APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam

Patah Hati Terlalu Dalam

Hidup Livia Suryani, CEO sukses merek kosmetik ternama, seketika runtuh saat memergoki Adrian berselingkuh. Tunangannya itu tega mengkhianatinya bersama Amara, saudara tirinya sendiri. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, Livia memutuskan untuk menenangkan diri di klub malam. Namun, keesokan paginya ia justru terbangun di sebelah lelaki asing yang sangat posesif. Kini, di tengah luka akibat pengkhianatan Adrian, Livia harus menghadapi takdir baru bersama pria misterius tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu, Liv terbangun dengan rasa pusing yang luar biasa. Cahaya matahari yang masuk melalui tirai yang sedikit terbuka membuat matanya berkerut. Kepalanya terasa berat, dan seluruh tubuhnya seperti dihantam sebuah truk. Ia mendengus pelan, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Namun, semuanya kabur, terbalut dalam kabut yang tebal. Yang ia ingat hanyalah perasaan kesepian yang menghantui hatinya setelah kejadian mengerikan di rumah Adrian. Kemudian, ia hanya ingat pergi ke klub malam dan menenggak alkohol. Tapi selebihnya? Semua itu hanyalah kegelapan yang menelan ingatannya.

Liv mengerjapkan matanya dan memandang sekeliling. Ia tidak mengenali ruangan ini. Tidak seperti rumahnya yang penuh dengan furnitur bergaya minimalis dan modern, ruangan ini terasa asing. Suasana kamar yang cukup gelap ini dipenuhi dengan aroma parfum dan bau alkohol yang samar, mencium hidungnya. Saat ia mengangkat tubuhnya dari tempat tidur, ia merasakan tubuhnya yang tidak terlindungi, seolah-olah ada sesuatu yang sangat tidak wajar. Kepanikannya mulai muncul perlahan.

Dengan tangan yang gemetar, ia menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Tubuhnya telanjang, tanpa sehelai benang pun. Keheranan semakin menguasai dirinya. Apa yang sebenarnya terjadi malam itu? Mengapa ia tidak ingat apapun? Mengapa ia terbangun di ruangan ini? Dalam kebingungannya, ia berusaha mengingat jejak langkahnya semalam, namun semuanya semakin kabur. Ada rasa takut yang begitu mendalam menggerogoti dirinya, karena ia tahu, sesuatu yang besar telah terjadi, sesuatu yang sangat penting, tapi ia tidak bisa menggenggam kenangan itu.

Panik mulai menyelimuti hatinya, namun rasa penasaran yang besar membuatnya menggeliat perlahan, mencoba bangun. Tapi saat matanya menatap ke sisi tempat tidur, sebuah pemandangan membuat hatinya serasa berhenti berdetak. Di sana, di sampingnya, terbaring seorang pria yang tampak begitu tampan. Wajahnya yang tampak jantan, dengan garis rahang yang tegas dan rambut hitam legam yang sedikit acak-acakan, tampak sangat tenang saat tidur. Bibirnya tersenyum tipis, meski matanya masih terpejam. Tapi yang membuat hati Liv berdegup kencang adalah kenyataan bahwa pria itu sedang memeluknya dengan erat, seolah tidak ingin melepaskannya.

"Apa yang terjadi?" pikir Liv dalam hati, suara hatinya berbisik. Ia mencoba mengingat semuanya, namun pikirannya hanya dipenuhi dengan kekosongan.

Liv menatap pria itu dalam kebingungannya, seolah mencari jawaban dalam tatapan yang tak tahu. Apa yang ia lakukan bersama pria ini? Mengapa ia terbangun di sampingnya? Dan mengapa tubuhnya terasa begitu rentan, terungkap tanpa perlindungan? Dengan tangan yang gemetar, ia mencoba menggoyangkan tubuh pria itu, namun ia terkejut ketika pria itu membuka matanya dengan perlahan. Dalam hitungan detik, tatapan tajam dari mata pria itu menyapu wajah Liv, dan senyuman tipis mulai mengembang di bibirnya.

"Selamat pagi," ujar pria itu dengan suara serak yang hangat, namun tetap mengandung misteri. "Kau bangun lebih cepat daripada yang aku kira." Suaranya terdengar penuh ketenangan, seolah ia telah mengantisipasi kehadiran Liv yang terbangun.

Liv merasa seluruh tubuhnya membeku, tidak tahu harus berkata apa. Semua kata yang ingin ia ucapkan seolah terperangkap dalam tenggorokannya. Siapa pria ini? Mengapa ia terbangun di sini, di tempat yang bukan rumahnya? Mengapa ia berada di ranjang ini bersamanya, tanpa tahu apa yang telah terjadi semalam?

Pria itu, yang sepertinya baru saja terbangun, menggerakkan tubuhnya dan memandang Liv dengan tatapan yang tidak bisa diungkapkan. Ia tersenyum dengan cara yang sedikit lebih mengesankan, tetapi ada sesuatu yang sangat misterius dalam senyumnya, sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. "Tenang saja," katanya lagi, "semuanya baik-baik saja. Kau merasa baik-baik saja, kan?"

Liv merasa perasaan aneh berbaur dalam dirinya. Keinginan untuk melarikan diri, tapi juga rasa ingin tahu yang besar terhadap pria ini. Ia tidak tahu apakah ini sebuah kebetulan atau jika ada sesuatu yang lebih besar dari ini. Apa yang telah terjadi semalam? Apa hubungan mereka?

"Apa yang terjadi semalam?" akhirnya Liv bertanya, suaranya terdengar lebih patah daripada yang ia harapkan. Tubuhnya yang lemah terasa semakin tak berdaya, seiring dengan kebingungannya yang semakin dalam.

Pria itu tersenyum lagi, meskipun kali ini senyumnya lebih lebar, seakan-akan ia tahu sesuatu yang lebih besar dari yang Liv bayangkan. "Kau tak perlu khawatir," jawabnya dengan nada yang lebih lembut, meskipun masih ada tanda tanya di matanya. "Semalam... kita hanya berbincang, menikmati waktu bersama. Jangan terlalu khawatir tentang apa yang terjadi. Itu hanya semalam."

Liv menatapnya, tidak yakin apakah ia bisa mempercayai kata-kata pria ini. Semuanya terasa sangat samar, seperti bayangan yang tidak bisa ia genggam dengan jelas. Namun, ada satu hal yang pasti-ada sebuah ketegangan yang tersisa di antara mereka, sesuatu yang lebih dari sekadar pertemuan kebetulan. Liv bisa merasakannya, meskipun ia tidak mengerti sepenuhnya. Ada sesuatu yang aneh dalam setiap gerakan pria ini, sesuatu yang membuat jantungnya berdebar kencang.

Namun, meskipun kebingungannya semakin besar, Liv tahu bahwa ia harus segera pergi. Ia harus mencari jawaban. Adrian. Amara. Semua perasaan sakit yang ia rasakan setelah melihat pengkhianatan itu masih menghantui dirinya, dan kini, di tengah kebingungannya ini, Liv merasa semakin tersesat dalam hidupnya. Pria yang terbaring di sampingnya mungkin memiliki jawaban yang lebih besar, tapi ia tidak tahu apakah ia siap untuk mengetahuinya.

Dengan perlahan, Liv melepaskan diri dari pelukan pria itu dan bangkit dari ranjang. Ia melangkah ke sisi lain ruangan, mencoba meraih pakaian yang tersebar di lantai. Pria itu hanya mengamati, tidak berkata apa pun. Ada keheningan yang aneh antara mereka, seolah-olah keduanya tahu bahwa ini adalah pertemuan yang penuh misteri, yang masih harus terungkap.

Liv merasa ketakutan. Tetapi di sisi lain, ada dorongan yang kuat dalam dirinya untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi. Keinginan untuk melarikan diri dan menghadapi kenyataan yang lebih besar. Menghadapi siapa dirinya sebenarnya, dan mengapa ia terperangkap dalam permainan yang lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan.

Dengan langkah yang sedikit tergesa, Liv meninggalkan ruangan itu, dengan satu pertanyaan yang terus menghantuinya: Siapa pria itu, dan apa yang sebenarnya terjadi semalam?

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari sebuah tragedi berdarah yang fatal. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Arkan. Pria misterius itu menawarkan perlindungan lewat pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah. Demi keselamatan sang bayi, Nayla bersedia menjadi istri palsu. Namun, saat perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, berbagai rahasia besar serta ancaman bahaya justru mulai mengintai kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Diceraikan Tanpa Alasan
9.0
Tiga tahun Elira memendam cinta pada Kael Virendra sebelum akhirnya diceraikan begitu saja. Demi mantan kekasihnya, Kael tega membuang Elira. Namun, perpisahan itu justru mengungkap jati diri Elira yang sebenarnya sebagai Seraphina Remos, seorang pewaris miliarder yang genius. Saat Kael menyadari kekeliruannya dan memohon untuk kembali, Seraphina yang telah bangkit kini mengabaikannya. Baginya, masa lalu telah usai dan tidak ada jalan untuk berbalik arah.
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee dikhianati oleh sang tunangan. Di tengah rasa hancur, ia bertemu Brian Olson yang memikat. Pertemuan semalam membawa mereka pada pernikahan kontrak yang terburu-buru. Brian terlihat sangat tulus, tetapi itu semua hanyalah tipu muslihat yang direncanakan. Begitu tahu dirinya mengandung, Karlee yang murka menuntut perceraian. Brian kini didera penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua agar mereka tidak terpisahkan selamanya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
CEO dingin Jerald Lucas sangat mencintai Clara Rernald, istrinya. Namun, citra suami idaman itu runtuh seketika saat skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun menjebak Jerald tepat di hari jadi pernikahan ketujuh mereka. Walau Jerald bersujud memohon maaf dan berjanji setia, hati Clara terlanjur hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Upaya penebusan dosa sang CEO pun sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
Trauma masa lalu mengubah CEO Ethan Daniel menjadi sosok yang dingin dan kasar. Ketika sang kakek menuntutnya memenuhi janji pertunangan masa kecil, Ethan sempat acuh. Namun, semua berubah saat ia bertemu Anna. Gadis sederhana ini justru memikat perhatiannya karena berani menolak pesona serta harta melimpah sang konglomerat. Penolakan tersebut memicu rasa penasaran Ethan yang tak biasa diabaikan. Di tengah perjuangannya mendekati Anna, luka lama Ethan kembali membayangi. Akankah ketulusan Anna mampu menyembuhkan hatinya?