APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pelakor's Hunter

Pelakor's Hunter

Kematian tragis Siska akibat racun pelumpuh saraf menyisakan pesan misterius dari sosok bertopeng berjuluk Malaikat Maut Pelakor. Teror pun berlanjut dengan target para wanita perebut suami. Ranti, seorang istri yang tersakiti oleh perselingkuhan, dituduh sebagai pelaku utama setelah bukti kuat ditemukan di kediamannya. Apakah rasa sakit hati telah mengubah Ranti menjadi pembunuh berdarah dingin, atau justru ada dalang lain yang bergerak dalam bayang-bayang dendam ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Sial! Kenapa ada kucing nyebrang malam-malam begini, sih!"

Ranti mengumpat sendiri karena harus mengerem mendadak saat seekor kucing hitam tiba-tiba melompat di depannya.

Tak berapa lama, Ranti masuk ke kawasan kompleks tempat tinggalnya.

Setelah memasukkan motor maticnya ke dalam garasi, dia celingukan seraya mengambil bungkusan hitam dari bagasi motor, seperti takut bila ada yang melihat.

Dengan cepat dia membuka pintu dengan kunci cadangan.

"Kak! Baru pulang?"

Narendra tiba-tiba muncul dari kamarnya saat mendengar ada yang membuka pintu.

"Hhhhrrkk!"

Ranti yang baru menutup pintu terkejut dan langsung menyembunyikan bungkusan hitam yang dibawa ke belakang tubuhnya.

"Oh, iya. Kakak abis nganter pesenan ... lumayan, daripada bayar kurir!" jawabnya sedikit gugup.

Narendra menatap sekilas gerakan tangan Ranti, tapi dia berusaha tak peduli.

"Kamu, kok belum tidur?" tanya Ranti lagi.

"Belum bisa tidur, Kak. Lagi pula baru pulang juga," jawab Narendra tenang, kemudian duduk di sofa ruang tamu dan menyalakan televisi.

Adik Ranti satu-satunya itu, saat ini belum mempunyai pekerjaan tetap selepas SMA.

Untuk mengisi waktu luangnya, dia bekerja sebagai driver ojek online.

"Tadi  Aira agak rewel!" lapor Bu Diah yang tiba-tiba sudah muncul dari dalam kamarnya.

Bu Diah-ibu mereka-menempati kamar sebelah Ranti.

Seketika raut wajah Ranti berubah cemas dan bertanya,"Kenapa Aira, Bu?" tanyanya pada ibunya.

"Nggak tau, tadi saat pulang main tiba-tiba dia bilang pengin beli ayah," kata ibu sambil duduk di sofa ruang tamu.

"Ya, ampun, Aira!"

Ranti terhenyak memdengar penuturan ibunya.

Segera dia masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian malam.

Dengan cepat dia mengunci pintu kamarnya dan menyimpan bungkusan hitam yang tadi dibawanya kedalam laci lemari dan menguncinya.

Dia menatap Aira yang telah terlelap, wajah imutnya terlihat begitu polos. Dari sudut matanya masih tampak sisa air mata, menandakan dia habis menangis.

Dengan lembut, Ranti membelai rambut dan pipi gembil buah hatinya. Ada perih yang menyesak dalam dadanya.

Diraih tangan mungil Aira dan dikecupnya dengan penuh perasaan.

Matanya mulai berkaca-kaca.

"Maafin mama, Sayang. Mama nggak bisa nahan ayahmu untuk tetap tinggal sama kita," ucapnya lirih.

Setitik air bening menetes di sudut matanya.

Tubuh mungil Aira menggeliat seperti merasakan kehadiran sang ibu.

Perlahan, Ranti meletakkan kembali tangan kecil itu dan mencium kening Aira.

Menatap wajah polos itu sendu.

Lalu melangkah keluar menemui ibu dan adiknya yang kini sedang asik menonton tayangan berita di televisi.

"Selamat malam Pemirsa. Kabar terbaru yang menghebohkan datang dari daerah pinggiran kota. Tepatnya di perumahan mewah Aman.

Seorang wanita muda ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya. Dia ditemukan oleh tetangga yang juga pembantu rumah tangganya saat hendak membersihkan rumahnya pagi tadi. Kondisi jenazah terlihat membiru seperti terkena gigitan ular berbisa. Yang menghebohkan, di kantong piyama yang dikenakannya ditemukan tulisan yang berbunyi 'Pemburu Pelakor' pada secarik kertas yang ditulis dengan tinta merah. Siska- demikian nama wanita muda tersebut, dikenal sebagai wanita simpanan seorang Manager keuangan yang diketahui bernama Arga.

Saat ini, kasusnya sudah ditangani oleh pihak berwajib."

Terdengar Presenter berita membacakan berita pertama.

Ranti mengernyitkan kening, ada senyum sinis terukir di sudut bibirnya.

Narendra meliriknya sekilas, sementara Bu Diah terlihat fokus mengikuti berita.

"Kenapa, Kak?" tanya Narendra tiba-tiba pada kakaknya.

"Ups!" Ranti langsung terdiam.

"Nggak apa, Rend. Cuma ada perasaan gimanaa ... gitu! Kalau liat berita kayak gini," jawab Ranti santai.

"Gimana apanya?" tanya ibu ikut nimbrung.

"Yah ... seneng aja! Ternyata ada juga yang perhatian sama istri-istri sah kayak kita," jawab Ranti sambil mengulum senyum.

"Kamu tuh, ya. Liat orang dibunuh, kok malah seneng!"

Bu Diah berkata sambil melemparkan bantal sofa ke arah Ranti yang langsung tertawa menghindar.

"Hahaha ... ya, iya dong, Bu! Biar para pelakor itu nggak bisa hidup tenang di atas penderitaan istri dan anak dari laki-laki yang menjadi selingkuhannya," ucap Ranti lagi seraya menggeram penuh emosi.

"Yang sabar, Nak! Nanti juga ada Gusti Allah yang bakal mbales kelakuan mereka. Dan juga perlakuan suamimu." Bu Diah sangat mengerti perasaan putrinya yang harus menjadi janda di usia muda, karena suaminya tergoda perempuan lain.

Dia membelai rambut hitam Ranti yang hanya sebatas bahu, gerah katanya kalau terlalu panjang.

"Ehemm!"

Narendra berdehem kecil menyaksikan drama ibu dan anak itu.

Tanpa banyak bicara, dia bangun dari duduk dan hendak melangkah masuk kembali ke kamarnya yang terletak di paling depan, sejajar dengan ruang tamu.

"Rendra ... kamu udah makan, Nak?" tanya Bu Diah pada putra tunggalnya itu.

"Udah, Bu. Tadi sambil narik penumpang di jalan," jawab Narendra menghentikan langkahnya dan menghadap Bu Diah.

Dia memang sangat patuh dan menghargai ibu dan kakaknya.

Dia juga sangat menyayangi Aira-keponakan satu-satunya.

Tak jarang dia membelikan mainan dan makanan kesukaan Aira bila ada rezeki lebih.

Tapi, Ranti sangat tahu. Adik lelakinya itu menyimpan kekecewaan dan kerinduan yang tak terungkapkan.

Ya, Narendra kecewa pada ayah dan kakak iparnya yang tega meninggalkan dua orang wanita yang sangat dicintainya itu hanya demi mengejar Cinta Pelakor.

"Hhhhhh!"

Ranti mendesah pelan seraya berkata,"Kamu istirahat dulu sana, pasti lelah setelah keliling seharian mencari penumpang!" perintahnya.

Narendra pun mengangguk dan meneruskan langkahnya ke kamar.

"Ibu juga udah ngantuk, Ran. Kamu jangan terlambat tidur, ya. Kalau lapar masih ada makanan di dapur!" ucap Bu Diah seraya bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju kamar yang terletak di belakang ruang tamu.

Pikirannya sedikit resah, dia takut jika Ranti terlibat dalam kasus yang baru saja diberitakan.

Setelah ibu dan adiknya masuk kamar, Ranti masih menatap layar kaca di hadapannya.

"Akhirnya, kamu lenyap juga, Siska ... kamu pikir bisa bebas berkeliaran? Sementara Rasti diperlakukan kasar oleh Arga?"

Ranti menggumam,"Ciss! Nggak boleh ada pelakor lagi yang menang daripada istri sah!" geramnya.

Rasti dan Arga adalah sahabatnya sejak SMA. Mereka menikah setelah berpacaran lima tahun, sejak semester akhir SMA.

Tapi, beberapa bulan terakhir ini, Arga sering memperlakukan Rasti dengan kasar setelah diketahui mempunyai perempuan simpanan bernama Siska. Entah, sudah berapa lama mereka menjalin hubungan. Rasti tak pernah memberitahunya.

"Aku memang tak bisa menyelamatkan pernikahanku dengan Mas Yuda, tapi aku senang bila pernikahan orang lain terselamatkan," bisiknya sambil tersenyum samar.

Pikirannya melayang ... menyibak masa lalunya yang kelam bersama mantan suami sekaligus ayah Aira.

***

Plakkk!

Suara tamparan yang begitu keras menghentikan teriakan Ranti.

Dia terisak sambil memegangi pipinya yang terasa panas.

"Kamu jahat, Mas! Kamu jahat!" teriaknya penuh emosi.

Aira kecil menangis dalam pelukannya. Tangan mungilnya mengusap pipi Ranti yang membasah.

"Perempuan sialan!"

Bentakan Yuda kembali menggema sambil mengangkat telapak tangannya siap untuk mendaratkannya kembali di pipi istrinya, tapi .....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Berjuang Napas Kembali
9.5
Setelah koma tiga tahun akibat kecelakaan demi melindungi Yudi, Sella terbangun menghadapi kenyataan pahit. Yudi yang mengaku amnesia telah menikahi kakaknya, sementara anak kandung Sella menganggap sang bibi sebagai ibunya. Saat Sella berniat mundur karena disalahkan, ia tidak sengaja mendengar rahasia besar. Yudi ternyata hanya berpura-pura hilang ingatan demi sebuah perjanjian tiga tahun dengan kakak Sella. Sayangnya, berdasarkan catatan medisnya, waktu Sella tidak banyak lagi.
Sampul Novel Cinta Yang Penuh Rahasia
8.0
Risa menaruh hati pada dosen mudanya, Bima, walau sadar hubungan mereka terlarang. Impian Risa seolah menjadi nyata saat perjodohan menyatukan mereka. Namun, di balik kehangatannya, Bima menyembunyikan rahasia kelam. Ketika kebenaran menyakitkan itu terbongkar, Risa yang terluka parah berubah menjadi pribadi yang tertutup dan memilih lenyap tanpa jejak. Kepergian sang gadis meninggalkan penyesalan mendalam bagi Bima yang kini didera rasa bersalah selama bertahun-tahun.
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Sampul Novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua
9.4
Niat tulus memberikan hadiah spesial pada Hari Ibu justru mengantarkan sang menantu pada sebuah kenyataan mengejutkan dalam novel Mengungkap Rahasia Ibu Mertua. Tanpa sengaja, ia memergoki ibu mertuanya membawa seorang pria berkulit gelap masuk ke dalam kamar secara sembunyi-sembunyi. Kecurigaan pun memuncak saat sang ibu mertua melangkah keluar setengah jam kemudian dengan wajah yang memerah. Kejadian tak terduga ini menjadi awal mula dari sebuah misteri domestik yang penuh tanda tanya besar.
Sampul Novel Penyesalan Abang dan Calon Suami
8.8
Setelah dikhianati hingga bangkrut oleh abang dan tunangannya demi sang sahabat, Rose mendapatkan kesempatan kedua dengan kembali ke masa tiga tahun lalu. Menyadari ketidakadilan mereka yang diam-diam memberikan proyeknya kepada orang lain, Rose memilih menyerah dan pergi ke luar negeri, yang justru dirayakan oleh keduanya. Namun, penyesalan terdalam menghampiri mereka saat Rose kembali tiga tahun kemudian sebagai istri dari presdir Grup Arkava di sebuah acara tender besar.
Sampul Novel Roh Jiwa Putri yang Teraniaya
9.5
Dua bulan pasca kematiannya, sebuah keluarga baru menyadari bahwa mereka meninggalkan putri mereka di tengah hutan saat wisata. Mengira sang putri hanya merajuk karena dihukum berjalan kaki, sang adik justru mengirimkan pesan ejekan agar dia mati demi menguasai warisan nenek mereka. Ibu yang bersikap dingin bahkan mengancamnya agar hadir di pesta ulang tahun keluarga. Mereka tidak pernah menduga bahwa korban tidak pernah bisa keluar dari sana. Pencarian intensif di pegunungan akhirnya mengungkap kenyataan mengerikan saat sisa-sisa tulang belulangnya ditemukan terkubur.