APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perawan Satu Milyar

Perawan Satu Milyar

Kehidupan Olivia jungkir balik setelah keluarganya tega menjual kesuciannya pada Arga senilai satu miliar rupiah. Pengusaha dingin itu tak cuma mengincar tubuh Olivia, tapi juga menuntut kendali mutlak atas seluruh aspek hidupnya. Tinggal di apartemen mewah justru membuat Olivia merasa terkurung dalam sangkar emas yang menyesakkan. Di bawah dominasi kuat sang miliarder, ia kini harus berjuang keras demi mempertahankan sisa harga diri dan kebebasannya agar tidak hancur.
Bab
Bagikan

Bab 2

Udara di dalam mobil begitu pekat, seolah setiap helaan napas Olivia menambah berat beban di dadanya. Mesin meraung lembut, dan kendaraan hitam itu melaju perlahan meninggalkan gang kumuh tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Lampu-lampu jalan yang redup berkelebat cepat, menimbulkan bayangan panjang yang menari-nari di kaca jendela gelap.

Olivia duduk kaku, tubuhnya terhimpit di antara kursi kulit yang terlalu empuk untuk dirinya yang terbiasa dengan kerasnya lantai kayu rumah reyot. Jemarinya meremas rok lusuh, matanya tak berani menatap lurus. Bayangan sosok pria tua di kursi belakang masih menekan batinnya. Ia tak berani mengangkat kepala, takut jika tatapannya bersirobok dengan mata yang mungkin penuh nafsu sekaligus kekuasaan.

Mobil melaju mulus, namun di dalam dirinya, dunia berguncang hebat.

"Apakah ini takdirku?" bisiknya dalam hati.

Sejak kecil, Olivia selalu percaya pada janji-janji manis ibu tirinya, Ratna. Janji bahwa suatu hari hidup mereka akan lebih baik. Bahwa jika Olivia patuh, tekun, dan berusaha, keberuntungan akan datang. Bahwa suatu saat ia bisa keluar dari rumah penuh pertengkaran itu.

Tapi semua itu hanya fatamorgana.

Ia masih ingat jelas, ketika usianya baru enam belas tahun, Ratna pernah menatapnya dengan senyum palsu sambil berkata, "Kau adalah harapan keluarga ini, Liv. Kalau kau menuruti kami, aku akan pastikan kau mendapatkan hidup yang layak."

Kenyataannya, "hidup layak" yang dijanjikan itu kini berarti menjual kehormatan. Bukan masa depan, melainkan neraka.

Olivia menggigit bibir bawahnya, menahan tangis. Rasa asin darah bercampur dengan getir di lidahnya. Ia tahu, menangis tak akan menyelamatkan dirinya. Tapi menahan air mata juga terasa mustahil.

Suara pria yang duduk di kursi belakang terdengar samar-batuk kecil, napas berat. Olivia merinding. Bayangan itu makin nyata di kepalanya. Ia membayangkan tangan-tangan kasar yang akan menjamah tubuhnya, napas basi yang akan menyapu wajahnya.

Tubuhnya gemetar. Ia menyandarkan kepala ke jendela, menatap kilatan lampu jalan yang melintas. Ia ingin berlari keluar, tapi pintu terkunci. Ia ingin berteriak, tapi tak ada yang akan mendengar.

Apakah hidupku hanya akan berakhir di sini? pikirnya putus asa. Seandainya Ibu masih ada, mungkin semuanya akan berbeda.

Seketika, wajah almarhum ibunya muncul dalam ingatan. Wanita lembut yang dulu sering menyisir rambutnya sambil bersenandung pelan. Wanita yang selalu berkata, "Olivia, kau harus kuat. Hidup tidak pernah adil, tapi kau bisa memilih untuk tetap berdiri."

Air mata mengalir tanpa bisa dibendung.

Tapi sejak ibunya meninggal, dunia runtuh. Pram masuk ke rumah sebagai ayah tiri, membawa kebiasaan buruknya, lalu Ratna-yang seharusnya menjadi pengganti ibu-justru menjelma monster yang lebih kejam.

Olivia mengingat janji Ratna yang terakhir: "Kau hanya perlu melakukan ini sekali saja. Setelah itu, utang lunas, dan kau bebas. Kau akan kubiarkan hidup tenang."

Sekali.

Sekali saja, katanya.

Tapi Olivia tahu itu kebohongan. Ratna tak pernah menepati janji. Janji-janji itu hanyalah tali yang semakin menjerat lehernya.

Mobil berbelok ke jalan lebih sepi. Lampu kota menghilang, digantikan kegelapan pekat. Pohon-pohon besar menjulang di sisi jalan, bayangannya menutupi pandangan. Olivia semakin panik. Ke mana mereka membawanya?

Ia mengintip melalui kaca samping, tapi hanya terlihat jalan panjang tanpa penghuni. Jauh dari pusat kota, jauh dari mata siapa pun.

Jika aku berteriak sekarang... pikirnya. Lalu ia sadar, tak ada gunanya. Tidak ada yang akan mendengar.

Hening terasa menyesakkan. Hanya suara mesin dan detak jantungnya sendiri yang menemani.

Olivia menutup mata, mencoba mengatur napas. Namun semakin ia mencoba tenang, semakin sesak rasanya. Bayangan masa depan yang menunggunya membuat tubuhnya lumpuh.

Ia ingin percaya bahwa masih ada keajaiban. Tapi keajaiban tak pernah datang pada orang sepertinya.

Detik demi detik berjalan lambat, seperti jarum jam yang disengaja menunda ajalnya.

Tiba-tiba, mobil melambat. Olivia terlonjak. Jalan di luar semakin gelap, hanya ada satu lampu jalan yang berkedip samar. Suara kerikil berderak di bawah ban mobil saat kendaraan itu masuk ke sebuah halaman luas.

Jantung Olivia berdetak kencang. Nafasnya memburu.

Di sinilah aku akan diserahkan...

Mobil berhenti dengan hentakan kecil. Sunyi yang mencekam kembali jatuh, menutup dirinya rapat.

Pintu depan terbuka, lalu menutup dengan suara keras. Olivia menahan napas, tubuhnya menegang. Beberapa detik kemudian, pintu di sampingnya terbuka paksa. Tangan kasar meraih lengannya, menariknya keluar.

"Tidak! Lepaskan aku!" jeritnya putus asa, meronta sekuat tenaga. Tapi genggaman itu terlalu kuat.

Udara malam menusuk tulang saat Olivia diseret di atas tanah berbatu. Suara langkah kaki bergema di antara kesunyian, dan di hadapannya berdiri sebuah bangunan tua-gudang besar dengan dinding besi berkarat, pintu besarnya menganga seperti mulut raksasa yang siap menelannya.

Olivia menatap dengan ngeri, tubuhnya gemetar hebat.

Gudang itu gelap, hanya sedikit cahaya rembulan yang menyingkap bayangannya. Angin malam berhembus melalui celah-celah besi berkarat, membawa aroma karat dan debu yang menusuk hidung.

Ia diseret semakin dekat, kakinya menyeret tanah, lututnya tergores.

"Tidak... tolong..." bisiknya lirih, nyaris tak terdengar.

Namun tak ada belas kasihan. Pintu besi berderit saat didorong, suaranya melengking, memecah malam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel Penungguan Berakhir Pahit
7.9
Setengah bulan menjelang hari pernikahan yang telah dipersiapkan selama dua tahun, Cecil Wijaya harus menghadapi kenyataan pahit. Bryan Jayadi kembali berniat menunda pernikahan mereka demi Yovita Baskara, adik tirinya yang sedang sakit. Yovita meminta Bryan meninggalkan segalanya untuk menemaninya melihat laut di Malde. Enggan menunggu lebih lama lagi, Cecil mengambil keputusan drastis. Jika Bryan enggan berkomitmen, Cecil siap mengganti posisi mempelai pria tersebut dengan orang lain.
Sampul Novel Perih Dicintai yang Tak Direstui
8.1
Lima tahun berpacaran membuat Luna yakin Arman adalah jodohnya. Namun demi menjaga kehormatan sang ayah yang sakit, ia terpaksa menikahi Reza, tunangan sepupunya. Di tengah pengorbanan itu, ia mendapati kenyataan pahit bahwa Arman berselingkuh dengan Nadia hingga memiliki anak. Kini, Luna harus menjalani pernikahan tanpa cinta bersama Reza yang tidak bekerja, sambil terus meratapi hancurnya impian masa lalu.
Sampul Novel Permainan Pewaris
9.3
Tiga tahun pacaran, Kristian Dobson malah mengkhianatiku dan menikahi Laura Clarke, pewaris kaya. Demi pengakuan keluarganya, dia mengurungku dalam kemewahan yang menyiksa. Puncaknya, demi istri barunya, Kristian memaksaku melompat dari lantai tujuh belas. Mereka pikir aku bisa dihancurkan dengan mudah. Padahal, mereka tidak tahu bahwa akulah pewaris tunggal kekayaan terbesar yang sesungguhnya di kota ini.
Sampul Novel Possessive Senior
9.6
Dunia tenang Alena Mikael Greyson seketika runtuh sejak ia mulai kuliah dan berpapasan dengan Daren Cleo Romanov. Daren, seorang senior rupawan nan bergelimang harta, dikenal angkuh dan menjalani hidup tanpa aturan. Hanya dengan sekali tatap pada netra hitam pekat Alena, Daren langsung terpikat. Ketertarikan itu dengan cepat berubah menjadi obsesi yang mendalam. Daren yang posesif mulai mengklaim Alena sebagai miliknya, mengubah seluruh hidup gadis itu selamanya.
Sampul Novel Rinai Hujan di Pagi Hari
8.9
Kania terpaksa merelakan kekasihnya, Sammy, untuk menikahi sang kakak, Melani Lim, setelah kecelakaan tragis merenggut tangan kiri Melani. Demi melupakan kepedihan tersebut, Kania akhirnya menerima lamaran Daniel, seorang pria yang usianya jauh lebih tua. Di tengah pernikahan baru yang hambar tanpa rasa cinta ini, mampukah Daniel merebut hati Kania? Ataukah bayang-bayang masa lalu bersama Sammy akan terus membayangi kehidupan rumah tangga mereka selamanya?