APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka

Pengkhianatan yang Tak Pernah Kusangka

Keinginan tulus Lira menyelamatkan seorang pelayan justru berujung petaka. Usai diserang kelompok misterius, ia berakhir di bawah kendali Arion, sosok dingin yang menuntut keintiman darinya. Hubungan mereka diselimuti ketegangan sekaligus pesona yang sulit ia tepis. Kini, Lira menghadapi pilihan sulit: menyerah pada gairah membara Arion atau segera menyusun rencana melarikan diri dari cengkeraman pria itu sebelum semua terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 1

Malam itu, hujan turun dengan deras, membasahi jalanan kota yang sepi. Lampu jalan berkelap-kelip, memantulkan warna kuning pucat di genangan air. Lira menarik mantel tipisnya lebih rapat, berlari di antara tetes hujan yang seolah ingin menelan setiap langkahnya. Ia tak peduli basah, tak peduli dingin. Yang terpenting saat itu hanyalah satu: membantu pelayan yang terjerat masalah.

"Hei! Hati-hati!" teriak Lira, saat seorang pemuda hampir tersandung karena membawa nampan penuh gelas. Beberapa pria dengan wajah keras tampak mengelilinginya, tawa mereka dingin dan menyeringai.

"Lepaskan dia!" suara Lira tegas, meski gemetar di ujungnya. Tanpa pikir panjang, ia mendorong salah satu pria yang tampak paling besar, membuat gelas di nampan pemuda itu jatuh pecah.

"Kamu-!" salah satu dari mereka melotot, tapi Lira tak menunggu mereka. Ia menarik pelayan itu pergi dari kerumunan, menepi di bawah atap toko yang sedikit menjorok.

"Terima kasih... aku-aku tidak tahu harus bagaimana kalau kau tidak muncul," gumam pemuda itu, wajahnya pucat dan basah kuyup.

Lira tersenyum tipis, "Jangan khawatir. Orang macam mereka biasanya... hmm, mudah diperingatkan."

Namun, senyum itu belum sempat berkembang, karena langkah berat terdengar dari belakang. Dalam sekejap, tubuh Lira terseret ke kegelapan, tangan-tangan kasar menahan geraknya. Ia berjuang, menendang, berteriak, tapi semuanya sia-sia.

Seketika, semua menjadi gelap.

Ketika Lira membuka matanya, ia sudah berada di ruangan asing. Lampu-lampu temaram menggantung, menyorot dinding yang penuh lukisan klasik dan perabot mewah. Aroma parfum berat dan alkohol menusuk hidungnya.

Seorang pria duduk di kursi besar, tubuh tegap, wajahnya tegas dengan garis rahang yang tajam. Matanya yang gelap menatap Lira seolah menelannya hidup-hidup.

"Selamat datang," suaranya dalam dan dingin. "Aku Arion. Dan kau... akan tinggal di sini untuk sementara."

"Me... melepaskan aku!" Lira berteriak, suaranya parau. "Aku tidak tahu siapa kalian, tapi ini gila! Lepaskan aku sekarang!"

Arion hanya tersenyum tipis, menyingkirkan sehelai rambut yang menutupi matanya. "Tenang, aku tidak akan menyakitimu... setidaknya, belum."

Lira menggigil, antara takut dan marah. Hatinya berdegup kencang, kepala penuh pertanyaan: mengapa ia, seorang gadis biasa, bisa terjebak dalam situasi seperti ini?

"Kenapa... kenapa aku?" gumamnya sendiri, suaranya nyaris hilang.

"Karena keberanianmu," jawab Arion, seakan membaca pikirannya. "Kau menolong orang lain... itu membuatmu berbeda dari kebanyakan. Tapi, sayangnya, dunia ini tidak ramah pada yang berbeda."

Hari-hari berikutnya menjadi mimpi buruk bagi Lira. Ia diperlakukan seperti tamu yang terkurung. Arion selalu ada di dekatnya, mengawasi setiap gerakannya, menanyai setiap langkahnya. Namun, ada hal aneh yang membuatnya semakin bingung: di tengah ketakutannya, ada saat-saat ketika kehadiran Arion membuatnya merasa hangat, seperti ada perlindungan aneh yang sulit ia jelaskan.

"Jika kau berperilaku baik, aku tidak akan membuatmu menderita," kata Arion suatu malam, duduk di tepi ranjang Lira. "Tapi jangan salah, aku tidak mudah memaafkan pembangkangan."

Lira menunduk, menahan air mata. "Aku... aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak ingin... membuatmu marah."

Arion mendekat, wajahnya hanya beberapa inci dari wajahnya. "Membuatku marah? Itu sudah terlalu terlambat. Tapi kau harus belajar, Lira. Belajar untuk... tunduk, untuk menerima keadaan."

Setiap kata yang keluar dari mulut Arion seperti duri yang menusuk hati Lira. Namun, ada sesuatu di matanya yang sulit diabaikan-sebuah ambisi yang gelap, namun sekaligus memikat.

Hari demi hari berlalu, Lira mencoba mencari celah untuk melarikan diri. Ia mengamati setiap sudut rumah megah itu, menghafal pola pengawasan, mempelajari kebiasaan Arion. Tapi setiap kali ia berpikir untuk mencoba, langkahnya selalu tertahan. Pria itu selalu berada di tempat yang tak terduga, seakan mengetahui semua niatnya.

Suatu malam, saat Lira mencoba keluar melalui jendela kecil di lantai atas, ia mendengar suara langkah mendekat. Sebelum ia sempat bergerak, Arion sudah berada di belakangnya.

"Kau pikir ini mudah?" tanyanya, matanya menyorot tajam. "Tidak ada yang mudah dalam permainan ini."

Lira menelan ludah, tubuhnya gemetar. Ia merasa terpojok, tapi sebuah tekad muncul dari dalam dirinya. "Aku... aku harus keluar. Aku tidak bisa terus di sini. Tidak peduli apapun yang terjadi."

Arion tersenyum tipis, menyukai keberanian itu. "Aku suka semangatmu, Lira. Tapi semangat itu juga bisa menjadi kelemahanmu."

Malam itu, Lira terbaring di tempat tidur, mencoba menenangkan pikirannya. Ia tahu, semakin ia melawan, semakin ia terjebak dalam permainan berbahaya Arion. Namun, ada satu hal yang ia yakini: ia tidak akan menyerah. Tidak akan membiarkan dirinya menjadi korban selamanya.

Tapi pertanyaan itu terus menghantui: bisakah ia menahan diri dari tarikan kuat Arion, ataukah ia akan terseret oleh arus yang tak bisa ia kendalikan?

Sementara itu, Arion menatap dari jendela kamarnya, pikirannya bermain dengan rencana-rencana yang gelap dan kompleks. Ia menyukai Lira, tapi bukan dalam cara yang biasa. Keinginannya lebih dari sekadar ketertarikan-ada hasrat untuk memiliki, untuk menguasai.

"Lira..." gumamnya, suaranya nyaris tak terdengar di antara hujan yang terus menimpa atap. "Aku ingin melihat seberapa jauh kau bisa bertahan. Dan seberapa jauh aku harus mendorongmu."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Pertamaku, Suami Orang
8.9
Nisa, seorang lulusan pesantren, goyah oleh bujuk rayu Dani hingga terlibat hubungan terlarang. Padahal, pria yang menjadi cinta pertamanya itu sudah berstatus sebagai suami Rika. Meski Rika telah memperingatkannya dengan keras untuk pergi, Nisa enggan mundur karena merasa Dani harus bertanggung jawab atas hatinya. Kini ia dirundung dilema besar: menyudahi perselingkuhan ini atau tetap egois mengejar kebahagiaan di atas penderitaan wanita lain.
Sampul Novel Dia Memilih Kakak Angkatnya
9.4
Alpha Carl mendadak menghentikan operasi saat pisau bedahnya telah merobek kulitku. Demi menyelamatkan Bianca, adik angkatnya yang berniat bunuh diri, ia tega meninggalkanku di meja operasi dalam kondisi perut terbuka. Carl menyerahkan hidupku kepada Alpha Arthur sebelum pergi. Di tengah keputusasaan dan rasa sakit yang hebat, Arthur mengambil alih tindakan medis tersebut dengan dingin, sambil menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkanku mati.
Sampul Novel Dokter Tampan dan Pasien
8.9
Han Jang Woo adalah dokter berbakat yang dikagumi di rumah sakit. Salah satu pasiennya, Kim Ae Jin, selalu melarikan diri setiap kali pemeriksaan payudara karena merasa sangat malu di depan Jang Woo. Di balik kecanggungan tersebut, ada sejarah kelam yang tersembunyi dari publik. Perlahan, rahasia masa lalu mereka mulai terungkap, membuktikan bahwa hubungan keduanya jauh lebih rumit dan mendalam daripada sekadar ikatan profesional antara dokter dan pasien.
Sampul Novel FATED (Tuan Mafia dan Nona Badut)
9.5
Dua kali gagal melangkah ke pelaminan membuat Raline merasa hidupnya dirundung kemalangan. Aksa dan Heru, para mantan kekasih yang lama mendampinginya, justru memilih menikahi perempuan lain. Namun, di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya dengan Axel Delacroix Adams. Kakak dari rivalnya yang merupakan seorang mafia itu tiba-tiba melamarnya hanya dalam waktu empat menit. Apakah ini jawaban atas penantiannya, atau justru awal dari prahara baru?
Sampul Novel Istri Tomboy Sang CEO
8.8
Zella Polly, gadis tomboy yang tidak tahan dengan diskriminasi di rumahnya, harus menikah demi mendapatkan izin keluar dari sang ayah. Pada saat yang sama, CEO muda bernama Hugo Chavez terpaksa mencari istri untuk mengatasi rasa sakit hati setelah dikhianati kekasihnya. Demi kepentingan masing-masing, keduanya sepakat melakukan pernikahan kontrak. Akankah mereka berhasil menghadapi berbagai rintangan dan dinamika baru dalam kehidupan rumah tangga ini?
Sampul Novel Oriaga Niel, Cintailah Aku
8.5
Satu bulan membina rumah tangga dengan Oriaga Niel, CEO brand Gregorious, Amanda merasa hidupnya bagai di neraka. Pernikahan tanpa cinta ini hanya menjadi sarana pelampiasan nafsu dan dendam masa lalu sang suami kepada keluarganya. Amanda begitu terhina karena diperlakukan layaknya alat pemuas belaka. Terjebak dalam kebencian mendalam, ia merasa seperti tawanan yang telah dibeli selamanya oleh Oriaga, pria dingin yang berambisi kuat untuk menghancurkannya.