APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Clayden Ardhanesa, dahulu dikenal sebagai Bradford, rela melepas kejayaannya di puncak dunia demi menikahi wanita yang dicintai. Ia memilih melindungi sang istri dari balik layar hingga wanita itu sukses. Namun setelah berhasil, sang istri justru menganggap Clayden tidak berguna dan meminta cerai. Saat nama Clayden kembali bergema di panggung dunia, sang mantan hanya bisa bersimpuh menyesali keputusannya sambil menangis tanpa henti.
Bab
Bagikan

Bab 4

Kimmy melirik ke arah Bradford. Melihat dia tidak mencegah, barulah Kimmy berkata, "Aturannya adalah, Dokter Clayden menolong orang tanpa menerima bayaran. Sebagai gantinya, kalau suatu saat dia membutuhkan bantuan, kita wajib menolongnya. Itu pesan Pak Marva."

"Pak Marva bilang, begitu Dokter Clayden turun tangan, berarti keluarga kita berutang nyawa padanya. Kalau suatu hari Dokter Clayden punya permintaan, kita harus membantu sepenuh hati. Kalau nggak ...."

Keenan langsung bertanya, "Kalau nggak, bagaimana?"

Kimmy memaksakan senyum tipis dan mencoba terdengar santai, "Kalau nggak, Pak Marva akan membuat keluarga kita bangkrut dalam sehari."

"Apa! Marva benar-benar bilang begitu?!" Keenan terkejut sampai langsung bangkit dari ranjang dan menatap putrinya dengan wajah pucat.

Kimmy mengangguk mantap.

Keenan lalu menoleh penuh rasa ragu dan takut pada Bradford. Tanpa sadar, sikapnya pun berubah. Sebagai sahabat lama Marva, Keenan sangat paham betapa besar dan menakutkannya pengaruh orang itu. Jika Marva bisa begitu menghormati Bradford, jelas menunjukkan betapa luar biasanya pria muda ini.

Dalam sekejap, Keenan menyingkirkan semua kesombongan. Dia berjalan mendekat dengan penuh hormat, lalu berkata sambil tersenyum ramah, "Dokter Clayden, tenanglah. Aku pasti akan mematuhi aturanmu. Nanti kalau ada yang perlu, cukup beri tahu aku saja. Sekalipun harus mempertaruhkan nyawa, aku tetap nggak akan mundur."

Bradford menanggapinya dengan datar, "Kalian berdua nggak perlu tegang. Memang benar aku punya aturan itu. Tapi jujur saja, selama ini aku jarang meminta bantuan siapa pun."

Usai bicara, dia menyampirkan ranselnya di bahu, lalu berkata pada Kimmy, "Antarkan aku sebentar."

Melihat dia hendak pergi, Keenan sekeluarga serentak menahannya dan memohon agar dia mau tinggal untuk makan bersama.

Mereka adalah orang-orang bisnis yang terbiasa bergaul, sehingga sangat memahami sopan santun. Bradford sudah menyelamatkan nyawa Keenan, tidak menerima bayaran saja sudah membuat mereka merasa sungkan. Kalau Bradford bahkan menolak jamuan makan dari mereka dan pergi begitu saja, Marva pasti tidak akan mengampuni mereka.

Terlebih lagi, dengan kemampuan medis sehebat itu ditambah penghormatan tinggi dari Marva, Keluarga Taulany tentu harus mencari cara menjalin hubungan baik dengan Bradford.

Melihat mereka sungguh-sungguh menahannya, Bradford pun berpikir sejenak. Dia sadar bahwa dirinya kini sudah bercerai dan bahkan tidak punya rumah untuk kembali. Untuk sesaat, dia memang tidak tahu harus ke mana. Jadi, dia pun mengangguk setuju.

Bradford berkata, "Biar Kimmy saja yang menemaniku makan. Pak Keenan baru saja pulih, tubuhmu masih sangat lemah. Dua hari ini sebaiknya jangan keluar rumah, cukup istirahat di sini."

"Bagus juga kalau begitu. Biar Kimmy yang mewakili keluarga menemanimu. Anak muda biasanya lebih mudah nyambung bicaranya," ujar Keenan sambil tersenyum tipis. Dia juga merasa tubuhnya masih lemah, tidak cocok untuk berkeliaran. Setelah itu, dia pun berpesan pada putrinya agar benar-benar menjaga dan menemani Bradford dengan baik.

Kimmy tentu langsung menyanggupi. Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, dia mempersilakan Bradford naik mobil, lalu berkata pada sopir, "Pergi ke Restoran Hardara."

"Kita mau makan di Restoran Hardara?" Bradford sempat terkejut.

Restoran Hardara adalah restoran setengah privat paling mewah di Kota Herburt dalam dua tahun terakhir. Konon, tanpa kartu keanggotaan, orang biasanya tidak akan bisa masuk. Bahkan kartu keanggotaan paling dasar, yaitu kartu perak saja memerlukan biaya pendaftaran 200 juta.

Karena bisnis Elaine berkembang pesat dalam dua tahun terakhir, dia pun membuat kartu di sana. Kadang-kadang, dia mengundang klien makan di tempat itu. Namun, Bradford sendiri belum pernah masuk ke sana sekali pun.

"Restorannya memang nyaman. Kalau Dokter Clayden nggak berkenan, kita bisa ganti tempat lain," kata Kimmy dengan hati-hati karena takut pilihan itu tidak sesuai selera.

"Nggak perlu, kita ke sana saja." Bradford menggeleng, menunjukkan bahwa dia tidak keberatan.

Setelah jeda sejenak, dia berkata lagi, "Mulai sekarang, kamu nggak perlu lagi memanggilku Dokter Clayden. Cukup panggil aku Clayden, atau Pak Clayden."

"Kalau begitu, aku panggil Pak Clayden saja."

Meskipun Bradford terlihat tidak jauh lebih tua darinya, Kimmy tetap tidak berani sembarangan menyebut namanya begitu saja. Tentu saja, yang tidak dia ketahui adalah nama Clayden sebenarnya bukan nama asli Bradford, melainkan alias yang diberikan gurunya di masa lalu.

Tak lama kemudian, Bentley hitam itu pun tiba di Restoran Hardara.

Sebelum mereka sempat turun dari mobil, tampak seorang pria muda berpakaian mewah bergegas mendekat dengan wajah penuh kejutan. "Kimmy, kebetulan sekali!"

Pria itu menghampiri mobil mereka. Awalnya dia menyapa Kimmy dengan senyum lebar. Namun begitu matanya menangkap Bradford yang duduk di samping Kimmy, senyumnya lenyap seketika dan ekspresinya berubah dingin.

Dia mengetuk keras kaca mobil, lalu menunjuk ke arah Bradford sambil memaki, "Dasar sampah! Siapa kamu? Apa hakmu duduk di samping Kimmy? Cepat turun dari mobil!"

Kimmy langsung marah. Dia turun dari mobil dan membentak, "Arden, tolong tunjukkan sedikit rasa hormat! Pak Clayden ini adalah tamu undanganku!"

"Tamu? Hah! Lihat saja pakaiannya, harganya bahkan nggak sampai 2 juta! Kamu bercanda, 'kan?" Arden menatap Bradford dari atas ke bawah dengan penuh rasa meremehkan.

Dia beranggapan bahwa dengan status Kimmy sekarang, tamu yang dia bawa pasti orang-orang kaya raya atau pejabat besar. Bagaimana mungkin pria sederhana seperti Bradford bisa masuk hitungan?

Sambil berkata demikian, dia pun langsung mengulurkan tangan hendak menarik Bradford keluar dari mobil!

Kimmy sontak kaget dan marah melihat ulahnya.

Arden ini memang salah satu playboy papan atas di Kota Herburt. Kakeknya adalah pendiri Crown Group, perusahaan yang menempati posisi lima besar di kota itu, sejajar dengan Galaxy Group milik Keluarga Taulany.

Yang lebih penting, ayah Arden yang bernama Aaron, adalah teman lama Keenan sejak kuliah. Saat Kimmy dan Arden masih kecil, kedua orang tua mereka bahkan pernah bercanda soal menjodohkan mereka berdua.

Meskipun setelah itu tidak pernah ada yang benar-benar menyinggung soal perjodohan, Arden selalu menyimpannya dalam hati. Dia terus mengejar Kimmy dan menganggap Kimmy sebagai tunangannya.

Karena itulah, begitu melihat Bradford duduk di mobil bersama Kimmy, dia langsung bereaksi berlebihan dan tanpa ragu bertindak kasar.

"Arden, kamu gila? Jangan sentuh Pak Clayden!"

Kimmy memang segera berteriak untuk menghentikan, tetapi tangan Arden sudah lebih dulu mencengkeram pakaian Bradford. "Dasar sampah, cepat turun dari mobil!"

Wajah Arden yang biasanya cukup tampan, kini penuh amarah dan memerah karena emosi. Dia menarik sekuat tenaga, tetapi Bradford sama sekali tidak bergerak.

"Lepaskan," perintah Bradford sambil menatap dingin ke arahnya.

"Berengsek! Berani-beraninya menatapku begitu. Akan kupukul kamu sampai babak belur hari ini!"

Sejak kecil, Arden hidup dengan bergelimang harta dan terbiasa dihormati semua orang. Bahkan para senior di keluarganya pun jarang memarahinya.

Kini dia sedang terbakar amarah dan sangat yakin bahwa Bradford hanyalah orang biasa yang hidup miskin. Jadi, mana mungkin dia bisa menerima sikap Bradford seperti ini terhadapnya?

Tanpa berpikir panjang, dia mengayunkan tinju ke wajah Bradford!

Bradford mendengus pelan, lalu langsung menangkap tangan Arden. Dengan sekali cengkeraman kuat, terdengar bunyi derakan. Pergelangan tangan Arden remuk!

Kemudian dengan sekali dorongan dari Bradford, Arden langsung terhuyung ke belakang dan menjerit kesakitan, lalu jatuh tersungkur di tanah.

Bradford membuka pintu mobil dan turun dengan tenang. Dia melirik Kimmy sekilas, lalu bertanya dengan nada tidak senang, "Dari mana kamu kenal orang gila seperti ini?"

Kimmy masih melongo dan terpukau dengan kehebatan Bradford. Namun, sikap dingin Bradford membuat jantungnya berdebar cemas. Dia buru-buru menjelaskan, "Pak Clayden, maafkan aku ... aku benar-benar nggak menyangka hal ini akan terjadi."

"Aku nggak bermaksud menyalahkanmu. Cuma ingin mengingatkan, sebaiknya jangan punya hubungan sama orang seperti itu."

Setelah mengucapkan kata itu dengan tenang, Bradford lalu berjalan menuju pintu utama Restoran Hardara tanpa menoleh pada Arden sama sekali.

Kimmy melirik Arden sekilas dan mendengus kesal, lalu bergegas menyusul Bradford.

Arden yang pergelangan tangannya patah, sempat berpikir Kimmy akan menanyakan kondisinya. Tak disangka, Kimmy tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya bisa melihat Kimmy pergi begitu saja.

"Dasar jalang! Kita tumbuh dewasa sama-sama sejak kecil, tapi kamu tega mengabaikanku! Si sampah itu juga sama saja! Berani-beraninya dia mematahkan tanganku. Aku akan menuntut nyawanya!"

Wajah Arden tampak penuh kebencian. Sambil meringis menahan sakit, dia mengeluarkan ponselnya dengan tangan yang masih utuh.

"Pak Clayden, silakan lewat sini."

Kimmy segera menyusul langkah Bradford, lalu mempersilakannya masuk ke dalam restoran bergaya tradisional dengan penuh hormat. Di dalamnya terdapat paviliun, jembatan kecil, aliran sungai, dan rumpun bambu yang menambah nuansa khas.

Namun baru saja mereka melangkah masuk, seseorang langsung mengenali Bradford di sudut restoran.

"Ibu, lihat! Itu Kakak Ipar! Dia lagi sama seorang wanita asing!"

Seorang gadis muda yang berwajah mirip Elaine dan berusia sekitar 20-an, menunjuk ke arah Bradford sambil berkata pada wanita paruh baya di sampingnya. Wanita itu menoleh dan ikut terperanjat. Wajahnya lalu memerah karena marah.

"Bradford, dasar bajingan! Berani-beraninya kamu selingkuh?!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Masih Bocil, Om
9.5
Masa muda seorang gadis seketika runtuh saat ulang tahun ke-18. Ia dipaksa menikah dengan David, pria dewasa yang tak pernah ia kenal sebelumnya. Alih-alih mesra, kehidupan baru mereka justru dipenuhi pertengkaran konyol, mulai dari urusan kartu kredit hingga uang tunai untuk membeli camilan. Di tengah keraguan atas masa depannya, Dinar hadir dan secara terbuka menunggu status jandanya. Akankah pernikahan ini membawa kebahagiaan atau justru berujung nestapa?
Sampul Novel Aku Menikahi Paman dari Tunanganku
8.8
Setelah mengetahui kebenaran pahit di kehidupan sebelumnya bahwa Samuel mengabaikannya demi mencintai adiknya sendiri, sang protagonis menolak melanjutkan kebodohan tersebut. Dalam kesempatan hidup kedua ini, ia menolak pernikahan politik dengan Samuel. Sebagai gantinya, ia memilih Jeffrey Gusmawan, paman Samuel sekaligus penguasa tertinggi di keluarga mereka. Keputusan mengejutkan ini tidak hanya membalikkan keadaan, tetapi juga membuat Samuel kehilangan akal sehatnya di hari pernikahan.
Sampul Novel BIDADARI
8.1
Sebagai penyintas kanker, Aida Tazkia didera rasa minder akan kondisi fisiknya. Namun, Reiko Byakta Adiwijaya, seorang pewaris takhta konglomerat, justru memilih untuk mempersuntingnya walau kerap melontarkan kalimat merendahkan. Pernikahan dingin tanpa kasih sayang ini rupanya menyimpan misteri besar yang dirahasiakan oleh Reiko. Kini Aida terperangkap dalam tekanan batin keluarga Adiwijaya. Akankah ia berhasil meraih kebahagiaan dan cinta sejati di tengah keraguan atas dirinya?
Sampul Novel Buy One Get You
8.4
Niat Audia untuk mengundurkan diri sirna setelah ayahnya, Pak Sapto, menjadi korban penipuan bisnis. Demi melunasi utang, rumah keluarga beserta isinya dijual ke Ibu Sosro senilai 1,5 miliar. Sial bagi Audia, ia yang tertidur di dalam ikut terjual sebagai aset. Sang bos, Affangga, yang membencinya karena mirip sang mantan tunangan, terpaksa menghadapi situasi ini. Ibu Sosro pun memanfaatkan keadaan dengan menjodohkan dan memaksa mereka berdua segera menikah.
Sampul Novel Dendam Cinta Sang Miliarder
9.4
Sagara Tyson Murphy dirundung duka mendalam setelah kematian tragis tunangannya, Janessa. Ia meluapkan kemarahannya pada Aluna Jaylee Morris, sosok yang dituding bertanggung jawab atas kecelakaan maut tersebut. Tak rela melihat Luna hidup bebas, Saga memaksanya menikah demi membalas dendam secara langsung. Demi melindungi orang-orang tercinta, Luna rela menanggung segala siksaan Saga. Namun, akankah kebencian Saga goyah saat tabir kebenaran perlahan mulai tersingkap?
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Kehidupan Ryn Laverna hancur seketika saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa sakit dan keputusasaan akibat pengkhianatan tersebut, Ryn justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Sang bos menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak yang mengikatnya selama dua tahun. Kini, Ryn harus menjalani takdir barunya dan mencari tahu apakah keputusan menerima tawaran sang miliarder adalah kesalahan fatal yang memperburuk hidupnya, atau justru jalan menuju keselamatan.