APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengasuh Cantik CEO Duda

Pengasuh Cantik CEO Duda

Agatha yang dirundung kemalangan memutuskan kabur ke bar demi melepas penat. Malang, segelas bir gratis pemberian bartender justru membuatnya tak sadarkan diri. Di tengah ancaman bahaya tersebut, ia tak menyadari bahwa ada sepasang mata yang mengawasinya sejak awal. Seorang CEO duda bergelimang harta yang memperhatikannya langsung bertindak untuk menolongnya secara senyap. Kejadian tak terduga itu pun menjadi awal baru yang mengubah jalan hidup Agatha.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Anda mau memberinya obat tidur?"

Pria berjas hitam dengan rahang tegas itu menarik kedua sudut bibir, pandangannya menatap lekat pada seorang gadis cantik mengenakan hoodie berwarna abu-abu dan celana jeans yang duduk sendirian di sofa memanjang.

"Ya, dia targetku malam ini."

Sang bartender muda mengangguk patuh dan mulai memasukkan obat yang dibawa pria di depannya. Ia kemudian beranjak menuju gadis yang dimaksud oleh pelanggan setianya itu.

Agatha Marvelly menopang dagu dengan mimik lesu. Insiden di mana ia menjatuhkan ponsel iPhone milik senior kampusnya teringat lagi di otak. Agatha berulang kali mengembuskan napas panjang, belum lagi ia disuruh ganti rugi dalam waktu satu Minggu.

Sebagai mahasiswi semester akhir yang tinggal di kos-kosan, bagaimana bisa ia mendapatkan uang 15 juta dalam waktu sesingkat itu?

Maka untuk pertama dan terakhir kalinya, malam ini Agatha memutuskan ke bar guna menenangkan akal sehatnya.

"Mungkin ini bisa membantu Anda tenang."

Agatha yang sedang melamun alih-alih frustasi mengangkat kepala begitu melihat segelas minuman diletakkan di depannya. Ia reflek meneguk ludah. Sekilas terlihat menyegarkan dan menggoda rasa hausnya untuk segera meneguk.

"Gadis cantik seperti Anda tidak perlu membayarnya," celetuk bartender tampan itu dengan senyum ramah.

Agatha mengernyit heran, bingung karena tiba-tiba mendapat minuman padahal ia tidak memesan. Tetapi belum sempat ia membuka suara, bartender itu sudah berlalu pergi. Agatha menatap segelas minuman berwarna kuning keemasan dengan buih-buih putih di permukaannya. Tanpa harus bertanya pun, mahasiswi seperti dirinya sudah tahu itu minuman apa.

"Meminumnya sekali tegukan tidak akan membuatku mabuk, kan? Benar, aku hanya ingin membasahi tenggorokan saja. Lagi pula aku tidak boleh menyia-nyiakan minuman gratis ini."

Agatha mengangguk untuk meyakinkan diri dan berpikir positif. Wajah si bartender tadi tidak mencurigakan, jadi ia pikir bir yang sudah ada di genggamannya itu tidaklah berbahaya.

Agatha merapal doa, lalu meneguk bir itu sekali. Kernyitan di dahinya reflek muncul, ternyata rasanya tidak seenak yang ia bayangkan. Begitu ia meletakkan kembali bir itu yang masih tersisa banyak ke meja, tiba-tiba kepalanya terasa berdenyut.

"Astaga. Apa aku baru saja tertipu?" ringis Agatha sambil memegangi kepalanya yang semakin pening.

Agatha menyenderkan punggungnya ke sofa. Menatap langit-langit bar yang dipenuhi lampu. Ia mengerjap-ngerjap, berharap rasa sakitnya mereda, tapi bukannya berkurang, tubuhnya justru mendadak lemas. Nyeri di kepalanya semakin menyebar dan terasa ingin meledak.

"Kenapa mataku berat sekali?" gumam Agatha.

Jayden Byanthara sudah memperhatikan Agatha sejak tadi. Tak hanya itu, jemari tangannya mengepal kuat saat melihat pria yang menargetkan Agatha mempunyai ide licik. Ia memang sangat hafal dengan kelakukan pria beresengsek itu.

"Anda mau menolong gadis itu?" tanya sekretaris Jayden yang duduk di sebelahnya. Ia menyadari tatapan sang bos.

"Bawa dia ke apartemen yang kosong."

Jayden mengeraskan rahang, menatap dengan tajam pada pria di sebelah bartender yang kini terlihat tertawa-tawa. Ia sepertinya tidak menyadari kehadiran Jayden di sana. Dan itu kesempatan untuk dirinya segera bertindak.

"Sebelum anak kesayangan papa itu menidurinya," imbuh Jayden tegas. Ia beranjak dari duduknya dan berjalan lebih dulu dengan langkah lebar untuk menghampiri Agatha.

"Target Anda diambil, Bos."

Dari kejauhan, bartender tampan itu menyadari bahwa Jayden akan merusak rencana pelanggannya. Ia membelalakkan mata dan reflek berdiri. Si pembuat rencana yang melihat Jayden pun seketika menggertakkan gigi. Ia langsung berjalan cepat karena gadis miliknya akan direbut musuh. Alisnya menaut geram karena kondisi bar yang semakin sesak menghalangi jalannya.

Di sisi lain, Agatha merasa sekelilingnya tampak buram dan berputar. Ia berusaha mengerjapkan mata berulang kali, tapi rasa ingin menutup kelopak semakin menjadi. Agatha bahkan tidak bisa melihat dengan jelas saat dua orang pria kini berdiri di hadapannya. Ia tanpa sadar sudah memejamkan mata sebab rasa kantuknya semakin menggila.

"Panggil pelayan wanita dan suruh bawa gadis ini ke mobil, biar aku yang mengurus dua curut itu," perintah Jayden yang diangguki siap oleh sekretarisnya. Beruntung ia datang lebih cepat dari si pelaku.

Jayden mendudukkan dirinya ke sebelah Agatha yang sudah tertidur, memperhatikan gadis itu dengan lekat. Penampilannya berbeda dengan perempuan lain yang ada di bar ini, tapi entah kenapa sesuatu di dalam hatinya mendadak aneh. Ia memang belum tahu nama gadis itu, tapi sejak tadi rasa ingin melindungi terus mendesak otaknya untuk bergerak maju.

Tidak berlangsung lama dua pelayan wanita pun datang dan segera memapah Agatha keluar dengan pelan-pelan. Saat itu juga dua pria tadi baru sampai. Jayden sudah berdiri dan menghadang mereka dengan tubuh kekar dan kedua tangan yang ia rentangkan. Sang sekretaris pun juga mencekal lengan si bartender.

"Sial! Lepaskan gadis itu! Dia milikku!"

Jayden tertawa sarkas mendengar pengakuan menjijikkan dari pria yang ia kenali ini. "Memangnya dia akan menyukaimu? Lagi pula, bukankah dia gadis yang biasa saja? Kenapa standarmu menjadi rendah begini?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Seharusnya Tidak Pernah Melepaskannya
9.1
Hubungan penuh gairah antara Vovo dan Jasmine hancur setelah sebuah rahasia terungkap. Vovo menuntut perceraian resmi demi keluarganya, meski berjanji akan kembali. Namun, Jasmine yang telanjur sakit hati memilih pergi jauh, bahkan menggugurkan anak mereka untuk menata ulang hidupnya. Kehilangan Jasmine membuat Vovo didera penyesalan hebat. Kini, ia berjuang mengejar kembali sang mantan istri yang telah ia sia-siakan, demi mendapatkan pengampunan yang nyaris mustahil.
Sampul Novel Kau Rebut Ayahku, Aku Rebut Suamimu
9.5
Hidup Arlena hancur setelah seorang wanita merebut ayahnya, memicu duka mendalam yang merenggut nyawa ibunya. Didorong amarah, ia merancang aksi balas dendam yang tak biasa. Kesempatan emas muncul saat Arlena tahu bahwa perusak keluarganya adalah istri dari Rafael Vallenzo, bosnya yang berkuasa. Arlena bertekad memikat Rafael demi menuntut keadilan, tetapi rencana nekat ini justru menjerat perasaannya sendiri dalam risiko yang berbahaya.
Sampul Novel Lenyap Usai Kata Pisah
8.2
Sofia Wijaya memilih mundur saat Olivia Kartika kembali ke sisi suaminya, Revan Mahendra. Melalui trik dokumen universitas, Sofia berhasil membuat sang pewaris mafia menandatangani perceraian tanpa disadari. Sofia pergi menjauh dalam keadaan hamil, membawa rahasia besar yang akan mengubah segalanya. Kini, Revan yang menyesal mengerahkan seluruh kekuasaan dunia bawah tanah untuk memburunya. Namun, Sofia telah bertransformasi menjadi sosok tangguh yang siap membuat mantan suaminya berlutut memohon cinta.
Sampul Novel Malaikat dalam Gaun Baru
9.0
Jiwa seorang wanita berpindah secara ajaib ke dalam raga istri seorang miliarder kaya raya. Di balik kemewahan tersebut, ia hanya menerima perlakuan dingin dari sang suami. Situasi kian rumit ketika mantan kekasih suaminya hadir kembali, memicu tuntutan perceraian. Ia pun memilih pergi dengan lapang dada. Namun, perpisahan ini justru menjadi titik balik tak terduga yang mendekatkan mereka kembali dalam takdir cinta yang baru.
Sampul Novel Rasa Sakitku, Kesalahanmu
8.4
Kehidupan Rafaela runtuh seketika saat anak laki-lakinya meninggal dunia. Tragisnya, di momen krusial tersebut, Naren sang suami malah pergi demi menyambut cinta masa lalunya. Kepergian sang buah hati pun menjadi penutup kelam bagi kisah cinta sepuluh tahun dan pernikahan tiga tahun mereka. Kini, Rafaela tidak lagi memiliki air mata. Di tengah kehampaan yang dingin, ia memilih menyerah dan tenggelam dalam kesunyian yang menyiksa akibat pengkhianatan Naren.
Sampul Novel Terjebak Bayang-bayang Orang Kejam
9.2
Cinta Fianne Gatha ditolak kasar oleh Arthur Damarion. Penolakan itu berubah jadi teror saat ia tahu Arthur berniat menghancurkan keluarganya. Demi menyelamatkan diri, Fianne memalsukan kematiannya lalu kabur. Namun, Arthur yang kini berkuasa justru menggila hingga nekat membongkar kuburan Fianne demi mencarinya. Saat Fianne mencoba melarikan diri lagi, Arthur rupanya sudah menanti di depan pintu. Kini, ia harus memutar otak demi bisa bertahan hidup.