APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Perjalanan Waktu: Cintaku dari Keluarga Kerajaan

Harper Chu, ahli forensik masa kini, terpaksa melarikan diri ke era Dinasti Cerah demi menghindari konspirasi kriminal berbahaya. Menyamar sebagai putri pejabat tanpa sekutu, ia harus bertahan hidup di masa lalu. Namun, keahlian uniknya justru memicu kecurigaan seorang pangeran kerajaan. Di tengah intrik istana yang mengancam nyawanya, sanggupkah Harper menyembunyikan identitas aslinya sembari menuntaskan misi balas dendam?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kamu..." Felicia masih mencoba mengatakan sesuatu.

Tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Harper mendekati adiknya. "Aku bisa menunjukkan buktinya padamu, tapi kamu harus berhati-hati. Jika aku terbukti tidak bersalah, kamu akan berada dalam bahaya."

Ekspresi wajah Felicia berubah menjadi ketakutan saat ia memahami arti di balik kata-kata kakaknya. Ia yakin tidak ada yang bisa menunjukkan bukti perbuatannya, apalagi Harper.

"Kakak, jangan menggertak," bisik Felicia dengan kasar. Terlepas dari keterampilan medisnya yang cemerlang, Harper tidak mungkin bisa merencanakan sesuatu dalam waktu sekejap! Terlebih lagi, ia telah menyinggung Jenderal Maxwell dan kehilangan posisinya sebagai tabib kekaisaran. Tidak ada cara untuk membalikkan situasi ini sepenuhnya!

Tidak ingin meyakinkan adiknya lebih lanjut, Harper membungkuk pada Matthew. "Pangeran, tolong ikuti saya ke kediaman sang jenderal."

Saat Matthew dan Harper tiba di kediaman sang jenderal, Maxwell sedang sibuk menghibur selirnya, Jade Su, yang sedang menangis.

Terlepas dari penampilannya yang tangguh, Maxwell adalah pria dengan hati yang lembut saat menghadapi wanita. Satu-satunya penyesalannya adalah bahwa setelah menikah selama lebih dari sepuluh tahun, ia tidak pernah bisa memiliki anak kandungnya sendiri. Ketika Jade mengumumkan kehamilannya, ia dipenuhi dengan kegembiraan. Setidaknya hingga ia mendengar bahwa anak mereka telah dibunuh. Kemudian, ia menjadi sangat marah.

"Jenderal, Pangeran Matthew ada di sini." Seorang pelayan menghampiri Maxwell.

"Apa yang dia lakukan di sini?" Maxwell mengerutkan kening. Lima tahun yang lalu, Matthew telah kembali dari medan perang dan menyerahkan kembali kepemimpinan militernya kepada sang kaisar. Meskipun sekarang ia tidak memiliki kekuasaan, masih banyak yang mengaguminya dan tidak ada yang berani meremehkannya.

"Pangeran Matthew ada di sini bersama Harper Chu."

"Harper Chu!" teriak Jade menyebut nama wanita itu. Ia mencengkeram lengan Maxwell. "Wanita jalang itu yang membunuh anak kita! Jangan biarkan dia pergi! Bunuh dia! Balaskan dendam untuk anak kita."

"Tenang, tenang. Aku akan segera menanganinya." Maxwell membantu selir kesayangannya untuk berbaring. Begitu ia yakin bahwa semuanya baik-baik saja, ia berbalik dan berjalan keluar, langkahnya cepat dan kuat. Meskipun ia sudah beberapa lama tidak berada di lapangan, sikap dan langkahnya mirip dengan seorang prajurit—gagah dan tegap.

Saat Maxwell tiba, ia memelototi Harper sebelum menghadap Matthew. "Pangeran, apa yang terjadi? Bukankah seharusnya wanita ini sudah dieksekusi?"

"Jenderal, tolong tenang. Harper mengatakan bahwa dia tidak bersalah, jadi aku memberinya kesempatan untuk membuktikan dirinya. Kurasa kamu juga ingin mengetahui apa yang dia temukan," jawab Matthew sambil memutar cincin giok di ibu jarinya.

"Salam, Jenderal Maxwell." Harper membungkuk, memberi hormat padanya. "Anda tidak hanya kuat, tapi Anda juga bijaksana. Saya telah mendengar banyak lagu yang memuji kekuatan dan kebijaksanaan Anda di medan perang."

"Kamu telah membunuh anakku," raungnya. "Kamu pikir aku akan melepaskanmu hanya karena sanjungan?"

"Tidak, saya tidak akan berani. Saya selalu mengagumi Anda; berkat Anda dan tentara Anda, kami hidup di negara yang damai. Ketika saya mendengar Nyonya Jade mengalami persalinan yang sulit, sebagai satu-satunya tabib wanita, saya bergegas datang ke sini untuk membantunya." Ia berhenti sejenak dan melanjutkan, "Saya terkejut dengan apa yang saya lihat, tapi sebelum saya bisa memberi tahu Anda, saya dipukul hingga pingsan."

"Kamu jelas-jelas mencoba bunuh diri karena takut dihukum!" teriak Jade saat keluar dari kamarnya, memegang perutnya dengan tangan. Ia mengira bahwa Harper sudah mati sekarang, tetapi yang terjadi sebaliknya, Harper memiliki keberanian untuk datang ke kediaman mereka. "Jenderal, aku mohon, tegakkan keadilan untuk kita berdua." Ia berbalik ke arah pria itu, menangis tersedu-sedu. "Dia adalah anak pertama kita, anak pertamamu."

"Jangan menangis." Maxwell merasa hatinya sakit melihat selirnya menangis tersedu-sedu. Ia berbalik menatap Harper, sorot matanya memancarkan amarah. "Beraninya kamu datang ke rumahku dan membela diri setelah membunuh anakku. Apa kamu tidak punya malu?"

"Jenderal!" sela Harper. "Bagaimana saya bisa membunuh anak Anda jika anak itu tidak pernah ada? Nyonya Jade tidak hamil!"

Semua orang ternganga mendengar kata-katanya, keheningan pun menguasai sekeliling ruangan.

Wajah Jade menjadi pucat. "Harper, dasar wanita kejam! Kamu membunuh anakku, dan kamu bahkan memfitnah aku tidak hamil! Apa menurutmu kehamilanku selama sembilan bulan adalah palsu?" ucapnya dengan geram.

"Berhentilah berbohong! Kamu hanya akan mempermalukan dirimu sendiri." Harper melipat kedua tangannya. "Saya punya bukti. Jenderal, Anda bukan hanya berbakat, tapi Anda juga orang yang masuk akal, toleran, bijaksana dan berani. Anda tentu tidak ingin membunuh wanita yang tidak bersalah, 'kan?"

Saat melihat mata Harper yang cerah, Maxwell mengerutkan kening. Wanita itu tidak terlihat seperti sedang berbohong.

"Jangan percaya padanya, Jenderal. Aku mengandung anak kita selama sembilan bulan. Kamu tahu itu, 'kan?" Tangan Jade gemetar. Mungkin seharusnya ia tidak bekerja sama dengan Felicia untuk menjebak Harper. Awalnya, ia berencana untuk mendapatkan bayi dari tempat lain dan mengatakan bahwa bayi itu adalah anaknya. Ia mengira bahwa ia bisa mengambil posisi istri jenderal dengan cara itu. Tetapi Felicia mengatakan bahwa hanya dengan satu anak tidak akan cukup untuk menjadi istri jenderal; ia bahkan mengatakan jika Jade bersedia membantunya untuk menjebak Harper, ia akan membantunya mendapatkan posisi sebagai istri jenderal. Sekarang, ia sangat menyesalinya.

"Jenderal, saya mulai belajar ilmu pengobatan dengan paman saya ketika saya berusia enam tahun. Sekarang, sudah sepuluh tahun berlalu. Setelah beberapa percobaan dan rekomendasi dari Nona Katrina, saya menjadi satu-satunya tabib wanita di Akademi Ilmu Pengobatan Kekaisaran. Anda mengetahui kemampuan saya. Jika tidak, Anda tidak akan meminta saya untuk merawat Nyonya Jade. Setelah saya mendiagnosisnya, saya menemukan bahwa dia telah meminum obat rahasia yang membuatnya tampak seperti sedang hamil. Selama dia meminum penawarnya, semuanya akan baik-baik saja dan dia akan pulih." Harper menghela napas. "Saya pingsan sebelum saya bisa melaporkan hal ini pada Anda. Hal berikutnya yang saya tahu adalah bahwa saya ditahan karena membunuh anak Anda."

"Omong kosong!" bantah Jade saat ia meraih tangan Maxwell. "Jenderal, aku mohon. Aku tidak berbohong padamu. Aku tidak akan pernah melakukan itu."

"Jenderal, sejak zaman kuno, orang biasanya menggunakan metode pencampuran darah dari dua orang untuk mengidentifikasi hubungan darah," ucap Harper dengan perlahan. "Kurasa mayat bayinya belum dikubur, 'kan?"

"Belum." Memikirkan mayat kecil yang terbaring di peti mati, hati Maxwell terasa sesak. Ia berusia lebih dari tiga puluh tahun, tetapi anak satu-satunya sekarang telah tiada. Bagaimana mungkin ia tidak merasa sangat sedih?

"Tapi sekarang bayinya sudah meninggal, darahnya sudah membeku. Kita tidak bisa mencampur darahnya dengan darah Anda." Sambil berbicara, Harper melirik Jade dari sudut matanya.

Jade terlihat lega mendengar ini. Karena bayinya sudah meninggal, tidak mungkin mereka bisa melakukan tes sekarang.

"Apa Anda tahu? Tidak banyak orang yang tahu bahwa kita bisa mengidentifikasi hubungan darah dengan meneteskan darah ke tulang seseorang."

Ekspresi wajah Jade menjadi gelap saat jantungnya mulai berdetak lebih kencang. 'Tidak, aku tidak bisa membiarkannya melanjutkan ini,' pikirnya.

"Jika Anda ingin mengetahui yang sebenarnya, Jenderal, yang saya butuhkan hanyalah tulang dari bayi itu. Kemudian, kita akan mengetahuinya."

"Kamu membunuh anakku, dan sekarang kamu ingin mengganggunya di ranjang kematiannya! Dasar wanita jahat!" Jade melemparkan dirinya ke pelukan Maxwell saat air mata kembali mengalir di pipinya. "Jenderal, tolong jangan. Tolong jangan ganggu dia lagi. Dia sudah begitu damai, kita tidak boleh mengganggu penguburannya!"

"Harper Chu, apa kamu begitu takut mati sehingga kamu memfitnah Jade untuk menghindari hukuman?" tanya Maxwell dengan tenang. Sejujurnya, ia memiliki kecurigaan sendiri. Istrinya telah bersamanya selama bertahun-tahun, dan ia tidak pernah hamil sekali pun, bahkan selir-selirnya yang lain juga tidak ada yang hamil. Ketika mendengar bahwa Jade hamil, ia merasa lega dan bahagia. Tetapi ada perasaan di dalam dirinya yang mengatakan bahwa itu mungkin tidak seperti yang ia pikirkan.

"Jika saya tidak dapat membuktikan bahwa saya tidak bersalah, maka Anda boleh membunuh saya dan seluruh keluarga saya!" ucap Harper dengan tegas.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ARANJO
8.1
Aranjo, dewi muda berdarah iblis, dijatuhi hukuman menjalani sepuluh kehidupan fana untuk melompati bencana cinta. Walau dibesarkan di alam langit, ia selalu diasingkan dan dijebak oleh ibu tiri serta saudara perempuannya. Di balik hukuman ini, Kaisar Langit menyimpan taktik rahasia. Sang Kaisar berniat melenyapkan emosi Aranjo demi menjadikannya Dewi Agung berkekuatan mutlak. Akankah takdir tunduk pada ambisi sang penguasa langit, atau malah berbalik?
Sampul Novel Back To School
9.7
Geng Prit..Prit..Can yang beranggotakan Diwi, Tari, Lani, dan Emily adalah detektif hiperaktif di SMA Siliwangi yang gemar mengusut kejanggalan. Mereka memiliki janji bersama untuk tidak jatuh cinta pada kakak kelas. Namun, komitmen tersebut mulai goyah saat perasaan cinta tumbuh dan memicu konflik besar. Keadaan menjadi kian rumit ketika mereka menyadari telah menyukai cowok yang sama. Kini, persahabatan erat serta perasaan mereka dipertaruhkan dalam pilihan yang sulit.
Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel (bukan) Telepati Cinta
8.3
Hyura Anastasya sangat terobsesi menemukan reinkarnasi Fino lewat buku kuno milik kakeknya. Namun, misi ini justru merusak hubungan dengan sahabat serta cinta sejatinya. Di tengah konflik, hadirlah arwah pria yang menyimpan kunci misteri hidupnya. Mengandalkan kekuatan telepati uniknya, Hyura harus menuntaskan teka-teki besar ini. Sanggupkah ia menyelesaikannya saat kemampuan telepati tersebut justru tak berfungsi untuk urusan asmara?
Sampul Novel Mendadak Menjadi Permaisuri ke 6
9.1
Terbangun di tubuh permaisuri abad ke-17 yang diceraikan Pangeran Keenam karena wanita lain, seorang dokter genius masa kini tidak tenggelam dalam kesedihan. Ia memilih fokus merintis karier medis berbekal pengetahuan modern. Keahliannya yang luar biasa sukses memikat hati rakyat hingga sang Kaisar. Meski sempat menutup diri dari cinta, takdir menyeretnya ke dalam dilema emosional antara perasaan terlarang dan sebuah pengorbanan besar yang harus ia putuskan.
Sampul Novel Pria yang Meninggalkan Cintanya
9.3
Sepuluh tahun pengabdianku pada Baskara Aditama berakhir tragis. Setelah tanganku cacat di salon mantan kekasihnya, Karinina, Bas justru membuangku yang sedang hamil ke hutan terpencil tanpa sinyal. Usai berjuang kembali, aku mendengar dia merendahkanku di depan teman-temannya hanya sebagai pengganti sementara. Kehilangan karier dan tanpa dukungan keluarga, kini aku bertekad memutuskan hubungan dengannya untuk merebut kembali hidupku.