APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran

Setelah tewas membeku akibat dikhianati keluarganya, Anggi Suharjo terbangun kembali di hari pernikahannya dengan Luis Giandra yang kejam. Menyadari dirinya hanya figuran yang dikorbankan demi sang adik kembar, Wulan, Anggi bertekad tidak akan lagi mengemis kasih sayang. Menggunakan kecerdasan strategi militer dan keahlian medisnya yang luar biasa, ia siap menaklukkan dunia. Saat keluarganya yang menyesal mulai memohon ampun, Luis yang awalnya dingin justru enggan melepaskan Anggi demi membayar utang nyawa.
Bab
Bagikan

Bab 2

Anggi baru bereaksi kembali setelah menatap lama Luis yang terbaring di tempat tidur.

Dia jadi merasa serba salah. Apakah dirinya harus naik ke tempat tidur ... atau tidak?

Dilihat dari sikapnya, Luis tidak bermaksud menyentuh Anggi. Namun kalau Dariani memeriksa besok pagi dan mendapati mereka tidak berseranjang, Dariani mungkin akan marah.

"Kemari." Saat Anggi sedang memusingkan masalah ini, pria yang ada di atas tempat tidur itu berseru dengan acuh tidak acuh.

Jantung Anggi berdegup kencang. Dia menggenggam gaun pengantin dan mendekat pelan-pelan. Saat Anggi tiba di tempat tidur, Luis tiba-tiba berbalik menghadapnya dan mengayunkan tangan untuk memadamkan lilin.

Dalam sekejap, kamar itu menjadi gelap.

Detik berikutnya, sebuah tangan menggenggam pergelangan Anggi dan menjatuhkannya di atas ranjang. Anggi berteriak, lalu mendapati dirinya telah jatuh ke dalam sebuah pelukan hangat.

Luis menatap Anggi yang tampak kurus, tapi berbentuk badan bagus itu. Jantung wanita yang terbaring dalam pelukannya ini berdegup kencang.

"Keluarkan suaramu." Suara Luis begitu dekat di telinga Anggi.

Anggi merasa bingung. Detik berikutnya, pria itu sudah melepaskan ikat pinggang Anggi. Sebelum Anggi bereaksi, Luis bahkan sudah menanggalkan gaun pengantin Anggi. Dalam sekejap, hanya tersisa baju dalam yang membalut tubuh Anggi.

"Aaa!!!" Secara refleks, Anggi memeluk dirinya sendiri. Tanpa gaun hangat yang membungkusnya, tubuhnya sedikit bergetar.

Pada saat ini, Luis merangkul pinggang Anggi. "Aku nggak ingin menyentuhmu. Tapi, kamu harus bekerja sama. Kencangkan suaramu."

Wajah Anggi merona merah. Mana mungkin gadis yang masih bersih seperti dia paham hal begituan?

Namun, dia juga takut Luis bertindak macam-macam padanya. Situasinya akan menjadi lebih canggung nanti.

Oleh karena itu, dia berusaha mendalami dan berteriak sekali.

Di tengah kegelapan malam, Anggi tidak menyadari bahwa beberapa teriakan lembutnya telah membuat pandangan mata Luis menjadi sedikit kabur.

"Lanjutkan, jangan berhenti." Suara pria itu sangat cuek. Sedikit pun tidak ada rasa kasih yang terkandung di dalamnya.

Anggi merasa tidak nyaman, tapi dia ingin bertahan hidup.

Bagaimanapun, ternyata Luis tidak sekejam yang dirumorkan. Peluang bertahan hidup Anggi jadi bertambah.

Setidaknya, dirinya tidak akan dibuat lumpuh dan dibuang di depan pintu rumah sendiri seperti kehidupan sebelumnya.

Anggi mendekap dalam pelukan Luis. Setelah berteriak selama setengah jam dalam kedinginan, napasnya jadi mulai berasap. Untungnya, pria itu segera berbisik di telinganya, "Cukup."

Anggi segera berhenti.

Seumur hidupnya, ini pertama kalinya dia melakukan hal semacam ini. Untung saja ruangan itu sangat gelap sehingga wajahnya tidak kelihatan. Kalau tidak, dia pasti akan mencari lubang untuk mendekam ke dalam saking malunya.

Saat ini, Luis baru melepaskan Anggi dan berpindah ke sisi lain dari tempat tidur.

Anggi lalu bangun untuk membalut dirinya dengan selimut. Setelah berpikir sejenak, dia juga menyelimuti Luis. Bagaimanapun, kalau Luis jatuh sakit karena kelalaiannya, dirinya tetap akan dihukum besok.

Menjadi istri Pangeran Selatan sungguh merepotkan.

Sambil terbuai dalam perasaannya sendiri, Anggi yang sudah lelah pun terlelap.

Menyadari napas wanita di sebelahnya telah stabil secara perlahan-lahan, Luis merasa takjub. Sepertinya wanita ini memang tidak takut kepadanya. Bisa-bisanya ada orang yang tertidur lelap di sebelahnya.

Luis merasa putri sulung dari Keluarga Suharjo ini tidak seperti yang dirumorkan. Saat memikirkan hal ini, ujung mulut Luis sedikit mengait. Mungkin dia sendiri juga tidak menyadari bahwa dirinya tidak terlalu menolak keberadaan Anggi.

Tidur Anggi sangat pulas. Saat terbangun, yang berada di hadapannya adalah sebuah wajah yang sebelahnya penuh luka bakar, sedangkan sebelahnya lagi, terdapat luka goresan yang mirip kelabang.

Melihat wajah Luis dari jarak begitu dekat membuat Anggi terkesiap dan melompat dari ranjang. Setelah beberapa saat, dia baru memberanikan diri dan mulai mengamati wajah Luis secara diam-diam.

Wajah Luis sangat tenang dan tanpa emosi.

Dia melirik Anggi sekilas dan berkata, "Putri hebat juga, sudah mulai merayuku di siang bolong begini."

Anggi tercengang, lalu melihat tubuhnya sendiri. Ternyata dia tidak mengenakan apa pun.

Seketika, dia langsung menarik selimut dengan canggung. Saking malunya, dia ingin membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam selimut itu. Dia bertanya-tanya dalam hati, entah Luis sudah melihat bagian apa saja.

Luis bangun, lalu mengingatkan Anggi yang masih membekam di dalam selimut. "Belum mau bangun? Mau aku yang membantumu memakai baju?"

Tentu saja Anggi tidak berani membiarkan Luis melakukan hal seperti itu.

Dia mengulurkan tangan dan meraih baju yang ada di sampingnya. Setelah memakai satu demi satu pakaiannya, Anggi baru berani keluar dari dalam selimut.

Dia ingat betul dirinya masih memakai baju dalam semalam. Kenapa semuanya sudah tertanggal ketika dia bangun?

Seketika, Anggi menatap Luis dengan curiga.

Namun, pria itu terlihat tenang. Lagi pula, seharusnya Luis tidak punya ketertarikan terhadap Anggi.

Setelah dipikir-pikir, Anggi meyakinkan diri, mungkin dirinya yang telah melepas baju itu tanpa sadar semalam.

Hal ini membuat Anggi gusar. Bisa-bisanya dirinya jadi kurang waspada di hadapan Luis. Selain tertidur lelap, bajunya bahkan terlepas di tengah malam.

Anggi memilih sebuah mantel berwarna biru muda dari dalam lemari. Setelah memakainya, dia baru memakaikan baju untuk Luis.

Luis tidak mau berseranjang dengan Anggi, tapi Anggi merasa tetap harus melayani Luis.

Luis tidak berkata apa-apa selama Anggi memakaikan baju untuknya.

Saat memakaikan baju untuk Luis, perhatian Anggi tersita oleh seprei yang terpasang di tempat tidur. Tidak ada noda darah di seprei itu. Sebentar lagi, Dariani akan meminta orang memeriksanya.

Anggi pun berusaha memikirkan alasan yang tepat agar dia bisa menggigit jari dan meneteskan darah di atasnya.

Mungkin Luis bisa membaca isi hati Anggi. Dia lantas mengeluarkan sebuah belati dari bawah kursi roda sebelum Anggi beraksi. Luis mengiris tangannya dan meneteskan sedikit darah di atas seprei tersebut.

Anggi sontak kaget dengan tindakan Luis dan segera memeriksa luka Luis.

"Pangeran ... kenapa kamu melukai diri? Pangeran bisa mengiris tanganku saja untuk meneteskan darahnya." Anggi bergumam sambil memeriksa luka Luis.

Detik berikutnya, dia baru menyadari bahwa perhatian dirinya terhadap Luis ini agak berlebihan.

Kemungkinan besar, ini karena dia tahu, satu-satunya orang yang mengurus jasadnya saat mati mengenaskan dulu adalah pria yang akhir hidupnya juga sangat tragis ini.

Oleh karena itu, dirinya jadi merasa dekat dan bisa memercayai pria ini secara tanpa sadar.

Luis menatap Anggi dengan ekspresi datar.

Anggi beranjak untuk mengambil kotak perhiasan yang dia bawa. Di lapisan bawah kotak itu, tersimpan banyak racikan obat yang dia buat sendiri.

Rata-rata anggota Keluarga Suharjo adalah jenderal militer yang sering terluka. Untuk mengurangi rasa sakit ayah dan para kakak laki-lakinya, Anggi giat mempelajari ilmu medis. Dia banyak menciptakan obat efektif yang seringkali menyelamatkan pasukan Keluarga Suharjo. Oleh karena itu juga, mereka boleh meraih banyak prestasi dalam medan perang.

Sayangnya, semua itu dianggap sebagai jasa Wulan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dokter Ajaib Primadona Desa
9.4
Kehidupan Tirta Hadiraja berubah drastis setelah ia tidak sengaja memakan seekor ular putih. Masalah impotensi yang dideritanya lenyap, digantikan dengan keperkasaan luar biasa, kemampuan mata tembus pandang, serta daya ingat super. Sebagai pemilik klinik, Tirta memanfaatkan keahlian baru ini untuk mengembangkan kemampuannya ke tingkat yang luar biasa. Di saat kejayaannya mulai menanjak, ia justru dihadapkan pada perebutan hati dari seorang janda, primadona desa, hingga putri konglomerat yang bersaing ketat untuk menjadi istrinya.
Sampul Novel Hati Alpha yang Terlambat
7.9
Demi Timothy Oliver, Vanessa Price rela mendonorkan sumsum tulangnya. Namun, pengorbanan itu justru dibalas dengan kekejaman Timothy yang ingin membalas dendam demi ibu tirinya, Bryanna. Selama empat tahun Vanessa hidup dalam siksaan, hingga ia dinyatakan tewas di reruntuhan tambang. Penyesalan Timothy baru datang saat menemukan jasad Vanessa bersama bukti kehamilan. Kini, Vanessa bangkit kembali untuk menuntut balas atas kehancuran hidup dan kariernya.
Sampul Novel I Will Always Love You
9.7
Penyesalan mendalam menghantui Aarav Ravindra karena telah mengabaikan sang istri akibat konflik masa lalu. Begitu ia mulai mencintainya, sang istri justru berpulang untuk selamanya. Di tengah rasa bersalah yang menghancurkan hidupnya, Aarav sangat mendambakan kesempatan kedua. Sebuah keajaiban datang lewat sosok wanita misterius yang menawarkan kemampuan melintasi waktu. Kini, Aarav harus berjuang memperbaiki masa lalu dan menghapus luka yang membekas.
Sampul Novel Lebih Baik Kejam daripada Penuh Kasih Sayang
8.9
Shanon mengambil keputusan mengejutkan untuk mengaktifkan proses pelepasan program sistem demi bisa pulang dalam waktu setengah bulan. Meskipun sistem mempertanyakan alasannya pergi meninggalkan suami yang menyayanginya serta putra yang selalu membelanya, Shanon tetap bergeming. Kisah fantasi modern ini menyoroti keraguan Shanon saat menatap televisi ketika kata keluarga diucapkan, mengungkap konflik batin mendalam di balik kehidupan domestik yang terlihat sempurna.
Sampul Novel Misteri Masalembo (Crash Landing)
8.8
Badai dahsyat menyeret pesawat Airbus A320 masuk ke portal masa lalu di sebuah benua asing. Di tengah kabin yang dipenuhi arwah berdosa dan gas beracun selama dua jam penuh teror, sang pilot Adam bekerja sama dengan ahli astrofisika Austria, Ingrid Rose. Mereka berjuang memecahkan teka-teki rumit demi kembali pulang. Upaya itu berhasil, namun badai membuat bahan bakar habis. Pendaratan darurat di perairan luas pun tak terhindarkan agar semua bisa selamat.
Sampul Novel WANITA UNTUK MANUSIA BUAS Kisah Anindira
8.9
Terdampar di dimensi asing, Anindira didera trauma mendalam setelah mengalami pemerkosaan hingga dirinya hamil. Di balik kepedihan itu, sang ayah biologis dari bayinya terus mengawasi dan berharap bisa menebus kesalahannya. Perjalanan hidup Anindira pun diwarnai hubungan poliandri bersama empat pria berbeda, yang terikat karena insiden hingga intrik politik. Saat takdirnya kian rumit dengan kehadiran dua pria lain, akankah sosok yang tulus mencintainya diberi kesempatan kedua?