APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Pembalasan Dendam sang Menantu Tertindas

Selama bertahun-tahun mengarungi bahtera rumah tangga, Owen harus menelan pil pahit berupa hinaan dan penolakan yang tiada henti. Kehidupannya berbalik seratus delapan puluh derajat setelah ikatan pernikahan itu resmi berakhir melalui perceraian. Alih-alih terpuruk, ia justru menerima warisan tak ternilai dari leluhur keluarganya. Kejadian tak terduga ini seketika mengubah nasib sang mantan menantu yang tertindas menjadi seorang penguasa baru yang sangat disegani, bergelimang harta melimpah, serta dikelilingi banyak wanita.
Bab
Bagikan

Bab 3

Lokasi makam ini sangat terpencil!

Owen juga tidak yakin akan ada hantu atau tidak, hanya saja dia dapat mendengar suara raungan serigala. Ditambah lagi, si wanita sedang basah kuyup, dan kakinya juga terluka. Dia pasti tidak bisa berjalan jauh.

Jalan raya masih jauh di depan sana. Tidak akan ada yang datang untuk menyelamatkan wanita ini. Sekarang dia juga sudah tidak memiliki ponsel dan kunci mobil. Dia pun hanya bisa bermalam di sini!

Semua ini adalah hukuman Owen untuknya!

Hukuman atas membalas air susu dengan air tuba!

Owen melangkahkan kakinya, lalu berjalan pergi.

“Dasar berengsek! Kamu memang berengsek! Kamu … jangan tinggalin aku!”

Si wanita cantik mengejar Owen, tapi dia tidak sanggup mengejar langkah Owen yang sedang emosi itu. Seketika, terlintas rasa sedih di hatinya. Dia tidak menyangka seorang wanita dari keluarga kaya raya, Theresa Lestari, akan disiksa seperti ini.

“Sialan! Setelah aku tahu kamu itu siapa, aku pasti nggak akan ampuni kamu!” jerit Theresa.

Ancaman yang dilayangkan Theresa membuat amarah di hati Owen semakin membara. Dia pun tidak menghiraukan Theresa lagi.

Ketika menyadari Owen sudah menghilang dari pandangannya, tangisan Theresa semakin kuat lagi. Saat ini, sepatu hak tinggi Theresa sudah rusak, sekujur tubuhnya juga sudah basah. Dia kedinginan sampai menggigil.

Theresa mengamati sekeliling, dan dia pun merasa sangat takut. Memang tidak ada serigala, tapi tempat ini adalah kuburan. Siapa tahu bakal ada roh-roh halus ….

Theresa sungguh membenci Owen. Sejak kapan nona muda terhormat seperti dia pernah mengalami penderitaan seperti ini?

Tiba-tiba Owen mulai menyesali perbuatannya. Dia adalah seorang lelaki berhati baik. Kalau tidak, dia tidak mungkin akan menyelamatkan Kakek Martin, dan bahkan tidak mengeluh ketika ditindas anggota Keluarga Bastian selama bertahun-tahun. Dia bisa marah juga karena ingin melampiaskan amarah yang dipendamnya selama ini. Namun sekarang, Owen juga sudah menenangkan dirinya.

Owen berpikir, bagaimanapun ceritanya dia adalah seorang perempuan, sepertinya perbuatan Owen tadi sudah keterlaluan. Si wanita mungkin tidak akan bertemu bahaya lagi. Hanya saja, jika si wanita bermalam dengan kondisi basah kuyup, dia pasti akan flu berat. Owen merasa tidak tega. Pada akhirnya, Owen berjalan kembali untuk pergi mencarinya.

Namun, Owen malah tidak bisa menemukan bayangan siapa pun di tempat dia meninggalkan Theresa tadi. Kali ini Owen merasa panik. Dia langsung mencari di sekeliling, tapi selain sepasang sepatu hak tinggi, Owen tidak bisa menemukan apa-apa lagi.

Celaka!

Owen memiliki firasat buruk, sepertinya telah terjadi sesuatu terhadap Theresa. Tak lama kemudian, samar-samar terdengar suara jerit minta tolong Theresa. Owen langsung berlari ke arah datangnya suara.

Ternyata dua pembunuh tadi kembali lagi! Kali ini, mereka bukan hanya ingin membunuh Theresa saja, sepertinya mereka juga tidak dapat menahan hasrat ketika melihat Theresa yang basah kuyup itu.

Saat Owen pergi mencari Theresa, pakaiannya pun sudah dikoyak. Owen juga tidak peduli dengan kehebatan dua pembunuh itu lagi, dia langsung menendang salah satu pembunuh yang sedang menindih tubuh Theresa.

Owen menundukkan kepalanya dan tampak pakaian di tubuh Theresa sudah tidak bersisa lagi. Theresa berusaha untuk menutup bagian intimnya, tapi tidak peduli bagaimana dia berusaha, tetap terlihat bagian tubuh lainnya. Owen spontan merasa postur tubuh wanita ini indah sekali.

Emm, bahkan lebih indah daripada tubuh Lucy.

“Kamu nggak apa-apa, ‘kan?”

Owen langsung melepaskan pakaiannya, lalu menutupi tubuh Theresa. Theresa pun bergegas mengenakan pakaiannya. Ketika melihat orang yang datang menyelamatkannya adalah lelaki yang meninggalkannya tadi, Theresa pun ingin sekali menamparnya. Namun pada saat ini, Theresa melihat sesuatu, dan dia spontan menjerit, “Hati-hati!”

Hanya saja, semuanya sudah terlambat.

Si pembunuh yang berjas hitam itu sepertinya sudah terlatih dengan profesional, sedangkan Owen hanyalah orang biasa. Bagaimana mungkin dia sanggup melawan si pembunuh? Owen pun ditendang jauh, lalu si pembunuh mengeluarkan pisau yang dipungutnya tadi sambil berkata, “Cari mati!”

Kemudian, si pembunuh yang satu lagi menginjak dada Owen, hendak menancapkan pisau di tubuh Owen.

Tiba-tiba si pembunuh yang mengoyak pakaian Theresa dan menendang Owen tadi pun mendesak pembunuh yang satu lagi, “Kak Basri, Keluarga Lestari itu keluarga hebat. Sepertinya mereka sedang di perjalanan untuk mengejar kita. Waktu kita sudah nggak banyak lagi. Cepat habisi mereka! Jangan tunda waktu lagi!”

“Memangnya aku nggak tahu!” Basri terlihat sangat marah. Jika bukan Theresa cukup cantik, sepertinya nyawanya sudah tiada saat ini.

Tanpa berbasa-basi, Basri langsung menusuk dada Owen dengan pisaunya.

Darah segar memuncrat!

Sebelum Owen meninggal, dia pun menggigit paha Basri, lalu menjerit, “Cepat lari! Kamu nggak usah peduliin aku! Aku memang ditakdirkan untuk bernasib malang!”

Setelah selesai berbicara, Owen masih bisa-bisanya memaksa untuk tersenyum pada Theresa. Meski awalnya Owen merasa sangat marah terhadap Theresa, pada akhirnya Owen juga tidak mempermasalahkannya lagi. Owen berjanji akan menjadi orang baik di kehidupan mendatang.

Tersimpan banyak makna di balik senyuman Owen, ada sedih, sakit hati, dan juga putus asa terhadap kehidupan ini.

Tubuh Theresa spontan gemetar. Dari senyuman Owen, dia sepertinya dapat membaca kesedihan dan kelemahan di hati Owen. Dia tidak sekuat yang dilihat Theresa.

Saat ini, Theresa malah tidak melarikan diri. Dia tahu kalau Owen mati, dia juga tidak mungkin bisa selamat.

Melihat Owen sudah kehilangan kesadarannya, wajah Theresa langsung memucat. Dia ketakutan hingga jatuh duduk di atas lantai.

Sebelumnya Owen sudah menindas Theresa, tapi sekarang dia malah rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan Theresa. Hal ini membuat hati Theresa terasa sedih.

Di sisi lain, darah yang mengalir dari dada Owen menodai giok yang menggantung di lehernya.

Siapa juga tidak menyadari bahwa giok itu memancarkan cahaya putih, lalu cahaya putih itu masuk ke bagian cedera di tubuh Owen.

“Saya adalah leluhur dari Keluarga Guswadi, semua keturunan Keluarga Guswadi berkesempatan mendapatkan warisanku ….”

Seketika kalimat itu masuk ke dalam benak Owen.

Kemudian, wajah yang awalnya terlihat pucat malah terlihat sangat merona. Bahkan tubuh Owen juga terasa sangat bertenaga.

“Theresa, sekarang giliranmu!”

Si lelaki berjas hitam tersenyum sinis, lalu berjalan ke sisi Theresa dengan memegang pisau.

Theresa sudah tidak memiliki tenaga untuk melarikan diri lagi. Dia pun sudah menyerah.

“Awas!”

Pada saat ini, terdengar suara teriakan pembunuh yang lain dari belakang. Sayangnya, semuanya sudah terlambat.

Owen memungut pisau dari atas lantai. Kemudian, dia langsung berdiri, dan menancapkan pisau di belakang punggung si lelaki berjas hitam.

“Kamu ….”

Si lelaki berjas hitam spontan menoleh. Kedua matanya menatap Owen dengan tatapan tidak percaya. Dalam hitungan detik, jenazah langsung jatuh ke atas lantai. Si pembunuh mati tanpa memejamkan matanya.

Owen, bagaimana ceritanya dia bisa hidup kembali?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bercinta dengan Playboy
9.1
Dikhianati oleh Alan sang tunangan membuat hati Risa hancur. Dikuasai rasa sakit, ia nekat menerima ajakan kencan satu malam dari Alva, rekan kerja sekaligus playboy terkenal, demi membalas dendam. Namun, rencana Risa menjadi rumit saat mengetahui Alva adalah sepupu Alan. Akankah balas dendam ini berhasil ketika Alan akhirnya menyadari hubungan terlarang antara tunangan dan saudaranya sendiri?
Sampul Novel Delasio
8.0
Kebiasaan Alesio mempermainkan wanita hancur seketika saat Adela mempermalukannya di depan publik. Namun, ketika musuh-musuh berdatangan untuk menjatuhkan Alesio, Adela justru hadir menyelamatkannya. Dari sana, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan erat. Sayangnya, kedekatan ini perlahan menguak rahasia kelam masa lalu yang saling terikat. Saat luka lama terungkap, Alesio memilih menjauh dan menyesali persahabatan yang kini dianggapnya tak pernah boleh ada.
Sampul Novel Godaan si Petani Tampan
8.4
Mengikuti program pemuda terpelajar ke pedesaan pada era 1970-an membawa babak baru dalam hidupku. Di sana, perhatianku teralihkan oleh sosok Adri, seorang pria desa yang maskulin dan berotot. Didorong rasa penasaran, aku nekat menyelinap ke kamarnya di keheningan malam. Keputusan itu memulai hubungan intim yang penuh gairah di antara kami. Di sela-sela kesibukan menggarap ladang, kami mengukir romansa rahasia di berbagai sudut desa yang sepi dan pegunungan sunyi, meninggalkan jejak cinta yang mendalam.
Sampul Novel Mertua Hiperseks
8.1
Dua tahun membina rumah tangga, Anita terpaksa tinggal bersama orang tua Andre demi merawat sang ibu mertua yang lumpuh akibat stroke. Keputusan ini justru membawa Anita ke dalam mimpi buruk saat menyadari ayah mertuanya, Wijaya, menderita hiperseks. Kenyataan pahit terungkap bahwa Lola, adik iparnya, telah dilecehkan oleh Wijaya. Kini, Anita menjadi sasaran berikutnya. Diintai tatapan penuh nafsu dan teror kamar yang disusupi, mampukah ia selamat dari jerat sang mertua?
Sampul Novel The Devil's Gift
9.8
Saat menyelesaikan konflik di Philadelphia, bos mafia Italia yang kejam, Cerano Acheron, bertemu Raveena Hesper. Lama terperangkap di rumah bordil, Raveena memberanikan diri bersujud di depan sang 'iblis' demi bebas. Ia menyerahkan jiwa dan raganya sebagai imbalan agar Cerano meratakan tempat terkutuk itu. Terkesan oleh nyali Raveena yang siap mati, Cerano menyetujui kesepakatan tersebut. Kini, Raveena selamanya terikat dalam pelukan sang Underboss yang sangat berbahaya.
Sampul Novel Wanita Simpanan
8.1
Setelah resmi bercerai, Selvia terhanyut dalam hubungan gelap bersama Andre, suami dari sahabat dekatnya sendiri. Walau menyadari besarnya dosa yang dihadapi, ia tak mampu membendung gairah dari pria yang mengklaim hanya dirinya yang bisa memberi kepuasan. Bagi Selvia, posisi sebagai selingkuhan menjadi jalan pintas demi meraih kemewahan serta kesenangan duniawi, meski ia harus mengorbankan persahabatan dan terjebak dalam lingkaran pengkhianatan yang membara.