APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Penjara Cinta Sang Taipan

Penjara Cinta Sang Taipan

Bening mendambakan kasih sayang orang tua, tetapi ibu kandungnya justru menjualnya ke germo. Nasib malang ini menyeretnya ke dalam pernikahan kontrak dengan pewaris tunggal kaya raya bernama Jaasir Arga Ramiro. Kehidupan Bening berubah total sejak pernikahan paksa tersebut, terlebih ketika rahasia besar sang ibu mulai terbongkar. Mampukah Bening bertahan menghadapi takdir rumit ini demi mengungkap kebenaran yang sengaja disembunyikan darinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Lepaskan saya! Hiks hiks cukup! Jangan perlakukan saya seperti perempuan murahan. Saya mohon kasihanilah saya!" ratap Bening menghibah saat Arga sudah melepaskan ciuman mereka.

"Mengasihanimu?!" Arga tersenyum miring sarat akan ejekan.

"Bukan kah memang seperti ini pekerjaan mu?" imbuhnya yang membuat hati Bening seketika menjadi sesak dan terbakar akibat tuduhan yang tidak tepat sasaran itu. Mengapa begitu mudah bagi pria itu menilai dirinya serendah itu.

"Saya bukan perempuan murahan!" hardik Bening dengan menyentak tubuhnya hingga terlepas dari kungkungan sang Casanova.

"Bukan murahan heh! Tapi pelacur maksudmu!"

Plakk-

Sebuah tamparan mendarat tepat di rahang tegas pria tampan itu hingga membuat wajahnya menoleh ke samping akibat kerasnya tamparan yang diberikan Bening. Bahkan tangan gadis itu juga terasa kebas.

Mendapat perlakuan seperti itu membuat harga diri Arga merasa terluka karena baru kali ini ada yang berani menamparnya. Apalagi tindakan itu dilakukan oleh seorang perempuan yang menurutnya rendahan. Kalau saja yang di hadapannya saat ini bukan seorang wanita pasti dengan senang hati Arga akan membalas perlakuan orang tersebut. Namun pantang bagi Arga untuk memukul seorang perempuan. Bahkan dalam mimpi pun ia takkan pernah melakukan hal sepengecut itu.

"Berani sekali tangan kotormu itu menyentuh wajah ku!" desis Arga tajam.

Sedangkan Bening masih memaku dengan tangan gemetar menyesali perbuatannya tadi, yang refleks dan tak berpikir panjang. Tapi bagaimana ia bisa berpikir jernih jika harga dirinya diinjak-injak seperti itu.

"Rupanya kau belum tau sedang berhadapan dengan siapa saat ini?!"

Arga mendorong tubuh ringkih gadis itu hingga membentur dinding dengan cengkraman kuat di lehernya.

"Lepas ... lepaskan aku! Huk ... huk ...!" Bening merusaha melepaskan tangan besar Arga dari lehernya yang terasa semakin menyakitkan.

"Kenapa heh! Apa kau takut?! Perempuan kurang ajar sepertimu harus diberi pelajaran agar kau tahu di mana posisimu!" Arga semakin menggila dengan menambah tekanan tangannya di leher Bening.

"Berhenti menangis jalang! Air matamu tidak akan bisa merubah apapun. Karena mulai detik ini kau akan menjadi budakku! Jadi jangan pernah berfikir untuk bisa melawanku karena itu semua akan sia-sia!"

"Lebih baik kau menyiapkan dirimu menjadi jalangku untuk menghangatkan ranjangku setiap malam. Bukan kah itu pekerjaan yang menyenangkan. Bahkan seluru wanita di dunia ini menginginkan posisi itu." Senyum smirk Arga berikan kepada gadis yang kini menebarkan kebencian dari sorot matanya.

"Sampai mati pun aku tidak sudi menjadi budak nafsumu. Kau adalah pria terburuk yang pernah aku temui. Manusia tak punya hati sepertimu seharusnya membusuk di neraka!"

Tidak ada jalan lain untuk Bening selain melawan. Setidaknya ia masih berusaha untuk memperjuangkan kehormatan dan harga dirinya sebagai seorang perempuan. Bahkan sampai titik darah penghabisan.

"Ternyata bibir indah ini sangat berbisa!" ucap Arga sembari mengusap bibir Bening yang masih tampak membengkak karena hasil perbuatannya tadi.

"Sepertinya aku harus sering memberi bibir ini pelajaran. Agar berhenti bicara kurang ajar!" imbuh Arga sarat akan ancaman.

"Orang sepertimu tidak layak disebut manusia jadi kau tidak pantas mendapat penghormatan apapun!" ujar Bening dengan tatapan penuh kebencian.

Belum pernah Bening merasa sebenci ini kepada seseorang. Ia benar-benar mengutuk monster jahat yang kini sedang menguasai dirinya dengan sesuka hati.

"Sudah aku peringatkan kepadamu. Hati-hatilah dengan mulutmu karena kau akan sangat menyesalinya nanti!"

"Lepaskan aku! Biarkan aku pergi dari sini. Aku mohon!" Tangis Bening menghibah. Namun tak sedikitpun membuat Arga tersentuh.

Melepaskan mangsa semenggoda Bening? Oh tidak bisa. Arga tentu saja tidak akan melakukan hal bodoh itu. Karena Bening miliknya hanya miliknya. Dan apapun yang sudah ia klaim menjadi miliknya tidak akan bisa lepas begitu saja darinya. Kecuali ia sendiri yang telah membuangnya.

"Melepaskanmu? Tentu saja. Tapi nanti setelah aku puas bermain dengan MAINAN BARUKU!" desis Arga dengan seringai iblisnya.

Hampir saja Arga berbuat lebih bila saja suara ponsel mahalnya tidak berdering.

"Halo!"

"............"

"Sorry gue lupa?!"

"............."

"Oke gue ngerti. Satu jam lagi gue sampai di sana."

Tut ... tut ...!

Pria itu mematikan sambungan telpon secara sepihak dan menyimpan kembali benda pipih itu ke dalam saku celana jeans yang dipakainya. Ia kemudian kembali mengalihkan fokusnya kepada gadis yang kini meringkuk di atas ranjang dengan raut wajah ketakutan.

"Malam ini kau selamat sweetheart. Tapi lain kali aku tidak akan melepaskanmu!" bisik Arga sensual kemudian mendaratkan kecupan singkat di pipi Bening sebelum beranjak pergi meninggalkan tempat itu.

*****

Bening menangis sejadi-jadinya. Ia meraung meluapkan rasa sakit yang bercokol di dalam dadanya. Kenapa semua ini harus terjadi padanya. Belum cukupkah penderitaannya selama ini.

Ingatan perbuatan bejat Arga tadi mengusik pikiran Bening walaupun Arga belum sempat merenggut harta berharga yang telah dijaganya selama ini. Namun tetap saja Bening merasa kotor dan jijik terhadap tubuhnya.

"Kenapa mereka melakukan ini padaku. Apa salahku Tuhan?!"

Gadis itu memandangi tubuhnya yang penuh jejak tanda kepemilikan yang ditinggalkan Arga pada tubuhnya dari pantulan cermin.

"Aghhhh ...!" Gadis itu berteriak histeris seraya menjambak rambutnya sendiri.

Dan disini lah Bening berada sekarang. Duduk menangis di bawah derasnya air yang mengucur dari shower. Rasa dingin tidak menghalanginya untuk menghapus semua jejak yang ditinggalkan lelaki jahat itu di tubuhnya. Tangannya yang rapuh tak berhenti menggosok bagian tubuh yang sempat menjadi sasaran kebejatan Arga tadi.

"Aku benci diriku, aku benci tubuhku, aku jijik hiks ... hiks ...!"

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak air mata yang Bening keluarkan malam ini. Semalaman ia meratapi nasibnya. Dingin, sakit, sepi dan hancur yang Bening rasakan saat ini. Hingga perlahan ia mulai kehilangan kesadarannya.

Pagi harinya Lastri menemukan Bening yang telah pingsan di bawah shower dalam keadaan bibir yang sudah membiru.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi petaka saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandung demi operasi plastik adik angkat kami, Vanya. Aku diusir, dituduh egois, lalu ditinggal berlibur ke Bali. Di titik terendah, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun hadir sebagai jalan keluar. Aku pun pergi dan memutus ikatan keluarga demi masa depan baru, tanpa lupa meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja.
Sampul Novel Bukan Mantan Istri Biasa
9.2
Tiga tahun menjadi istri penurut tak membuat Laura dicintai Nikolas Riyadi. Diabaikan demi wanita lain, Laura akhirnya memilih bercerai. Keputusan sang pewaris kaya kembali melajang langsung mengguncang publik. Kini, para CEO tampan saling bersaing memperebutkan hatinya. Saat Nikolas memohon kesempatan kedua di depan umum, akankah Laura luluh atau memilih melangkah pergi meninggalkan masa lalu?
Sampul Novel Cinta Untuk Nadia
9.3
Hari pernikahan Nadia berubah menjadi mimpi buruk saat calon suaminya mendadak batal hadir. Demi menyelamatkan nasib sang putri di tengah situasi kacau tersebut, Abah Yai mengambil langkah nekat. Beliau memohon kepada seorang pria lain untuk bersedia menggantikan posisi mempelai lelaki yang kabur. Keputusan darurat ini tidak hanya mengubah garis hidup mereka seketika, tetapi juga memicu pergulatan batin yang hebat antara tanggung jawab dan perasaan cinta.
Sampul Novel ISTRI BERCADARKU MANTAN MAFIA
9.4
Demi kakeknya, Sayudha Wistara terpaksa menikahi Diandra Safaluna, perempuan bercadar yang misterius. Meski awalnya berniat bercerai setelah dua tahun tanpa sentuhan, Yudha justru terpikat oleh keahlian tak biasa sang istri. Di balik kelembutannya, rahasia besar Diandra masih tersembunyi rapat. Mampukah Yudha mengungkap bahwa istri yang dicintainya adalah pemimpin dunia mafia yang mengendalikan kakeknya sendiri?
Sampul Novel Ratapan Kekasih: Kembalilah padaku
8.2
Tiga tahun pernikahan tanpa cinta membuat Karin menyerah pada Arya dan memilih bercerai di titik terendah hidupnya. Setelah berpisah, ia bangkit menjadi desainer sukses sekaligus mengungkap jati dirinya sebagai pewaris bisnis perhiasan. Kini, sambil membesarkan anak kembarnya, Karin dikelilingi banyak pria. Hal itu memicu penyesalan mendalam pada Arya, yang kini memohon maaf demi bisa bertemu anak-anak mereka dan kembali bersama Karin.
Sampul Novel Sang Pelindung (Dewa Perang)
7.8
Dijebak hingga lumpuh dan dipenjara enam tahun lalu, seorang petarung elite terpaksa meninggalkan istrinya dalam penderitaan. Kini, ia telah bangkit sebagai Dewa Perang tangguh dengan kekayaan serta kekuasaan tanpa batas. Setelah menguasai puncak tertinggi seni bela diri, ia kembali demi melindungi sang istri. Sambil menggenggam erat tangan belahan jiwanya, ia siap mendominasi dunia dan menuntut balas atas semua ketidakadilan masa lalu.