APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel PENGANTIN KONTRAK

PENGANTIN KONTRAK

Elmy terlilit utang besar setelah menabrak mobil mewah milik Raffayel, CEO Baskara Group, tepat setelah ia resign. Untuk melunasi ganti rugi sekaligus menghindari perjodohan keluarga, Raffayel menawarkan pernikahan kontrak selama lima bulan. Namun, pernikahan sandiwara mereka terusik oleh obsesi Hannah, sahabat masa kecil sang CEO. Di tengah perbedaan kasta dan tekanan dari luar, mampukah kesepakatan bisnis ini berubah menjadi cinta nyata sebelum batas waktu kontrak habis?
Bab
Bagikan

Bab 3

Elmy menyandarkan kepala di jok mobil, memandang keluar jendela sambil terus berpikir tentang rencana yang Raffayel katakan beberapa menit lalu.

Pria ini ingin dia jadi pacar bohongannya, untuk mengelabui sang ayah, dan menghindari perjodohan dengan gadis cantik yang sempat Elmy temui di lobby perusahaan Baskara.

Aneh, kok ada orang yang nolak perjodohan dengan gadis secantik itu, pikir Elmy. Dari tampilan saja Elmy sudah tahu, kalau gadis itu bukan dari kalangan bawah sepertinya. Mulai dari ujung kepala sampai kakinya dihiasi barang bermerk semua, dan wajahnya jangan ditanya lagi. Elmy bahkan terkagum-kagum melihat kecantikannya. Tapi kok cowok di sampingnya ini malah menolak?

"Kamu kenapa lihatin aku begitu? Aku tahu, aku itu ganteng. Jadi gak usah diliatin terus," celetuk Raffayel sambil memutar setir dan mobil pun berbelok memasuki area basement.

"Aku heran aja, kok kamu nolak perjodohan dengan cewek itu? Semua cowok di muka bumi ini pasti naksir dia, lah kamu buang-buang kesempatan buat punya istri cantik!" jelas Elmy panjang lebar.

"Aku gak suka sama dia, titik. Gak mau berdebat lagi," sahut Raffayel seraya melepaskan seatbeltnya dan bergegas keluar dari mobil.

Elmy menyusul dan berlari kecil agar bisa sejajar dengan pria itu. Dia mendongak dan menatap wajah Raffayel. "Alasannya apa? Aku penasaran, orang secantik dia ditolak oleh cowok kek kamu!"

Sejenak Raffayel berhenti dan melirik Elmy. "Alasannya? Ya, karena aku gak suka. Itu aja. Udah, jangan dibahas lagi."

Langkah besar Raffayel berayun menuju lift, disusul Elmy yang kini berdiri di sampingnya. Sampai di dalam apartemen mewah Raffayel, Elmy dibuat takjub oleh interiornya yang mewah dan kelihatan berkelas sekali. Furniturenya tertata rapi dan tampak modern.

Dia berjalan menuju sofa dan duduk di sana. Desahan lolos, ini sofa terempuk yang pernah dia duduki. Saat Elmy tenggelam dalam kemewahan yang ada di sekelilingnya, Raffayel muncul membawa dua gelas jus dan camilan, sementara di ketiaknya ada sebuah amplop cokelat.

Beberapa menit berlalu, Raffayel hanya duduk di seberangnya, membaca isi amplop cokelat yang dia bawa, sebelum pintu apartemen terbuka dan menampilkan sosok pria lain. Dari gestur dan cara dia bicara, Elmy yakin dia bawahan Raffayel.

"Brian, tolong kamu jadi saksi."

"Saksi?" tanya Elmy dan Brian bersamaan.

"Aku dan Elmy akan membuat kesepakatan, jadi sekarang ambil kertas di ruanganku dan tulis apa yang aku katakan," titah Raffayel pada Brian yang bergegas pergi menuju ruang kerja.

Elmy menegakkan badan dan menatap Raffayel lekat-lekat. "Kesepakatan apa? Buat jadi pacar kamu? Emang harus bikin surat perjanjian segala?"

"Aku berubah pikiran."

"Huh?"

"Aku mau kita menikah."

"Heh? Secepat itu kamu berubah pikiran?" seru Elmy kaget bukan main.

Raffayel menoleh dengan muka datarnya yang menyebalkan itu. "Terserah aku dong. Ini kan otak aku, hak aku berubah pikiran kapan saja."

***

"Hannah Yuanita Baskara Design!" Suara MC terdengar riang, disusul musik yang kini menggema di seluruh ruangan. Hannah yang tampil cantik dengan balutan dress hitam dengan rambut digelung tampak berjalan ke depan sebuah pita, di tangannya ada gunting yang siap memotong pita tersebut.

"Dalam hitungan ketiga, Bu Hannah potong pitanya," ujar MC lalu diiringi suara para karyawan yang berhitung.

Dihitungan ketiga, Hannah memotong pita berwarna pink itu dan suara sorak sorai terdengar riuh. Hannah tersenyum lebar, ayahnya mendekat dan memeluknya. "Selamat untuk pembukaan butik ketiga kamu di kota ini."

"Makasih, Ayah." Hannah tidak sesenang itu, mengingat Raffayel tidak bersama mereka. Dia sempat ingin mengajak Raffayel ke butik baru ini, tapi pria itu pergi bersama pacarnya. Hannah tidak tahu, itu benar atau tidak, tapi bagaimana cara Raffayel memeluk dan menyentuh gadis itu, cukup membuat Hannah gelisah.

Selama belasan tahun mengenal Raffayel, baru kali ini Hannah merasa sangat cemburu pada gadis yang dibawanya. Dia tahu Raffayel jarang menjalin hubungan, karena ayah Raffayel cukup ketat mengatur pergaulannya. Bahkan Hannah tak pernah melihat Raffayel menyentuh pacar-pacarnya terdahulu semesra dia menyentuh gadis tadi.

Jadi, bohong kalau Hannah tidak kepikiran soal ini. Kebahagiaan yang seharusnya dia rasakan sekarang, sirna, karena bayangan Raffayel yang memeluk pacarnya dengan mesra di lobby perusahaan tadi.

Melihat sang putri tampak murung, Baskara-ayah Hannah-menyentuh pundaknya. "Raffayel gak hadir di acara pembukaan ini?"

Hannah menggeleng. "Dia sibuk."

Baskara mengangguk. "Ya, dia juga kemarin membatalkan pertemuan dengan ayah. Brian bilang dia sibuk sekali akhir-akhir ini. Ayah pikir Raffayel memang tidak punya banyak waktu luang sekarang."

'Tepatnya dia membuat-buat alasan untuk menghindar dari kita.' Hannah menyela dalam hati, dia meremas dressnya dengan kuat sebelum mendongak dan tersenyum pada Baskara. "Meskipun dia gak ada, kehadiran ayah udah cukup."

Baskara tersenyum dan meninggalkan Hannah di meja, menjamu beberapa tamu penting yang ikut datang ke pembukaan butik putrinya. Sementara itu Hannah mengeluarkan ponsel dari tas kecil, mengecek pesan dan media sosial Raffayel, berharap pria itu membagikan momen kencannya.

Nihil.

Hannah menghela napas, lalu memotret kue di atas meja kemudian mengirim pesan pada Raffayel. Tak berharap banyak untuk balas, karena sejauh ini Raffayel hanya membalas pesannya kalau itu berurusan dengan perusahaan saja.

"Kamu lupa ya? Hari ini aku opening butik baru. Aku pesan kue kesukaan kamu, makanannya juga. Kamu gak mau datang sama pacar kamu?"

Senyum tipis terbit di bibir Hannah saat melihat centang biru menyala, dilanjut dengan balasan yang sedang diketik oleh Raffayel.

Sedetik kemudian, genggaman Hannah di ponsel mengerat melihat foto yang Raffayel kirim. Jemari Hannah gemetar oleh emosi, dia sontak melepaskan ponsel ke atas meja, menumpukan kedua tangan di lutut seraya tertawa getir.

"Maaf, tapi aku gak bisa tinggalin dia." Tulis Raffayel disertai foto seorang gadis yang tertidur di atas sofa, lengkap dengan selimut.

Hannah mengusap wajahnya, tak perlu bertanya di mana Raffayel sekarang. Karena dia tahu, sofa yang gadis itu tiduri adalah sofa di apartemen Raffayel.

'Mereka bersama di sana? Sejauh apa hubungan mereka?'

***

"Hubungan kita hanya sebatas suami istri bohongan, di depan keluargaku, keluargamu dan keluarga Baskara."

Elmy merapatkan selimut ke perutnya dan meringkuk mengamati tulisan yang diketik oleh Brian beberapa menit lalu. Cepat dia menatap Raffayel yang duduk santai di sofa seberang.

"Tapi ini nipu namanya!"

"Setidaknya kita beneran nikah, walau dalam jangka waktu yang ditentukan."

"Tap-"

"Tinggal jawab aja, mau apa enggak!" Raffayel mengamati muka Elmy yang bingung dan bimbang itu. Ya, dia paham, mana mungkin gadis ini akan langsung memutuskan. Dia pasti perlu waktu untuk berpikir.

"Kalau gak mau, kamu bakalan tetap bayar utang itu dalam satu bulan ini. Kalau iya, kamu boleh menambahkan aturan di perjanjian kita. Atau kamu mau menambah jaminan yang kamu inginkan juga bisa, selama aku bisa melakukannya."

Kata-kata yang Raffayel lontarkan cukup membuat mata bulat Elmy agak berbinar. Mungkin opsi kedua tampak menggiurkan baginya.

"Boleh aku mikir satu atau dua hari dulu gak? Ini keputusan besar," kata Elmy tetap ragu.

Raffayel tersenyum tipis dan mengangguk.

Bangkit dari sofa empuk itu, Elmy meraih tasnya dan mencangklong ke pundak. Sebelum langkahnya sampai di ambang pintu, dia berbalik dan menghadap Raffayel lagi. "Apa alasan kamu nolak Hannah? Dia anak Baskara, anak konglomerat di republik ini. Ayahnya punya perusahaan besar, dan kamu kerja di sana. Kenapa kamu nolak gadis secantik dan seanggun dia? Coba katakan!"

"Kalau aku katakan, apa itu jadi bahan pertimbangan?"

Elmy mengangguk mantap.

"Hannah tidak seperti yang kamu bayangkan, Elmy. Aku tahu sisi yang tidak kamu ketahui, itu alasannya."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena kerap dicap parasit oleh Kenneth, sang suami. Lelah terus terluka, ia akhirnya menggugat cerai dan meminta pembagian aset. Kenneth yang mendambakan kebebasan segera menyetujuinya. Namun di luar dugaan, Selena justru bangkit menjadi pebisnis sukses yang didekati banyak pria. Terpaku melihat perubahan mantan istrinya yang kini mandiri, Kenneth pun berbalik mengejarnya. Di tengah luapan amarah Selena, Kenneth mengakui obsesinya dan memohon rujuk demi menyatukan harta serta masa depan.
Sampul Novel En-PD181
7.9
Karier saya sebagai agen papan atas terancam hancur karena ulah Lucas. Model pendatang baru yang sombong itu menuntut pemecatan saya hanya demi masalah jaket, bahkan memamerkan kedekatannya dengan pemilik perusahaan saat pesta. Namun, dia salah mencari lawan. Tanpa ragu, saya langsung menghubungi pria terkaya di negeri ini untuk menarik diri dari proyek film besarnya. Kini, investasi mereka berada di ujung tanduk akibat keangkuhan Lucas.
Sampul Novel Gairah Tersembunyi Bos Killer
8.6
Sebagai lulusan terbaik yang ambisius, Nina mendapati jalan kariernya terhambat oleh Nathan, atasannya yang terkenal kejam di kantor. Namun, sebuah momen lembur malam mengubah segalanya dan mengungkap kehangatan tersembunyi sang bos. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka, memaksa keduanya menjalin hubungan asmara secara rahasia. Kini, Nina harus menghadapi dilema besar di tengah persaingan kantor, intrik pekerjaan, dan rahasia hubungan mereka.
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia menghadapi dilema besar antara cinta dan trauma masa lalu. Ia mencintai Rendra, bosnya yang kaya, namun logikanya menolak pernikahan. Luka mendalam akibat kematian sang ibu karena KDRT serta kegagalan cinta saudara perempuannya memicu ketakutan hebat akan pengkhianatan. Terlebih, kakak dan adiknya sangat menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang kelam masa lalu, mampukah Olivia membuka hati, memercayai Rendra, dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Hati Yang Tersakiti
8.1
Linda selalu diabaikan oleh ayah dan abangnya yang lebih menyayangi kakaknya, Sanny. Ketika pemimpin mafia Fendi Sucipto hadir menyelamatkan dan menikahinya dalam pesta megah, Linda mengira ia akhirnya dicintai. Namun, saat hamil tujuh bulan, sebuah kebakaran di pesta sang ayah mengungkap kenyataan pahit. Linda mendengar Fendi mengakui bahwa pernikahan mereka hanyalah rencana demi mendapatkan sumsum tulang belakang bayinya untuk menyembuhkan leukemia Sanny. Sadar dirinya hanya dimanfaatkan, Linda memilih pergi.