APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Patah Hati Terlalu Dalam

Patah Hati Terlalu Dalam

Hidup Livia Suryani, CEO sukses merek kosmetik ternama, seketika runtuh saat memergoki Adrian berselingkuh. Tunangannya itu tega mengkhianatinya bersama Amara, saudara tirinya sendiri. Terpuruk dalam kesedihan yang mendalam, Livia memutuskan untuk menenangkan diri di klub malam. Namun, keesokan paginya ia justru terbangun di sebelah lelaki asing yang sangat posesif. Kini, di tengah luka akibat pengkhianatan Adrian, Livia harus menghadapi takdir baru bersama pria misterius tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

Livia Suryani duduk di ruang kerjanya yang mewah, di salah satu gedung tinggi yang menjulang di pusat kota. Pemandangan dari jendela yang luas itu menampilkan keramaian kota yang tidak pernah tidur. Kota ini telah menjadi saksi dari perjalanan panjang kariernya yang gemilang. "Glow Essence", merek skincare yang ia ciptakan dari nol, kini telah menjadi simbol kecantikan dan keberhasilan di seluruh negeri. Setiap produk yang dikeluarkan selalu diterima dengan antusiasme tinggi, dan Liv merasa puas melihat apa yang telah ia capai. Namun, di balik semua kesuksesan itu, ada satu hal yang selalu menenun benang merah dalam hidupnya: Adrian Wira.

Adrian, pria tampan dengan senyum yang mampu membuat hati siapa pun berdebar, adalah calon suaminya. Mereka telah bersama selama beberapa tahun, menjalani hubungan yang penuh cinta dan dukungan. Adrian adalah pria yang memiliki segalanya: karisma, kekayaan, dan kepribadian yang sangat menyenangkan. Semua orang yang mengenalnya akan memuji bagaimana ia begitu perhatian dan penuh kasih sayang. Tidak ada yang meragukan bahwa Adrian adalah pasangan yang sempurna bagi Liv.

Semenjak Liv bertemu dengan Adrian, ia merasa hidupnya menjadi lebih lengkap. Mereka berencana untuk menikah dalam waktu dekat, dan Liv merasa bahwa ini adalah langkah besar dalam hidupnya. Namun, meski begitu, entah mengapa ada perasaan yang terus menghantui Liv, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. Perasaan itu datang ketika ia harus berada jauh dari Adrian, dan pikirannya mulai dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab.

Hari itu adalah hari yang spesial bagi Adrian. Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-35, dan Liv telah merencanakan kejutan besar untuknya. Ia ingin menunjukkan betapa ia mencintai Adrian, betapa ia menghargai setiap detik yang mereka habiskan bersama. Liv memutuskan untuk tiba lebih awal di rumah Adrian, sebelum pesta kejutan dimulai. Ia ingin memastikan segala sesuatunya sempurna.

Dengan hati yang berdebar, Liv tiba di rumah Adrian sekitar pukul lima sore. Adrian belum pulang dari pekerjaannya, jadi Liv merasa cukup lega bisa menyiapkan segala sesuatunya dengan tenang. Dia mempersiapkan dekorasi untuk pesta kecil itu, menata balon-balon yang berwarna keemasan dan merah, serta menyiapkan kue ulang tahun yang sudah ia pesan sebelumnya. Liv tidak sabar untuk melihat reaksi Adrian ketika ia masuk dan melihat semuanya. Ia membayangkan senyum kebahagiaannya, wajah Adrian yang tampak terkejut namun penuh rasa terima kasih.

Namun, rencana Liv segera berubah menjadi kekacauan saat ia mendengar suara pintu utama yang terbuka. Liv merasakan getaran di tubuhnya saat ia mendekati pintu yang menuju ke ruang utama, tetapi ia berhenti sejenak. Suara itu terdengar seperti suara Adrian yang baru saja pulang. Liv memutuskan untuk sedikit mengintipnya melalui celah pintu, berharap bisa menangkap senyum bahagia Adrian begitu melihat kejutan yang sudah disiapkan. Namun, apa yang ia saksikan justru membuat jantungnya serasa terhenti.

Di dalam ruangan itu, Adrian tidak sendirian. Ia sedang berada dalam pelukan seorang wanita, seorang wanita yang tidak asing bagi Liv. Amara, anak tiri dari ayah Adrian, yang baru beberapa bulan tinggal di kota itu, tampak terperangkap dalam pelukan Adrian. Namun, bukan hanya pelukan biasa yang ia lihat. Liv melihat lebih dari itu. Ia melihat keduanya bergumul begitu dekat, begitu liar, seperti ada sesuatu yang lebih dari sekadar ikatan fisik. Tubuh mereka saling menyatu, dan suasana di dalam ruangan itu dipenuhi dengan gairah yang tak bisa disembunyikan.

Pemandangan itu terasa seperti petir yang menyambar hatinya. Seluruh tubuh Liv merasa kaku, hampir tidak bisa bernapas. Wajahnya memucat, dan matanya terasa pedih. Ia tidak bisa bergerak, seolah-olah tubuhnya membeku dalam kekecewaan yang begitu mendalam. Adrian, yang selama ini ia cintai, ternyata memiliki hubungan gelap dengan Amara. Semua rasa percayanya yang telah dibangun selama bertahun-tahun runtuh dalam sekejap.

Liv tahu bahwa ia harus bersembunyi, karena tidak ingin diketahui sedang mengintip mereka. Namun, tubuhnya tidak bisa bergerak. Perasaan hancur itu menelannya hidup-hidup. Ia merasa setiap detik berlalu begitu lambat, dan hatinya begitu perih. Ia merasakan dunia sekitarnya mulai hancur, seperti kepingan-kepingan kaca yang jatuh ke lantai, menghancurkan setiap harapan yang ia miliki.

Akhirnya, setelah satu jam yang terasa seperti seumur hidup, Adrian dan Amara keluar dari ruangan tersebut. Liv masih terdiam di tempatnya, terkurung dalam cemas dan kebingungannya. Hatinya yang hancur kini dipenuhi dengan amarah yang menggelegak. Ia merasa terkhianati, merasa dipermalukan. Namun, rasa sakitnya jauh lebih dalam daripada sekadar amarah. Liv merasa seperti telah dibuang, seperti ia bukan siapa-siapa bagi Adrian. Perasaan itu begitu menyakitkan, lebih dari apapun yang pernah ia rasakan sebelumnya.

Malam itu, Liv tidak bisa tidur. Ia merasa terjebak dalam kekosongan, dalam kegelisahan yang tak bisa ia jelaskan. Perasaan marah bercampur aduk dengan rasa takut, rasa takut akan masa depannya tanpa Adrian. Semua kenangan indah bersama Adrian kini terasa seperti ilusi. Ia merasa terperangkap dalam kebohongan yang telah diciptakan di hadapannya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Liv meragukan setiap keputusan yang telah ia buat.

Tanpa tujuan yang jelas, Liv akhirnya memutuskan untuk pergi keluar, mencoba mencari cara untuk melupakan apa yang baru saja ia saksikan. Ia pergi ke sebuah klub malam yang terletak di pusat kota, tempat yang penuh dengan lampu neon dan musik keras. Liv merasa kebingungannya akan sedikit mereda di sana. Ia mulai menenggak alkohol, mencoba untuk melupakan semua yang baru saja terjadi. Setiap tegukan membuatnya merasa sedikit lebih ringan, meski hatinya tetap terbelenggu dalam rasa sakit yang mendalam.

Sampai akhirnya, tubuh Liv yang kelelahan mulai menuntunnya untuk menyerah. Matanya yang mulai berat, dan perasaan pusing yang menggelayuti pikirannya, membuatnya kehilangan kendali. Ia tidak tahu berapa banyak alkohol yang telah ia konsumsi, namun perasaan yang menghantuinya tetap tidak bisa hilang. Dalam kekaburan itu, ia hanya bisa berpikir satu hal: Ia harus melupakan Adrian. Jika ia bisa melupakan semuanya, mungkin hatinya yang hancur akan sedikit lebih tenang.

Namun, kenyataan adalah sesuatu yang tidak bisa dibohongi. Dan pagi berikutnya, Liv terbangun dengan tubuh yang tak lagi terasa seperti dirinya. Ia merasa kosong, tak memiliki kendali atas apa yang telah terjadi semalam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bayiku Bukan Untukmu
8.7
Nayla, seorang ART yatim piatu, berhasil menyelamatkan bayi majikannya dari sebuah tragedi berdarah yang fatal. Di tengah keputusasaan, ia bertemu Arkan. Pria misterius itu menawarkan perlindungan lewat pernikahan kontrak senilai satu miliar rupiah. Demi keselamatan sang bayi, Nayla bersedia menjadi istri palsu. Namun, saat perasaan cinta mulai tumbuh di antara mereka, berbagai rahasia besar serta ancaman bahaya justru mulai mengintai kehidupan baru mereka.
Sampul Novel Diceraikan Tanpa Alasan
9.0
Tiga tahun Elira memendam cinta pada Kael Virendra sebelum akhirnya diceraikan begitu saja. Demi mantan kekasihnya, Kael tega membuang Elira. Namun, perpisahan itu justru mengungkap jati diri Elira yang sebenarnya sebagai Seraphina Remos, seorang pewaris miliarder yang genius. Saat Kael menyadari kekeliruannya dan memohon untuk kembali, Seraphina yang telah bangkit kini mengabaikannya. Baginya, masa lalu telah usai dan tidak ada jalan untuk berbalik arah.
Sampul Novel Ilusi Cinta: Mengungkap Topeng Kekasihku yang Licik
8.9
Karlee dikhianati oleh sang tunangan. Di tengah rasa hancur, ia bertemu Brian Olson yang memikat. Pertemuan semalam membawa mereka pada pernikahan kontrak yang terburu-buru. Brian terlihat sangat tulus, tetapi itu semua hanyalah tipu muslihat yang direncanakan. Begitu tahu dirinya mengandung, Karlee yang murka menuntut perceraian. Brian kini didera penyesalan mendalam dan memohon kesempatan kedua agar mereka tidak terpisahkan selamanya.
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel Keputusasaan Di Balik Pernikahan
7.9
CEO dingin Jerald Lucas sangat mencintai Clara Rernald, istrinya. Namun, citra suami idaman itu runtuh seketika saat skandal perselingkuhan akibat pengaruh racun menjebak Jerald tepat di hari jadi pernikahan ketujuh mereka. Walau Jerald bersujud memohon maaf dan berjanji setia, hati Clara terlanjur hancur melihat bukti pengkhianatan di kamar mereka. Upaya penebusan dosa sang CEO pun sia-sia karena sebuah foto misterius akhirnya memicu Clara untuk pergi selamanya.
Sampul Novel My Beautiful Bride
9.7
Trauma masa lalu mengubah CEO Ethan Daniel menjadi sosok yang dingin dan kasar. Ketika sang kakek menuntutnya memenuhi janji pertunangan masa kecil, Ethan sempat acuh. Namun, semua berubah saat ia bertemu Anna. Gadis sederhana ini justru memikat perhatiannya karena berani menolak pesona serta harta melimpah sang konglomerat. Penolakan tersebut memicu rasa penasaran Ethan yang tak biasa diabaikan. Di tengah perjuangannya mendekati Anna, luka lama Ethan kembali membayangi. Akankah ketulusan Anna mampu menyembuhkan hatinya?