APKDock Logo
Sampul Novel Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan

Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan

8.2 / 10.0
Sebuah skandal besar mendadak mengguncang seluruh penjuru Universitas Jido. Rekaman video sangat pribadi milik Arlena tersebar luas setelah diunggah ke dalam grup obrolan kampus. Video yang diambil di dalam suite kepresidenan sebuah hotel bintang lima tersebut memperlihatkan momen yang sangat intim. Di depan sebuah jendela besar, Arlena tampak bersama seorang pria bertubuh jauh lebih tinggi. Kedekatan yang begitu intens di antara mereka kini menjadi pusat perhatian dan bahan gosip terpanas satu angkatan.

Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan Bab 1

Gosip paling menghebohkan tahun ini di Universitas Jido adalah video malam pertama Arlena yang diunggah ke grup kampus.

Video itu direkam di suite presiden sebuah hotel bintang lima.

Arlena tampak tanpa sehelai benang pun, ditekan oleh seorang pria yang jauh lebih tinggi darinya di depan jendela besar... Suara desahan dan hentakan terus menggema tanpa henti...

Gosip paling menghebohkan tahun ini di Universitas Jido jurusan seni adalah video malam pertama Arlena yang diunggah ke grup kampus.

Video itu direkam di suite presiden sebuah hotel bintang lima.

Arlena tampak tanpa sehelai benang pun, ditekan oleh seorang pria yang jauh lebih tinggi darinya di depan jendela besar... Suara desahan dan hentakan terus menggema tanpa henti...

Setelah selesai, pria itu berbisik di telinganya. "Patuh sekali kamu."

Kalimat itu seperti bom yang sangat kuat, memicu gelombang kehebohan di grup.

[Suara ini... jangan-jangan Declan, ya?]

[Arlena memang pandai sekali memainkan situasi. Dia bisa-bisanya menjalin kedekatan dengan dewan direksi sekolah kita. Pantas saja orang-orang yang dulu suka merundungnya sekarang tak berani macam-macam lagi.]

[Selama ini aku selalu mengira Arlena adalah wanita baik-baik. Ternyata dia licik juga. Memang pantas jadi anak dari seorang perebut suami orang.]

Ketika berita itu sampai ke telinga Arlena, dia sedang merajut syal untuk Declan di asrama.

Teman sekamarnya memutar video dengan volume maksimal, dengan senyum mengejek mereka mengedarkan ponsel, sengaja memanjangkan suara. "Arlena, jeritanmu terdengar sangat terlatih. Apa kamu sering berlatih, ya?"

Terdengar tawa riuh, wajah Arlena memucat, mematung di tempat. Syal yang setengah dirajut di tangannya tiba-tiba terlepas, dia bangkit dan lari keluar.

Dia terhuyung-huyung berlari ke kantor Declan, ingin menanyakan apa yang sebenarnya terjadi dengan video itu.

Namun, baru saja tiba di depan pintu, suara ejekan dari dalam langsung terdengar.

"Declan, kamu benar-benar tidak meninggalkan sedikit pun belas kasihan untuk Arlena. Kamu sengaja mengambil wajahnya dengan begitu jelas, sampai-sampai dia tak punya ruang untuk menjelaskan."

Mendengar itu, kepala Arlena seakan meledak. Sensasi dingin menjalar cepat ke seluruh tubuhnya.

"Itu memang salah dia sendiri karena mengganggu wanita yang paling Declan cintai. Jadi pantas saja kalau dia mendapat balasannya."

"Kasihan Declan. Dia bukan hanya harus mencari orang untuk menyebarkan rumor bahwa ibu Arlena adalah perebut suami orang, tapi juga harus pura-pura menjadi penyelamat yang membela Arlena dari para perundung, sambil terus berpura-pura penuh kasih sayang di hadapannya."

"Oh ya, Declan, kapan kamu berencana memberitahunya kebenarannya? Kalau gadis itu tahu bahwa pria yang sudah lama dia sukai ternyata adalah calon kakak iparnya sendiri, dia bisa-bisa menangis sampai pingsan di tempat, hahaha..."

Declan duduk di sofa, santai sambil memegang sebatang rokok. Dia mengetuk ujungnya di asbak, sementara ekspresinya sulit ditebak.

Sahabat di sampingnya melihat dia terdiam, lalu buru-buru bertanya, "Kamu merasa kasihan padanya? Padahal dulu dia berusaha sekuat tenaga agar Callista diasingkan ke luar negeri selama dua tahun penuh. Dia membuat Callista hidup susah di sana, sampai tidak bisa makan dan berpakaian layak. Kita tidak bisa membiarkannya begitu saja!"

Mendengar nama Callista, Declan akhirnya bereaksi.

Dia mematikan rokoknya, dengan santai berkata, "Tunggu Callista pulang."

"Hari itu kebetulan adalah hari jadi yang sudah lama dinantikan Arlena. Aku berencana memberinya kejutan agar dia mau mengembalikan semua utangnya pada Callista."

Napas Arlena tercekat. Di balik kabut asap, pandangannya menangkap wajah dingin Declan. Hatinya seolah terbelah dua, sakitnya menyesak hingga dunia di sekelilingnya terasa gelap.

Ternyata rumor-rumor yang mencoreng nama ibunya semua disebarkan oleh Declan!

Declan mendekatiku, melindungiku, hanya untuk membalas dendam.

Orang yang benar-benar dia cintai adalah adik tirinya, Callista Montel.

Arlena tak sanggup mendengarnya lagi. Dia berbalik dan pergi dengan tergesa.

Namun, sebelum sempat melangkah lebih jauh, beberapa wanita menghadangnya.

"Jadi ini orangnya? Bintang dari video pendek itu!"

"Baru saja keluar dari kantor. Apa dia begitu terburu-buru datang lagi untuk menyerahkan diri?"

Wajah Arlena pucat pasi. Dia mencoba melarikan diri, tetapi beberapa orang mendorongnya dan menghempaskannya begitu saja. Saat itu, suara dingin Declan datang dari belakang.

"Berani menyentuh Arlena di depan mataku? Kalian tidak takut mati?"

Declan, entah sejak kapan sudah meninggalkan kantor, kini melangkah mendekat dengan tubuh tinggi dan tegap.

Beberapa gadis yang melihat sosoknya langsung membubarkan diri, seperti kawanan burung yang terusik.

Declan melangkah mendekat, mengangkat tangan untuk merapikan rambut Arlena yang berantakan karena berlari. Dia membungkuk, menatap wajahnya dengan lembut. Jemarinya menyentuh pipi Arlena, mengusapnya perlahan.

"Sudah kubilang, kalau ada yang mengganggumu lagi cukup sebut namaku."

Aroma tembakau yang familier menyeruak ke hidungnya, membuat mata Arlena terasa perih.

Sosok Declan di depannya seakan bertumpang tindih dengan bayangan-bayangan masa lalu, sosok-sosok yang tak terhitung jumlahnya pernah berdiri di hadapannya, melindunginya.

Semua itu terasa seperti mimpi lama yang perlahan terulang kembali.

Dulu, saat ibunya mengakhiri hidupnya, ayahnya justru kembali menjalin hubungan dengan cinta pertamanya. Sejak saat itu, dia hidup seperti yatim piatu, bahkan lebih menyedihkan dari itu.

Tak lama kemudian, sekolah mulai dipenuhi gosip bahwa ibunya adalah perebut suami orang, sementara gadis bernama Callista diklaim sebagai putri sah dari Keluarga Montel.

Sebagai anak dari seorang perebut suami orang, dia tentu tak bisa lepas dari nasib sebagai korban perundungan.

Declan yang menolongnya keluar dari kesulitan.

Dengan posisinya sebagai anggota dewan direksi, Declan dengan mudah menciptakan ruang yang aman dan hangat untuknya.

Kemarin adalah hari ulang tahun Declan. Setelah mabuk, mereka akhirnya terlibat dalam hubungan intim. Pria itu menanggalkan kesan anggun dan terhormatnya, lalu menindihnya dengan penuh hasrat di depan jendela kaca tanpa tirai, menikmati setiap getaran tubuhnya yang dipenuhi kegugupan.

Bersama Declan, Arlena merasa seperti burung yang telah lama mengembara dan akhirnya menemukan tempat pulangnya.

Namun, dia tidak menyadari bahwa di balik sarang itu tersembunyi perhitungan demi perhitungan.

Arlena sempat kehilangan fokus sejenak.

Ketika dia sadar kembali, dia sudah dibawa Declan keluar dari gedung kantor, dan duduk di kursi penumpang di mobilnya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Kebahagiaan yang Pernah Kusimpan

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6 Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta Rahasia Dibalik Identitas Tersembunyi
9.3
Hasrat Putri Daniella menikahi Pangeran Philip terusik sejak Erik Sebastian hadir. Walau berprofesi sebagai sopir desa, Erik memendam cinta mendalam pada sang putri sejak masa kecil mereka. Lembaran misteri pun terbuka saat rahasia besar terungkap. Erik bukanlah pemuda biasa, melainkan sosok putra mahkota yang sesungguhnya. Kini, takdir serta jalinan asmara mereka terjebak dalam teka-teki identitas yang membingungkan.
Sampul Novel Foto Istriku di Aplikasi Michat
8.3
Kehilangan pekerjaan membuat Panji frustrasi hingga ia menerima usulan Bowo untuk mencari hiburan di aplikasi kencan. Merasa jenuh dengan penampilan istrinya, Shira, yang kini dinilainya kusam dan tidak lagi memikat, Panji pun berniat menyewa wanita demi kepuasan sesaat. Namun, pencariannya berubah drastis saat ia menemukan profil seksi bernama Dira. Ketika memperhatikan fotonya secara saksama, Panji terkejut karena sosok Dira sangat mirip dengan istrinya sendiri.
Sampul Novel Istriku Disiksa Sampai Gila
9.4
Kepulanganku dari Taiwan ke kampung halaman yang semula kuharapkan membawa kebahagiaan, justru berubah menjadi mimpi buruk. Aku mendapati istri tercinta telah kehilangan kewarasan, sementara anak kami dikabarkan telah meninggal dunia. Di tengah kepedihan mendalam ini, muncul keraguan besar atas apa yang sebenarnya terjadi. Benarkah kesaksian keluargaku sendiri jujur? Kini, aku harus bergerak mencari kebenaran dan mengungkap misteri gelap di balik tragedi memilukan ini.
Sampul Novel Istriku Mengkhianatiku Dengan Pria Lain
8.4
Pernikahan Zevan yang tampak sempurna selama dua tahun hancur seketika saat perselingkuhan istrinya, Clara, terbongkar. Di tengah amarah dan rasa sakit yang mendalam, ia meluapkan emosinya di dalam kamar yang gelap. Namun saat pagi tiba, Zevan terkejut karena sosok di ranjangnya bukanlah Clara, melainkan Amanda, sang pelayan baru. Kini ia terjebak di antara pengkhianatan sang istri dan kesalahan fatalnya sendiri. Haruskah ia menuntut balas, atau menghadapi kerumitan ini?
Sampul Novel Kelahiran Kembali Pebisnis Wanita Terbaik di Kampus
7.9
Dulu ia hancur karena dikhianati dan dihina hingga kehilangan keluarga, lalu tewas tragis saat muda. Namun, kesempatan kedua datang ketika ia terbangun di masa lalu, dua belas tahun sebelum tragedi itu terjadi. Bertekad mengubah takdir kelam, ia bangkit dengan kekuatan baru. Di sekolah, ia memang terlihat seperti murid penyendiri yang biasa saja. Namun di balik itu, ia diam-diam mendirikan kerajaan bisnis raksasa demi membalas dendam dan meraih kesuksesan.
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan