APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembantu Kaya Tuan Tampan

Pembantu Kaya Tuan Tampan

Glenn sangat marah saat Lala tidak menyajikan kopi, melainkan memaksanya minum susu hangat. Walau sempat menolak karena merasa bukan bayi, sang tuan tampan yang sombong tak berkutik menghadapi ketegasan pembantunya yang patuh pada perintah Bi Narti. Momen menggelikan ini mulai mengubah sikap angkuh Glenn. Sanggupkah keteguhan Lala melunakkan hati sang majikan? Simak kelanjutan hubungan unik mereka dalam kisah romantis yang penuh warna ini.
Bab
Bagikan

Bab 1

Lala membuka kelopak matanya perlahan sembari memegang kepalanya yang terasa berat dan pusing. Pandangan pertama yang dia lihat adalah ruangan yang begitu asing baginya.

“Akh!” Lala meringis merasakan kepala pening yang tak tertahan, kelopak matanya terbuka lebar. “Ini di mana?” gumam Lala bingung. Dalam hati bertanya, mengapa dan kenapa dirinya bisa berada di ruangan asing.

"Akhirnya kamu sadar juga, bocah!" Terdengar pita suara seorang laki-laki, yang sama asingnya pula. “Dua jam kamu pingsan membuatku bosan.”

Lala kaget. Jadi, selama dua jam dirinya pingsan?

Kepala Lala menoleh ke sumber suara, melihat lelaki berbadan besar, tinggi dan tegap.

Lala mengeryit bingung sekaligus takut. "K-ka, ka-kamu siapa?" tanya Lala tergagap, menelan ludah susah payah. Di saat keadaan seperti ini, sialnya Lala merasa tenggorokan kering.

Lelaki itu tersenyum smirk melihat gadis itu ketakutan. "Aku Glenn Sabastian, lelaki yang akan meminta pertanggung jawaban padamu!" jelas Glenn, sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Lala. Jarak antara wajah keduanya hanya beberapa senti saja.

Lala termenung melihat mata Gleen. “Kenapa matanya begitu indah?” batin Lala. Tanpa disadari Lala mengagumi tatapan mata lelaki itu. Sungguh demi apapun! Baru pertama kali Lala melihat mata hazel sangatlah indah.

"Siapa sebenarnya lelaki itu? Pertanggung jawaban apa? Apa dia telah memperkosaku? Tapi kenapa dia malah minta pertanggung jawaban? Omong kosong apalagi? Huh!!" Lala bertanya-tanya pada dirinya sendiri, seperti mencari sepenggal cerita dari riwayat yang tidak tahu kapan dimulainya?

"Hei, bocah! Kenapa kau diam saja?“

Lala tersadar. Dia hanya menatap mata Glenn sebagai jawaban.

“Apa kau sedang menyusun rencana untuk melawanku, bocah licik?" tanya Glenn.

"Ti-ti-tidak" jawab Lala gagap sambil memijit pelipisnya, dia masih merasakan pusing ditambah kebingungan situasi ini. Apa yang terjadi dengan dunia Lala?

"Jangan berpura-pura bodoh! Kamu Lala mahasiswa Fakultas Sastra di Universitas Nuansa, 'kan?" tebak Glenn seperti mengirimkan potongan puzzle untuk membantu Lala menemukan apa yang sebenarnya terjadi.

Lala semakin yakin jika ayahnya ada di balik semua ini. Karena hanya ayahnya yang sangat membenci jurusan itu.

"Siapakah anda sebenarnya?" tanya Lala memberanikan diri. Sedetik kemudian dirinya menyadari jika volume suaranya terlalu kecil.

"Hah!? Aku tak mendengar. Apa kau belum makan sampai nggak bisa berbicara sedikit keras?"

“Aku haus. Tolong berikan segelas air putih,“ pinta Lala merasa dehidrasi.

Glenn berjalan ke meja, mengambil sebotol air mineral. "Menyebalkan sekali bocah ini, beraninya menyuruhku," rutuknya dalam hati. “Minum!” ucap Glenn sambil melempar asal ke arah lala.

Lala yang merasa kehausan segera menangkap dan meminumnya, setelah itu dia bertanya serius pada Glenn.

"Siapa kamu yang sebenarnya? Dan apa maumu?"

"Ha ha ha... kamu harus bertanggung jawab!" jawab Glenn tegas.

"Maksudmu?" Lala tak mengerti.

"Jangan berpura-pura tidak tahu, gadis gembel!" bentak Glenn dengan tatapan tidak bersahabat sama sekali pada gadis yang ada di depannya itu.

Lala semakin tak mengerti maksud lelaki arogan yang tidak tahu sopan santun ini.

Lala baru sadar, ternyata dirinya telah diculik oleh Glenn.

"Untuk apa kau menculikku?" tanya Lala memberanikan diri.

"Hahaha .....“ Tawa Glenn begitu menggelegar. ”Kau sungguh lucu gadis miskin, kau kira kamu itu siapa? Sehingga aku menculikmu! Kau bukan dari keluarga kaya dimana orang tuamu bisa menebusmu?" hina Glenn dengan tertawa meremehkan.

Lala semakin tak mengerti apa yang terjadi. Dengan sorot memohon dan berkata, "Aku mohon katakan. Ada apa ini sebenarnya?"

"Sungguh kau benar-benar gadis miskin yang terobsesi menjadi orang kaya, lihatlah siapa dirimu? Jika kau tidak mampu kuliah sebaiknya di rumah saja membantu ibumu mencuci piring, itu akan terlihat lebih manis."

Lala kembali menatap Glenn, sungguh ciptaan yang sempurna, wajahnya bisa dikatakan jauh dari kata jelek, tapi kenapa tidak singkron dengan setiap omongannya yang seperti iblis, siap menyakiti lawan bicaranya.

"Maaf aku tidak mengenalmu, dan seingatku aku tidak punya urusan apapun denganmu!" ucap Lala bangkit sambil membenarkan tali tasnya, hendak keluar dan meninggalkan Glenn.

Tapi tindakannya kalah cepat dari Glenn, Glenn memegang kedua pundak Lala dan menghempaskannya ke kasur. Tatapan lelaki itu terus membuatnya bingung. Apakah dia akan memperkosaku? Lala menutup mukanya dengan kedua tangannya saat muka itu hampir mendekati wajahnya.

"Ha ha ha ...! Kamu kira aku doyan sama perempuan miskin sepertimu nona Lala, bahkan wanita paling populerpun akan bertekuk lutut kepadaku,” ucapnya sombong.

Lala mengintip ekspresi lelaki itu dari celah-celah jarinya. Ah, tampan dan membuat jantung Lala berdetak dalam tempo yang membingungkan. Huh kenapa dirinya malah mengagumi lelaki itu? "Stop ini bukan waktu yang tepat untuk mengaguminya," protes batin Lala.

Jangan-jangan dia sindikat perdagangan manusia?

Tidak!

"Jangan sok lugu dan pura-pura bego Lala, segera kembalikan uangku!"

"Tapi aku tidak merasa pinjam uang padamu!"

"Dasar bodoh! Kau pikir selama ini kamu bisa kuliah, mengubah statusmu dari wanita miskin menjadi seorang Mahasiswa itu pakai uang siapa?

"Pakai uang di rekeningku," jawab Lala pelan.

"Kamu tahu uang itu dari mana? Asal kamu tahu itu uangku, aku salah transfer ke rekeningmu sebesar dua ratus juta rupiah!"

Bagai tersambar petir tanpa hujan Lala berada di fase kaget bukan kepalang. Jadi bukan Ayahnya yang mentransfer uang itu? Tapi dari lelaki ini?

"Jangan mengada-ada Glenn, ayahku yang mengirim uang itu," sangkal Lala tetap membela diri.

Glenn mengambil benda pipih dari saku celananya, tangan kekar itu memencet-mencet tombol dalam ponsel itu.

"Apa dia akan melaporkan ke polisi?" pikir Lala ketakutan.

"Buka mata lebar-lebar!" Glenn menunjukan rincian mutasi rekening. Memang benar dia yang sudah mentransfer uang dua ratus juta ke rekening Lala.

Lala menutup mulut dengan kedua tangannya. Kaget dan tak terpecaya. Karena selama ini dirinya mengira ayahnya yang mengirim uang itu.“

"Baiklah aku akan bertanggung jawab, Glenn."

"Pertanggung jawaban seperti apa yang bisa kau tawarkan Lala?"

"Aku akan mencicilnya," jawab Lala pelan.

"Sampai kapan, memangnya aku sebodoh itu wanita licik. Gara-gara uang itu pertunanganku batal. Kekasihku mengira aku punya selingkuhan! kamu seenaknya saja mau mencicilnya?"

"Salah sendiri kenapa begitu ceroboh dan bisa salah transfer?"

"Nomor rekening kalian hampir sama, hanya beda satu digit angka paling belakang, seharusnya aku transfer ke tunanganku, setelah aku mengirim bukti transfer itu, dirinya marah besar. Dan membatalkan pertunanganku!"

"Jangan drama, dia memang belum jodohmu. Jangan salahkan aku, aku juga tidak tahu!" Lala sudah menemukan rangkaian kata untuk melawan Glenn.

"Kamu harus tanggung jawab! Kembalikan uangku dan kamu harus jelaskan pada tunanganku kalau itu murni salah tranfer!"

"Tapi uang itu sudah aku pake Glenn, aku kira ayahku yang mengirimnya!" teriak Lala jengkel.

"Aku sudah menyangka kau hanyalah gadis miskin, yang memanfaatkan situasi. Sekarang kau puas telah membuat aku kehilangan tunanganku!"

Glenn seperti kehilangan akal sehatnya dirinya mendorong Lala hingga kembali terjatuh di ranjang king size itu. Menatap mata sipit Lala yang sudah ketakutan namun terbuai dalam pandangan itu.

“A-apa yang akan kamu lakukan?”

Glenn menertawakan ketakutan Lala. “Haha. Tidak. Aku tidak akan melakukan apapun padamu.”

Lala segara duduk di ranjang. Dia pikir, lelaki di depannya akan melakukan hal yang tidak-tidak baginya. “Aku tidak ingin basa-basi. Sekarang apa maumu? Kalau kamu ingin aku mengembalikan uangmu, tolong beri aku waktu.”

Glenn tersenyum aneh membuat Lala bergidik ngeri. “Aku ingin kamu menjadi pembantuku selama dua ratus hari,” jawab Glenn. “Bagaimana?” Lelaki itu mengedipkan matanya seolah merasa puas apa yang telah dikatakan tadi.

Lala membulatkan mulutnya. "Apa?! Anda gila, ya?! Dua Ratus hari menjadi pembantu untuk laki-laki sesombong dirimu? Hah! apa tidak ada penawaran yang lain?"

"Tidak ada! Karena kau terlahir sebagai gadis miskin dan seluruh hartamu pun tidak cukup untuk melunasi hutangmu!"

"Tapi itu namanya merendahkanku, aku bisa membayarnya dengan mencicilnya. Aku masih muda, aku pintar, aku bisa mencari pekerjaan!"

"Pekerjaan seperti apa contohnya? Apa kau ingin menjual dirimu!" hina Glenn sembari melihat tubuh gadis di depannya. “Badan kurus sepertimu, ingin menjual diri?”

PLAKKKK! Tamparan keras dari tangan kecil Lala akhirnya mendarat di pipi Glenn.

"Jangan pernah menghinaku! Beri aku waktu seminggu untuk melunasinya!" Lala beranjak dan pergi dari keributan itu, meninggalkan Glenn yang tengah memegangi pipinya.

“Berani juga bocah itu,” gumam Glenn.

***

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tidak Memberi Ampun: Mantan yang Berlutut
9.6
Grace Bennett menyaksikan sendiri pengkhianatan Adrian Carter di mobil mereka. Bukannya meminta maaf, sang suami justru meremehkan pernikahan kontrak mereka. Tak tinggal diam, Grace membalas dengan membekukan bisnis bernilai miliaran dolar milik Adrian dan menceraikannya secara terbuka. Meski Adrian memohon sambil berlutut, Grace tetap pergi bersama Ethan, putranya. Ia melangkah ke masa depan bersama pria lain dan mengabaikan sang mantan.
Sampul Novel CEO yang Penyayang Ingin Go Public
9.6
Di mata publik, Elia tampak sopan dan tertutup. Padahal, ia adalah pria kejam yang mengikat Ashley dalam gairah rahasia yang melindunginya dari gangguan luar. Namun, rahasia ini terancam terbongkar saat Ashley mendadak mual di depan umum. Bukannya bersikap dingin seperti biasa, Elia justru berlutut dan mengusap perut Ashley dengan lembut. Sang CEO pun langsung meminta Ashley meresmikan hubungan mereka di hadapan semua orang, berjanji menyerahkan segalanya demi dia.
Sampul Novel Dinodai CEO Kejam
8.3
Sena Monela mengalami nasib buruk hanya karena mengenakan gaun sang kakak di hari ulang tahun kekasihnya. Ia diculik oleh Alexander Sagala, seorang pria berkuasa yang ingin membalas dendam demi adiknya yang depresi akibat ditinggalkan oleh Giana, kakak Sena. Meski menyadari telah salah menangkap orang, Xander menolak melepaskan Sena dan justru menjadikannya tawanan pribadi. Kisah penuh misteri dan penderitaan Sena dimulai saat ia terperangkap dalam kemarahan sang CEO kejam.
Sampul Novel I Stuck On You
7.9
Nadya Ivanka, seorang penulis amatir yang sedang terluka, terpikat oleh pesona Ethan Sullivan di Bali. Pria asal Australia yang tampan ini ternyata bukan orang biasa, melainkan bos media besar sekaligus pemilik resor mewah. Nadya yang dihantui trauma masa lalu mencoba bertahan, sementara Ethan yang dingin justru terobsesi dengan kesederhanaan Nadya. Di tengah bayang-bayang luka lama yang menyelimuti mereka berdua, mampukah cinta baru ini menyatukan hati mereka?
Sampul Novel Ketika Cinta Telah Mati dan Harapan Pupus
8.7
Saat hipotermia dan penyakit jantungnya kambuh di puncak gunung, Chloe Winata diabaikan oleh dua teman masa kecilnya yang lebih memilih menyelamatkan Lucia. Setelah berhasil bertahan hidup dari maut tanpa kepedulian mereka yang malah asyik berpesta, Chloe menyadari persahabatan belasan tahun mereka telah sia-sia. Kecewa dan kehilangan harapan, Chloe akhirnya memutuskan untuk menyerah pada hubungan masa lalu tersebut. Ia pun menghubungi ayahnya dan menyatakan kesediaannya untuk menerima perjodohan dengan putra dari Keluarga Januar.
Sampul Novel Kutukan Cinta Sang CEO
9.7
Khaidar Wijaya hidup dalam bayang-bayang kutukan mematikan: orang yang mencintainya dengan tulus akan celaka hingga tewas. Usai kehilangan orang tuanya, ia memilih mengisolasi diri. Namun, demi mengabulkan keinginan terakhir neneknya yang sekarat, Khaidar terpaksa menikahi Viona, mantan teman sekolah yang sangat membencinya. Pernikahan tanpa cinta ini menjadi satu-satunya jalan. Mampukah Viona bertahan tanpa rasa cinta, atau ia akan menjadi korban kutukan maut berikutnya?