APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pendekar Dataran Tengah

Pendekar Dataran Tengah

Pernikahan kontroversial Jiu Cien dengan bibi gurunya berujung petaka. Hasutan dan rasa iri membuat istrinya yang sedang mengandung tewas dibantai secara keji. Di tengah kehancuran hidup, Jiu Cien bangkit membawa dendam membara terhadap para pelaku. Ia memulai petualangan hebat di dunia persilatan demi membalas rasa sakitnya. Lewat perjuangan berdarah, ia menapaki jalan kependekaran hingga berhasil menduduki takhta tertinggi sebagai Pendekar Dataran Tengah.
Bab
Bagikan

Bab 2

Guo Jia bergegas. Setelah merasa tak ada orang yang melihatnya, dia lalu berlari menggunakan ilmu ringan tubuh. Meskipun hari gelap tetapi dia bisa bergerak cepat karena mengenal benar liku-liku jalan yang dilaluinya. Dia ingin secepatnya tiba di perguruannya dan melapor pada gurunya. Dia mencium adanya semacam bahaya maut yang mengancam Partai Naga Emas.

"Aku harus cepat memberitahu guru Rombongan itu pasti beristirahat di hutan karena tidak mungkin menempuh perjalanan malam. Jadi aku punya banyak waktu mendahului mereka," katanya dalam hati.

Keesokan siang, dia tiba di Partai Naga Emas. Seorang murid di pintu gerbang menyapanya, tetapi dia nyaris tak bisa bicara lantaran nafasnya yang sengal-sengaL Di pekarangan dia bertemu seorang murid lain yang menghadang jalannya. "Hai, Guo Jia, kamu habis mandi lumpur, ada apa? Kelihatannya kamu habis berlari jauh, apakah ada kejadian penting?"

"Gawat! Celaka, paman Xun Yu. Aku tadi bertemu serombongan pendekar, tampaknya mereka punya niatan menyerang perguruan kita, aku mendengar pembicaraan di antara mereka."

Xun Yu, usia tigapuluh tahun, tampan dengan kumis tipis, berewokan, rambut panjang digelung di atas kepala, tegap dan kekar. "Jumlahnya banyak? Dimana kamu bertemu dan apakah kamu mengenal mereka?" Mimik Xun Yu sangat serius memberondong keponakan muridnya dengan pertanyaan beruntun.

”Aku melihat mereka di hutan dekat desa, satu hari jalan kaki dari sini. Jumlahnya lima puluhan, dan semuanya dan golongan pendekar. Aku mendengar diantara mereka ada yang dipanggil Ma Chao, Pang Tong, Mi Fang, hanya itu yang kuingat”

Xun Yu mengibas tangannya. ”Kamu cepat-cepat menghadap guru besar, ceritakan semua yang kamu ketahui, aku akan memeriksa sekitar perguruan.”

Xun Yu menoleh sekeliling, tak ada orang yang memerhatikan. Dia berbalik arah menuju gudang tempat penyimpanan air minum dan bahan makanan. Ada beberapa guci besar penuh berisi air minum. Hati-hati ia membuka tutup guci dan menabur bubuk. Semua guci dan kendi sudah dicampurnya dengan racun pelemas.

”Sekarang masih sore jika diminum saat makan malam maka racun akan bereaksi tengah malam. Nah, rasakan balas dendam atas kematian keluargaku”, gumamnya disertai senyum licik.

Hari masih pagi matahari baru saja terbit. Embun dan kabut masih bergayut di pekarangan bagian belakang istana Kerajaan Wei, Seorang lelaki berusia sekitar tiga puluh limaan sedang bermain-main dengan anak laki-laki yang berusia sekitar delapan tahun. Lelaki itu, Sima Yi pendekar yang memiliki ilmu ringan tubuh paling hebat di dunia persilatan.

Sima Yi adalah murid tunggal pendekar gunung Huang Yue Jin yang di rimba persilatan tidak tertandingi ilmu ringan tubuhnya.

Sima Yi tidak hanya terkenal ilmu ringan tubuh Jejak Kilat tapi juga ketampanannya. Tubuhnya jangkung, tegap meskipun agak kurus sangat padu dengan wajahnya yang bulat telur dan rambutnya yang panjang.

Saat itu muncul ibu Jiu Cien, Zsu Mei, wanita cantik seksi berusia tigapuluhan. Dia tidak tinggi, dada montok dan rambut panjang ikal terurai di bahunya yang putih mulus. Kecantikannya sungguh menggoda hasrat lelaki. Dia mengenakan celana longgar sebatas lutut memperlihatkan betisnya yang memadi bunting dan pakaian ketat tanpa lengan menonjolkan kemontokan lengan dan buah dadanya.

Sambil tertawa kecil Zsu Mei ikut bermain dan mengejar putranya yang berlompatan dari satu pohon ke pohon lain. Sima Yi pun ikut mengejar. Jiu Cien berlari sambil tertawa. Setelah merasa cukup bermain ketiganya berhenti.

"Jiu Cien, ayahmu sudah menunggumu untuk latihan tenaga dalam, pergilah." Berkata demikian dia melirik dan tersenyum pada Sima Yi.

Sepeninggal putranya, Zsu Mei melangkah menghampiri lelaki itu. Perempuan itu mengulum senyum menggoda. Dia menatap lelaki itu. Keduanya bertatapan. Sima Yi melihat keliling, sepi tak ada orang. Ia memegang tangan wanita. "Zsu Mei, hari-hari belakangan ini aku melihat kamu semakin cantik."

Zsu Mei menengadah menatap lelaki itu yang lebih jangkung. Sepasang mata wanita itu berkedip-kedip dan berbinar macam kemilau bintang di malam purnama. "Benarkah aku cantik ?"

Laki-laki itu tak menjawab, dia gugup. Sekali lagi dia melihat sekeliling. Mendadak dia menggenggam tangan wanita itu. Keduanya berkelebat melompati pagar istana. Mereka menuju hutan yang berada tidak jauh di arah timur istana.

Mereka tiba di goa tersembunyi yang berada di balik pohon besar. Setelah menyingkirkan batu dan ranting pohon yang menutup pintu, mereka masuk. Goa itu bersih, tampaknya sering dibersihkan karena selama ini menjadi tempat pertemuan kedua kekasih itu memadu cinta. Keduanya tak kuasa menahan birahi lagi, mereka bergumul dengan liar, panas dan bernafsu. Cinta terlarang memang penuh nafsu yang panasnya selalu membara dan menimbulkan rasa ketagihan.

Pada saat bersamaan di halaman belakang dekat pendopo, Jiu Shan sedang melatih Jiu Cien. Dia berusia empatpuluhan. Tetapi kesannya tampak lebih tua.

Cambangnya hitam lebat, rambutnya yang panjang dikonde di atas kepala. Ia mengenakan celana sebatas lutut, tubuh bagian atas telanjang. "Anakku, jurus Naga Emas itu semakin dahsyat jika kamu menguasai tenaga dalam yang sangat mumpuni. Itu sebab kamu harus melatih tenaga batinmu lebih rajin lagi."

Mereka berlatih semedi dari pagi hari sampai matahari berada di titik palingtinggi. Udara panas. Keringat membasahi tubuh keduanya. Jiu Shan membuka matanya ketika merasa tangan yang lembut mengusap keringat di dahinya.

Dia melihat isterinya. Zsu Mei duduk di sampingnya. Jiu Shan berkata pada putranya, "Jiu Cien, sudah cukup latihan hari ini, pergilah istirahat ke kamarmu"

Dia kemudian merangkul pundak isterinya. "Tubuhmu panas dan keringatan, kamu dari mana, sejak pagi aku tidak melihatmu?"

Isterinya mengangguk, memeluk dan mencium leher suaminya yang masih berkeringat. "Aku tadi berlatih kejar-kejaran sejenak dengan Jiu Cien kemudian pergi berkeliling ke desa, mencari-cari udara segar."

Jiu Shan melonjorkan kaki. Dia menarik nafas panjang. "Zsu Mei, hari-hari belakangan ini hatiku tidak tenteram, aku memikirkan Jiu Cien. Aku kawatir mimpiku itu menjadi nyata." Dia memandang isterinya dengan penuh rasa cinta. Keduanya berpelukan. "Aku kawatir akan nasib Jiu Cien, jika sampai kita kalah atau kita mati terbunuh dalam perang."

"Kakak, kita tidak mungkin kalah. Sehebat apa pun pasukan Kerajaan Shu, kita tetap akan memenangkan perang," tukas wanita itu dengan semangat berapi-api.

Dia mengerutkan kening dan menatap isterinya. "Dalam perang apa saja bisa terjadi. Sulit meramalkan siapa lebih kuat dan siapa bakal menang. Terkadang pasukan yang menang pun banyak kehilangan prajurit dan punggawa. Jika kita kalah perang, kamu harus pergi meninggalkan medan perang, selamatkan dirimu dan kembalilah ke istana menyelamatkan Jiu Cien. Jangan biarkan dia terluka atau menjadi tawanan musuh."

Zsu Mei merenggangkan tubuhnya, memandang mesra suaminya. Matanya bersinar cinta. "Aku sudah bersumpah setia. Hidup dan mati selalu bersamamu. Kak, jika aku mati dalam perang, maka kau yang harus selamatkan dirimu, pergi ke istana dan selamatkan anak kita. Tetapi jika kamu yang mati maka aku ikut mati bersamamu, membela suami adalah darma kesetiaan dan kehormatanku sebagai isteri."

"Zsu Mei kekasihku, aku tidak mungkin melarikan diri dari medan perang," tegas laki-laki itu.

Mendadak Zsu Mei ingat seseorang, ia tersenyum "Kenapa kamu tidak meminta Kakak Sima Yi menolong Jiu Cien. Di antara semua pendekar yang berkumpul di sini, dialah yang paling tinggi ilmu ringan tubuhnya. Amat mudah baginya meloloskan diri untuk kembali ke istana menyelamatkan Jiu Cien."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Dari Masa Depan
8.2
Li Mei terbangun di rumah bobrok yang tak ia kenali setelah terjatuh dari tangga. Bukannya dirawat, ia malah dihadapkan pada Bai Changyi, pria rupawan yang mengaku suaminya. Bai Changyi berniat menceraikannya karena mengira Li Mei berniat mengakhiri hidup. Walau kebingungan dengan situasi di zaman kuno ini, Li Mei menolak bercerai demi ambisinya. Ia bertekad mengubah nasib dan menjadi pengusaha sukses bersama sang suami yang menyimpan misteri.
Sampul Novel King Cat and The Lovely Librarian
8.5
Akibat kutukan penyihir jahat bernama Amaraca, Raja Edward Forester dari Centurion Land menjelma menjadi kucing oranye dan terlempar ke masa depan. Di Houston, seorang pustakawati bernama Stefany menemukan dan merawat kucing malang tersebut. Keajaiban pun terjadi ketika keduanya mampu saling berkomunikasi lewat telepati. Di tengah ancaman di dunianya, Edward dihadapkan pada pilihan sulit: kembali ke masa lalu demi menyelamatkan rakyatnya atau tinggal bersama Stefany yang dicintainya.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Kuyang Kalimantan
9.1
Legenda kuno penghisap darah menyebarkan teror mistis di tanah Kalimantan. Makhluk gaib ini mengincar ibu hamil dan perempuan yang sedang melahirkan. Menghadapi ancaman mengerikan tersebut, hukum adat menjadi benteng pertahanan terakhir yang mutlak. Seluruh masyarakat, termasuk warga suku asli, dilarang keras melanggar pantangan suci turun-temurun. Kelalaian kecil dalam mematuhi aturan adat ini dipastikan akan mendatangkan malapetaka yang sangat fatal bagi mereka.
Sampul Novel Perjalanan Melawan Dunia
7.8
Tewas akibat tembakan, Shua Xie terbangun dalam tubuh Putri Langit di dimensi lain. Terlempar ke masa lalu, gadis ini kini memikul tanggung jawab besar sebagai Ratu segala Ratu. Demi merebut kembali haknya yang telah dirampas, ia memulai misi balas dendam. Berbekal kecerdasan serta pengalaman masa lalu, Shua harus melawan musuh-musuh licik. Bukan sebagai pahlawan suci, ia memilih menyelamatkan dunia yang abai padanya dengan caranya sendiri yang dingin.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.