APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Pembalasan Dendam Seorang Ayah

Kebaikan putriku menolong orang tua ke ambulans berujung petaka di sebuah desa. Ketika aku berhasil melacak keberadaannya, ia telah meregang nyawa akibat pelecehan kejam. Kepedihan ini kian mendalam saat pelaku dibebaskan dari jerat hukum hanya karena dinyatakan mengidap gangguan jiwa. Menghadapi ketidakadilan ini, aku memilih jalan ekstrem. Aku memutuskan untuk ikut menggila dan sengaja menjadi pasien gangguan jiwa demi menuntut balas langsung kepada pembunuh putriku.
Bab
Bagikan

Bab 3

Mereka enggan menyerangku di dalam mobil karena takut merusak peralatan yang ada, jadi mereka mengurungku di sudut yang tersembunyi. Begitu melihatku, pria yang berperan sebagai orang tua renta itu langsung berdiri tegak. Ternyata dia hanya pria kurus yang lemah.

"Alfred, sudah kuduga pria ini bukan orang baik."

Alfred menyipitkan mata, melempar puntung rokok yang baru dihisapnya ke arahku. "Mengacaukan rencana kita, ya? Mau balas dendam untuk putrimu? Jangan mimpi! Hajar dia sampai babak belur!"

Pria yang bernama Pedro dan Gordon itu langsung menuruti perintahnya dan mulai menghajarku. Tangan dan kaki mereka yang kecil dan kurus hanya terasa seperti gigitan nyamuk di tubuhku. Aku menahan diri dan tidak bergerak. Tidak lama, keduanya malah terengah-engah.

"Kak Alfred, orang ini pengecut. Dia cuma berani sembunyi di sudut untuk mengintip kita," kata Pedro berusaha cari muka. Sambil tersenyum sinis, aku mengepalkan tinju diam-diam.

"Lihat saja, badannya besar tapi cuma pengecut! Beberapa pukulan saja dia sudah ...." Belum selesai dia bicara, aku langsung bangkit dan memberi pukulan keras di dagu Alfred. Kemudian, aku meraih dua pria lemah itu dan membenturkan kepala mereka dengan keras.

Apa mereka benar-benar mengira ototku ini hanya pajangan? Ketika aku menguasai arena di dojo, mereka mungkin masih sibuk bermain lumpur!

"Cari mati!" Alfred terdorong mundur dan mengeluarkan pisau lipatnya dengan kesal. Aku mendengus, tidak menganggapnya serius. Dengan cekatan, aku mencengkeram leher kedua pria itu dan menggunakan mereka sebagai perisai.

"Kak Alfred!" Kedua pria itu berusaha melawanku dengan menendang kakiku, tapi trik kecil mereka itu tidak ada apa-apanya. Aku langsung menendang lutut mereka dan membuat mereka jatuh berlutut.

Mencengkeram mereka semudah mencengkeram anak ayam. Alfred mengacungkan pisau dan mengayunkannya ke arahku tanpa teknik sama sekali.

Aku mengangkat mereka berdua bergantian di depanku dengan mudah, membuat Alfred tanpa sengaja menusuk anak buahnya sendiri berkali-kali. Kedua pria lemah itu menjerit kesakitan saat terkena pisaunya. Alfred tak tega melihat anak buahnya terluka dan akhirnya menelepon polisi.

"Halo, polisi? Aku mau lapor ada yang melukai orang!"

Aku tersenyum, lalu melepaskan cengkeraman pada mereka dan merebut pisau Alfred dengan cepat. Sambil mencengkeram kerah bajunya, aku menghajarnya tanpa henti. Alfred yang tak siap sama sekali, hanya bisa menerima pukulan dan berdarah.

Kedua anak buahnya mencoba menggangguku. Namun, hanya dengan satu tendangan dariku, mereka terlempar jauh. Saat itulah, terdengar suara dari ponsel Alfred. Itu suara putriku, Lili.

Di tengah amarahku yang berkobar, seluruh tubuhku tiba-tiba menjadi kaku mendengarnya.

"Lili ...." Sesaat aku kehilangan arah, membayangkan putriku yang dulu selalu ceria dan ramai menyapaku.

"Ayah, aku kangen. Tolong selamatkan aku ...."

Suaranya terdengar terputus-putus, diselingi suara makian pria lain.

"Dasar perempuan nggak tahu diri .... Ayahmu nggak akan pernah mencarimu lagi ...."

Aku memejamkan mata dengan perih. Tubuhku merosot dan aku menutup telingaku. Namun tanpa sadar, aku tetap ingin mendengar suara putriku sekali lagi. Itu adalah pesan terakhir darinya yang tersisa untukku.

Melihatku berhenti bergerak, Pedro dan Gordon langsung mencengkeram kepalaku dan membantingku ke tanah. Namun, rasa sakit di tubuhku tidak lagi berarti. Yang kudengar hanya suara Lili yang memanggilku.

"Ayah, tolong aku ...."

"Ayah, aku nggak mau hidup lagi ...."

"Ayah, aku mau mati saja ...."

Dia terus berteriak hingga suaranya menjadi serak. Lama-kelamaan, suaranya semakin tenang, seakan-akan telah pasrah menghadapi semua orang gila itu.

Lili berkata, "Ayah, Ibu, aku cinta kalian. Aku nggak seharusnya bertengkar sama kalian."

"Ayah, Ibu, aku menyesal sekali. Kenapa aku nggak diam saja seperti orang lain."

"Ayah, Ibu, aku kangen. Sayangnya, seumur hidup ini aku nggak bisa jadi putri kalian lagi."

Pada akhirnya di tengah-tengah keributan, para pria itu mulai menghentikan gerakan mereka.

"Kak, gadis ini bunuh diri dengan menggigit lidahnya ...."

Seketika, otakku seakan-akan meledak. Hatiku terasa seperti dibelah dua. Lili-ku pergi begitu saja ....

"Gimana rasanya mendengar putrimu mati? Apakah kamu sakit hati sekali sampai ingin membunuhku? Ayo bunuh saja aku. Dengan membunuhku, kamu bisa balas dendam untuk putrimu."

Pada saat ini, aku hanya punya satu pemikiran, yaitu ingin membunuh ketiga orang ini sekarang juga.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B29783" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B29783
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir
8.0
Saat menjalani pengambilan sel telur ketiga untuk bayi tabung, sang istri harus berjuang sendiri karena suaminya, Johannes, beralasan lembur. Tengah malam, ia terbangun dengan tubuh membengkak parah dan kesulitan bernapas. Dalam kondisi kritis, ia menghubungi Johannes. Namun, teleponnya justru diangkat wanita asing bersuara mesra. Keadaan kian mencekam saat terdengar suara cambukan dan erangan sebelum panggilan terputus, mengungkap misteri kelam di balik pernikahan mereka.
Sampul Novel Genius Liar
9.5
Indira Gianina mulai mencurigai Raefal Shahreza, suaminya yang pandai bersilat lidah. Ketika pengkhianatan Raefal terbongkar, Indira menghadapi pilihan sulit: bertahan demi sang buah hati atau mengakhiri pernikahan mereka. Sebagai istri yang kuat, ia enggan tinggal diam. Indira bertekad menyingkap seluruh kepalsuan suaminya dan menunjukkan harga dirinya di depan selingkuhan sang suami. Inilah kisah perjuangan seorang istri demi menjaga kehormatan keluarganya.
Sampul Novel Ipar adalah Maut Pernikahan
9.6
Dian terjebak dalam hubungan terlarang bersama Raihan, pria yang terkunci dalam pernikahan dingin. Walau terus dirongrong rasa bersalah pada suaminya, Galih, serta Laras yang merupakan sahabatnya, ia tak berdaya untuk lepas. Niat Dian untuk menjauh justru memicu obsesi Raihan yang makin menjadi. Keadaan kian genting saat Laras tiba-tiba mendatangi kamar Dian. Kini, rahasia kelam ini mengancam menghancurkan nama baik, persahabatan, dan seluruh masa depan Dian.
Sampul Novel PESUGIHAN BONDHO TURAH
8.6
Hancurnya jalan ke Desa Kayu Dawung memicu rentetan peristiwa kelam akibat keserakahan, kedengkian, dan sihir. Di balik akses yang rusak itu, takdir mempertemukan jiwa-jiwa serta entitas roh yang sebelumnya asing satu sama lain. Kisah panjang ini mengupas tuntas sisi gelap ketamakan manusia yang berpadu dengan rumitnya misteri cinta. Perpaduan tersebut pada akhirnya menciptakan jalinan nasib yang tidak terduga bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.
Sampul Novel Pijat Tunanetra Kapal Pesiar
8.8
Kapal pesiar mewah Lautan menyimpan rahasia gelap setiap tahun baru, di mana deretan terapis tunanetra dihadirkan untuk melayani tamu elit. Demi menyelidiki hilangnya sang kakak, seorang wanita nekat memalsukan identitasnya sebagai pemijat buta agar bisa menyusup ke sana. Rencananya mulai goyah saat seorang pria berkuasa memilihnya dan membawanya ke kamar pribadi. Di bawah tatapan tajam sang miliarder yang menguji kebohongannya, ia harus bertahan dalam permainan berbahaya yang mengancam penyamarannya.
Sampul Novel WURAKE
8.3
Wurake adalah penganut ilmu hitam yang mengincar janin, bayi, serta ibu hamil dan nifas demi memuaskan dahaga mereka. Berbeda dengan Kuyang, sosok Wurake bisa berupa pria maupun wanita, dengan ancaman nyata yang mengintai siapa saja tanpa memedulikan umur atau gender korban. Kisah misteri berbalut horor fantasi ini merupakan karya fiksi belaka, sehingga jika terdapat kesamaan nama tokoh ataupun lokasi, hal tersebut hanyalah unsur ketidaksengajaan.