantik itu tersenyum dan duduk di sebelah Zera.

"Dek Zera kenapa kok bisa luka?" tanyanya dengan lembut.

Mendapat perhatian yang hangat dari umik Hanna dan puterinya, Zera menjadi terharu dan tak sadar menitihkan air matanya.

Umik Hanna dan puterinya terkejut, akan tetapi mereka tetap tenang. Tidak mau membuat Zera semakin gusar.

Dengan perlahan, umik Hanna memeluk Zera dari sisi kanannya, mengelus punggung gadis cantik itu dengan lembut, sedangkan puterinya dengan telaten dan hati - hati, mengobati luka di lutut Zera.

"Yaa Allah umik, itu kenapa anak orang di buat nangis?"

Suara abi Hanan membuat ketiganya menoleh, menatap seorang lelaki paruh baya yang berwibawa dan tatapan hangatnya.

"Abi, kenalin ini Zera. Yang suka umik ceritain itu, anaknya cantik kan bi?"

"Oh ini nak Zera? Kenalin ya, nak. Abi Hanan, suaminya umik Hanna dan ayahnya Aisyah," kata Abi sambil tersenyum pada Zera.

Sedangkan Zera yang berada di pelukan umik Hanna, hanya mengangguk dan tersenyum semanis yang ia bisa.

Matanya sembab dan wajahnya memerah mendengar pujian cantik dari umik Hanna.

"Terus kenapa Zera kok nangis?"

"Zera luka, abi. Ini Aisyah baru aja obatin," jawab Aisyah sambil merapikan kotak obat miliknya.

"Astaghfirullah, nak. Kenapa bisa luka kaya gini?"

"T-tadi jatuh dari sepeda," cicit Zera kemudian bangun dan merapihkan rok sebetisnya, kemudian berjalan mundur.

"Zera pulang dulu, makasih ya umik, kak Aisyah, abi, assalamu'alaikum," sambungnya dengan nada bergetar dan buru - buru keluar dari rumah tersebut.

Dengan perasaan berkecamuk, Zera berjalan cepat menuju kostannya, sambil sesekali menyeka air mata yang mengalir di pipi putihnya.

Berada di tengah - tengah kehangatan keluarga umik Hanna, membuat Zera merasakan sesak di dadanya.

Tiba - tiba ia mengingat bagaimana ia akhirnya berakhir tinggal seorang diri di sebuah kost kecil ini, sendirian dalam sunyi dan dingin.

Bahkan Zera harus rela sekolahnya berhenti di kelas 2 SMA, dan mencari pekerjaan kesana kemari demi sesuap nasi. Luka itu selalu ada, membekas dan selalu terasa.

Sampai kapan Zera harus begini?

Zera ingin menyerah, rasanya sakit sekali ketika hidup tapi terombang - ambing, tidak ada yang menginginkannya, tidak ada yang membelanya bahkan di saat terpuruk sekalipun.

Bersambung ...

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel About Sila
8.6
Siti Laila, anak ustaz yang keras kepala, tumbuh tanpa kehangatan orang tua. Di balik sikap santunnya di rumah, Sila menyimpan dendam membara di luar. Ketika ia memutuskan bertobat dan lepas dari masa lalu kelamnya bersama Lucas, ancaman fatal justru datang. Lucas bersumpah akan meluluhlantakkan keluarga Sila jika gadis itu nekat pergi. Kini, Sila terhimpit di antara keinginan menebus dosa dan tuntutan menyelamatkan orang-orang yang ia sayangi.
Sampul Novel Dunia Baru Alyssa
9.2
Terbiasa dengan lingkungan pesantren yang religius, Alyssa kini harus menghadapi realitas baru di SMA Safir. Sekolah ini penuh dengan pergaulan bebas serta interaksi tanpa batas antara siswa dan siswi. Di tengah situasi asing ini, kehadiran Debo, Via, Bagas, Riki, dan Denis turut mewarnai kesehariannya. Akankah Alyssa terseret dalam arus pacaran dan ikhtilat di sekitarnya? Ataukah ia mampu bertahan dan justru menyebarkan kedamaian ajaran Islam di sana?
Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Alice, istri yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dari David, suaminya yang diam-diam ternyata gay dan berselingkuh dengan mantan pacarnya. Alih-alih marah, Alice justru menikmati melihat suaminya bersama pria lain. Pertemuannya dengan Jane, wanita yang trauma karena pernah dilecehkan dan diperkosa oleh pria, membuat keduanya menemukan kecocokan yang tak terduga. Mereka menjalin hubungan terlarang yang menggetarkan, hingga Alice memutuskan menceraikan David demi Jane. Namun, hadirnya Steve membuat Alice jatuh cinta lagi, memicu kecemburuan Jane. Bisakah tiga hati menemukan bahagia? Sebuah kisah tentang tabu, hasrat, dan cinta yang tak biasa.
Sampul Novel Hati Seorang Perempuan
9.3
Senjahari Semesta Alam mengikhlaskan dirinya diceraikan Abimanyu, suaminya, yang harus menikahi Mega Mentari karena tuduhan menghamili. Tanpa disangka, kakak sulung Mega, Halilintar Sabda Alam, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Senja yang diperkenalkan sebagai adik bungsu Abimanyu. Sementara Abimanyu berjuang mencari kebenaran untuk merebut kembali hati Senja, Sabda salah paham saat memergoki Abimanyu memperlakukan Senja seperti kekasih, bukan kakak. Gelap mata, Sabda menjebak dan menanamkan benihnya di rahim Senja. Terperangkap antara kebencian dan kehamilan yang tak diinginkan, Senja harus bertahan di tengah kekuasaan Sabda yang kejam.
Sampul Novel Hingga Menjadi Kita
9.7
Nissa, seorang siswi SMA, jatuh cinta pada guru Bahasa Indonesianya yang tampan, Ilyas. Ia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian sang guru di sekolah. Namun, akankah Ilyas membalas perasaan muridnya? Ataukah perbedaan usia dan status sosial menjadi penghalang mereka? Di tengah keraguan ini, Ilyas dihadapkan pada pilihan untuk menikahi wanita dewasa. Akankah cinta remaja Nissa berbalas manis atau berakhir bertepuk sebelah tangan?
Sampul Novel MOLLY, She Will Be Love
8.9
Molly merasa jenuh dengan rutinitas kuliah yang monoton dan sikap protektif sang kakak. Demi mengubah hidupnya sebelum lulus, ia menyusun rencana nekat untuk mendekati seorang dosen muda. Namun, langkah ini justru membawanya ke dalam situasi rumit. Molly kini terjebak di antara dua pria yang bersaing ketat demi memenangkan hatinya. Kedua lelaki tersebut sama-sama terpikat oleh pesona unik Molly, memicu perebutan cinta yang penuh dengan lika-liku tak terduga.