APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengobatan Khusus Tabib Desa

Pengobatan Khusus Tabib Desa

Saat merayakan Hari Raya di sebuah desa terpencil yang jauh dari rumah sakit, seorang gadis mengalami sakit perut parah akibat salah makan. Tanpa pilihan lain, ia mendatangi tabib tua setempat untuk meminta bantuan pijat medis. Namun, situasi berubah mencekam ketika tabib tersebut memaksa melepas celananya dengan dalih membuang hawa jahat. Begitu menyadari kondisi korbannya, nafsu liar sang tabib memuncak hingga ia nekat menyerang gadis malang tersebut di tengah keterasingan desa.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Paman, apa pijat itu memang harus melepas celana juga?"

Saat merayakan Hari Raya di desa, aku tidak sengaja salah makan hingga perutku sakit. Di daerah pelosok yang jauh dari rumah sakit ini, aku tidak punya pilihan selain mencari tabib tua di desa untuk memijatku.

Siapa sangka, tiba-tiba dia menanggalkan celanaku dan berkata, "Kamu nggak mengerti, hanya dengan cara inilah hawa jahat di tubuhmu bisa dikeluarkan!"

Padahal, tubuh bagian bawahku sudah basah kuyup. Saat celana itu terlepas, dia menyadari segalanya.

Nafsu binatangnya memuncak, dan dalam sekejap, dia menerjangku.

Namaku Soraya Maria, seorang istri yang kesepian.

Aku tipe wanita yang akan merasa tidak nyaman di sekujur tubuh jika tidak melakukan hal “itu” sehari saja.

Sudah tujuh tahun aku menikah dengan suamiku, tapi dia seperti daun layu yang sama sekali tidak bisa memuaskanku.

Tubuhku terasa kian kering, sangat membutuhkan badai hebat untuk melembapkannya.

Menjelang akhir tahun, suamiku membawaku pulang ke kampung halamannya untuk merayakan tahun baru.

Tak kusangka, ibu mertuaku sangat jorok. Air yang digunakan untuk mencuci piring saja sampai berbau busuk.

Makanan pun sudah hampir basi.

Baru makan beberapa suap, aku langsung merasa tidak enak badan.

Perutku melilit hebat, rasanya seperti sedang diaduk-aduk.

Aku pun bergegas lari ke toilet.

Toilet di desa sangat sederhana, bahkan tidak ada pintunya. Jika melepas celana, bokong yang polos bisa terlihat jelas oleh orang lain.

Karena terburu-buru, aku lupa membawa tisu, sehingga terpaksa meminta adik iparku untuk mengantarkannya.

Adik iparku masih mahasiswa jurusan olahraga. Tubuhnya kekar berotot dengan kulit gelap.

Saat dia membawakan tisu, matanya langsung terbelalak menatapku.

Aku baru sadar bahwa bagian bawahku telah terlihat sepenuhnya olehnya.

Perasaan saat area pribadiku diperhatikan dengan lekat itu, justru membuatku merasa bergairah sekaligus malu.

Tubuhku mulai terasa panas, ada rasa gatal yang membuatku sangat menginginkannya.

Setelah keluar dari toilet, perutku masih saja terasa sakit.

Aku bertanya pada suamiku, "Rumah sakit di sekitar sini ada nggak? Aku pasti salah makan, sudah sakit banget!"

Suamiku menggelengkan kepala dengan raut wajah tidak sabar.

"Kenapa cuma kamu yang sakit perut padahal kita makan makanan yang sama? Di desa mana ada rumah sakit. Jangan cari-cari masalah, bisa nggak?"

Di saat aku merasa kecewa, ibu mertuaku memberi tahu, "Di desa kita ada tabib tua. Kami biasanya berobat ke sana kalau sakit, lebih manjur daripada dokter-dokter itu."

"Dia tinggal di ujung barat desa. Sesampainya di sana, panggil saja Paman Tobi, katakan kalau aku yang merekomendasikannya."

Aku mengangguk. Untuk saat ini, hanya Paman Tobi satu-satunya harapanku.

Tak lama kemudian, aku tiba di rumah Paman Tobi. Dia berusia sekitar lima puluh tahunan awal, tetapi tubuhnya tampak sangat bugar.

Benar-benar tabib tua yang pandai merawat diri. Aku jadi penasaran bagaimana kemampuannya di "bidang itu".

Aku menjelaskan maksud kedatanganku dan betapa sakit perutku ini.

Setelah mendengar penjelasanku, dia mengangguk pelan dan menunjuk ke arah tempat tidur di kamar.

"Ini gampang, aku hanya perlu mengeluarkan hawa jahat dari perutmu."

"Berbaringlah di tempat tidur, aku akan memijatmu sebentar."

Hanya ada satu tempat tidur di kamar itu, jelas sekali itu adalah tempat tidurnya.

Saat aku berbaring di sana, ada rasa kegembiraan yang samar dalam hatiku.

Ini pertama kalinya aku berbaring di tempat tidur pria lain.

Di desa memang kondisinya seperti ini, jadi terpaksa dipakai seadanya dulu.

Meski tempatnya sederhana, tetapi peralatan Paman Tobi cukup lengkap.

Dia menyeduhkan secangkir ramuan obat untukku dan menyuruhku meminumnya.

"Ini obat herbal untuk sakit perutmu. Minumlah, lalu aku akan memijatmu."

Setelah meminumnya, sekujur tubuhku mendadak terasa panas membara.

Kemudian dia mengeluarkan sebuah kotak peralatan yang berisi berbagai macam alat pijat.

Sekilas, aku melihat ada mainan "seperti itu" di dalamnya!

Ini benar-benar tidak beres. Ternyata layanan Paman Tobi cukup luas jangkauannya.

Detik berikutnya, dia menyingkap bajuku, memperlihatkan perutku yang mulus.

Tubuhku menegang. Sensasi saat seorang pria menyingkap bajuku terasa cukup merangsang, hingga aku mulai menantikan apa yang akan dilakukan Paman Tobi padaku.

Dia mengambil sebotol minyak esensial dan meneteskannya ke perutku.

Rasanya dingin, mengalir perlahan mengikuti lekuk pinggangku.

Paman Tobi menjulurkan kedua tangannya, lalu mulai memijat perutku dengan lembut dan perlahan.

Tangan besarnya yang kasar dan kapalan itu, justru memberikan rangsangan aneh saat menyentuh kulitku.

Tak butuh waktu lama, minyak esensial telah merata di perutku.

Sensasi licin berpadu dengan telapak tangan Paman Tobi yang hangat, membuat suhu tubuhku meningkat, bahkan area di antara kedua kakiku mulai bergejolak.

Paman Tobi memegang kedua sisi pinggangku, sementara kedua jempolnya yang besar menekan lembut di sekitar pusar.

Harus diakui, teknik Paman Tobi memang hebat, rasa sakit di perutku jauh berkurang.

Namun di detik berikutnya, telapak tangannya menyelinap ke balik bajuku dan perlahan bergerak ke atas.

Aku terkejut dan bertanya dengan panik, "Pa-Paman Tobi, apa yang Paman sentuh? Yang sakit itu perutku, bukan dadaku."

Tangan Paman Tobi sama sekali tidak berhenti. Dia justru menyingkap bajuku sepenuhnya, memperlihatkan sepasang "bukit" yang bulat sempurna.

Matanya sampai terbelalak, lalu dia memuji, "Tak kusangka, ternyata milikmu besar juga."

Aku sangat malu hingga rasanya "cairanku" hampir mengalir keluar. Melihat diriku dalam kondisi seperti ini di hadapannya membuat wajahku terasa panas.

"Paman Tobi, apa yang sedang Paman lakukan?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Bertahan hidup di dunia nyata sangatlah berat bagi Nesta. Berbekal ijazah SMA, gadis mungil ini akhirnya mendapat angin segar saat diterima bekerja sebagai office girl di PT Taruna. Sialnya, di hari pertama kerja, ia langsung dipecat oleh atasannya yang sangat sombong. Demi mendapatkan uang halal untuk menyambung hidup, Nesta menolak tunduk. Ia pun menyiapkan rencana gila untuk menghadapi sang bos angkuh agar tetap bisa bekerja di sana.
Sampul Novel Kekasihku Menikahi Saudaraku Disaat Aku Lumpuh
9.6
Arjuna lumpuh akibat kecelakaan tragis. Di tengah keterpurukannya, sang tunangan, Kirana, justru mengkhianatinya dengan menikahi adiknya sendiri, Bima. Situasi kian pelik saat adik-adik Arjuna mulai memperebutkan posisi CEO, sementara ia harus berjuang keras menjalani terapi fisik. Demi memulihkan kondisi mental dan fisik putranya, sang ibu menjodohkan Arjuna dengan Mentari. Kehadiran gadis unik yang ceria namun matre ini pun menjadi secercah harapan baru bagi hidup Arjuna.
Sampul Novel Pak Jihan Jangan Galau Lagi, Nona Wina Sudah Menikah
8.2
Lima tahun menjadi kekasih rahasia Jihan Lionel membuat Wina Septa percaya kepatuhannya bisa meluluhkan hati pria itu. Namun, harapan itu pupus saat Jihan mencampakkannya. Tanpa tuntutan materi, Wina yang lembut memilih mundur secara damai. Keadaan berubah drastis ketika Wina memutuskan menikah dengan pria lain. Jihan yang tidak rela tiba-tiba muncul kembali dan bertindak nekat, membuat Wina dilingkupi kebingungan mendalam.
Sampul Novel Stempel Miskin untuk Keluargaku
8.4
Kembali ke rumah setelah empat tahun merantau, aku mendapati keluargaku menjadi bahan gunjingan dan dicap miskin oleh tetangga serta kerabat akibat jeratan utang. Namun, tidak ada yang tahu bahwa bapak sebenarnya memiliki sebidang tanah rahasia. Berbekal kejujuran dan keteguhan hati, aku kini bertekad penuh untuk memulihkan kehormatan keluarga kami serta membuktikan pada mereka yang telah meremehkan bahwa kami tidak layak dipandang sebelah mata.
Sampul Novel Wanita Penghibur untuk Suamiku
8.9
Didorong rasa putus asa dan cinta, Naura mengambil langkah nekat dengan menyediakan wanita penghibur untuk sang suami. Di tengah kepedihan rumah tangga yang menyiksa, ia tetap bertahan demi membalaskan dendam kematian keluarganya. Sebagai satu-satunya korban selamat dari kecelakaan maut yang merenggut nyawa orang tuanya, Naura masih dihantui trauma hebat saat melihat mereka tewas terbakar di dalam mobil. Ingatan kelam itulah yang kini memicu tekadnya mencari keadilan.
Sampul Novel Why Make Me The Antagonist?
9.1
Demi menghindari kematian tragis di tangan Raja Iblis, Sallyana Jung yang bereinkarnasi sebagai tokoh antagonis memilih menjalankan misi Ratu Naga untuk mencari pangeran yang hilang. Upayanya mendekati para karakter utama berhasil mengubah takdirnya. Namun, ketenangannya kembali terusik saat Pemimpin Suci mengangkatnya sebagai murid. Di tengah obsesi putra Duke dan perubahan sikap sang heroine, sebuah rahasia besar terungkap bahwa Sally sebenarnya adalah titisan Dewi dari masa lalu.