APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengendali Sistem Terkuat

Pengendali Sistem Terkuat

Di dunia yang mewajibkan kebangkitan kekuatan khusus saat anak berusia tujuh tahun, Martis justru dianggap cacat. Hingga berumur lima belas tahun, ia tidak memiliki kemampuan apa pun dan kerap dihina teman-temannya. Walau dicemooh, pemuda dari keluarga sederhana ini mendapat kasih sayang penuh dari orang tuanya yang selalu siap membelanya. Di tengah tekanan sosial yang berat, Martis terus memegang keyakinan teguh bahwa dirinya bukanlah sosok yang lemah.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Martis kembali dipukuli oleh lima orang ketika Martis pulang dari berbelanja.

"Hey, Anak cacat! Jangan lewat sini lagi! Kalau besok-besok kau masih lewat sini, kami akan menghajarmu lagi seperti ini! Hahaha...!"

Markus berkacak pinggang dan sambil tertawa bersama teman-temannya.

Sejak kecil, Markus memang sering kali menghina bahkan sampai memukuli Martis sama seperti ini. Padahal, Martis tidak pernah sedikitpun mengusik anak-anak itu.

Sampai sekarang, ketika usia mereka sudah tujuh belas tahun pun Martis masih kerap menjadi sasaran Markus dan teman-temannya melakukan kejahilan mereka.

"Aku tidak cacat! Aku yang paling kuat!" teriak Martis.

"Apa? Paling kuat? Hahahaha...! Kau bermimpi di siang bolong lagi ternyata! Hahaha...!"

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Markus menendangi tubuh Martis. Martis hanya bisa meringkuk melindungi bagian kepalanya menggunakan kedua tangannya.

"Tunggu saja, aku akan membuktikan pada kalian semua! Aku tidak lah cacat! Aku sangat kuat...!" teriak Martis lagi.

Setiap kali di pukuli seperti ini, Martis juga selalu mengatakan hal seperti itu.

Martis mengatakan kalau dirinya adalah yang terkuat karena di setiap malam ketika ia terlelap di tidurnya, Martis sering kali mendapati sebuah mimpi. Dan di dalam mimpi itu Martis bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa Martis adalah yang terkuat!

"Hahahaha...! Anjing jalanan lemah sepertimu mengaku sebagai orang terkuat? Hahaha...! Bagaimana bisa? Kekuatanmu saja sampai sekarang tidak bisa bangkit. Cih! Caramu membual kurang cerdas, Martis!"

Bugh!

Bugh!

Tiga puluh menit kemudian barulah Markus bersama teman-temannya pergi meninggalkan Martis yang sudah terlihat penampilannya sangat kacau.

Bajunya sudah kotor dengan tanah. Barang-barang belanjaannya berantakan semuanya. Semua berserakan di mana-mana.

"Kenapa? Kenapa aku seperti ini? Kenapa aku lahir di dunia ini? Kenapa aku berbeda dari mereka?" gumam Martis.

Martis tak mampu membendung air matanya. Ia menangis di sana seorang diri sambil meringkuk menahan sakit di sekujur tubuhnya.

"Bangunlah!"

Tapi tiba-tiba Martis mendengar suara seseorang.

"Si-siapa?" tanya Martis. Namun tidak ada jawaban.

Ketika Martis duduk, hujan langsung mengguyur tanah. Hujan itu cukup deras.

"Martis, kau adalah yang terkuat! Kau orang terpilih!"

Ada suara lagi di sana. Martis menengok ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara itu. Namun yang Martis lihat hanyalah air hujan yang turun dari langit.

"Tidak, aku adalah orang cacat! Pergi kau! Pergi! Argh...!"

Martis berteriak sambil memegangi kepalanya.

Jelegar...!

Ada suara petir menyambar.

"Kekuatanmu akan bangkit, Martis. Percayalah, kau adalah yang terkuat! Kau yang terpilih!"

Tring...!

Nging...!

Martis mendengar suara dengungan di telinganya.

"Argh...!" teriak Martis.

Suara dengungan itu berlangsung selama sepuluh detik. Namun rasanya gendang telinga Martis terasa seperti pecah!

Martis berguling-guling di tanah. Padahal saat ini cuacanya sedang turun hujan yang sangat deras. Hujan bukannya berhenti, tetapi malah semakin deras.

Setelah itu ada suara lagi yang terdengar oleh Martis.

"Sistem diaktifkan! Silahkan terima hadiah pertama dari Sistem!"

Tring...!

"Hadiah terkirim. Peringatan! Cuaca sedang turun hujan. Sistem akan mengaktifkan perisai pelindung tubuh untuk menghindari demam pada tubuh orang yang terpilih!"

Tring...!

"Sistem mendeteksi luka pada tubuh orang terpilih. Sistem akan mengaktifkan pemulihan tubuh!"

Tring...!

Martis terkejut! Ia merasa kalau semua ini adalah mimpi.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Martis.

Kemudian Martis melihat ada sebuah kotak di hadapannya.

"Apa ini?"

Itu adalah hadiah pertama dari sistem.

"Jam tangan? Tapi dari mana?"

Martis mengambil jam tangan itu.

Tring...!

"Hadiah pertama diterima oleh orang terpilih! Selamat! Anda mendapatkan jam tangan spesial dari sistem!"

"Sistem? Apa ini?"

Martis mengamati dan berpikir ulang apa yang terjadi. Martis juga melihat luka-luka yang ada di tubuhnya menghilang seluruhnya.

Tring...!

"Silahkan masukkan username orang terpilih."

Martis terkejut karena ia melihat ada tampilan seperti proyektor di hadapannya.

"Apa ini? Dan suara itu...? Ah..., coba saja!" gumam Martis. Ia pun mencoba memasukkan namanya.

"Nama, Martis. Usia, tujuh belas tahun. Jenis kelamin, pria."

Tring...!

"Data orang terpilih diterima. Selamat! Anda sudah bisa menggunakan semua fasilitas yang ada pada sistem!"

"Sistem? Apa itu sistem? Apakah ini tanda kalau kekuatan seseorang telah bangkit?" gumam Martis.

Martis berjalan menepi untuk berteduh di sebuah gubuk yang ada di pinggir jalan.

Martis masih mengamati tulisan yang ada di depannya. Martis tadi mencoba mengikuti arahan dan membaca panduan bagaimana caranya menggunakan sistem.

"Status!" ucap Martis.

Kemudian muncul informasi. Itu adalah cara melihat status pengguna sistem.

"Jadi begitu. Apakah begini rasanya ketika kekuatan kita bangkit? Aku akan bertanya pada Ayah dan Ibu. Kalau ini benar, berarti aku bukanlah anak cacat! Yes! Aku juga bisa membangkitkan kekuatanku!" gumam Martis. Martis merasa sangat senang dengan adanya sistem yang ia dapatkan itu.

Kemudian Martis berjalan di derasnya hujan menuju rumahnya.

Martis berlari, tentu saja karena perasaannya sangatlah bahagia.

Beberapa menit kemudian Martis langsung membuka pintu rumahnya.

"Ayah, Ibu...!" teriak Martis.

"Ma-martis...? Apa yang terjadi? Kenapa kau basah kuyup seperti ini?" tanya ibu Martis yang tak lain adalah Marta. Marta langsung mengambilkan handuk untuk mengeringkan tubuh Martis.

"Martis, kenapa kau malah hujan-hujanan begini? Dan lagi, mana barang belanjaan yang aku suruh tadi?" tanya Marten. Marten adalah ayah Martis. Tadi Marten lah yang menyuruh Martis berbelanja ke pasar membeli bahan makanan untuk dagangannya esok hari.

"Ayah! Coba lihat ini! Status!" ucap Martis.

Lalu muncul di hadapan Martis sebuah sistem.

Sayangnya, sistem itu hanya Martis sajalah yang dapat melihatnya.

"Lihat apa Martis? Ada apa denganmu? Apa kau demam?" tanya Marten bingung.

"Ini, lihat yang ada di depanku! Kekuatanku sudah bangkit Ayah!" jawab Martis.

"Eh...? Aku tidak melihat apa-apa. Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Nak," jawab Marten.

"Ayah, bukankah kalau kekuatan kita bangkit maka akan ada sistem seperti ini?" tanya Martis.

"Sistem? Sistem apa maksudmu?" jawab Marten heran.

"Apakah Ayah tidak bisa melihat ini?" tanya Martis.

"Tidak. Tidak ada yang aku lihat. Aku justru bingung dengan apa yang kau katakan, Nak," jawab Marten.

"Tapi Ayah..., bukankah ayah memiliki sistem seperti ini juga ketika kekuatan Ayah bangkit?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Terlarang Sang Raja Alfa, Dendam Diamku
9.5
Tiga tahun mendampingi Alpha Kaelan, aku hanya dianggap sebagai pengganti bibiku, Lyra. Saat ayahku tiada, Kaelan justru pergi ke Paris demi wanita itu. Di ruang rahasianya, aku menemukan fakta bahwa seluruh hubungan kami hanyalah rekayasa. Dalam kondisi mengandung anaknya, aku memutuskan membalas dendam. Menggunakan sihir untuk menyembunyikan kehamilan serta surat penolakan resmi, aku pergi selamanya ke benua baru.
Sampul Novel Dia Mimpi Burukku
9.3
Dihantui mimpi buruk tentang pengkhianatan suami dan kematian anaknya, Achlys mencoba menata hidup dengan bekerja di Kynleigh. Namun, ia syok saat menyadari bos barunya, Duke Julian yang dingin, sangat mirip dengan pria dalam mimpinya. Khawatir nasib buruk itu menjadi nyata, Achlys berniat mundur dan menjauh. Siapa sangka, upaya menghindar ini justru memantik rasa penasaran sang Duke yang terkenal tidak punya perasaan.
Sampul Novel Luna Tak Terikat
8.0
Lima tahun memimpin suku, Kaitlin tetap menjaga kesuciannya. Ketika Rosalyn, kakaknya, pulang tanpa keturunan, Phillip Elliott mendadak menuntut seorang pewaris. Hati Kaitlin hancur saat mengetahui niat busuk Phillip yang hanya ingin menjadikannya rahim pengganti untuk menyokong posisi Rosalyn. Merasa dikhianati, Kaitlin memilih pergi dan kembali ke orang tua angkatnya. Tak disangka, Phillip yang biasanya bersikap dingin kini justru memohon padanya untuk kembali dengan penuh keputusasaan.
Sampul Novel Mr. Devil
8.1
Hidup Ellena hancur setelah ayah kandungnya sendiri tega menjualnya demi ambisi bisnis yang kotor. Kini, ia menjadi tawanan di mansion megah milik Hogue, sosok vampir kejam dengan hasrat menyimpang yang kerap menyiksa fisiknya. Diperlakukan layaknya budak tanpa harga diri di bawah kekuasaan pria sadis tersebut, Ellena terjebak dalam penderitaan yang tiada akhir. Mampukah ia bertahan hidup menghadapi segala kekejaman Hogue?
Sampul Novel Pendekar Pedang Terhebat
9.1
Zero, anak yatim piatu berumur sepuluh tahun, sering menjadi sasaran perundungan akibat mimpinya menjadi pendekar pedang luar biasa walau bakatnya sangat minim. Latar belakangnya yang misterius di bawah bimbingan Master Pedang pun kerap memicu kecemburuan rekan-rekannya. Begitu mengetahui bahwa ayah kandungnya merupakan sosok pendekar legendaris, tekadnya langsung berkobar. Zero kini harus berjuang keras melewati rintangan demi membuktikan kelayakannya meraih gelar tertinggi.
Sampul Novel Tak Ada Obat Penyesalan
8.0
Setelah tewas akibat diracun oleh mantan suaminya, Axel Anderson, dan dikhianati oleh adiknya sendiri, sang protagonis mendapat kesempatan kedua untuk mengulang hidup. Di masa lalu, obsesinya pada Axel membawa penderitaan batin yang fatal. Kini, saat diminta memilih calon suami dari jajaran cucu Keluarga Anderson, ia menolak Axel dan justru memilih Jeremy Anderson. Keputusan ini mengguncang semua orang, namun saat ia mencoba menjauh, Axel justru menjadi gila setelah mendengar kabar pertunangannya.