APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Pengantin Wanita yang Dicemoohnya Ternyata Legendaris

Fernanda kerap dihina sebagai gadis desa yang kasar semenjak kembali ke keluarganya, tetapi ia tak peduli. Keadaan berubah saat Cristian, pria yang sangat rasional, digosipkan hilang akal karena mencintainya. Tak rela sang kekasih difitnah, Fernanda mulai bertindak. Satu demi satu identitas aslinya terkuak, mulai dari desainer hebat, gamer genius, pelukis ternama, hingga pengusaha sukses. Ternyata, dialah yang selama ini membodohi mereka semua.
Bab
Bagikan

Bab 2

Dengan gerakan yang disengaja, Fernanda mengeluarkan sepotong pakaian dari kopernya, lalu berkata dengan suara yang datar dan dingin, "Itu bukan urusanmu. Silakan angkat kaki dari sini."

Yang dia inginkan saat itu hanyalah pria itu segera menghilang dari pandangannya.

Beberapa saat yang lalu, ketika pria itu memeluknya, jemarinya menyentuh punggungnya, bertahan sesaat terlalu lama. Ujung jari-jarinya terasa kasar karena kapalan, yang menunjukkan tangan tersebut lebih sering digunakan daripada orang biasa. Keahliannya menggunakan pisau dan refleksnya yang cepat menunjukkan bahwa dia bukan orang biasa.

Fernanda buru-buru menepis pikiran itu dan menahan diri untuk mencari tahu tentang latar belakang pria itu.

Dari bawah, suara klakson mobil memecah kesunyian. Pria itu berdiri dengan tenang.

Selama keintiman mereka sebelumnya, dia telah membuka sebagian kancing kemejanya, meskipun celananya tetap rapi.

Mengancingkan kancing kemejanya, pria itu berjalan menuju jendela dan melemparkan sesuatu pada Fernanda dengan santai sambil berkata, "Maaf atas ketidaknyamanan yang kutimbulkan sebelumnya. Anggap saja ini sebagai kompensasi untukmu. Terima kasih."

Selesai bicara, dengan ketepatan dan keanggunan layaknya seekor macan kumbang, dia melompat keluar jendela.

Fernanda mendekati jendela, di bawah cahaya lampu jalan yang redup, dia menyaksikan pria itu memanjat tembok dengan mudah. Dia menyusuri tepi jendela, menyatu dengan bayang-bayang kegelapan malam.

Dia membungkuk untuk mengambil benda yang ditinggalkan pria itu, sebuah kartu berwarna hitam yang mengilap.

Gangguan yang dia alami malam ini telah dibayar dengan kompensasi yang adil. Fernanda mengantongi kartu itu dan menutup tirai.

Keesokan paginya, sang kepala pelayan menghampiri Fernanda dengan ekspresi khawatir yang terukir di wajahnya. "Nona Fernanda, apa Anda bisa tidur nyenyak semalam? Semalam ada pemeriksaan terkait perampokan, yang menimbulkan kegaduhan."

Fernanda mengangkat bahu dengan santai dan bergumam, "Lumayan."

Saat mereka berkendara, sang kepala pelayan mencuri pandang ke arah Fernanda melalui kaca spion. Bersandar di kursi, Fernanda menatap ke luar jendela. seolah-olah dia sedang berpikir keras.

Setelah dilihat-lihat, Fernanda tidak seperti seorang gadis yang dibesarkan di desa. Sikapnya yang anggun dan tenang membuatnya tampak begitu memesona dan siapa pun akan merasa nyaman dengannya.

Dua hari kemudian, Fernanda tiba di Kota Esaham.

Kota Esaham merupakan kota metropolitan yang padat, dengan jalan-jalan yang ramai dan arus lalu lintas yang tiada henti.

Pada pukul 8 pagi, sebuah limusin Lincoln meluncur ke kawasan mewah Vila Dawn dan berhenti di depan sebuah vila putih tiga lantai yang megah.

Melangkah keluar dari limusin dengan anggun, Fernanda membiarkan matanya menjelajahi kemegahan bangunan di hadapannya.

Kemegahan vila itu merupakan bukti kekayaan yang luar biasa. Bibirnya yang berwarna merah cerah melengkung ke atas membentuk senyum yang sedikit meremehkan.

Ini adalah kediaman ayahnya, Robert Morgan. Awalnya hidup miskin, ayahnya telah meraih kekayaan dan status berkat dukungan mendiang ibunya.

Namun, setelah mencapai kesuksesan, Robert dengan dingin menyingkirkan istrinya dan memilih untuk menikmati hubungan dengan wanita simpanannya.

Wanita itu, Michelle Morgan, tidak memberikan kontribusi apa pun terhadap kesuksesan Robert, tapi sekarang dia duduk dengan bangga di kursi yang seharusnya dinikmati oleh ibu Fernanda. Dia menikmati kemewahan dan rasa hormat yang tidak pernah menjadi haknya. Yang lebih buruk lagi, Michelle, yang merasa di atas angin, berani memamerkan kehidupannya yang telah dia curi di hadapan ibu Fernanda, yang menyebabkan ibu Fernanda depresi dan akhirnya meninggal dunia.

Bagi orang yang tidak mengetahui latar belakangnya, dia dipandang sebagai istri kedua Robert dan menjadi simbol keanggunan dan pesona. Dia bahkan berani mengklaim bahwa dia adalah ibu kandung Fernanda. Namun, Fernanda tahu dengan jelas bahwa di balik lapisan luar yang dipoles itu tersimpan kebenaran yang mentah dan tidak kenal ampun.

Mata Fernanda yang gelap mengeras sesaat, di mana tekad yang kuat melintas sesaat di dalamnya.

Ibunya tidak lagi ada di sini untuk mencari keadilan, tapi dia berjanji akan memberikan keadilan atas nama ibunya.

Tepat pada saat itu, pintu besar vila itu terbuka dan memperlihatkan pasangan yang bertanggung jawab atas pergolakan dalam hidupnya.

Robert berdiri tegak dalam balutan setelan jas yang rapi dan menonjolkan perawakannya. Kacamata berbingkai emas yang dia kenakan memantulkan cahaya hangat dan menambah kesan karisma yang penuh perhitungan.

Di sampingnya ada Michelle, gambaran keanggunan yang sesungguhnya. Gaunnya yang pas badan melekat sempurna pada tubuhnya yang langsing dan memancarkan kehalusan serta ketenangan.

Dengan senyum mengembang di bibirnya, Robert melambaikan tangan pada Fernanda dan menyapa, "Fernanda, kamu sudah pulang. Kemarilah."

Mata Fernanda menunduk ke bawah, menyembunyikan badai emosi yang bergejolak dalam dirinya. Dengan penuh keraguan, dia melangkah mendekat.

Dengan lengan melingkari pinggang Michelle, Robert memperkenalkan, "Fernanda, ini ibumu."

Kemudian, dia menunjuk ke arah ruang tamu dan lanjut berkata, "Dan itu Erika, adikmu."

Mendengar namanya disebut, Erika Morgan, yang sedang duduk di sofa sambil asyik menonton televisi, menoleh ke arah Fernanda. Melihat gaun Fernanda yang polos, dia memutar bola matanya ke atas dan mencibir, "Wanita kampungan itu? Ayah, dia bukan kakakku."

Michelle melangkah maju untuk merangkul lengan Fernanda, lalu berkata dengan senyum hangat yang tersungging di bibirnya, "Fernanda, Erika hanya bercanda. Jangan pedulikan dia. Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Kamu pasti kelaparan, ayo makan dulu."

Tanpa banyak bicara, Fernanda menepis tangan Michelle sebelum melangkah dengan langkah mantap menuju ruang makan.

Menyaksikan hal ini, senyum di wajah Michelle memudar dan digantikan dengan kebingungan. Dia menoleh ke arah Robert dan bertanya dengan nada khawatir, "Robert, kenapa dia seperti itu?"

Robert menghela napas sebelum berkata dengan nada pasrah, "Fernanda dibesarkan di pedesaan, jadi maklum jika dia kurang sopan. Bukan karena dia tidak suka padamu, Michelle."

Michelle mengangguk perlahan dan senyum lembut kembali muncul di wajahnya. Dia berkata dengan penuh tekad, "Jangan khawatir. Aku akan membimbingnya dengan baik, dari mengubah kebiasaan buruk saat dia masih tinggal di desa sampai membentuknya menjadi wanita yang anggun."

Merasa tersanjung dengan niat baik istrinya, Robert menepuk punggung Michelle dengan lembut dan bangga.

Di ruang makan, Michelle duduk di sebelah Fernanda.

"Fernanda, cobalah daging sapi ini. Ini kesukaan Erika," ucap Michelle sambil meletakkan sepotong daging sapi ke piring Fernanda.

Namun, Fernanda buru-buru menyingkirkan daging sapi itu dari piringnya dan meletakkannya ke piring kosong dengan ekspresi jijik. "Itu menjijikkan," ucapnya dengan datar tanpa sedikit pun kehangatan dalam suaranya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Di Ceraikan Karena di Tuduh Mandul
9.4
Demi berbakti pada orang tua, Kinara bersedia menikah saat berumur tiga puluh tahun. Sialnya, setelah dua tahun berjalan tanpa momongan, sang mertua malah menuduhnya mandul. Luka hatinya kian menganga ketika suaminya memilih untuk menikah lagi dengan perempuan lain. Di tengah rasa dikhianati dan hancur, Kinara tidak tinggal diam. Ia bertekad bangkit untuk mematahkan tudingan kejam tersebut sekaligus membuktikan martabat dirinya yang sesungguhnya.
Sampul Novel Harga Seorang Ratu Mafia
9.5
Pernikahan politikku dengan Marco Ricci demi menyatukan dua klan besar Jakarta hancur setelah aku memergokinya bermesraan dengan Angelia, gadis yatim yang diklaim sebagai adiknya. Menyadari diri ini hanya alat kekuasaan sementara cinta Marco milik wanita lain, aku memilih berontak. Kubatalkan pertunangan kami, lalu kuputuskan menikahi Dante Wiryawan, rival terberat keluarga kami. Aliansi baru yang tak terduga kini resmi dimulai.
Sampul Novel Janji Kita Hanyalah Debu
8.2
Sikap dingin Farel akhirnya membuat kesabaran Rania habis. Memegang janji masa lalu untuk pergi jika dikhianati, ia diam-diam menyiapkan perceraian dalam tiga puluh hari. Rencana itu kian mantap saat Rania berniat memberi kejutan ulang tahun di kantor suaminya. Alih-alih kemesraan, ia justru menyaksikan Farel bermesraan dengan Alena, mantan kekasihnya. Pengkhianatan nyata di depan mata ini menjadi titik balik bagi Rania untuk benar-benar melangkah pergi.
Sampul Novel Ketika Cinta Adalah Sebuah Kebohongan
9.7
Tiga tahun Kesha terjebak dalam pernikahan toksik bersama Juan. Titik balik terjadi saat sang adik mengkhianatinya dengan kejam. Setelah dijebak, Kesha memutuskan pergi dan meninggalkan surat cerai. Bertahun-tahun kemudian, ia kembali sebagai wanita sukses yang menawan. Juan terkejut melihat kemiripannya dengan cinta barunya, lalu sadar bahwa selama ini ia hanya menjadikan Kesha sebagai pengganti. Kini, Juan yang putus asa mengejar Kesha demi mendapat jawaban atas luka masa lalu mereka.
Sampul Novel Rahasia Dibalik Sempurna
8.8
Selama empat tahun, Vincent dan Audrey Dawson sukses memikat publik Negara X sebagai pasangan pengusaha yang sangat harmonis. Namun, di balik kesempurnaan hidup yang mereka pamerkan, tersimpan sebuah rahasia besar. Hubungan pernikahan mereka sebenarnya hanyalah kesepakatan bisnis tertulis demi meraup keuntungan pribadi. Segala bentuk kemesraan yang mereka tunjukkan di depan umum tak lebih dari kepura-puraan demi menjaga reputasi serta ambisi finansial masing-masing.