APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Setengah bulan menjelang hari pernikahan yang telah dipersiapkan selama dua tahun, Cecil Wijaya harus menghadapi kenyataan pahit. Bryan Jayadi kembali berniat menunda pernikahan mereka demi Yovita Baskara, adik tirinya yang sedang sakit. Yovita meminta Bryan meninggalkan segalanya untuk menemaninya melihat laut di Malde. Enggan menunggu lebih lama lagi, Cecil mengambil keputusan drastis. Jika Bryan enggan berkomitmen, Cecil siap mengganti posisi mempelai pria tersebut dengan orang lain.
Bab
Bagikan

Bab 3

Cecil sudah menarik kembali semua undangan yang disebarkan. Baru saja dia bersiap untuk pulang ketika menerima telepon dari Bryan.

Suara Bryan terdengar sedikit serak, "Tolong tarik kembali undangan yang sudah disebarkan. Kita bisa bicarakan pernikahannya nanti saja. Emosi Yovita masih sangat nggak stabil. Aku nggak ingin membuatnya kesal lagi di saat seperti ini."

Bryan bahkan sudah memikirkan kata-katanya. Jika Cecil tidak setuju, pria itu akan memaksanya secara moral seperti biasa.

Namun, Cecil tidak menunjukkan emosi apa pun, hanya menjawab dengan acuh tak acuh, "Baiklah."

Bryan tiba-tiba terdiam. Dia juga bisa merasakan perubahan pada Cecil melalui telepon.

Bryan tahu bahwa Cecil paling tidak suka kalau ada orang lain yang menyentuh barang pribadinya. Namun, Bryan tetap memilih untuk mengabaikan hal sensitif Cecil demi Yovita.

Pria itu mentransfer uang ke Cecil karena takut Cecil akan terus membuat masalah. Biasanya cara ini akan selalu berhasil. Tidak disangka, kali ini Cecil justru menerima uang itu. Hal ini membuat Bryan merasa sangat janggal.

Bryan menjilat bibirnya yang kering, lalu membuka mulut dengan canggung, "Aku tahu kalau Yovita yang selalu seperti ini membuatmu terganggu. Aku berjanji akan membuatnya bekerja sama dengan dokter, berusaha menyembuhkan penyakitnya secepat mungkin."

"Kakak, airnya sudah siap. Sekarang giliranmu mandi." Suara Yovita terdengar pada saat yang tidak tepat.

Bryan baru saja ingin membuka mulut meminta Cecil untuk tidak salah paham. Namun, dia menemukan bahwa Cecil sudah menutup telepon dengan tegas.

Cecil merasa sangat konyol. Surat diagnosis penyakit Yovita menyatakan bahwa dia menderita gangguan bipolar, tetapi wanita itu tidak pernah menerima perawatan apa pun. Sebaliknya, wanita itu selalu menempel pada Bryan, meminta pria itu untuk menemaninya.

Janji Bryan hanyalah omong kosong yang tidak pernah bisa dipercaya.

Ketika memikirkan hal ini, hati Cecil perlahan kehilangan kehangatan, lalu dia pun mulai mengemasi barang-barangnya.

Sebenarnya, Cecil tidak memiliki terlalu banyak barang. Satu koper saja sudah cukup untuk memuat semuanya.

Namun, ada banyak jejaknya di rumah yang sudah dia tinggali selama enam tahun ini.

Di meja samping tempat tidur terpajang foto mereka berdua. Di dapur tergantung celemek warna merah muda miliknya. Di rak kamar mandi tersimpan gelas sikat gigi pasangan miliknya dan Bryan ....

Cecil memasukkan semua barang miliknya satu per satu ke tempat sampah. Foto di meja samping tempat tidur juga dia gunting. Cecil membuang bagian dirinya, hanya menyisakan Bryan.

Sementara untuk hadiah yang diberikan Bryan padanya, tidak peduli betapa berharganya, Cecil sama sekali tidak ingin menyimpannya. Dia membakar semua yang bisa dibakar, langsung membuang semua yang tidak bisa dibakar ke tempat sampah.

Cecil juga membawa sepasang cincin pernikahan yang melambangkan keabadian itu untuk didaur ulang. Uang dari hasil menjual cincin itu langsung Cecil donasikan.

Suhu di Kota Havana cukup rendah pada saat ini. Mungkin karena kedinginan, Cecil mengalami demam tinggi di malam harinya.

Beberapa tahun terakhir ini, Cecil sudah meninggalkan orang tuanya untuk hidup bersama Bryan. Jadi, Cecil belajar merawat dirinya sendiri.

Meskipun demam membuat kepala Cecil pusing, dia tetap memaksakan diri untuk menelepon nomor darurat.

Cecil tidak tahu kapan dia tertidur, juga tidak tahu berapa lama dia tidur.

Yang dia tahu adalah, saat dia terbangun, dia melihat Bryan dengan wajah cemas menjaganya di samping tempat tidur rumah sakit. Kali ini, Yovita tidak mengikutinya.

Suara Bryan terdengar serak, matanya menunjukkan kasih sayang yang tampak nyata, "Kenapa kamu nggak mengatakan padaku kalau kamu sakit? Kamu nggak mengangkat teleponku. Kalau satpam di lantai bawah nggak meneleponku, aku nggak akan tahu kalau kamu dirawat di rumah sakit. Apa kamu ingin membuatku ketakutan setengah mati?"

Sudut bibir Cecil bergerak, tetapi di matanya tidak ada sedikit pun kehangatan, "Untuk apa aku mengatakannya padamu? Bukankah kamu sedang menemani Adik kesayanganmu?"

Saat Cecil membutuhkan Bryan, pria itu tidak pernah ada di sampingnya. Perhatian dan kehangatan Bryan tidak pernah ditujukan untuknya. Jadi, selama enam tahun ini Cecil belajar untuk mengandalkan diri sendiri dalam segala hal.

Ketika mendengar kata-kata Cecil, Bryan mengerutkan keningnya tanpa sadar. "Apa kamu sedang menyalahkanku? Aku langsung memesan tiket pesawat untuk kembali secepat mungkin saat tahu kamu sakit. Apa lagi yang kamu inginkan dariku?"

Cecil tidak bisa menahan tawa sinisnya. "Aku nggak memintamu untuk pulang. Aku bisa merawat diriku sendiri dengan baik."

Hati Bryan seakan tenggelam. Apakah ini masih Cecil yang bergantung padanya dan membutuhkannya?

Bryan terdiam cukup lama. Sampai suara dering ponsel Bryan memecah keheningan.

Yovita meneleponnya lagi. Cecil bisa mendengar suara Yovita yang cukup agresif melalui telepon.

"Kakak, apa kamu meninggalkanku sendirian di Malde hanya demi wanita bernama Cecil itu?"

Bryan melirik Cecil yang berbaring di tempat tidur rumah sakit dengan bibir pucat, lalu merendahkan suaranya saat berbicara dengan Yovita.

"Cecil sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Kita bicarakan semuanya nanti saja."

Setelah mendengar ini, Yovita menghina dengan sinis, "Kenapa sakitnya tepat di saat seperti ini? Bagaimana bisa ada kebetulan seperti itu? Menurutku dia hanya berpura-pura. Kakak, kamu jangan sampai tertipu oleh wanita jahat itu."

Suara Yovita terdengar dengan jelas di telinga Cecil. Cecil menahan amarahnya, lalu berbalik untuk menatap ke arah Bryan.

Bryan hanya mengerutkan kening, lalu membujuk Yovita dengan lembut seperti biasa, "Kamu tenang saja. Setelah dia keluar dari rumah sakit, aku akan langsung terbang kembali untuk menemanimu. Kamu harus menurut, ya."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Seorang Adik
8.6
Kematian tragis Danisa meninggalkan luka batin yang mendalam bagi Amara. Mengetahui sang kakak mengakhiri hidup akibat dikhianati keluarga Pramudya, Amara bersumpah menuntut balas. Berbekal pesona memikat, ia menyusup ke lingkaran mereka untuk menghancurkan reputasi serta kekayaan mantan suami, mertua, hingga ipar kakaknya. Namun, saat rencana penghancuran ini berjalan, muncul perasaan tak terduga yang mengancam misi utamanya. Mampukah Amara tetap menjaga hatinya agar tetap dingin?
Sampul Novel Dimanjakan suami kontrak
9.1
Sama-sama dikhianati di masa lalu membuatku sepakat menikah kontrak tanpa cinta dengan seorang duda kaya. Rencanaku hanya melahirkan, mengambil bayaran, lalu pergi demi masa depan adikku. Namun, aku justru terjebak dalam konflik para penguasa. Saat aku menegaskan hubungan kami tidak berarti apa-apa, dia malah meresmikan pernikahan kami secara nyata. Kini, di tengah bahaya yang mengintai, sang suami kontrak justru berdiri paling depan untuk melindungiku.
Sampul Novel Istri Kontraknya Ingin Bercerai
8.2
Akibat satu malam tak terduga, Emalee terikat pernikahan kontrak dengan Jonny. Namun, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa suaminya masih mencintai wanita dari masa lalunya. Begitu perempuan itu kembali, Emalee memilih mundur dan meminta cerai untuk mengakhiri luka hatinya. Di luar dugaan, Jonny menolak keras tuntutan tersebut. Dengan sikap dingin, ia menegaskan bahwa Emalee adalah miliknya selamanya, sebab di keluarga mereka, perceraian dilarang dan hanya kematian yang bisa memisahkan.
Sampul Novel Istri Pengganti, Cinta Suami Untuk Lain
7.9
Lima tahun pernikahan dengan Yoga hanya memberi kehampaan bagi saya, meski cinta ini begitu besar. Kepedihan kian tak tertahankan saat perselingkuhan Yoga dengan adik angkatnya, Meiliana, terungkap. Saya pun nekat menjebak Yoga menandatangani surat cerai lewat dokumen asuransi palsu. Setahun setelah berpisah, saya menata hidup baru dan bertunangan dengan Luki. Namun, Yoga mendadak memohon untuk kembali, sementara Meiliana mengungkap perasaan Yoga yang sebenarnya. Kini keputusan ada di tangan saya.
Sampul Novel Membawa Kabur Benih Presdir
8.8
Kebahagiaan Aurora Winters sirna seketika saat mengetahui dirinya hamil. Sang suami, Julian Ryder, sejak awal telah menegaskan keengganannya memiliki anak dalam pernikahan mereka. Berada di posisi sulit antara naluri keibuan dan penolakan keras sang suami, Aurora bertekad bulat untuk tidak menggugurkan kandungannya. Demi menyelamatkan sang buah hati, ia pun mulai menyusun sebuah rencana rahasia untuk pergi dan menyembunyikan kehamilannya dari Julian.
Sampul Novel Suami Tiga Bulan
8.5
Manda, seorang direktur sukses berusia 35 tahun, terancam dicopot dari jabatannya jika tidak cepat menikah dan punya anak demi memenuhi syarat sang Oma. Di tengah keputusasaan, ia menawarkan kesepakatan gila kepada Adam, sekuriti tampan yang sedang terlilit utang. Manda bersedia melunasi seluruh utang Adam, asalkan pria itu mau menjadi suaminya selama tiga bulan dan membuatnya hamil. Akankah pernikahan kontrak ini berhasil menyelamatkan karier Manda?