APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perawan Satu Milyar

Perawan Satu Milyar

Kehidupan Olivia jungkir balik setelah keluarganya tega menjual kesuciannya pada Arga senilai satu miliar rupiah. Pengusaha dingin itu tak cuma mengincar tubuh Olivia, tapi juga menuntut kendali mutlak atas seluruh aspek hidupnya. Tinggal di apartemen mewah justru membuat Olivia merasa terkurung dalam sangkar emas yang menyesakkan. Di bawah dominasi kuat sang miliarder, ia kini harus berjuang keras demi mempertahankan sisa harga diri dan kebebasannya agar tidak hancur.
Bab
Bagikan

Bab 3

Udara gudang itu bagai racun. Sesaat setelah pintu besi menutup rapat di belakangnya, Olivia merasa seolah dirinya telah dikubur hidup-hidup. Gelap melingkupi dari segala arah, hanya sedikit cahaya lampu kuning redup di sudut ruangan yang berkelip-kelip, seolah akan mati kapan saja.

Kakinya goyah, tubuhnya limbung. Ia masih bisa merasakan sakit di pergelangan tangannya akibat seretan kasar sebelumnya. Nafasnya memburu, dan dalam keremangan itu, ia sadar ada bayangan besar yang berdiri tak jauh di depannya.

Seorang pria tegap.

Olivia tak mampu mengukur tinggi badannya secara tepat, tapi bayangan yang terpantul dari cahaya redup itu sudah cukup untuk menebarkan aura mengintimidasi. Bahunya lebar, tubuhnya padat, otot-ototnya tampak mengeras di balik kemeja hitam ketat yang dikenakan. Tatapan matanya dingin, tak berperasaan, seolah ia hanya alat yang diciptakan untuk satu tujuan: mengikat dan menyerahkan.

"Pegang ini," perintah seseorang di belakang Olivia-suara berat yang ia kenali sebagai pria yang menyeretnya masuk.

Pria tegap itu maju selangkah, dan tanpa berkata apa pun, ia meraih lengan Olivia. Sekejap kemudian, tubuhnya didorong ke depan dengan kasar. Olivia terhuyung, hampir jatuh, tapi sebelum lututnya menghantam lantai semen yang dingin, tangan keras itu sudah lebih dulu menahan, lalu menariknya kasar.

"A-aku mohon... jangan...," suara Olivia pecah, parau, namun sia-sia.

Pria tegap itu tidak menggubris. Dengan cekatan, ia meraih kedua pergelangan tangan Olivia, melipatnya ke belakang, lalu mengikat dengan tali kasar. Gesekan tali menorehkan kulitnya, meninggalkan rasa perih yang membuat tubuhnya semakin gemetar.

Jeritan tertahan lolos dari bibir Olivia. Ia mencoba meronta, namun kekuatannya hanyalah debu di hadapan genggaman yang sekeras baja itu. Ikatan semakin kencang, dan Olivia tahu ia tak lagi punya harapan untuk melarikan diri.

"Lepaskan aku... tolong..." air matanya mengalir. Ia tidak peduli jika wajahnya basah. Hanya ada ketakutan yang membuncah, menelan harga dirinya sedikit demi sedikit.

Namun tidak ada belas kasihan.

Tanpa peringatan, kain hitam pekat melingkupi wajahnya. Pria tegap itu menutup mata Olivia dengan penutup mata, lalu menarik ikatannya di belakang kepala.

Gelap.

Sekali lagi, Olivia tenggelam dalam kegelapan mutlak. Tak ada cahaya. Tak ada arah. Hanya napasnya sendiri yang terengah, berbaur dengan detak jantung yang menggedor-gedor dadanya.

Ketika penglihatannya direnggut, telinganya menjadi lebih peka. Ia mendengar suara langkah kaki berkeliling, suara derit besi, bahkan hembusan angin yang menyusup lewat celah dinding gudang. Namun yang paling membuat tubuhnya kaku adalah suara itu.

Suara seorang pria tua.

"Hmm..." Suaranya serak, rendah, dan penuh kuasa. "Anak ini akhirnya tiba juga."

Olivia membeku. Suara itu menggema di ruang besar, menusuk gendang telinganya, lalu merayap ke seluruh tubuh. Ia tak bisa melihat wajahnya, tapi cukup dengan suara itu saja, ia merasa seolah sedang berdiri di hadapan sosok yang lebih mengerikan daripada mimpi buruk terkelamnya.

Pria tua itu mendekat. Olivia tahu dari langkah yang semakin jelas terdengar, dari hawa panas napasnya yang tiba-tiba terasa di dekat wajahnya. Bau khas-campuran tembakau, obat-obatan, dan sesuatu yang basi-menyerang hidungnya, membuatnya mual.

"Cantik..." bisik pria itu. Nafasnya terasa di telinga Olivia, membuat kulit tengkuknya meremang. "Muda... segar... lebih dari yang kubayangkan."

Olivia menahan napas. Ia ingin berteriak, tapi pita suaranya seolah tercekik. Ia ingin mundur, tapi pria tegap di belakangnya masih memegang tubuhnya kuat-kuat, menahannya agar tak melangkah ke mana pun.

"Kau tahu?" lanjut pria tua itu, suaranya berubah jadi lirih, hampir seperti bisikan mesra namun penuh racun. "Banyak gadis yang rela mati hanya untuk mendapatkan perhatian dariku. Tapi kau... kau lebih dari sekadar beruntung. Kau dipersembahkan langsung ke tanganku."

Perut Olivia berputar. Ia merasakan mual yang mendesak, seolah isi perutnya ingin keluar begitu saja. Air matanya mengalir deras, menetes melewati dagu dan jatuh ke lantai dingin.

"T-tidak...," bisiknya lirih. "Jangan... aku mohon..."

Tawa kecil lolos dari bibir pria itu. Tawa rendah, berat, penuh kemenangan. "Dia milikku sekarang."

Dan tepat ketika Olivia merasa seluruh harapannya padam, dunia mendadak berguncang.

-BRAK!

Pintu besi gudang terbuka keras, menghantam dinding. Suara dentumannya menggema panjang, membelah keheningan yang menyesakkan. Cahaya dari luar menembus masuk, menampar kegelapan yang selama ini menelan Olivia.

Satu detik kemudian, suara dentuman lain terdengar. Bukan sekadar pintu. Bukan sekadar langkah.

Dentuman keras, tajam, menghentak telinga. Seperti ledakan kecil.

Olivia terlonjak. Seluruh tubuhnya membeku, napasnya tercekat. Ia tidak tahu apa yang baru saja terjadi. Yang ia tahu, dunia yang tadi sudah kelam kini tiba-tiba berubah lebih mencekam.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bangkit Dari Luka: Istri Yang Terbuang
8.1
Cinta tulus Jilly selama tiga tahun hancur saat Elton tega membuangnya ke laut demi menyelamatkan Rachel. Menghadapi pengkhianatan kejam sang suami, Jilly memilih menyembunyikan kehamilannya dan berencana kabur dari pernikahan toksik mereka. Ketika Elton akhirnya berhasil melacaknya dalam keadaan kacau dan memohon maaf demi anak mereka, hati Jilly telah membatu. Baginya, sosok ayah dari bayinya sudah lama mati sejak hari di mana Elton lebih memilih nyawa wanita lain.
Sampul Novel Cinta yang Kadaluarsa
9.4
Setelah sepuluh tahun sia-sia mengejar Kevin Sentosa, Diana Karin akhirnya menyerah dan berpaling kepada Adrian Wisak. Pengusaha kaya itu memanjakannya dengan kembang api dan lamaran romantis di sebuah pulau pribadi. Namun, menjelang pernikahan, Diana menemukan kenyataan pahit bahwa Adrian hanya memanfaatkannya demi membuat Kevin muak. Enggan menjadi korban penghinaan, Diana memilih melarikan diri lebih dulu sebelum Adrian mencampakkannya di hari pernikahan. Kini, giliran Adrian yang frustrasi dan mencari pengantinnya yang hilang di seluruh Kota Jama.
Sampul Novel Istri Kedua Om Tampan
9.2
Kehidupan Annabelle sebagai biduan orgen tunggal dan penari striptis memicu rasa penasaran Samuel. Demi kestabilan finansial, Annabelle sempat ditawari pekerjaan tetap di sebuah karaoke mewah. Namun, ia menolaknya karena tidak menyukai jadwal yang mengikat dan lebih memilih kebebasan bekerja sesekali. Ketertarikan Samuel kian mendalam hingga ia menanyakan tarif layanan Annabelle, lalu mengajukan penawaran khusus untuk menyewanya selama dua belas jam penuh.
Sampul Novel Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
9.7
Saat Riko Fosa dan keluarganya bersiap menghalangi Nisa di rumah sakit demi kelahiran anak Erni, Nisa justru memilih tidak hadir. Riko yang mengira istrinya hanya egois karena tidak mau menerima anak tersebut, berniat memaafkannya jika Nisa bersedia meminta maaf. Namun, Riko tidak menyadari bahwa Nisa telah mengambil keputusan besar. Dia mendaftarkan diri ke PBB untuk menjadi dokter lintas batas dan bersiap mencabut kewarganegaraannya, meninggalkan Riko selamanya tanpa ada kesempatan untuk bertemu lagi.
Sampul Novel Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan
9.3
Gara menyembunyikan identitas aslinya sebagai orang kaya raya di balik penampilan lusuh saat menikahi Mia. Ia tidak pernah peduli saat dirinya dihina, namun kemarahannya meledak ketika sang istri yang direndahkan. Bertekad melindungi Mia, Gara membawa istrinya keluar dari rumah itu dan membongkar rahasianya kepada semua orang. Pada akhirnya, adik ipar yang sempat meremehkannya berlutut memohon ampun, sementara ibu mertuanya menangis menyesali segala kesalahan masa lalu mereka.
Sampul Novel Pernikahan Dingin yang Membara
8.7
Karier gemilang Aria seketika terguncang setelah malam penuh gairah bersama Raka, yang ternyata adalah CEO di tempatnya bekerja. Pengkhianatan ini terasa kian menyakitkan saat manipulasi licik Mira memicu kesalahpahaman besar di antara mereka. Dibakar api cemburu akibat dugaan perselingkuhan Raka, Aria yang terluka kini menyusun rencana balas dendam yang sangat berisiko. Ambisi dan rasa sakitnya siap menghancurkan seluruh karier sang CEO.