APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Perawan Satu Milyar

Perawan Satu Milyar

Kehidupan Olivia jungkir balik setelah keluarganya tega menjual kesuciannya pada Arga senilai satu miliar rupiah. Pengusaha dingin itu tak cuma mengincar tubuh Olivia, tapi juga menuntut kendali mutlak atas seluruh aspek hidupnya. Tinggal di apartemen mewah justru membuat Olivia merasa terkurung dalam sangkar emas yang menyesakkan. Di bawah dominasi kuat sang miliarder, ia kini harus berjuang keras demi mempertahankan sisa harga diri dan kebebasannya agar tidak hancur.
Bab
Bagikan

Bab 1

Langit malam itu tak berbulan. Gelap menelan pekarangan rumah reyot di pinggir kota, seakan ikut menyembunyikan rahasia kelam yang bersemayam di dalamnya. Dinding rumah Olivia retak, catnya terkelupas, dan bau lembap bercampur asap rokok menguar dari ruang tamu. Lampu kuning tua berkelip, nyaris padam, membuat setiap sudut rumah terasa seperti lorong yang siap menelan siapa saja yang melangkah.

Di tengah ruang yang sempit, Olivia duduk di kursi kayu lapuk, kepalanya tertunduk. Jemari kurusnya meremas kain rok lusuh yang melekat di tubuhnya. Detak jantungnya berlari tak beraturan, seolah tubuhnya tahu malam ini akan mengubah segalanya.

"Jangan duduk diam saja seperti mayat!" suara kasar itu memecah kesunyian.

Ayah tirinya, Pram, berjalan gontai dari dapur dengan botol bir di tangan. Tubuhnya tambun, wajahnya merah, dan matanya menyipit karena mabuk. Bau alkohol yang menyengat membuat Olivia ingin muntah. Ia selalu membenci lelaki itu-bukan hanya karena kebiasaannya menenggak minuman murahan, tapi karena tatapan rakusnya yang tak pernah menyembunyikan kebencian.

"Ayah..." suara Olivia gemetar, lidahnya kelu. "Aku... aku tidak bisa-"

Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya sebelum kalimat itu selesai.

"Diam!" Pram menggeram, bibirnya basah oleh busa minuman. "Kau pikir kami masih punya pilihan? Utang ibumu itu-sudah menumpuk. Kalau bukan karena aku, kau dan dia sudah dilempar ke jalanan oleh rentenir itu."

Sosok lain muncul dari balik tirai kusam. Seorang perempuan dengan wajah penuh bedak murahan dan bibir merah menyala. Ibu tirinya, Ratna. Tatapannya menusuk tajam, penuh perhitungan, tapi juga dingin.

"Kau harus belajar berterima kasih, Olivia," katanya sinis. "Dengan tubuhmu, kau bisa menyelamatkan keluarga ini. Bukankah itu lebih baik daripada kami mati kelaparan atau diburu seperti anjing?"

"Tubuhku bukan barang dagangan," Olivia membalas, suaranya lirih tapi bergetar. Pipinya masih perih. "Aku bukan budak kalian."

Ratna tertawa pelan, getir. "Sayang sekali, malam ini kau akan belajar bahwa kehormatan itu cuma ilusi bagi orang miskin. Harga diri tidak bisa membeli beras, tidak bisa melunasi utang."

Olivia merasakan perutnya mengeras. Nafasnya tercekat. Ia ingin berlari, ingin melompat keluar jendela reyot itu dan kabur sejauh mungkin. Tapi dua pasang mata itu mengurungnya, seperti predator yang menunggu mangsanya lemah.

Pram mendekat, mencengkeram dagu Olivia dengan kasar. "Dengar, bocah. Ada pria kaya yang mau membayar mahal untukmu. Malam ini, kau hanya perlu diam, lakukan apa yang diperintahkan, dan setelah itu urusan selesai."

Air mata menggenang di sudut mata Olivia. Ia ingin berteriak, tapi tenggorokannya kering. "Kalau aku menolak?"

Cengkeraman itu makin kuat, kukunya hampir menembus kulit. "Kalau kau menolak, aku sendiri yang akan menyeretmu ke sana. Kau pikir kau punya pilihan?"

Ratna menyilangkan tangan di dada, tatapannya penuh kejijikan. "Sudah cukup drama. Mobil itu sebentar lagi sampai. Jangan membuat malu kami."

Suasana rumah semakin mencekam. Jam dinding berdetak keras, seakan menghitung mundur ke detik penyerahan. Olivia meremas rok lusuhnya lebih erat, tubuhnya gemetar. Kenangan masa kecilnya yang singkat-tawa kecil, cahaya hangat matahari-terasa jauh, seolah milik orang lain.

Tiba-tiba suara klakson terdengar dari luar. Panjang, berat, memecah kesunyian. Olivia terlonjak. Pram menegakkan tubuhnya, wajahnya menyeringai puas.

"Itu dia," katanya pelan, seperti iblis yang baru saja membuka pintu neraka.

Ratna melangkah ke jendela, menyingkap tirai sedikit. Matanya berbinar. "Mereka datang."

Olivia berdiri spontan, tapi tangannya segera diraih kasar. Pram menyeretnya keluar kamar, langkahnya berat tapi penuh kuasa. Olivia meronta, "Lepaskan! Aku tidak mau! Aku bukan milik kalian!"

"Diam, pelacur kecil!" Pram menggeram, mendorong tubuh Olivia hingga hampir tersungkur di lantai berdebu. Ratna menutup pintu rumah dengan cepat, lalu menyusul, wajahnya dingin tanpa rasa iba.

Udara malam menusuk kulit Olivia saat mereka mendorongnya keluar. Di depan rumah berdiri sebuah mobil hitam mengkilap-terlalu mewah untuk lingkungan kumuh ini. Kaca jendelanya gelap, seperti mata iblis yang menatap. Mesin masih menyala, suara bergetar rendah seperti hembusan napas predator.

Olivia terhuyung saat Pram mendorongnya mendekat. Pintu mobil terbuka perlahan dari dalam.

"Masuk," suara Ratna terdengar dingin, tanpa keraguan sedikit pun.

"Aku tidak mau! Tolong... jangan!" Olivia berteriak, suaranya pecah. Tapi jeritan itu tertelan keheningan gang sepi. Tak ada tetangga yang berani peduli. Tak ada yang mau melawan uang.

Pram meraih lengannya lebih keras, menyeretnya hingga ia jatuh menubruk kursi kulit di dalam mobil. Nafas Olivia tersengal, tubuhnya bergetar. Ia merasakan udara di dalam mobil jauh lebih dingin, penuh aroma wangi asing yang menusuk hidungnya.

Pintu menutup dengan bunyi dentum berat. Gelap menyelimuti.

Dengan gemetar, Olivia menoleh ke kursi belakang. Di balik bayangan lampu jalan yang redup, ia melihat sosok seorang pria tua duduk tegak, wajahnya tak sepenuhnya terlihat, tapi rambutnya memutih, tubuhnya besar, dan tatapannya terasa menusuk.

Darah Olivia membeku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Canda Cinta Kirana
8.2
Hidup teratur Kirana hancur seketika saat Zayn menyebut wanita lain sebagai belahan jiwanya di hari pernikahan mereka. Kisah ini membawa kita kembali ke masa sekolah, momen di mana Kirana yang pintar bertemu Zayn, si penerima beasiswa usil dengan luka batin mendalam. Di tengah canda dan rahasia, dua dunia mereka saling bertaut. Ketika perpisahan datang, mampukah kepercayaan kembali tumbuh, ataukah perbedaan besar akan memisahkan mereka selamanya dalam duka?
Sampul Novel Gairah Terlarang
9.7
Seorang pemuda tampan yang masih muda, perlahan terjerumus ke dalam lubang hitam nafsu yang tak terkendali. Ketika godaan hadir dari sosok guru dan bahkan keluarganya sendiri, batas-batas moral mulai terkikis satu per satu. Setiap pertemuan menjadi semakin intim, setiap rahasia semakin dalam, membawanya ke dalam kecanduan seks yang sulit dilepaskan. Kisah ini mengungkap sisi gelap manusia yang tersembunyi, di mana hasrat terlarang menuntun pada kehancuran sekaligus kepuasan yang membara. Berani menelusuri kegelapan tersebut?
Sampul Novel Hasrat Membara Bos Baruku
9.5
Chika memulai babak baru dalam kariernya sebagai asisten pribadi Jack Jeagerjaques, penulis novel roman ternama. Namun, impresi pertamanya hancur berantakan saat ia memergoki sang bos sedang bermesraan di dapur. Sejak kejadian mengejutkan itu, Chika langsung mencap Jack sebagai pria mesum yang patut diwaspadai. Di bawah bayang-bayang pesona maskulin Jack, ia kini harus berjuang menjaga jarak profesional agar tidak ikut terjerat dalam lingkaran gairah sang penulis.
Sampul Novel Janji yang Dikhianati, Cinta yang Terluka
8.3
Setelah mengetahui tunangannya menjalin hubungan dengan cinta pertamanya, seorang wanita diam-diam menggugurkan kandungan yang belum genap tiga bulan. Penderitaannya memuncak saat sang tunangan memaksanya mengosongkan kamar utama demi wanita lain itu. Bahkan, pesta pertunangan mereka diubah menjadi acara penyambutan sang cinta pertama hingga dirinya dipermalukan di depan umum. Enggan bertahan dalam pengkhianatan, ia merobek gaunnya dan memilih menikahi pria dari kencan buta.
Sampul Novel Last Twilight
8.5
Senja Aluna selalu bingung dengan sikap dingin kedua orang tuanya. Saat adiknya sakit keras, ia malah menjadi pelampiasan amarah sang bunda. Beruntung, ada Dilan, sahabat setia yang selalu melindunginya di tengah kehampaan kasih sayang keluarga. Namun, hidup Senja kian goyah saat takdir mengancam akan memisahkan Dilan darinya. Di ambang keputusasaan, Senja hanya mendambakan pelukan hangat dan perhatian tulus ibunya. Akankah impian sederhana itu terwujud?
Sampul Novel Perjuangan untuk Arda
8.9
Demi mengubah nasib, Arda nekat pergi dari kampung halamannya untuk mengadu peruntungan di Yogyakarta. Sebagai pendatang baru, ia dipaksa bertahan di tengah kerasnya lingkungan yang asing. Kisah ini menyoroti perjuangan batin dan fisik Arda saat merajut mimpi masa depannya. Di sela-sela adaptasinya dengan keunikan budaya lokal, ia harus menghadapi rentetan ujian berat yang terus menguji batas keteguhan hatinya di kota tersebut.