APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengasuh Cantik CEO Duda

Pengasuh Cantik CEO Duda

Agatha yang dirundung kemalangan memutuskan kabur ke bar demi melepas penat. Malang, segelas bir gratis pemberian bartender justru membuatnya tak sadarkan diri. Di tengah ancaman bahaya tersebut, ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya sejak awal. Seorang CEO duda bergelimang harta yang memperhatikannya langsung bertindak untuk menolongnya secara senyap. Kejadian tak terduga itu pun menjadi awal baru yang mengubah jalan hidup Agatha.
Bab
Bagikan

Bab 3

"Tidak, pasti aku salah ingat."

Jayden menghela napas panjang guna menepis daya ingatannya yang belum tentu benar itu. Ia melihat jam di pergelangan tangannya, lalu membalikkan badan untuk segera keluar dari ruangan ini. Tetapi saat sampai di ambang pintu, suara lirih tiba-tiba masuk ke telinga.

"Ibu ... ayah ... jangan pergi ...."

Jayden dengan terpaksa menghentikan pergerakannya. Ia berbalik lagi, melihat gadis itu sedang mengigau. Terlihat keringat keluar dari pelipis, alis yang menaut serta dahi yang mengerut, bibir mungilnya juga bergerak tidak jelas tanpa suara. Kaki Jayden entah kenapa berjalan mendekat.

"Orang tuamu di mana?" Jayden bertanya lirih, mendudukkan dirinya ke tepi ranjang, menatap wajah Agatha lagi.

Hingga tanpa diduga Agatha yang semula terlentang mendadak memiringkan tubuh dan memegang lengan Jayden erat. Jayden reflek tersentak. Dengan mata terpejam, gadis itu berucap untuk tidak meninggalkannya pergi. Berulang kali hingga membuat Jayden tidak tega. Sampai Jayden akan menyentuh wajah gadis itu, ia segera tersadar.

Jayden menggelengkan kepalanya kuat. "Tidak. Aku harus pergi dari sini sebelum terjadi sesuatu."

Jayden melepas tangan Agatha dengan perlahan kemudian berdiri. Gadis itu masih mengigau. Namun Jayden berusaha tidak peduli. Ini keputusan yang baik dari pada ia berakhir melakukan hal gila di luar akal sehatnya. Jayden menulikan pendengaran dan bergegas keluar kamar. Menutup pintunya hati-hati lalu mengusap wajah dengan kasar.

"Aku benar-benar sudah gila," desis Jayden yang sekarang sudah berada di luar ruangan nomor 24 itu.

Pagi pun tiba, Agatha terbangun saat mendengar ponselnya berbunyi nyaring bertanda ada telepon masuk. Meski dengan kepala yang terasa pusing, Agatha meraih ponselnya yang berada di saku celana. Baru saja ponsel itu menempel ke telinga, suara seseorang di seberang sudah sangat memekakkan.

"Agatha kamu jangan kesiangan! Hari ini kelas masuk pagi, loh! Awas saja kalau kamu sampai telat! Aku tidak akan mentraktirmu makan siang!"

Panggilan sudah diputus secara sepihak. Agatha menatap layar ponsel yang menampilkan nama 'Aluna' itu dengan tatapan lelah. Sang sahabat satu-satunya yang ia punya selama di kampus, teramat perhatian sampai menelepon sepagi ini hanya untuk mengatakan hal itu alih-alih membangunkannya.

Agatha semula hendak meletakkan ponselnya ke nakas, tapi tiba-tiba ia merasa ada yang janggal di sini. Seingat Agatha, di sebelah ranjangnya tidak ada nakas, melainkan meja belajar. Dan juga, kasur yang ia duduki kini rasanya sangat empuk dan besar, berbeda dengan yang biasa ia tiduri.

"Tunggu, aku di mana?" Agatha terdiam sebentar, lalu menatap ke sekeliling yang terlihat asing, dan seketika itu ia membulatkan mata.

"Ini, kan, bukan kamarku!" pekik Agatha yang kemudian turun dari ranjang.

"Kenapa aku ada di sini?"

Agatha buru-buru membuka pintu kamar. Lagi-lagi ia dikejutkan dengan apa yang dilihatnya sekarang. Ruangan yang luas. Terdapat dapur, kamar mandi, meja makan, hingga ruang TV. Ini jelas bukan kos-kosannya yang sempit, atap yang terkadang bocor, serta dinding yang catnya luntur di beberapa bagian.

"Apa yang terjadi kemarin malam?" gumam Agatha bingung. Ia mendudukkan diri ke sofa yang ada di depan TV.

Agatha menghela napas panjang, yang teringat di sebagian otaknya hanya sewaktu ia mendapat minuman gratis, lalu kepalanya tiba-tiba pusing, kemudian dua orang datang entah untuk apa. Dan Agatha tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Kalau benar ia telah dijebak, seharusnya ia terbangun tanpa sehelai pakaian. Tetapi jika mungkin saja ia pingsan lalu diselamatkan, Agatha harus berterima kasih.

Namun yang menjadi masalah, siapa yang membawanya ke sini?

"Pasti bukan sembarang orang yang bisa menyewa tempat ini hanya untuk membaringkan tubuhku yang pingsan."

Agatha ingin mengingat lagi perihal tadi malam, tapi saat melihat jam di pergelangan tangannya, ia tidak bisa terus berlama-lama di sana. Agatha tidak mau ambil pusing, yang terpenting tubuhnya masih selamat dan tersegel, ia memutuskan untuk melupakan kejadian ini. Kalau memang suatu saat ia bertemu dengan orang yang menyelamatkannya, Agatha pasti akan membalas budi.

Agatha berdiri dan bergegas keluar dari ruangan mewah itu. Melewati koridor yang cukup panjang, di kanan kiri ia melihat pintu yang bernomor. Lantai yang ia pijak sangat kinclong. Tetapi Agatha tidak mau terpesona lama-lama, ia harus mencari lift untuk turun. Sayangnya sebelum tiba di depan pintu lift, ia malah melihat pertengkaran kecil.

Agatha memilih berdiri di kejauhan untuk menunggu mereka dilerai oleh seseorang atau satpam. Agatha juga berpikir ia tidak berhak ikut campur dalam urusan mereka.

"Anak kecil sialan! Apa yang kamu lakukan pada bajuku?" bentak seorang wanita dengan tatapan marah.

Gadis kecil di hadapannya menundukkan kepala sambil memegang stik es krim. "M–maaf, aku tidak sengaja, Bi."

"Gara-gara kamu bajuku jadi kotor begini!" Wanita mengenakan dress pendek selutut itu menunjukkan noda di bajunya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel KALIAN SIAPA?
8.2
Amelia, pewaris kaya raya, mengalami guncangan mental hebat setelah dikhianati oleh keluarga palsunya dalam sebuah kebohongan besar. Sementara itu, Bima juga terpuruk akibat pengkhianatan sang istri. Di tengah krisis identitas yang dialami Amelia dalam mencari jati diri dan ketulusan, mampukah takdir mempertemukan kedua jiwa yang terluka ini? Bersama-sama, mereka harus mengungkap kebenaran, menyembuhkan luka masa lalu, dan membangun ikatan cinta sejati.
Sampul Novel Kanjeng Ratu Minta Mantu
9.5
Melanjutkan kisah dari Tante, Mau kan jadi Mamaku?, sekuel ini menghadirkan dilema horor yang unik. Bagi seorang lulusan baru, kejaran makhluk halus rupanya tidak ada apa-apanya dibanding desakan sang ibu yang sangat berambisi mencarikannya pasangan hidup. Teror perjodohan setiap hari ini terasa jauh lebih mengerikan bagi sang protagonis. Ikuti perjuangan jenakanya menghadapi tuntutan keluarga di tengah gangguan mistis yang penuh misteri.
Sampul Novel Pernikahan Sandiwara
8.0
Bagi Dina Sesan, mencintai Regent Parlindungan bagai mimpi. Namun, pernikahan mereka hanyalah status palsu demi menolong Regent, sang putra bangsawan, mengamankan hak waris dari ayahnya. Seiring waktu, benih cinta sebenarnya mulai tumbuh di antara mereka. Sayangnya, bayang-bayang masa lalu Regent dengan wanita lain membuat Dina ragu. Akankah ia bersedia menerima lamaran tulus Regent dan mengubah hubungan sandiwara ini menjadi ikatan suci yang nyata?
Sampul Novel Tergoda Pesona Bos Duda
9.1
Thalia Argantara, gadis pintar dan jelita dari keluarga biasa, memulai babak baru dalam kariernya sebagai asisten pribadi CEO Alexander Corp. Di tempat kerja ini, ia harus berhadapan dengan Bryan Alexander, seorang pewaris takhta bisnis yang baru saja menyandang status duda satu anak setelah dikhianati mantan istrinya. Di balik luka masa lalunya, kharisma dan kesuksesan Bryan tetap memikat. Mampukah Thalia mempertahankan batas profesionalnya, atau ia justru akan jatuh hati pada sang bos?
Sampul Novel Terungkapnya Kebiasaan Buruk Suamiku
9.5
Pernikahan Indira hancur seketika setelah mengetahui Agung berselingkuh dengan Zahra. Menghadapi kenyataan pahit bahwa suaminya telah membagi cinta, Indira enggan sekadar memberi pelajaran biasa. Demi mempertahankan harga diri, ia bertekad mengambil langkah berani untuk pergi dari pria yang tak tahu malu tersebut. Kisah ini mengikuti perjuangan penuh emosi Indira keluar dari badai rumah tangga demi meraih keadilan dan kebahagiaan barunya.
Sampul Novel Will Never Say Good Bye
8.0
Yoan terpaksa melarikan diri demi menghindari rencana jahat ayah tirinya. Pelarian itu mempertemukannya dengan Kenzo, sosok yang kemudian membawa ketenangan dan kebahagiaan baru dalam hidupnya. Sayang, kedamaian tersebut hanya bertahan sesaat. Ketika hubungan mereka menuntut keyakinan yang kokoh, Yoan justru didera keraguan mendalam. Situasi kian pelik saat ia mulai kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri di tengah konflik batin yang hebat.