APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGANTIN KONTRAK

PENGANTIN KONTRAK

Elmy terlilit utang besar setelah menabrak mobil mewah milik Raffayel, CEO Baskara Group, tepat setelah ia resign. Untuk melunasi ganti rugi sekaligus menghindari perjodohan keluarga, Raffayel menawarkan pernikahan kontrak selama lima bulan. Namun, pernikahan sandiwara mereka terusik oleh obsesi Hannah, sahabat masa kecil sang CEO. Di tengah perbedaan kasta dan tekanan dari luar, mampukah kesepakatan bisnis ini berubah menjadi cinta nyata sebelum batas waktu kontrak habis?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Apa? Pak Raffayel mengaku punya pacar? Padahal kenyataannya kan ...." Pria itu cepat-cepat menutup mulut saat Raffayel mendongak menatapnya. "Maaf," ujarnya sambil menunduk.

Asisten sekaligus sekretarisnya itu mengambil tempat di sebelah Raffayel. Pria dengan rambut plontos dan tinggi 170 lebih itu menoleh, mengamati ekspresi sang atasan dengan saksama. Sudah setengah jam Raffayel melamun di kursinya.

"Anda mau saya sewakan cewek panggilan?"

Raffayel menggeleng, kalau dia menyewa wanita panggilan, bukan tidak mungkin para pejabat tinggi perusahaan yang gemar celap celup akan mengenali wanita itu. Raffayel tidak mau mukanya tercoreng. Rencana untuk menghindari perjodohan dengan Hannah harus berhasil.

Masih ada waktu enam hari lagi, pikirnya kemudian menatap setumpuk berkas yang mesti dia periksa hari ini.

"LC, gimana? Atau model? Atau mungkin Pak Raffayel punya temen cewek yang bisa dimintai bantuan?" ujar asistennya masih berusaha memberi solusi, meski semua ditolak.

"Lupakan soal itu, hari ini jadwalku apa saja?"

"Ada rapat dengan tim pemasaran, ada pertemuan dengan relasi, dan makan siang bersama dengan Chairman." Bagian opsi terakhir membuat perut Raffayel agak melilit, untuk apa ketua mengajaknya makan bersama? Mau membahas soal perjodohan dengan putrinya? Apa pria tua itu belum tahu kalau Raffayel menolak perjodohan bisnis mereka?

"Brian, bagian makan siang ... bisa dicancel?"

"Tapi Chairman minta anda untuk meluangkan waktu agar bisa makan bersama dengannya." Brian bahkan menunjukkan pesan yang dia dapat dari ketua perusahaan itu pada Raffayel.

"Tolong kasih tahu, kalau aku ada rapat atau apapun itu. Aku yakin selain kami berdua, pasti ada Hannah."

"Anda menghindari Hannah? Apa sih yang salah dari dia, Pak?" tanya Brian penasaran, dia cukup lama mengenal Raffayel, tapi sampai sekarang dia masih belum mengerti kenapa atasannya ini malas sekali berhadapan dengan perempuan cantik seperti Hannah.

"Jika aku jelaskan, kamu gak akan percaya, Brian. Pokoknya beritahu pada ketua, kalau aku sibuk. Titik!" Raffayel menunjuk pintu keluar pada Brian, dan pria itu langsung paham kalau Raffayel perlu waktu sendiri sekarang.

Selepas Brian keluar, Raffayel menenggelamkan diri dengan pekerjaannya, melupakan sebentar masalah yang membelenggu pikirannya.

***

Elmy menutup telinganya dengan headphone. Suara ibunya yang mengomel dari luar cukup membuatnya meradang, dan sudah pasti dengan topik yang sama.

"Kapan sih kamu sadar, kamu itu udah 27 tahun! Udah siap buat nikah."

"Gak malu sama anak tetangga? Dua puluh lima tahun udah nikah, punya anak, sekarang suaminya kerja di perusahaan besar! Hidupnya enak! Kamu gak mau kek gitu, hah?"

"Noh, anak pak RT yang lebih muda dari kamu udah nikah kemarin. Kamu yang tua ini kapan? Mau sampai kapan kamu begini terus?"

Nikah. Nikah. Nikah. Gak ada gitu, pembahasan yang lain? Krisis moneter, kek? Soal bentuk bumi itu apa, kek! Apalah, yang ada faedahnya! Pikir Elmy sambil menggerakkan kursor ke bagian pencarian dan mengetik laman web yang biasa dia kunjungi.

Suara musik dari Sevdaliza membuat dia mengangguk-angguk. Dia menekan bagian penghasilan di laman web dan mengecek berapa hasil penjualan bab berbayar yang dia tulis akhir-akhir ini. Sebagai pengangguran baru, Elmy hanya memanfaatkan uang dari kegiatan menulis novel yang dia geluti sejak dulu. Hasilnya lumayan kalau novelnya sedang naik daun, tapi kalau gagal, ya gigit jari saja.

Saat melihat angka di web, matanya berair, bibirnya mengatup rapat. "Hah!" Elmy mendesah sambil menelungkupkan kepala di atas meja. "Kalau kek gini, sebulan aku gak bisa bayar utang ke Raffayel."

Kembali dia menegakkan badan dan membuka ponsel, membuka aplikasi mbanking-nya, mengecek berapa jumlah tabungan yang dia miliki sekarang. Tabungannya sisa beberapa juta lagi, dan sebentar lagi bakal raib. Dengusan napas berembus saat dia memanyunkan bibir.

Keluar dari aplikasi, Elmy membuka aplikasi pesan dan mengirim chat pada Raffayel. "Kirim norek, aku mau nyicil utang!" ketik Elmy sambil merengut. Duit yang seharusnya dia pakai sebagai cadangan selama tidak bekerja, kini kandas karena mobil mercedes sialan itu.

Tak lama ada balasan dari cowok itu, bukan sederet angka atau kalimat sindiran, tapi sebuah pertanyaan yang membuat alis tebal Elmy berkerut.

"Mau hutang kamu cepat lunas, gak?"

Pertanyaannya sudah mirip iklan pinjol, pikir Elmy. Jari kecil Elmy segera memencet kolom chat dan membalasnya, "Jangan bilang kamu mau nyuruh aku buat jual diri."

Beberapa detik saja Raffayel membalas. "Kalau kamu berpikir begitu, coba ngaca dulu deh. Emang body kamu menjual?"

Elmy meninju pahanya sendiri, luar biasa sebal dengan balasan Raffayel. Kalau saja dia tidak ingat ada hutang dengan pria itu, sudah sedari tadi dia block nomornya. Sembari menarik napas panjang, Elmy membalas chat tersebut.

"Terus ... mau nyuruh aku ngapain? Jadi babi ngepet?"

"Cocok sih. Tapi bukan itu yang aku mau. Besok, temui aku di lobby perusahaan Baskara Tbk. Tampil yang cantik, pakai pakaian rapi."

"Kamu serius mau ngejual aku?" tulis Elmy, namun tidak balas oleh Raffayel, membuatnya bertanya-tanya. Apa yang pria ini inginkan darinya? Apa Raffayel mau menidurinya? Cinta satu malam? Kalau iya, Elmy tidak bisa membiarkan keperawanannya direnggut hanya demi uang 30 juta! Tidak!

***

Raffayel sebenarnya tidak terpikir untuk memanfaatkan kelemahan gadis ini. Tapi, kemarin di depan tumpukan berkas yang nyaris membuatnya mual, Raffayel melihat chat Elmy, nama gadis itu langsung mengingatkannya dengan mobil mercedes yang lagi diservis.

Seakan dapat wangsit, Raffayel membalas chat Elmy dan mengajaknya bertemu hari ini di lobby perusahaan. Tadi pagi dia mengirim pesan, meminta gadis itu untuk datang sekitar jam 10-an.

Raffayel yang sedang merapikan berkas setelah selesai melakukan rapat bersama dewan direksi terkait kinerjanya dalam beberapa bulan ini, langsung keluar dari ruangan dan menyuruh Brain untuk mengosongkan semua jadwalnya.

"Loh? Tapi ...."

"Kali ini aku beneran ada urusan penting, Brian. Jadi tolong kosongkan semua jadwalku."

Brian mengangguk dan membiarkan Raffayel melangkah memasuki lift. Sampai di lobby, dia melihat Elmy duduk di sofa, tengah memainkan ponsel. Gadis dengan rambut pendek seleher itu mendongak menatapnya.

"Sudah lama menunggu?"

"Lumayan."

Raffayel menarik lengannya, membawa tubuh kecil Elmy ke dekapan. Tangan besar Raffayel mengusap rambut Elmy yang lembut. "Diam, jangan ngomong. Cukup aku aja yang ngomong," bisik Raffayel sengaja menunduk dan menempelkan bibirnya di depan telinga Elmy yang sudah memerah karena malu.

"Raffayel?"

'Bagus! Tepat waktu!' Raffayel bersorak dalam hati saat melihat wajah Hannah yang pias di depan sana. Cepat dia melepaskan pelukan dari badan kecil Elmy, merangkul pundak gadis itu dengan mesra.

Hannah melirik Elmy sekilas, lalu pada Raffayel. "Dia siapa?"

"Pacar aku."

Tahu kalau Elmy akan protes, dia cepat-cepat meremas pundak gadis itu dan tersenyum lebar padanya. Seolah memberi kode pada Elmy agar diam saja. Beruntung gadis mungil ini patuh.

"Pacar? Jadi, gadis ini yang bikin kamu nolak perjodohan kita?" tanya Hannah. Tersirat ejekan halus di kalimatnya, namun Raffayel tak peduli dan tetap tersenyum.

"Ya," sahutnya singkat. "Aku ada acara dengan pacarku. Aku duluan, Hannah." Raffayel segera menggenggam tangan Elmy dan menariknya pergi dari sana.

Di depan parkiran Raffayel melepas pegangannya dan melihat Elmy berkacak pinggang. Dari wajahnya jelas dia meminta penjelasan tentang semua yang Raffayel lakukan barusan.

"Kita bicara di dalam mobil saja."

Duduk bersisian di dalam mobil, Raffayel menoleh pada Elmy. "Seperti yang aku bilang di chat. Kamu mau utang kamu cepat lunas, kan?"

Elmy mengangguk.

"Kalau gitu, kamu harus turuti apa yang aku minta," kata Raffayel membuat mata Elmy yang bulat mengerjap. Cepat gadis itu menutup dada, menatap ngeri pada Raffayel yang menggeleng-geleng, berusaha mengeyahkan pikiran kotor gadis itu. "Bukan itu! Jauh banget kamu mikirnya. Aku cuma mau kamu ... jadi pacar aku."

"Pacar kamu? Kayak di depan gadis tadi?"

"That's right! Cuma bohongan. Aku perlu peran kamu sebagai pacar aku minggu ini. Aku bakalan ngenalin kamu ke ayah aku," kata Raffayel telak membuat Elmy terbelalak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena kerap dicap parasit oleh Kenneth, sang suami. Lelah terus terluka, ia akhirnya menggugat cerai dan meminta pembagian aset. Kenneth yang mendambakan kebebasan segera menyetujuinya. Namun di luar dugaan, Selena justru bangkit menjadi pebisnis sukses yang didekati banyak pria. Terpaku melihat perubahan mantan istrinya yang kini mandiri, Kenneth pun berbalik mengejarnya. Di tengah luapan amarah Selena, Kenneth mengakui obsesinya dan memohon rujuk demi menyatukan harta serta masa depan.
Sampul Novel En-PD181
7.9
Karier saya sebagai agen papan atas terancam hancur karena ulah Lucas. Model pendatang baru yang sombong itu menuntut pemecatan saya hanya demi masalah jaket, bahkan memamerkan kedekatannya dengan pemilik perusahaan saat pesta. Namun, dia salah mencari lawan. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk menarik diri dari proyek film besarnya. Kini, investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan Lucas.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia menghadapi dilema besar antara cinta dan trauma masa lalu. Ia mencintai Rendra, bosnya yang kaya, namun logikanya menolak pernikahan. Luka mendalam akibat kematian sang ibu karena KDRT serta kegagalan cinta saudara perempuannya memicu ketakutan hebat akan pengkhianatan. Terlebih, kakak dan adiknya sangat menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang kelam masa lalu, mampukah Olivia membuka hati, memercayai Rendra, dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Hati Yang Tersakiti
8.1
Linda selalu diabaikan oleh ayah dan abangnya yang lebih menyayangi kakaknya, Sanny. Ketika pemimpin mafia Fendi Sucipto hadir menyelamatkan dan menikahinya dalam pesta megah, Linda mengira ia akhirnya dicintai. Namun, saat hamil tujuh bulan, sebuah kebakaran di pesta sang ayah mengungkap kenyataan pahit. Linda mendengar Fendi mengakui bahwa pernikahan mereka hanyalah rencana demi mendapatkan sumsum tulang belakang bayinya untuk menyembuhkan leukemia Sanny. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan, Linda memilih pergi.