APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya

Pengasuh Putraku Ternyata Ibu Kandungnya

Demi membiayai pengobatan sang ibu, Aera Jung Jun yang baru berusia tujuh belas tahun terpaksa menjadi ibu pengganti bagi putra Myung Dae Hyun atas desakan Tuan Besar Hyun. Empat tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali. Aera melamar sebagai pengasuh di rumah Dae Hyun tanpa menyadari bahwa anak yang dia rawat adalah darah dagingnya sendiri. Akankah rahasia besar masa lalu ini terungkap seiring tumbuhnya benih cinta di antara mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Aera usai mengerjakan tugasnya. Saatnya dia pulang ke rumah. Keduanya adalah bagian dari rutinitas Aera. Dia berlari kecil menerobos salju. Sesampainya Aera di rumah, terlibat Nyonya Seo yang tengah memasak di dapur. Sesekali, dia memegangi dadanya."Ibu sedang apa? Kenapa Ibu bangun? Ayo, Ibu harus beristirahat. Jangan memaksakan diri. Ibu masih sakit," ucap Aera membantu Nyonya Seo untuk kembali ke kamarnya."Aera, Ibu tidak apa-apa. Kamu jangan bersikap berlebihan seperti ini," tolak Nyonya Seo."Tapi, Ibu--" "Kamu mandi, lalu makan. Ibu memasak makanan kesukaanmu," kata Nyonya Seo.Dengan berat hati, Aera mengikuti kata Nyonya Seo. Ibunya yang keras kepala membuatnya memilih ke kamarnya dan berganti pakaian dengan pakaian sehari-hari."Aera, cepatlah! Jika dingin, rasanya tidak akan enak lagi!" seru Nyonya Seo sambil berusaha menyembunyikan rasa sesak di dadanya yang tiba-tiba terasa semakin menjadi."Baiklah, Ibu. Aku akan turun," sahut Aera dari dalam kamar.Tidak membutuhkan waktu lama, Aera sudah kembali ke ruang makan. Melihat ibunya menyiapkan makan malam untuknya, membuat dia bahagia sekaligus sedih. Bagaimana tidak, kondisi ibunya semakin hari semakin lemah meskipun sudah dioperasi. Namun, tubuh sang ibu yang kembali melemah itu yang membuatnya sedih. "Aera. Ibu mau bicara sesuatu padamu,"" Katakan, Ibu. Ada apa?""Apa kamu baik-baik saja?"Aera mengerutkan dahinya. Pertanyaan Nyonya Seo membuatnya berpikir keras, apa maksud pertanyaan ibunya. "Kenapa Ibu bertanya begitu? Aku baik-baik saja. Ibu tidak perlu memikirkan apa pun. Saat ini, yang Ibu pikirkan adalah kesehatan Ibu. Jangan banyak berpikir yang tidak-tidak," sahut Aera seraya mengantar Nyonya Seo ke kamar, kemudian memberikan obat yang biasa diminumnya."Ibu, tidurlah, Aera akan menjaga Ibu di sini," kata Aera. Tidak ingin meninggalkan wanita yang telah melahirkannya, dia memilih menemani Nyonya Seo di dalam kamar. Akhirnya, mereka tertidur saling berpelukan.Aera terbangun. Dia mendapati sang ibu tidak ada di sampingnya. Bergegas dia mencari sang ibu. Ternyata, ibunya ke kamarnya, Aera menyiapkan sarapan untuk sang ibu. Melihat kondisi ibunya yang menurun dan susah makan, Aera memutuskan untuk membuat bubur, lantas mengantarkannya ke kamar di mana Nyonya Seo berbaring."Ibu, bangunlah! Waktunya sarapan." Aera memperhatikan sang ibu yang tertidur lelap, tidak seperti biasanya.Kali ini, sang ibu tidak langsung bangun, membuat Aera khawatir. Dia pun menggoyang tubuh ibunya, tapi tak kunjung terbangun. Kecemasan semakin melanda. "Ibu, bangun!" Lagi-lagi dia menggoyang-goyangkan badan sang ibu. Saat tak sengaja menyentuh tangan sang ibu yang telah dingin, dia pun berteriak histeris."Ibu, bangun! Ibu, bangunlah! Hiks … hiks. …. Ibuuu .... Kenapa Ibu tega meninggalkan Aera sendiri?"Mendengar teriakan Aera, para tetangga berdatangan.Aera, biarkan ibumu pergi dengan tenang. Jangan menangis, Aera," kata salah satu tetangga.Beberapa orang mengurus jenazah Nyonya Seo. Hari itu juga, Nyonya Seo dimakamkan. Aera melihat jenazah sang ibu untuk terakhir kali dengan air mata mengalir. Perlahan peti jenazah dimasukkan ke dalam tanah. Usai pemakaman, para pelayat pergi satu demi satu. Tinggal Aera sendiri. Air matanya tiada henti mengalir. Langit yang seakan mengerti kesedihan Aera, ikut menumpahkan airnya. Aera memeluk makam sang ibu. Setelah puas menangis, dia bangun, kemudian beranjak dari gundukan tanah. Dia memilih untuk kembali ke rumah. Tidak membutuhkan waktu lama Aera telah sampai di rumah, Aera memasuki kamar sang ibu. Dia membaringkan tubuhnya di sana. Tubuh dan hatinya terasa hangat. Tidak berapa lama, ia tertidur dengan lelapnya.Ketukan suara pintu membangunkan Aera dari tidurnya.Tok … tok … tok.""Aera, maafkan aku." Jean memeluk tubuh Aera.Mata sembap Aera yang terlihat jelas membuat Jean dan Ga Eun merasakan kesedihan yang dirasakan oleh sahabat mereka."Jean …. Ga Eun …, aku sudah baikan. Duduklah.""Aera, maafkan aku. Aku baru bisa berkunjung. Kemarin, banyak pekerjaan dan kamu tahu sendiri kalau Pemilik Restoran tidak akan mengizinkan kita pulang lebih awal, apa pun alasannya. Dan, aku tidak bisa meminta izin pada Atasan di tempat kerjaku yang baru. Aera, maafkan aku." Jean menyesal karena tidak ada di samping sahabatnya saat sang sahabat mengalami kesedihan dan membutuhkan dirinya."Aku tahu, Jean. Terima kasih sudah mau datang.""Aera, aku membawa sarapan untukmu. Aku yakin kamu pasti belum makan." Ga Eun membuka tiga bungkus bubur untuk mereka makan bersama."Terima kasih, Ga Eun …. Jean …, tapi aku belum lapar. Kamu letakan saja di atas meja," pinta Aera.Penolakan Aera membuat kedua sahabatnya saling pandang."Tidak. Aku yang akan menyuapi mu. Sekarang, buka mulutmu."Aera terpaksa menuruti Jean. Bubur yang dibawa Ga Eun habis juga."Aera, aku pergi dulu. Sepulang kerja, aku akan mampir lagi.""Jean, katakan pada Pak Manajer jika aku tidak masuk hari ini." "Tentu, Aera. Jaga dirimu baik-baik.""Hmmm ...."Setelah kepergian Jean dan Ga Eun, Aera memasuki kamar sang ibu. Dilihatnya foto sang ibu yang seolah tersenyum padanya. Aera mengambil baju sang ibu dari lemari. Tanpa sengaja dia melihat ada kotak berwarna cokelat. Rasa penasaran Aera pada kotak itu membuatnya cepat membuka. Adapun isinya sebuah surat, buku tabungan, serta beberapa lembar uang. Aera membaca surat tulisan tangan sang ibu"Aera Sayang …, maafkan Ibu. Selama ini, Ibu sudah banyak membohongimu. Ibu juga sudah bersikap egois. Aera, setelah kamu membaca surat Ibu, Ibu mohon kamu maafkan semua kesalahan Ibu. Aera, sebenarnya anakmu masih hidup. Dia sangat tampan seperti ayahnya. Mata dan bibirnya sama sepertimu."Aera mengamati kalimat yang tiba-tiba menusuk hatinya, bagaikan belati yang tajam menghunus dada. 'Anakku masih hidup dan Ibu mengetahui semuanya?'Air mata Aera tidak terbendung lagi. Dia tak henti bertanya mengapa ibunya setega ini. Aera melanjutkan membaca surat ibunya."Aera sayang … Ibu tahu setelah membaca surat ini, kamu membenci Ibu. Tidak apa-apa, ini semua memang kesalahan ibu. Aera, pergilah ke kota. Carilah putramu. Dia tinggal bersama Tuan Muda Hyun, ayah kandungnya. Ada beberapa lembar uang pemberianmu yang Ibu simpan untuk kamu sebagai bekal mencari anakmu. Dan, ada sedikit tabungan pemberian Tuan Besar Hyun untukmu. Ibu tidak memakainya karena Ibu tahu hari ini akan terjadi. Aera Sayang, sekali lagi maafkan ibumu ini. Ibu sudah sangat jahat padamu. Dari ibumu, Seo Jung Jun."Usai membaca surat dari ibunya, Aera tak lagi menahan gejolak perasaannya. Kecewa dan bahagia kini telah bercampur. Bahagia kerena putranya masih hidup, tetapi kecewa karena ibunya membohonginya selama ini."Aaaaggghhh ..." Aera berteriak sekencang-kencangnya "Ibu kenapa setega ini padaku?! Aku berpikir jika anakku benar-benar meninggal. Ternyata, Ibu lakukan itu agar aku tidak mencegah Ibu memberikan bayiku pada Tuan Besar Hyun." Setelah puas menangis, Aera merapikan surat dan uang yang sudah Nyonya Seo persiapkan untuknya. Dia berniat pergi ke kota untuk mencari rumah Tuan Hyun.Usai Aera membersihkan tubuhnya, dia bergegas mengambil tas dan pergi ke restoran. Dia berniat mengundurkan diri."Aera kau ke sini. Ada apa? Bukankah kau cuti hari ini?" "Manajer Han, maaf … kedatangan saya ke mari untuk memberikan surat ini.""Surat pengunduran diri?""Kenapa kamu mau berhenti dari sini, Aera?""Maaf, Tuan. Saya hanya ingin mengundurkan diri hari ini juga.""Apa alasannya?""Tidak ada. Maaf, Tuan. Anda tidak bisa mencegah saya ke luar dari sini.""Baiklah, saya setujui pengunduran dirimu."Aera bernapas lega setelah pengunduran dirinya disetujui oleh Manajer Han."Putraku, tunggu Ibu," batin Aera sambil bersiap pergi dari sana.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Cinta Mr. Luca
8.8
Luca, seorang bos mafia, tertembak dalam bentrokan sengit. Situasi kian kacau saat salah suntikan hormon memicu gairah liarnya. Sarah, kurir makanan yang menyelamatkannya, justru menjadi korban pelampiasan hasrat tersebut. Untuk bungkam, keluarga mafia melenyapkan saksi. Pengawal Luca pun membuang Sarah ke jurang setelah merenggut kesuciannya. Akankah takdir mempertemukan mereka kembali usai pengkhianatan kejam ini?
Sampul Novel GODAAN PAK DOSEN
8.8
Naina Alexandra terpaksa menikahi Arhan Bramantio, dosen pembimbing skripsinya yang terkenal dingin dan angkuh. Pernikahan tanpa cinta ini harus ia jalani demi memenuhi wasiat terakhir mendiang sang ibu. Di tengah rasa benci terhadap sikap kaku Arhan, Naina harus berjuang menghadapi berbagai ketegangan dan ujian emosional dalam rumah tangga mereka. Akankah Naina sanggup bertahan hidup bersama pria tersebut demi menjaga janji suci masa lalu?
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku
8.6
Tujuh tahun dinanti, kehamilan pertama sang istri justru disambut tuduhan perselingkuhan oleh suaminya sendiri. Terbakar api cemburu akibat bukti foto pakaian dalam yang misterius di rumah temannya, sang suami melakukan tindakan kekerasan fatal hingga menyebabkan keguguran dan melukai ibu mertuanya. Ketika hasil tes DNA akhirnya keluar dan membuktikan kesetiaan sang istri, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Kisah tragis penuh misteri dan pengkhianatan ini kini tersedia di platform novel web.
Sampul Novel Liang Hangat Sang Penari
8.7
Kehidupan Lisnawati, janda muda berumur 16 tahun, hancur setelah suaminya, Komar, tewas dibegal. Demi bertahan hidup, biduan dangdut keliling yang berparas menawan ini direkrut Tante Shinta ke dunia malam. Lisna pun menjadi primadona dan memikat Budi Hendrajit, pengusaha kaya raya. Hubungan benci tapi cinta pun terjalin di antara mereka. Meski Budi sangat terobsesi untuk menikahi Lisna, rencana tersebut terhalang oleh restu ibunya yang menolak keras latar belakang sang biduan.
Sampul Novel Menantu Menjadi Madu
9.6
Chika sangat menginginkan pernikahan yang bertahan selamanya. Namun, Irsan malah menceraikannya karena patuh pada sang ibu. Di sela rasa sakit hati dan luka yang mendalam, Chika pun berniat membalas dendam. Rencana itu berubah arah ketika ia justru terpikat pada ayah tiri dari mantan suaminya. Akankah relasi rumit ini berujung bahagia? Ikuti kisah asmara tak terduga yang dipenuhi konflik serta gejolak emosi ini.
Sampul Novel Sweet Divorce
9.3
Pravara Pranatha tak pernah mencintai Pandu Laksamana selama lima tahun pernikahan mereka, dan ia yakin suaminya pun demikian. Namun, saat ibu mertuanya meminta mereka bercerai, Pandu justru menolak keras. Prava sangat terkejut ketika suaminya tiba-tiba mengajak memperbaiki hubungan yang retak. Di tengah rasa muak yang mendalam, Prava mempertanyakan motif di balik perubahan sikap Pandu yang mendadak setelah sekian lama mengabaikan dirinya.