APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Fernanda kerap dihina sebagai gadis desa yang kasar semenjak kembali ke keluarganya, tetapi ia tak peduli. Keadaan berubah saat Cristian, pria yang sangat rasional, digosipkan hilang akal karena mencintainya. Tak rela sang kekasih difitnah, Fernanda mulai bertindak. Satu demi satu identitas aslinya terkuak, mulai dari desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses. Ternyata, dialah yang selama ini membodohi mereka semua.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat kata-kata itu keluar dari bibir Fernanda, seketika ruang makan menjadi sunyi, mereka menunjukkan ekspresi terkejut sekaligus tidak percaya.

Erika, yang kesabarannya mulai habis, menggebrak meja dengan kencang dan bertanya, "Wanita kampungan! Apa maksudmu berkata begitu? Ibuku berbaik hati menawarkan daging sapi itu padamu, tapi beraninya kamu menghinanya seperti itu?!"

Fernanda membalas tatapan heran mereka dengan memasang ekspresi tidak bersalah. "Yang kumaksud adalah daging sapi itu. Daging itu masih mentah dan kelihatannya menjijikkan. Memangnya kamu pikir aku membicarakan apa?"

"Kamu ...." Tidak sanggup melanjutkan kalimatnya, kata-kata Erika tercekat di tenggorokan. Dia tidak mungkin mengakui bahwa dia telah mengira Fernanda menghina Michelle.

Dengan kedipan mata yang lambat dan penuh perhitungan, Fernanda melanjutkan, "Kecuali, mungkin menurutmu ada sesuatu yang lebih menjijikkan di meja ini daripada daging sapi mentah?"

Mendengar ini, wajah Erika menunjukkan keheranan yang mendalam, dan untuk sepersekian detik, suaranya seakan menghilang sepenuhnya. Tidak sepatah kata pun dapat dia ucapkan.

Berusaha memecah keheningan yang canggung itu, Michelle menyela dengan lancar, "Fernanda, hidangan yang kamu maksud itu namanya beef tartare. Ini adalah makanan lezat yang terbuat dari daging sapi berkualitas tinggi dan telur yang dipasteurisasi. Biasanya, hidangan ini ditemukan di restoran-restoran kelas atas, jadi wajar jika kamu belum pernah mencobanya sebelumnya."

Kata-katanya secara halus menyiratkan bahwa seorang wanita kampungan seperti Fernanda pasti belum pernah merasakan pengalaman kuliner yang semewah ini.

Fernanda tersenyum nakal dan menjawab, "Nenek moyang kita menciptakan berbagai resep dan teknik memasak yang canggih. Jadi, kenapa kita harus mengonsumsi daging mentah seakan-akan kita kembali ke zaman batu?"

Sesaat, Michelle menunjukkan sedikit rasa tidak nyaman di wajahnya, tapi dia berhasil mempertahankan senyum sopan dan mengangguk tanda setuju dengan sedikit kaku. "Kamu benar juga."

"Aku setuju. Aku juga tidak terlalu suka beef tartare, rasanya tidak cocok di lidahku. Menurutku, makanan yang paling enak adalah masakan Indonesia yang penuh rempah. Tampaknya seleraku menurun ke Fernanda," imbuh Robert sambil mengangguk dan menatap Fernanda dengan bangga.

Fernanda tersenyum tipis sambil menyeka garpu bekas beef tartare dengan serbet, lalu lanjut makan dengan sikap tenang tanpa terpengaruh oleh kekesalan Erika yang mencolok.

Michelle tiba-tiba mengajukan pertanyaan dengan lembut, "Omong-omong, Fernanda, sekarang kamu kuliah di universitas mana? Erika kuliah di Universitas Luminary, salah satu kampus terbaik di negara ini. Bagaimana denganmu?"

Mendengar pertanyaan ini, Erika menyeringai puas.

Robert menyela atas nama Fernanda dengan dingin, "Aku sudah bertanya pada tetangga-tetangga Fernanda di desa. Saat ini, dia tidak kuliah di kampus mana pun."

Dengan mata terbelalak, Michelle berseru, "Apa?! Fernanda tidak kuliah? Astaga! Apa yang akan terjadi bila Keluarga Harper mengetahui hal ini? Nyonya Harper baru saja mengatakan padaku beberapa hari yang lalu bahwa mereka sedang merencanakan pesta yang meriah untuk merayakan kepulangan Fernanda. Jika mereka sampai mengetahui bahwa dia tidak berkuliah, ini bisa menjadi bencana."

Robert menengahi dengan nada jengkel, "Cukup. Aku akan mengurus kuliah Fernanda."

Menyaksikan hal ini, Erika tidak dapat menahan tawa. Membayangkan Fernanda akan dimasukkan ke kampus kelas bawah melalui koneksi sungguh lucu baginya.

Rasanya tidak masuk akal Keluarga Harper akan merayakan kepulangan wanita kampungan ini. Ketika melihat sikap Fernanda yang kasar dan tidak sopan, mereka pasti akan kehilangan respek terhadapnya.

Sebenarnya Erika menyukai Bobby Harper, tapi karena kegigihan Keluarga Harper untuk memenuhi janji, yaitu menunangkan putra mereka dengan Fernanda, mereka mendesak Robert untuk menemukan Fernanda kembali. Di matanya, ini merupakan hal yang tidak masuk akal.

Dia yakin bahwa Keluarga Harper pasti tidak akan menyukai wanita kampungan seperti Fernanda.

Saat membahas tentang pendidikan Fernanda, suasana di sekitar meja makan menjadi tegang.

Di tengah keheningan yang canggung, Fernanda meraih serbet dan menyeka bibirnya dengan anggun sebelum menjelaskan dengan tegas. "Aku sudah mendaftar untuk mengikuti ujian masuk Universitas Esaham. Jika semuanya berjalan lancar, aku akan kuliah di sana dalam waktu dekat."

Terkejut, Erika tertegun sejenak sebelum tertawa terbahak-bahak.

Universitas Esaham merupakan universitas paling bergengsi di negara itu, di mana banyak orang berlomba-lomba untuk masuk ke sana. Dengan jumlah kursi yang terbatas dan diperebutkan banyak orang, mungkinkah mereka akan mengizinkan Fernanda mengikuti ujian masuk? Ini sungguh tidak masuk akal. Dia pasti sedang mengada-ada.

Menyangsikan ucapan Fernanda, Robert tertegun dan matanya menyipit dengan tatapan dingin. Dia mengernyitkan dahi tidak setuju dan bertanya dengan tegas, "Fernanda, mana mungkin kamu bisa mengikuti ujian masuk Universitas Esaham? Apa berbohong merupakan satu-satunya yang kamu pelajari saat tinggal di desa?"

Michelle buru-buru menyela, "Sayang, tenanglah. Fernanda hanya mencoba membuatmu terkesan."

Beralih ke Fernanda dengan ekspresi lembut dan keibuan, Michelle berkata dengan nada menenangkan, "Fernanda, tidak berkuliah bukanlah sebuah aib. Kamu tidak perlu berpura-pura atau merasa rendah diri karenanya. Kita adalah keluarga, jadi kami tidak akan menghakimimu untuk masalah sepele seperti ini."

Meskipun dia mengatakan dengan lemah lembut, nada bicaranya dipenuhi dengan ketidakpercayaan, yang secara tersirat menyatakan bahwa Fernanda membual.

Tidak repot-repot membela diri, Fernanda langsung mengeluarkan ponselnya. Setelah mengetuk beberapa kali, dia mendorong ponselnya ke tengah meja.

Semua orang mencondongkan tubuh untuk melihat layar ponselnya. Ketika melihat apa yang ada di layar tersebut, tawa Erika berhenti seketika.

Di layar ponsel itu terpampang kartu ujian masuk Universitas Esaham, lengkap dengan nama Fernanda yang dicetak tebal dengan sebuah foto.

Merampas ponsel itu, mata Erika memeriksanya berulang kali dengan mata terbelalak. Amarahnya memuncak, dia melempar ponsel itu dan berseru, "Itu pasti palsu! Kamu pasti memalsukannya!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Geger di Bhumi Manggala
8.2
Tangisan Tadah Asih menggema di bawah langit Kilen yang memerah, menjadi awal dari ramalan kelam seorang petapa suci tentang kehancuran Bhumi Manggala. Saat sebuah kerajaan dirundung duka akibat kematian tragis seorang bangsawan agung, para prajurit setianya pun bangkit melakukan aksi bela pati. Di tengah situasi yang kian kacau dan dunia yang mulai runtuh, seorang pemuda berdiri dengan kemarahan memuncak. Ia memutuskan melangkah pergi demi menuntaskan dendam membara di hatinya.
Sampul Novel LINTANG Telik Sandi 69 - Prahara di Tanah Kematian
8.4
Demi menggali petunjuk penting, agen elite Telik Sandi 69 bernama Lintang rela memakai daya pikatnya untuk menjebak Bernardo yang mesum. Namun, ini barulah awal dari misi kerajaan yang jauh lebih besar. Bersama empat rekannya, Lintang dikirim untuk mengusut teror mencekam di Benua Swarna Dwipa. Penyelidikan menuntun mereka ke Tanah Kematian, sebuah area kejam tanpa hukum. Di sana, mereka harus menghentikan konspirasi gelap yang mengancam eksistensi umat manusia di Jagad Mayapada.
Sampul Novel MENGEJAR MIMPI KE NEGERI SAKURA
9.3
Tumbuh tanpa ayah membuat Aisyah Rana, gadis keturunan Jepang, kerap dihina sebagai anak haram di sekolah. Kemarahan Abah dan tangis Ibu setiap kali ia bertanya justru memicu tekadnya untuk kuliah di Jepang demi mengungkap kebenaran. Walau ditentang keras oleh orang tuanya, Rana pantang menyerah memperjuangkan impiannya tersebut. Di tengah perjuangan yang penuh luka ini, hadir seorang pemuda tulus yang diam-diam selalu setia melindungi dan menjaga hatinya.
Sampul Novel Occidens
9.7
Akibat ketamakan orang tuanya, Edgar yang berdarah campuran hidup dalam kebencian dan kutukan. Perlahan, hatinya yang dingin mencair berkat Selena, gadis pencari kayu yang selalu ceria. Namun, takdir kejam menguji cinta mereka saat Edgar dinobatkan sebagai pemimpin kaum immortal sekaligus penguasa klan demon. Aturan mutlak melarang sang raja memiliki ratu. Bisakah hubungan mereka bertahan menghadapi hukum dunia immortal yang sangat mengikat?
Sampul Novel Pedang Naga Siluman
9.5
Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.
Sampul Novel Si Beta Mencampakkanku, Lalu Aku Merebut Rajanya.
9.5
Bram, seorang Beta, tega mencampakkanku di altar demi serigala liar bernama Marina. Pengkhianatan setelah enam tahun bersama ini mempermalukanku di depan Raja Alfa dan seluruh benua. Di tengah keputusasaan di sebuah bar, aku menawarkan diri kepada sang Raja Alfa yang juga paman Bram. Siapa sangka, takdir mengungkap bahwa sang Raja adalah pasangan sejatiku. Kini, peluang emas terbuka lebar bagiku untuk membalas rasa sakit hati atas pengkhianatan Bram.