APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGANTIN TITIPAN

PENGANTIN TITIPAN

Kamila jatuh cinta pada Dion, mahasiswa KKN yang berani melamarnya tanpa restu keluarga. Namun di hari pernikahan, Dion malah kabur dan meminta Aldin Nabastala, seorang duda, untuk menggantikannya. Demi menjaga nama baik ayahnya, Kamila terpaksa menikah dengan Aldin walau hatinya masih untuk Dion. Seiring waktu, kepribadian shaliha Kamila membuat Aldin jatuh hati. Akankah Aldin merelakan istrinya kembali saat Dion saat cinta mulai tumbuh?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Dia bakal ke sini nanti. Dia bilang, dia akan tetap mengusahakan pernikahan," kata Kak Mirna menjawab tanya dari tatapan mataku.

Mendengar ucapan kakakku, aku berusaha menarik kedua sudut bibir ini ... meskipun terasa begitu getir.

***

Air mataku kembali mengalir ketika mendengar Bang Dion menyatakan harus menunda pernikahan kami. Apa yang harus aku katakan kepada ayah?

"Ber*ngsek lu!" sembur Kak Mirna sambil bangkit berdiri.

"Kak, aku juga bingung harus bagaimana." Wajah Bang Dion tampak kalut. Ia juga ikut bangkit dari duduknya.

"Gue udah tahu bakalan begini jadinya! Elu hanya mainin perasaan adek gue, 'kan?! Mana lu bilang adek gue hamil lagi!" Kak Mirna mulai tersulut emosi, makanya ia ber-gue-elu dengan Bang Dion sekarang.

"Gak gitu, Kak! Aku serius dengan Mila. Tapi mama dan papaku belum bisa menerima semua ini! Dan soal Mila yang hamil, mmm ... maksudku cuma biar papa mengizinkan. Ternyata ...." Bang Dion tertunduk.

"Ayah gue udah cetak undangan dan udah ngabarin tetangga juga kerabat! Hari pernikahan tinggal dua pekan lagi. Mau ditaroh mana muka kami, hah?!" Kak Mirna semakin sengit.

Bang Dion menatap nanar ke arahku. Ia meremas rambut kepalanya tampak frustrasi.

Air mataku mengalir semakin deras. "I–iya, Bang ... ayah pasti malu kalau pernikahan gak jadi. Dan ... dan ini alasan ayah menolak Mas Sugeng," ucapku sembari menahan isak.

Kami terdiam beberapa saat.

Tiba-tiba Bang Dion berkata, "Ada jalan keluar ... ada jalan keluar ...."

"Apa?" tanya Kak Mirna tidak sabar.

"Tunggu ... tunggu sebentar. Aku nanti balik lagi." Bang Dion langsung melenggang pergi dengan langkah lebar.

"Apa lagi yang mau dilakukan cecunguk itu?" Kak Mirna tampak sangat kesal.

Aku menggeleng lemah, lalu bangkit dan masuk ke kamar. Tenggelam dalam renungan panjang dan berlinang air mata. Benarkah ini cinta sejatiku, ya Rabb?

Aku hanya ingin membahagiakan ayah. Semenjak ibu meninggal, ayah terlihat sedih dan lebih pendiam. Bisakah aku membahagiakan orang tua yang tinggal satu-satunya ini, ya Allah?

***

Kubuka pintu. Tampaklah Bang Dion datang bersama seorang pria cukup tampan. Wajahnya diselimuti bulu tajam yang baru tumbuh di sekitar pipi dan dagunya. Postur tubuhnya lebih tinggi dan lebih atletis daripada Bang Dion. Otot lengan atas dan dadanya tercetak jelas dari balik kemeja biru muda itu.

"Ini cewekmu?" Matanya yang bersorot tajam itu memindaiku dari atas ke bawah. Membuatku risih. Untung saja hanya sebentar.

Aku mengernyitkan dahi melihat pria yang dibawa Bang Dion di hadapan. Kemudian mereka kupersilakan masuk ke ruang tamu.

"Iya, Bang," jawab Bang Dion sembari mengarahkan pria asing itu ke sofa tua di rumah kontrakan Kak Mirna ini.

"Siapa ini, Bang?" tanyaku kepada Bang Dion.

Pria yang dipanggil abang oleh Bang Dion lalu duduk tanpa diminta. Dia mengeluarkan sebuah kotak rokok dan mengambil sebatang dari dalamnya. Aaah, aku benci dengan benda itu!

Tampak lelaki itu sejenak menghidu batang rokok itu, lalu menyelipkan di antara kedua bibirnya. Akan tetapi, yang membuatku heran ... dia tidak menyalakan rokok tersebut.

"Duduk dulu, Mila," ucap Bang Dion.

"Aku ambilkan minum dulu, Bang," ujarku.

Bang Dion pun mengangguk.

Aku lalu melenggang pergi ke arah dapur kecil Kakakku.

"Hanya beberapa waktu, Bang." Terdengar suara Bang Dion berbicara dengan temannya.

"Kamu gak jelas banget. Beberapa waktu itu berapa lama?" Suara lelaki itu terdengar berat.

"Skripsiku dua bulan lagi rampung. Setelah wisuda aku bakalan menyelesaikan semua, Bang," jawab Bang Dion.

"Kalo dua bulan lagi kamu selesai ujian skripsi, maka kamu wisuda tiga bulan kemudian. Idemu ini gak masuk akal. Abang ke sini pengen tahu aja, penasaran sama cewek yang kamu taksir." Pria itu tertawa kecil. Entah apa yang mereka bicarakan?

Es teh sudah jadi, lantas kutaruh gelas-gelas itu ke atas nampan. Aku lalu melangkah menuju ruang tamu yang tidak jauh dari ruang makan kami.

Makanya aku mendengar percakapan mereka, karena rumah kontrakan kakakku ini memang tidak seberapa besar. Bahkan ruang makan sekaligus difungsikan sebagai dapur.

"Minumnya, Bang," tawarku sambil meletakkan dua gelas es teh di atas meja, "Kak Mirna lagi keluar sebentar," lanjutku. Aku kemudian mendudukkan bokong di sofa tua di situ.

"Mila ... ini Bang Aldin. Bang, ini Kamila." Bang Dion memperkenalkan kami.

"Hemm ...." Pria yang bernama Aldin itu hanya berdeham menjawab Bang Dion. Ia lalu meraih gelas dan menenggak air es teh tersebut dengan tegukan besar. Setelah itu, batang rokok yang sebentar tadi ia lepas, kembali diselipkan lagi di kedua bibirnya. Aneh.

Aku pun mengangguk pelan dan mengulas senyum kecil tanda menegurnya.

"Bang Aldin ini yang akan membantu kita," ujar Bang Dion.

Aku mengernyitkan dahi. "Bagaimana caranya, Bang?" tanyaku penasaran.

"Bang Aldin akan menikahi kamu. Menggantikanku," jawab Bang Dion agak lirih, aku tidak yakin mendengar perkataannya dengan jelas. Hal itu membuatku menautkan alis.

"Mak–maksud Abang gimana?" tekanku.

"Abang yang nikahin kamu. Biar bapakmu gak malu," sambar Bang Aldin.

"Ap–apa?!" Aku sangat terkejut, sontak aku bangkit dari duduk.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Setelah Menikah
9.4
Bunga, wanita yang masih dibayangi masa lalu, bertemu Rio Xen Zhin. Rio adalah CEO asal Jepang yang kaya, berwibawa, dan dingin. Wajahnya sangat mirip mendiang mantan tunangan Bunga. Demi membalas sebuah jasa, Rio memutuskan menikahi Bunga. Di tengah pernikahan tanpa cinta ini, mampukah Bunga merelakan masa lalunya dan menghadapi kenyataan bersama pria berwajah serupa?
Sampul Novel Cinta yang Melintasi Waktu
9.5
Sepuluh tahun pernikahan Lestari dipenuhi kebencian Atmaja yang berduka atas kematian cinta pertamanya. Namun, saat kebakaran melanda, Atmaja justru mengorbankan nyawa demi menyelamatkannya. Diiringi penyesalan mendalam dan tuduhan dari mertuanya yang berharap Atmaja menikahi Intan, Lestari memilih mengakhiri hidup dengan melompat dari Menara Bintang. Keajaiban membawanya kembali ke sepuluh tahun lalu. Kini, ia bertekad melepaskan Atmaja dan mengubah takdir mereka selamanya.
Sampul Novel Cintanya Bersinar Dalam Kegelapan
9.4
Julian dulu terabaikan dalam hidup Sienna, meski dialah pencuri ciuman pertama gadis itu saat gelap. Ketika takdir meruntuhkan dunia Sienna dan memaksanya menikahi pria lain, Julian kembali. Namun, ia tidak lagi lemah. Kini sebagai pria berkuasa, Julian hadir di titik terendah Sienna untuk melindunginya. Lewat lamaran pernikahan yang penuh keyakinan, ia siap membuktikan bahwa cinta tulusnya tiada tanding.
Sampul Novel DIGILIR PREMAN (Istriku Dibawa Kabur)
9.7
Hidup Jovan hancur seketika saat keluarga dan harga dirinya direnggut. Lewat petunjuk dari sebuah surat misterius, ia terseret ke dalam pusaran dendam masa lalu yang kelam. Demi melacak keberadaan istrinya yang hilang misterius, Jovan harus bangkit dan melampaui batas kemampuannya saat melarikan diri. Inilah perjuangan keras seorang pria demi mengungkap kebenaran pahit di balik pengkhianatan besar yang telah merusak seluruh hidupnya.
Sampul Novel Luka Batin Istriku
9.0
Seorang suami terkejut saat mendapati Tari menyuguhkan minuman mencurigakan kepada bayi mereka, Adel. Ketakutan menyergap Tari hingga ia hanya bisa menangis membisu tanpa sanggup membela diri. Kemarahan sang suami kian memuncak begitu tahu stok susu anak mereka telah habis. Ia pun nekat membanting botol susu yang tersisa setengah demi memaksa sang istri bicara jujur. Di balik tangisan histeris yang pecah, sebuah rahasia yang menyayat hati akhirnya mulai terkuak.
Sampul Novel Mencintai dia
8.6
Mencari pasangan hidup sejati bukan sekadar tentang rupa yang menawan. Kisah romansa modern ini memberikan sudut pandang mendalam bahwa keindahan fisik tidak menjamin kebahagiaan sebuah keluarga di masa depan. Seorang pria dituntut menyadari bahwa anak-anaknya kelak membutuhkan figur ibu yang bijaksana, bukan sekadar cantik. Fokus utama dalam hubungan ini adalah menemukan sosok wanita yang mampu mendidik generasi penerus dengan limpahan kasih sayang tulus serta nilai moral yang kuat.