APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pedang Naga Siluman

Pedang Naga Siluman

Dibesarkan secara sederhana oleh Mbah Wiguna, Satya Wiguna tumbuh menjadi pemuda tangguh nan bersahaja. Bersama para sahabatnya, ia melakukan perjalanan lintas waktu ke masa lalu untuk menumpas kebatilan. Ketika kekuatannya berada di titik tertinggi, entitas alam gaib mengangkatnya sebagai panglima perang. Membawa kekuatan dahsyat Pedang Naga Siluman, Satya memikul tugas krusial demi menjaga dimensi moksa dan bumi dari ancaman invasi besar Raja Iblis yang haus kekuasaan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab 3

"Ton!" bisik Satya pelan.

Hartono yang sedang membuka buku, celingukan mencari sumber suara yang memanggilnya,

"Siapa?" bisiknya juga pelan, khawatir dengan ibunya yang judes dan galak. Ya Ibunya Hartono ini sangat judes dan galak, Hartono ini agak terkekang karenanya, jadi dia agak kuper.

"Aku...! Satya!" bisik Satya pelan dari sela-sela dinding kayu rumahnya Hartono.

"Ayo kita main!" bisik Satya lagi.

Hartono tampaknya agak-agak takut kalau ketahuan Ibunya, karena Ibunya terobsesi anaknya ini bisa melampaui Satya dalam kepandaian dan segalanya, tapi Hartono sendiri sangat mengagumi dan patuh pada Satya sahabatnya.

"Aku takut ketahuan ibu," jawab Hartono lirih.

Dan kelihatannya kali ini Satya tidak berhasil merayu Hartono untuk di ajaknya main.

Satya akhirnya menyerah merayu Hartono.

Langkahnya kemudian di arahkan ke padukuhan lain yang berdekatan dengan rumahnya.

Ya dia menuju ke rumah Bambang, karena anak ini mudah dirayu untuk mengikutinya, apalagi orang tuanya juga tidak terlalu mengekang, bahkan cenderung membebaskannya dalam bermain.

Dan benar saja, Bambang terlihat bersama Satya berjalan di pematang sawah yang gelap, hanya sebatang obor yang dibawa mereka.

Waktu-waktu mendekati musim kemarau seperti ini adalah masanya anak-anak bermain aduan jangkrik.

Malam itu Satya dan Bambang menyusuri pematang di sawah yang di tanami kacang tanah dan Jagung.

Setelah padi di tuai, memang petani di desa ini memilih kacang tanah, kacang hijau, juga jenis kacang yang lain.

Ketika sudah memasuki areal persawahan terdengar banyak sekali suara jangkrik. Memang ini baru musimnya jangkrik.

"Mbang, hari ini kita dapat jangkrik banyak nih!" Kata Satya sambil menunjukkan toples yang di bawanya yang sudah terisi jangkrik berbagai jenis.

Ada Jlitheng (hitam legam) Jerabang ( merah) juga Pilo (agak kekuningan).

"Bener Sat, besok bisa kita adu setelah pulang sekolah sama temen-temen," sahut Bambang.

Dalam mencari jangkrik ini Satya yang bertugas menangkap dan Bambang yang bertugas membawa obor, sedangkan toples tempat jangkerik di cangklongkan di bahu Satya.

Malam itu mereka mendapatkan jangkerik yang cukup banyak dan mereka segera berjalan pulang.

Dalam perjalanan, mereka melewati gerumbul bambu yang besar-besar dan rimbun, banyak anak-anak yang sangat takut jika lewat jalanan ini, bahkan orang tua pun banyak yang takut, karena di dipercaya sebagai sarangnya lelembut seperti Genderuwo, Banaspati atau jenis makhluk halus lain.

Genderuwo sendiri di lukiskan oleh penduduk seperti sosok berbulu lebat hitam seperti kingkong, tinggi dan besar terbiasa bertempat di pohon besar juga bambu yang rimbun.

Sedangkan Banaspati di lukiskan sebagai bola api yang bisa bergerak sendiri dan suka menyedot darah manusia.

"Aku takut lewat sini hii ." Kata Bambang mulai ketakutan. Dia memegangi ujung bajunya Satya saking takutnya

Bamb tidak berani melihat gerumbul-gerumbul bambu yang melambai-lambai tertiup angin malam, seperti bayangan-bayangan setan yang sedang melambai pada mereka.

Satya sebenarnya juga takut, tapi berhubung ada kawannya jadi hatinya di kuat-kuatkan.

Ketika mereka sudah dekat dengan batang-batang bambu yang rimbun mendadak terlihat ada bola api berwarna merah menyala- nyala melayang di udara seperti layaknya permainan bola api saja.

Satya sebenarnya juga sangat takut apalagi Bambang yang segera bersembunyi di belakangnya.

Satya segera teringat kata-kata Mbah Wiguno, bahwa manusia diciptakan dengan derajat yang lebih tinggi dari makhluk lainnya seperti jin dan setan.

Apalagi akhir-akhir ini dia juga sering menghadapi hal- hal aneh bersama Mbah Wiguno!

Dia sudah di beri pesan Mbah Wiguno supaya jangan takut menghadapi makhluk halus, anggap saja seperti hal-hal yang lucu atau menarik.

Hilang sudah rasa takut di hati Satya. Dia berpikir ini adalah bola api mainan yang sering di mainkan anak-anak dalam mengisi tujuh belasan memperingati kemerdekaan Republik Indonesia.

Kini dia berjalan semakin dekat, bola apipun tampaknya masih menunggu di tempatnya.

Satya berjongkok dan mengambil segenggam tanah halus seperti pasir yang halus.

Ketika sudah berjarak dekat dengan bola itu, Satya segera berkata, "kamu ini hewan apakah, mengganggu aku saja!"

Dan dia kemudian telah melontarkan tanah yang di genggamnya kearah bola api itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Ahli Waris yang Terlupakan
8.6
Akibat kelalaian Emily saat transaksi, keluarga mafia kami kehilangan obat-obatan berharga. Demi melunasi utang, pihak saingan menuntut sandera. Ironisnya, ayah dan tunanganku sepakat mengirimku demi melindungi adik tiriku yang terluka. Mengabaikan pengkhianatan mereka, aku bersedia pergi dalam lima hari. Sebelum pergi selamanya, aku membagikan kasino kepada adik angkatku, uang kepada ayahku, dan mengembalikan cincin tunanganku. Mereka tersenyum tanpa sadar bahwa ini adalah perpisahan abadi yang membawa kehancuran.
Sampul Novel Harga Diri Seorang Wanita
8.1
Jenna Ren hampir mengakhiri hidupnya di atap rumah sakit dengan luka fisik dan batin. Namun, kehadiran sang suami bersama selingkuhannya menyadarkan Jenna. Kematiannya hanya akan menguntungkan mereka. Setelah kehilangan calon bayinya akibat penderitaan itu, ia memilih bangkit untuk membalas dendam. Jenna mengurungkan niatnya lalu bersujud di hadapan Tuan Besar Kim, memohon kekuatan besar untuk menghancurkan semua orang yang telah mengkhianati dirinya.
Sampul Novel Intelijen Tampan
9.7
Carlo Bandarez, agen rahasia Rusia berparas menawan, selalu menutup hati dari wanita walau banyak yang memujanya. Namun, hatinya goyah setelah bertemu kembali dengan sahabat kecilnya, Claudia Rodriguez. Meski Carlo berusaha meredam gejolak asmara tersebut, cinta di antara mereka justru semakin membara. Kini, ia menghadapi dilema pelik ketika diperintahkan menyelidiki kasus kejahatan ayah Claudia, Samuel Rodriguez. Carlo pun harus memilih antara loyalitas tugas atau perasaan cintanya.
Sampul Novel Kemarau Kapan Berlalu?
9.0
Demi membiayai sekolah keponakannya, Sam Rahardja rela menjadi kurir narkoba meski Galih terus memotong upahnya. Saat Galih berhenti beroperasi, Sam kehilangan sumber penghasilan. Di tengah situasi sulit ini, Sena hadir mengancam akan membongkar masa lalu kriminal Sam ke polisi. Terdesak demi masa depan Renaldi, Sam terpaksa menerima tawaran kerja dari Sena. Sayang, keputusan tersebut membawanya pada penyesalan terdalam karena pekerjaan baru itu adalah menjual diri.
Sampul Novel Mengambil Alih Identitas Kakakku
9.7
Kematian tragis saudara kembar di hari ulang tahunnya yang ke-18 menyisakan luka mendalam. Setelah dinodai di hotel dan wafat akibat gagal napas, reputasinya dihancurkan oleh Ginny, sahabat yang menyebarkan foto-foto kejadian tersebut. Didorong amarah, sang adik membalas dendam dengan merusak wajah Ginny yang terobsesi menggantikan kakaknya. Di tengah kucuran darah, ia bersumpah bahwa siapa pun yang terlibat dalam penderitaan kakaknya tidak akan pernah dibiarkan lolos hidup-hidup.
Sampul Novel Merebut Istri Yang Kau Sakiti
8.2
Naila, gadis salihah berumur 21 tahun, harus melewati getirnya pernikahan bersama Daffa, anggota geng motor yang kasar dan berperilaku buruk. Di tengah penderitaan itu, ia tetap bertahan karena menganggapnya sebagai ujian Tuhan. Ketegaran Naila menyentuh hati Raihan, teman kuliahnya yang bertekad menyelamatkannya dari hubungan beracun ini. Namun, apakah upaya Raihan akan membebaskan Naila atau justru mendatangkan bahaya baru yang lebih besar bagi mereka?