APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Sang Istri Tertindas

Pembalasan Sang Istri Tertindas

Pasca tewas mengenaskan, Amara terlahir kembali ke masa lalu demi membalas dendam pada suaminya, Rafael, dan Isabella sang pelakor. Mereka telah merebut harta sekaligus merenggut nyawa buah hatinya. Di tengah perjuangan menuntut keadilan dan membuat Rafael menyesal, muncul seorang pria dari masa lalunya yang siap melindungi dengan tulus. Amara pun bimbang untuk terus fokus pada dendamnya atau menyambut cinta baru yang hadir.
Bab
Bagikan

Bab 3

Langkah Rafael mundur perlahan, tetapi tidak ada penyesalan yang terlihat di wajahnya-hanya ada sedikit kebingungannya, yang disertai dengan sedikit kesombongan yang mulai ia hilangkan. Amara tidak peduli. Semua kata-kata manis Rafael, yang dulu membuat hatinya berdebar, kini hanyalah serpihan-serpihan dusta yang sudah tak berarti lagi.

"Dengar, Rafael. Aku sudah selesai denganmu," ujar Amara dengan suara yang dingin, terputus di antara udara yang terasa sangat berat. Kata-katanya mengalir begitu cepat, seolah setiap kalimat merupakan pukulan yang dia simpan bertahun-tahun, tak pernah diungkapkan, kini keluar begitu saja. "Aku tidak peduli dengan penjelasanmu. Aku tidak peduli dengan apa yang kamu rasa. Semua yang kamu katakan hanya kebohongan, dan aku sudah terlalu lelah untuk mendengarnya."

Rafael tampak kehilangan kata-kata. Di mata Amara, itu adalah ekspresi pertama yang tulus ia lihat dari pria itu dalam waktu yang lama. Bukan penyesalan, bukan cinta, hanya kebingungan-sebuah kebingungan yang seharusnya datang jauh lebih dulu, saat dia pertama kali mengkhianati dan mengecewakannya. Namun, seperti yang biasa Amara lakukan, dia menahan emosinya, menyembunyikan segala rasa sakitnya di balik lapisan keteguhan hati yang tak akan pecah.

"Amara," panggil Rafael lagi, suaranya kali ini lebih rendah, hampir seperti permohonan. "Tolong beri aku kesempatan untuk menjelaskan. Aku-"

"Cukup!" Amara memotongnya dengan keras, suaranya penuh keteguhan yang membuat Rafael terdiam. "Tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Aku sudah tahu semuanya. Kamu hanya menginginkan Isabella. Kamu hanya menginginkan kesenanganmu sendiri. Aku... aku hanya sebuah bagian kecil dari permainanmu."

Rafael terdiam. Tak ada jawaban. Ia hanya menatap Amara dengan tatapan kosong, seakan mencoba memahami perubahan yang begitu drastis pada dirinya-perubahan yang seharusnya ia sadari jauh lebih dulu, tapi ia terlalu sibuk bermain dengan perasaannya sendiri.

Amara tidak lagi merasa marah. Yang ada hanyalah rasa kosong yang dalam, rasa lelah yang begitu berat. Semua kebohongan yang pernah ditutupi dengan senyum dan janji-janji manis kini terbuka begitu saja di hadapannya. Ia merasa begitu bodoh pernah mempercayakan hidupnya pada seseorang yang hanya menganggapnya sebagai sebuah alat untuk mencapai tujuannya.

"Amara..." Rafael memanggilnya lagi, kali ini ada sedikit penyesalan yang terlihat di matanya, namun itu hanya menambah kebencian dalam diri Amara.

"Jangan sebut namaku lagi," katanya, suaranya teredam, namun tegas. "Jangan sebut namaku lagi, Rafael, karena aku tidak akan pernah menjadi orang yang kamu kenal lagi."

Dia melangkah pergi begitu saja, tidak menoleh sedikit pun. Hatinya terasa begitu berat, namun dia tahu, setiap langkah yang ia ambil adalah langkah yang membawanya lebih dekat pada tujuannya. Amara tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan Rafael-tidak ada lagi alasan baginya untuk mengingat pria itu sebagai bagian dari hidupnya. Kehidupan yang dulu penuh dengan harapan, kini hanya menjadi kenangan yang tak akan pernah ia biarkan menguasai dirinya lagi.

Amara berjalan menyusuri trotoar yang ramai, namun hatinya terasa sunyi. Dia merasa kosong, namun pada saat yang sama, ada perasaan kuat yang mulai tumbuh di dalam dirinya-sebuah tekad yang bahkan ia sendiri tidak bisa menghindari. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Amara merasa seperti wanita yang benar-benar memegang kendali atas hidupnya.

Ia melangkah tanpa tujuan, tanpa rasa takut, karena kali ini, dia tahu apa yang harus dilakukan. Ini adalah hidup barunya. Ini adalah hidup yang telah diberikan kembali padanya.

Setelah beberapa saat berjalan tanpa arah, Amara tiba di sebuah taman kecil yang sepi. Dia duduk di bangku yang menghadap ke kolam dengan air yang berkilauan, mencoba menenangkan pikirannya yang masih dipenuhi amarah.

Tiba-tiba, sebuah suara mengganggu ketenangannya.

"Amara?"

Amara menoleh, matanya langsung tertuju pada sosok yang muncul dari balik pohon-Andre, pria yang selama ini selalu ada di sampingnya, namun yang selalu ia abaikan. Andre memandangnya dengan tatapan lembut, namun ada kecemasan yang jelas terlihat di matanya.

"Amara, kau baik-baik saja?" tanya Andre, langkahnya mendekat, berhenti beberapa langkah di depan Amara.

Amara menghela napas. Ini adalah pertemuan yang sudah lama ia hindari, namun sekarang, rasanya seperti tak ada pilihan.

"Aku baik, Andre," jawab Amara, meski ada sedikit keraguan dalam suaranya. "Aku hanya... aku hanya perlu waktu untuk diriku sendiri."

Andre duduk di sebelahnya, namun tidak mencoba untuk menyentuh atau mendekatkan diri. Ia tahu betul, Amara butuh ruang, butuh waktu untuk memahami semua yang terjadi.

"Aku tahu," ujar Andre pelan. "Tapi kamu harus tahu, Amara, aku selalu ada untukmu. Apapun yang terjadi, aku tidak akan pergi. Aku... aku sangat peduli padamu."

Amara menatap Andre, ada sedikit rasa terkejut di matanya. Selama ini, dia selalu melihat Andre sebagai teman, namun ada sesuatu dalam tatapan pria itu kali ini yang membuatnya merasa cemas-sesuatu yang lebih dari sekadar persahabatan.

"Aku tahu," jawab Amara dengan suara rendah. "Aku... aku juga peduli padamu, Andre."

Namun, meski kata-katanya terdengar manis, ada jarak yang besar antara mereka. Amara tahu bahwa dirinya masih jauh dari siap untuk membuka hatinya kembali. Semua yang telah terjadi-semua yang telah dia alami-terlalu berat untuk diungkapkan begitu saja.

Tapi di sisi lain, ada perasaan hangat yang mulai tumbuh dalam dirinya setiap kali Andre ada di dekatnya. Perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya-perasaan yang mungkin, hanya mungkin, bisa memberinya alasan untuk merasa sedikit lebih hidup.

Namun, semua itu masih terlalu dini. Amara tahu bahwa langkah pertama yang harus ia ambil adalah melawan Rafael dan Isabella, bukan membuka hatinya pada seseorang yang belum ia pahami sepenuhnya.

Untuk saat ini, Amara hanya perlu fokus pada satu hal: balas dendam.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ditakdirkan untuk Pria Terkaya di Dunia
8.1
Usai dikhianati tunangannya dalam kondisi mengandung, Livia hampir kehilangan nyawa hingga terpaksa melarikan diri. Lima tahun berlalu, ia kembali dan menolong seorang anak kecil yang rupanya putra dari miliarder paling kaya. Sang konglomerat pun hadir melindunginya, menumpas semua musuh, serta membungkam saudara perempuan Livia yang jahat lewat klaim pernikahan rahasia mereka. Kini, Livia yang kebingungan harus menghadapi godaan sang suami misterius yang mendambakan anak kedua.
Sampul Novel Hati Lunara
8.4
Kisah Lunara Ustman menyoroti kehangatan kasih keluarga dan persahabatan, di tengah jerat cinta segitiga unik yang menuntut pengorbanan. Menghadapi kerinduan mendalam pada orang tuanya serta cobaan hidup yang perih, Luna memilih berserah pada takdir Tuhan. Ia terus berjuang melewati badai demi meraih kedamaian dan kebahagiaan sejati, sembari meyakini bahwa setiap rahasia di balik kepedihannya akan berakhir indah.
Sampul Novel Miss Black Puteri CEO Yang Terbuang
9.4
Rose hidup menderita sebagai anak yatim piatu sebelum Denzel mengungkap bahwa ia adalah putri kandung dari CEO Louis Brown. Untuk melindungi dirinya, Rose menyamar sebagai mahasiswi berprestasi bernama Rose Carter, yang diam-diam merupakan violinis misterius, Miss Black. Ketegangan memuncak saat putra angkat ayahnya, Luke, memaksanya menikah demi menguasai harta. Di tengah ancaman maut dari Peter dan Hendrick, kebencian Rose dan Luke berubah jadi cinta. Rose kini harus melawan pengkhianatan demi hidup bahagia bersama Luke.
Sampul Novel Sangkar Pernikahan
8.2
Danas kehilangan kedamaian hidupnya setelah Raka Langit Mahameru, CEO Neha’v Group yang sangat berpengaruh, membuat bisnis sang ayah jatuh bangkrut. Keadaan kian pelik ketika Raka justru memaksa Danas menikahinya demi menebus kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Kini, Danas terperangkap dalam pernikahan dengan pria sedingin es tersebut, sembari terus didera kebingungan atas dosa masa lalu yang dituduhkan kepadanya.
Sampul Novel Terjebak Dalam Mantra Istriku
8.8
Demi membalas dendam pada keluarga Evans, Lena yang lahir dari perselingkuhan terpaksa berpura-pura menjadi putri mereka untuk menikahi Dylan karena diancam. Lena sengaja memikat Dylan hingga pria itu mencintainya dengan sangat obsesif, lalu memakai perasaan tersebut untuk merusak nama baik Evans. Namun, di tengah aksi balas dendamnya, Dylan mulai menaruh curiga pada identitas asli istrinya yang menyembunyikan rahasia gelap di balik daya pikatnya.
Sampul Novel Tumbal Pengantin Iblis
8.4
Kalina, putri CEO yang menyamar jadi siswi biasa demi kedamaian, mendapati hidupnya berubah total. Akibat tak sengaja membuka segel terlarang, ia bertemu pemuda misterius bernama Elang. Kini, Kalina menguasai permata keramat kaum siluman yang membuatnya jadi buruan makhluk-makhluk buas. Di tengah dunia modern ini, ia harus berjuang bersama Elang demi melindungi pusaka tersebut sekaligus bertahan hidup dari kepungan para pemangsa yang mengancam nyawa mereka.