
Penyesalan Selalu Datang Terlambat
Bab 4
Aku masih ingat, saat aku mengundurkan diri, aku merasa sangat gelisah karena aku tidak lagi memiliki sumber penghasilan apa pun, jumlah tabunganku pun tidak banyak.
Melihatku seperti itu, Stevan memelukku dan mengelus kepalaku dengan lembut.
Dia berkata, "Jangan lakukan pekerjaan yang membuatmu nggak senang. Jangan bersedih, ya. Aku suamimu, jadi milikku adalah milikmu. Aku akan berusaha keras untuk mendapatkan uang dan menghidupi keluarga kita. Aku akan menjadi pendukung terkuatmu selamanya."
Pada saat itu, aku sangat memercayainya sehingga aku merasa lebih tenang. Aku menjaganya dan memasakkan sarapan untuknya setiap hari.
Namun, sekarang, perihal pengangguranku menjadi senjata baginya untuk menyerangku.
Dari ujung telepon lainnya, dia berkata dengan kesal, "Kalau begitu, ayo bercerai."
Aku seketika tersentak. Ponselku terlepas dari tanganku dan terjatuh ke lantai, mengeluarkan suara teredam.
Aku sama sekali tidak pernah memikirkan perceraian dengan Stevan ....
Setelah perpisahan yang buruk itu, aku tidak lagi saling menghubungi dengan Stevan.
Dia memblokirku dari rekening bank itu.
Sedangkan kondisi kesehatanku memburuk. Rambutku terus-menerus rontok. Aku merasa sangat lelah, tetapi aku tidak bisa tidur sepanjang malam. Jadi, aku mengira bahwa aku mungkin terkena flu.
Aku pun pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan rontgen. Namun, dokter malah menyuruhku untuk melakukan pemeriksaan otak dengan CT Scan. Aku merasa sangat panik dan kebingungan.
Setengah jam kemudian, hasilnya keluar. Setelah mengambil hasil itu dan pergi ke lantai atas untuk mencari dokter, aku malah bertemu dengan Rachel.
Pada saat ini, dia berpakaian longgar. Dia sedang berjalan keluar dari ruangan dokter kandungan sambil memegang perutnya. Sedangkan Stevan mengikutinya dari belakang.
Aku melihatnya memegang perutnya dengan senang, Stevan yang berada di belakangnya terus mengawasinya dengan dekat, seperti takut dia akan terjatuh. Keduanya terlihat seperti pasangan suami istri yang saling mencintai.
Aku memegang hasil pemeriksaan di tanganku dengan erat dan hendak berbalik untuk turun ke lantai bawah.
Pada saat ini, Rachel malah melihatku. "Kak Ivanna!"
Aku pun berbalik dengan kaku. Namun, dia masih saja bertanya dengan ramah, "Kenapa kamu datang ke rumah sakit? Nggak enak badan, ya?"
Sambil mengucapkan kata-kata ini, dia masih terus merangkul lengan Stevan erat-erat.
Aku tidak ingin menghiraukannya, jadi aku ingin berjalan melewati mereka. Namun, kakiku disandung sesuatu.
Sebelum aku terjatuh, aku menginjak benda yang membuatku tersandung dengan kuat.
Aku menopang tubuhku dengan kedua tanganku di lantai, sehingga tanganku lecet dan berdarah. Hasil pemeriksaan itu juga terlempar.
Rachel bergegas berjongkok sambil memegang kakinya dan berseru, "Aduh! Kak Ivanna, kenapa kamu nggak lihat jalan, sih? Stevan, sakit sekali."
Stevan langsung berjongkok untuk memeriksa kondisi kakinya Rachel. Setelah dia memastikan bahwa Rachel baik-baik saja, dia baru berdiri lagi.
Dia menatapku dengan tatapan jijik dan berkata, "Ivanna, bisa, nggak, kamu nggak berulah terus?"
Dia langsung menuduhku tanpa ragu, sama sekali tidak memedulikan bahwa aku juga terjatuh.
Aku pun berkata, "Kamu benar-benar nggak tahu kenapa aku bisa terjatuh?"
Stevan seperti baru menyadari bahwa tanganku yang memegang lantai lecet, hingga darahnya sudah merembes ke lantai. Dia pun mengalihkan tatapannya dengan sedikit perasaan bersalah.
Aku bangkit untuk duduk dan mengeluarkan tisu dari saku bajuku, lalu mengelap darah di lantai sebelum berdiri secara perlahan.
Setelah melihat ke sekeliling dan menemukan hasil pemeriksaanku, aku pergi untuk memungutnya. Namun, Rachel malah menunduk dan langsung menginjak hasil pemeriksaan itu.
Aku berjongkok dan menariknya dengan kuat, tetapi aku sama sekali tidak bisa menarik hasil pemeriksaan itu.
Aku pun mulai marah. Atas dasar apa seorang selingkuhan sepertinya memprovokasi diriku yang merupakan istri sahnya Stevan?!
Oleh karena itu, aku mengangkat tanganku dan menamparnya dengan kuat.
Anda Mungkin Juga Suka





