APKDock Logo
Sampul Novel PERAWAN RASA JANDA

PERAWAN RASA JANDA

9.0 / 10.0
Demi wasiat mendiang sang kakak, Mala rela merawat keponakan kembarnya, Ghana dan Ghara, hingga ia kerap dicap sebagai janda. Di tengah stigma negatif itu, takdir mempertemukannya dengan Gamal, atasan angkuh yang selalu memicu konflik dengannya. Keadaan kian rumit saat Jason, pria berdarah Jerman dari masa lalunya, kembali datang untuk merebut hatinya. Kini, Mala terjebak dalam pusaran dilema asmara antara sang bos dan teman lamanya, sembari menanggung beban salah paham sosial.

PERAWAN RASA JANDA Bab 1

“Mama ....!”

Aku sontak menoleh dan segera melebarkan senyum, kepada kedua bocah lelaki menggemaskan yang sedang berlari ke arahku saat aku baru saja datang selepas pulang bekerja di sebuah bengkel milik teman lamaku.

Segala rasa penatku menguap ketika melihat kelucuan mereka.

Segera aku merentangkan tangan menunggu kedua anak lelaki berumur tiga tahun itu menghambur ke dalam pelukanku.

“Kalian wangi sekali, kalian udah mandi?” tanyaku gemas sembari mengusap pipi gembul keduanya.

Struktur wajah mereka nyaris sama. Maklum mereka kembar. Tapi aku selalu bisa membedakan mereka karena aku yang sudah merawat keduanya sejak masih bayi.

Benar mereka bukan terlahir dari rahimku sendiri. Aku hanya tante bagi kedua anak kembar yang sama-sama memiliki rambut lurus berkilau, warisan dari kakak lelakiku yang telah berpulang tiga tahun silam, saat Ghara dan Ghana baru berumur satu bulan.

Mas Gio meregang nyawa dalam sebuah kecelakaan tunggal tak lama setelah perceraiannya dengan sang istri yang sudah meninggalkannya demi lelaki lain.

Sampai saat ini aku tak pernah bisa memaafkan wanita yang sudah melahirkan Ghana dan Ghara itu. Karena wanita itu Mas Gio menjadi sangat kacau dan terus menyalahkan dirinya sendiri terlebih juga karena kebangkrutan usahanya yang sempat beberapa saat pernah maju pesat sebelum pernikahannya dengan wanita yang bernama Lia itu.

“Tentu saja kami udah mandi. Ghara dan Ghana mandi sama eyang tadi.”

Ghara menjawab pertanyaanku dengan lidahnya masih cadel yang akan selalu terdengar lucu di telinga.

“Ayo sekarang kita masuk ke dalam,” ajakku pada mereka.

Tapi mereka tak beranjak malah menatapku dengan cemas.

“Kenapa?”

Aku malah menjadi bertanya-tanya, saat melihat ekspresi wajah keduanya yang terlihat tegang.

Celoteh keduanya segera menarik perhatianku kembali pada tingkah lucu mereka. Aku sudutkan kembali bayanganku tentang Mas Gio yang kepergiannya masih begitu aku sesalkan.

“Ma, di dalam ada tamu,” ucap Ghana memberikan jawaban.

“Tamu siapa sayang?” tanyaku kian ingin tahu.

“Aku nggak tahu, tapi dia bukan orang yang akan membawa Mama pergi kan?”

Aku mengerutkan kening menjadi semakin tak paham dengan pembicaraan mereka.

“Untuk apa orang itu membawa mama pergi?”

“Katanya kalau Mama nikah sama orang itu, maka Mama akan dibawa pergi. Terus gimana sama nasib kami?” tanya Ghara keponakanku yang bertubuh agak kecil dari Ghana yang celotehnya terdengar lebih jelas daripada saudara kembarnya yang satunya.

“Ih kata siapa itu? Itu nggak benar sayang.”

Aku lalu merengkuh kedua keponakanku lagi ingin melerai ketakutan mereka berdua.

Setelah itu aku kembali berdiri tegak bersiap menemui orang-orang yang dibilang si kembar sebagai tamuku, tentu saja dengan membusungkan dada menunjukkan sebuah keberanian untuk menghadapi apapun.

“Assalamualaikum,” sapaku pada semua orang yang segera menginterupsi pembicaraan dari orang-orang yang sekarang sedang berkumpul di ruang depan tampak begitu serius sedang membahas sesuatu yang masih belum aku tahu.

Untuk beberapa saat tatapanku memindai pada setiap wajah yang saat ini sedang duduk di ruangan mungil dari rumah petak yang saat ini menjadi tempat tinggalku bersama bunda juga si kembar.

Ketika aku melihat wajah pria jangkung yang akhir-akhir ini sedang gencar mendekatiku, tanpa sadar aku langsung mendengus jengah.

Meski setelah itu aku harus melebarkan senyuman saat bunda memintaku untuk segera ikut duduk dan menyambut para tamu yang masih belum aku ketahui tujuannya bertandang.

“Mala, kamu sudah pulang?” tanya pria jangkung itu yang selama ini kabarnya selalu sering membanggakan statusnya yang seorang PNS di sebuah instansi daerah itu.

Aku hanya mengukir senyuman tipis pada pria berhidung mancung ke dalam itu. Meski aku harus menyimpan rasa muakku dalam-dalam saat memandang wajahnya yang sok simpati padaku.

Bahkan saat ini aku harus semakin lihai bersandiwara saat aku sadari ternyata pria yang biasanya disapa dengan panggilan Bang Jamal itu malah datang bersama dengan kedua orang tuanya.

Jangan lewatkan juga dengan aneka macam barang yang turut serta dibawa oleh mereka pada sore ini.

Ada setandan pisang, satu kardus mie instan bahkan sekarung beras, yang mirip barang sumbangan untuk korban kebanjiran.

Aku mencebik dalam hati, sembari tak bisa menahan diriku untuk menebak apa tujuan Bang Jamal datang ke rumahku dengan membawa semua barang itu.

Aku kian memindai waspada kala mendengar celetukan wanita berhijab hijau pupus yang saat ini memenuhi pergelangan tangannya dengan gelang emas serupa rantai kapal nan besar.

“Oh jadi ini calon menantuku itu?”

Sontak aku membeliak tajam pada lelaki yang biasanya menyapaku dengan malu-malu di ujung gang saat kami berpapasan ketika sama-sama akan berangkat kerja.

Jelas ini sangat mengagetkan karena bujang lapuk yang tak pernah terlibat percakapan apapun denganku itu kini datang menyatakan lamarannya padaku bahkan mengajak kedua orang tuanya.

Sejurus kemudian Ghara dan Ghana masuk ke dalam ruang tamu dan memanggilku.

“Mama ....”

Sontak pria dan wanita yang tampil dengan dandanannya yang full color itu membeliak tajam.

Aku menanggapi dengan acuh bahkan mengulurkan tangan untuk kedua keponakanku yang kini sudah datang mendekat.

“Apa wanita yang kamu suka itu janda Jamal?” tanya wanita bergelang besar itu pada anaknya yang sejak tadi terus menerus mencuri pandang padaku.

Pria jangkung itu tampak tergeragap ketika mendengar cecaran ibunya.

Aku masih saja tenang. Malah menjadi berharap jika lamaran mereka akan segera dibatalkan karena mereka pasti mengira bahwa saat ini statusku adalah seorang janda.

Aku melirik pada pria berambut klimis itu yang wangi aroma minyak rambutnya sedikit membuat perutku mual.

“Aku tidak tahu Mak,” jawab Jamal pada akhirnya.

Sementara bunda yang sejak tadi diam, mulai terlihat membuka mulut tapi aku segera berdesis kepada wanita yang sudah menghadirkan aku ke dunia itu, memberi isyarat untuk tak angkat bicara.

“Aku nggak suka punya mantu janda, punya buntut dua lagi, bisa-bisa mak nggak akan kebagian gaji kamu lagi. Kita nyari mantu itu buat membantu pekerjaan mak di rumah. Kalau punya anak kayak gini yang ada malah bikin repot.”

Wanita bertubuh bongsor itu langsung bangkit sembari berkacak pinggang.

“Kenapa sih Buk, nggak bilang dari tadi kalau anaknya itu janda?”

Wanita itu kini malah menyalahkan bunda.

Aku langsung tersengat emosi dan ikut berkacak pinggang di depannya.

“Situ sendiri yang main lamar aja, kenapa sekarang malah nyalahin orang?”

Jamal segera menghampiri ibunya yang sekarang bahkan sudah membulatkan mata dan menatapku tajam, tampak kaget saat mendapati keberanianku untuk membantahnya.

Tapi aku memang tak pernah peduli tentang anggapan orang walau bagaimanapun.

Aku masih saja menatapnya dengan tegas walau sekarang bunda sudah mulai mendekat untuk meleraiku. Tapi aku masih tak peduli.

"Emang kenapa? Mau aku perawan atau janda?"

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi PERAWAN RASA JANDA

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Aku Tak Punya Siapapun Lagi
8.3
Vonis gagal hati akut menyisakan waktu tiga hari bagi protagonis. Namun, David, suaminya, malah memberikan kuota uji klinis terakhir kepada Emma, adik angkatnya. Dianggap "lebih pantas hidup", ia pun menghentikan pengobatan dan meminum pereda nyeri dosis tinggi yang fatal. Sebelum ajal menjemput, ia menyerahkan perusahaan perhiasan, menyetujui perceraian agar David menikahi Emma, hingga membiarkan putrinya diasuh Emma. Saat keluarganya menganggap semua pengorbanan itu wajar, ia menanti kehancuran mereka setelah kematiannya tiba.
Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel Istri Untuk Suamiku
8.6
Divonis kanker rahim stadium lanjut membuat Fatma harus mengubur mimpinya memiliki keturunan. Demi kebahagiaan sang suami, Satria, ia rela memintanya untuk beristri lagi. Namun, di balik keputusannya, terungkap fakta menyakitkan bahwa Satria sebenarnya tidak pernah mencintai Fatma. Walau Satria sempat menolak demi menjaga perasaannya, Fatma tetap memohon sambil menangis agar keinginan terakhirnya dikabulkan sebagai bukti ketulusan cintanya.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama tidak punya pilihan selain menjadi istri kedua dari miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalunya. Hidup yatim piatu ini kian pelik saat ia menyadari perannya dalam pernikahan tersebut hanyalah untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses. Tanpa status sosial yang jelas, Kayla harus bertahan menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya tidak lebih dari sekadar alat tanpa posisi nyata di mata sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan