APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyiksaan Cinta

Penyiksaan Cinta

Setelah bertahan melahirkan tanpa bius demi sang suami, Surya Ciptadi, wanita ini justru dikhianati secara kejam. Janji manis Surya sirna saat ia berselingkuh hingga memiliki putra dengan wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, selingkuhan tersebut dibiarkan menyiksa putri kandung yang dilahirkannya dengan taruhan nyawa. Di balik penderitaan itu, sang istri menyembunyikan rahasia besar tentang penyakit kanker yang diderita Surya. Kini, saatnya ia membalas rasa sakit sang anak dengan nyawa suaminya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Aaaah! Kenapa kamu memukulnya? Dasar perempuan tua!"

Melihat aku memukul pria yang dicintainya, Chika berteriak seperti ayam betina marah dan berlari menghampiriku.

Bukannya menghindar, aku malah menatap langsung ke mata Surya.

Chika mendorongku hingga terjatuh dan perut bagian bawahku terbentur pinggir ranjang. Rasa sakitnya membuat wajahku pucat dan aku tidak bisa berdiri tegak.

"Sayang!"

Dengan gesit Chika segera memeluk lengan Surya, mencegahnya untuk mendekat dan menolongku.

"Pergi sana! Kamu memang nggak tahu diri!"

Surya menarik lengannya dari pelukan Chika dan dengan satu tangan, dia menjatuhkan gadis itu ke lantai.

Kemudian, dia mengangkatku dari lantai dan berusaha meletakkanku di ranjang untuk memeriksa lukaku.

Dengan sekuat tenaga aku berusaha keluar dari pelukannya, "Kotor sekali."

Yang aku maksud adalah ranjang rumah sakit, dan juga Surya.

Surya terdiam di tempat, matanya yang merah menatapku dengan tatapan kosong, tampak seperti anjing kecil yang ditinggalkan.

"Kak Surya, perutku sakit sekali ...."

Teriakan Chika membuat Surya kembali sadar.

Dia melihatku, lalu melihat Chika yang terpuruk di lantai. Bibirnya mulai bergerak untuk berbicara.

"Maaf, Yona. Tunggu sebentar ...."

Sambil berbicara, dia berbalik, mengangkat Chika dan segera berlari keluar.

"Kamu tahu nggak, anakmu hilang!"

"Kamu yakin mau mengabaikan keselamatan anakmu hanya demi dia?"

Langkah Surya terhenti sejenak, tetapi akhirnya dia tetap diam, menggendong Chika dan pergi cepat-cepat.

Aku menutup mata. Rasa benciku pada Surya sudah mencapai puncaknya.

Entah bagaimana aku bisa kembali ke rumah.

Kepalaku pusing, bayangan wajah Kiky yang menangis terus terngiang dalam pikiranku.

Aku tidak tahu apakah dia dipukul.

Apakah dia kelaparan.

Dia pasti sangat takut sekarang.

Pasti dia menangis mencari ibunya.

"Kiky ...."

Aku memeluk dadaku, menangis hingga napasku sesak.

Tidit ... ada pesan masuk di ponselku.

Tanpa peduli dengan luka di kakiku, aku berlari cepat untuk mengambil ponselku.

Pesan itu dari Chika.

Tanpa keterangan apa pun, hanya sebuah foto yang jelas dikirim untuk memancing kemarahanku.

Dalam foto itu, tangan Surya yang kokoh dengan jari-jari yang tegas sedang menyentuh lembut perut Chika yang mulai membuncit. Di pergelangan tangannya masih terpasang jam tangan yang aku berikan saat kami masih berpacaran.

Namun, cincin pernikahan di jari manisnya hilang entah ke mana.

Hanya menyisakan bekas putih.

Padahal, saat Surya mengusap air mataku, cincin itu masih terasa di wajahku.

Betapa lucunya.

Aku menenangkan diri dan langsung menulis pesan. "Aku tahu kamu pacaran dengan Surya, kembalikan anakku, aku akan bercerai dengannya."

Tidak lama kemudian, pesan Chika datang lagi.

"Kakak ngomong apa, sih? Aku nggak mengerti. Aku hamil anak laki-laki, buat apa aku ambil anakmu!"

Aku beri tawaran yang lebih besar: "Asalkan adikmu mengembalikan putriku dengan selamat, aku akan pergi tanpa bawa apa-apa dan tidak akan menuntut apa pun."

Chika: "Kak Surya saja tidak mau menemanimu mencari anak kesayanganmu yang hilang, kenapa kamu merasa perlu membahas ini denganku? Lagi pula, bagaimana kamu bisa yakin kalau 'hilangnya' anakmu itu bukan dengan persetujuan Kak Surya?"

Membaca pesan Chika, tubuhku langsung terasa dingin.

Sudah tiga hari Surya tidak pulang.

Bahkan setelah aku bolak-balik ke kantor polisi dan polisi sudah menahan Yudha.

Aku tetap belum bertemu dengan Surya.

Bahkan teleponku terus-menerus tidak tersambung.

Akhirnya, pada malam hari keempat, Surya baru pulang ke rumah.

Aku menatapnya tanpa ekspresi, mulutku ingin bicara, tetapi suaraku tercekat.

Seperti biasa, dia sangat perhatian, membawakan segelas air dengan suhu yang pas.

Tidak ada sedikit pun tanda penyesalan di wajahnya.

Aku menerima gelas itu dan langsung melemparnya ke arah Surya.

Mungkin karena merasa bersalah, dia tidak menghindar.

Dengan tegar dia menerima kemarahanku. Bahkan gelas yang menghantam kepalanya itu sampai membuatnya berdarah.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alpha Eden
8.9
Megan bertekad menguak misteri tewasnya sang kakak, Helena, satu dekade lalu. Bermodalkan buku harian, ia pergi ke Jazmore, tetapi malah terlempar secara misterius ke tahun 1945. Di hutan belantara masa lalu, Megan bertemu dengan Alpha Eden, pemimpin werewolf yang sangat tangguh. Terjebak di era asing, ia harus berhadapan dengan sihir dan kutukan kuno, sekaligus menerima takdir sebagai mate sang Alpha. Mampukah Megan mengungkap rahasia Helena dan kembali ke tahun 2010?
Sampul Novel Andai Cinta Datang Lebih Awal
8.6
Setelah dikhianati oleh sepupunya dan ditinggalkan membeku selama tujuh hari di bawah salju oleh kekasihnya, Billy Juman, Siena memutuskan untuk menyerah. Alih-alih memohon saat Billy membatalkan pernikahan mereka, Siena justru menyetujuinya dengan tenang. Billy tidak pernah tahu bahwa Siena telah membuat kesepakatan mistis dengan Dewa Bulan. Dalam enam hari, Siena akan menukarkan seluruh ingatan dan rasa cintanya pada Billy demi memulai lembaran baru. Siena yang tulus mencintainya telah sirna di gunung es tersebut.
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel Musuhku Bankir Crazy Rich
9.6
Elaine Tanjung kehilangan segalanya setelah ayahnya dituduh menggelapkan dana triliunan rupiah. Yakin sang ayah dijebak, ia berencana menghancurkan keluarga Suryajaya dengan memikat bankir kaya raya, Indra Suryajaya. Indra yang terobsesi pada Elaine pun mencoba menolongnya dari keterpurukan finansial. Namun, saat misi balas dendam berjalan, Elaine justru mulai melihat sisi lain Indra yang tak terduga, hingga mengancam rencana serta hatinya sendiri.
Sampul Novel pernikahan
9.3
Hubungan percintaan selalu menyimpan misteri tak terduga bagi siapa saja. Perjalanan asmara ini kerap membawa seseorang merasakan kepedihan mendalam sekaligus kebahagiaan yang tak ternilai. Namun, di tengah segala teka-teki dan gejolak emosi yang ada, sebuah ikatan hanya dapat bertahan berkat komitmen serta kerja keras bersama. Kisah ini mengulas tentang perjuangan dan pengorbanan dalam menghadapi ketidakpastian takdir cinta.
Sampul Novel PLAYMATE
9.1
Demi mendapatkan pulau pribadi di Yunani dari orang tuanya, Sally Beatrice harus menyelesaikan tantangan berat. Putri tunggal yang manja ini wajib bekerja menjadi pelayan di tempat rahasia selama satu bulan. Awalnya Sally yakin bisa melewatinya dengan mudah. Namun, segalanya berubah rumit saat ia bertemu Roland Filemon, pria tampan misterius yang terus menguji fokusnya. Mampukah Sally bertahan demi impiannya, atau ia akan memilih menyerah?