APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Patah Hati Terhebat

Patah Hati Terhebat

Kecelakaan mobil tragis seketika menghancurkan persahabatan erat empat gadis. Tragedi mematikan ini mengubah kebersamaan hangat mereka menjadi teror mencekam penuh ketakutan. Suasana kian menegangkan ketika satu korban terbaring koma, sementara yang lainnya mulai tewas secara misterius satu demi satu. Hubungan yang dahulu sangat kuat kini menjelma menjadi mimpi buruk dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam pusaran misteri kematian tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 3

Dengan marah, Hendri menyambar tasnya dan keluar ruangan setelah membanting pintu dengan keras.

"Anak kurang ajar!" Dosen pengawas menggertakkan giginya.

Dione benar-benar merasa malu dan kecewa. Beberapa pasang mata memandang padanya. Bagaimana tidak? Teman-teman sekelasnya, sudah tahu bahwa Dione berpacaran dengan Hendri, bekas pacar Joey.

"Tidak usah hiraukan! Kerjakan lagi saja ujian kalian!" Dosen pengawas mengingatkan.

Para mahasiswa kembali fokus kepada lembar ujiannya masing-masing. Kecuali Dione. Dia menangis diam-diam sambil mengerjakan soal.

Waktu terasa lama berlalu. Dione sama sekali tidak bisa konsentrasi mengerjakan diagram di hadapannya. Akhirnya dia menyerah dan mengerjakannya dengan asal-asalan.

"Shit! Bisa-bisa aku harus mengulang kalau begini!" Dione menggerutu dalam hati.

Satu persatu, peserta ujian yang sudah selesai mengerjakan, mengumpulkan lembar soal dan jawabannya ke meja dosen. Dione menengadahkan wajahnya. Hanya tersisa beberapa orang lagi di dalam kelas, termasuk dirinya. Joey juga sudah keluar dari ruangan.

Baru saja Dione mengumpulkan lembar jawabannya hendak keluar ruangan, salah seorang kawannya berbisik.

"Dione, lihat tuh!" Katanya sambil menunjuk ke arah parkiran.

Seketika mata Dione membulat sempurna.

Joey dan Hendri bertengkar hebat di lapangan parkir. Joey menunjuk-nunjuk wajah Hendri yang terlihat murka.

"What the hell?" Dione benar-benar tak habis pikir.

Dione segera menyusul ke parkiran. Dia cepat-cepat menuruni tangga dan berlari.

"Kau pikir siapa, Hah?" Hendri mencengkram kerah kemeja putih Joey.

"Hendri! Hentikan!" Dione menjerit panik saat melihat wajah Joey memerah karena merasa tercekik.

Tadinya, tidak ada yang berani memisahkan keributan antara Hendri dan Joey. Sebagian menganggap kalau itu cuma pertengkaran antar kekasih.

"Cowok brengsek!" Joey memaki Hendri.

"Joey!" Dione jadi ikut membentak.

"Urus yang bener, tuh! Punya pacar kok licik? kambing pecundang pula lagi, cuiihhh!" Joey meludah. Lalu tergesa-gesa memasuki mobilnya.

"Wanita jalang! Kubunuh kau!" Hendri menghampiri mobil dan memukuli kaca mobil milik Joey.

Joey langsung tancap gas dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi. Hendri terjengkang karena Joey sengaja menyenggol tubuhnya dengan body mobil.

Dione terbelalak menyaksikan pertengkaran itu. Dia akui, Hendri keterlaluan. Seharusnya dia tidak mencontek kepada siapapun, apalagi kepada Joey.

"Hentikan Hendri! Itu salahmu sendiri!" Dione berkata dengan nada dingin.

"Apa? Kok kau jadi menyalahkan aku?" Hendri membentak Dione.

Mahasiswa lain yang mendengarkan mereka bertengkar menatap sinis. Kampus bukan arena pertengkaran antar sepasang kekasih. Seharusnya, mereka membawa masalah pribadi keluar.

Menyadari hal itu, Dione berbalik dan meninggalkan Hendri tanpa sepatah katapun.

"Heyy, Dione! Dengarkan aku!" Hendri menyusul dan menyambar tangan Dione.

"Lepas!" Dione mengingatkan Hendri yang mencengkeram lengan Dione dengan sekuat tenaga.

"Aku tanya kenapa kau jadi menyalahkan aku?" Wajah Hendri benar-benar merah padam.

"Memangnya tindakanmu sudah benar?" Dione balik bertanya.

Hendri diam saja. Dione memandang wajah Hendri dengan sengit.

"Yang kau lakukan sungguh bodoh! Kau mencontek pada mantan pacar yang mencampakkanmu, lalu menyerangnya di parkiran. Konyol sekali! ndakanmu itu hanya untuk mencari perhatian Joey!" Dione berkata dengan sinis.

"Apa? Aku mencari perhatian? Dione, apa kau sudah sinting?" Hendri tak mempercayai pendengarannya.

"Seharusnya pertanyaan itu untuk dirimu sendiri!" Dione menghempaskan pegangan tangan Hendri dan kembali berjalan menjauhinya.

Hendri kebingungan melihat reaksi Dione. Padahal, dia tidak sedang baik-baik saja. Dia benar-benar marah dan dendam kepada Joey yang melaporkannya mencontek.

"Waiit! Jangan bilang kalau kau cemburu!" Kembali Hendri mensejajari langkah Dione.

"Hahh! You wish!" Dione mempercepat jalannya.

"Kalau bukan cemburu lalu apa? Kenapa kau tidak membelaku?" Hendri menyambar bahu Dione dan membuatnya berbalik menghadapnya.

"Karena kau yang salah! Dengan begitu, kau membuat orang lain beranggapan bahwa kau mencari perhatian mantan pacarmu! Mereka menganggap kau tidak bisa move on dari Joey! Sekarang aku tanya, apakah seperti itu yang terjadi? Apakah aku hanya alat melampiaskan hasratmu kepada Joey?" Dione sudah tak bisa menahan diri.

Sekian lama dia menerima pertanyaan dan ejekan seperti itu, karena berpacaran dengan Hendri. Seluruh penghuni kampus tahu, bahwa Hendri dan Joey pernah jadi pasangan paling mesra. Bahkan, keduanya tak segan-segan mempertontonkan kemesraan mereka dengan berciuman di dalam kelas, atau di koridor gedung.

Tapi, Joey memang cepat bosan. Dia memutuskan Hendri yang tergila-gila padanya begitu saja, setelah bertemu seorang kasir tampan bertubuh tinggi bernama Lucky, di toko buku langganan mereka.

Hubungan Joey dengan yang ini, sepertinya lebih bertahan lama di bandingkan dengan pria-pria sebelumnya.

"Aku tidak begitu!" Hendri membantahnya.

"Haaahh! Yang benar saja! Sikapmu menunjukkan sebaliknya!" Dione juga membantahnya dengan sengit.

"Kau tidak percaya padaku?"

"Yes, i am!" Sahut Dione sambil membuka layar ponsel dan memesan taksi online.

"Aku membenci Joey!" Tiba-tiba Hendri berkata dengan suara bergetar.

"What benci? Hahahah, itu bukan benci! Melainkan cinta!" Dione mengejek Hendri. Kekesalannya sudah sampai di ubun-ubun.

"Berhenti mengatakan hal bodoh seperti itu. Sudah kubilang aku membencinya! Aku ingin menghabisinya!" Jawab Hendri dengan sorot mata berkilat penuh kebencian.

Dione terkejut melihat Hendri seperti itu. Dia seperti tidak mengenalinya lagi. Hendri yang periang, cuek dan konyol, tiba-tiba berubah menakutkan seperti seorang monster.

"Mungkin, warna sejatinya memang begini. Akunya saja yang terlalu bucin padanya!" Dione seperti menyadari sesuatu. Dia agak ketakutan.

Taksi online yang Dione pesan sudah sampai di gerbang kampus. Tanpa berkata apa-apa, Dione berjalan cepat-cepat menuju ke mobil.

"Dione! Kita belum selesai bicara!" Hendri masih mengejar pacarnya.

"Tidak ada yang ingin kubicarakan lagi denganmu!" Dione membuka pintu taksi dan segera duduk di jok belakang.

"Owhh come on, babe! Jangan begini!" Kali ini Hendri terlihat cemas.

Hendri merasa jadi pria paling bodoh saat ini. Mungkin memang seharusnya dia tidak bertindak bodoh seperti tadi. Tapi, semua sudah terlambat. Bahkan kini, Dione marah dan meninggalkannya begitu saja.

"Shit! Ini semua gara-gara perempuan sialan itu!" Hendri mengumpat.

Dione menangis dalam perjalanan pulang menuju rumahnya. Dia benar-benar kaget dan kesal oleh tingkah Hendri. Selain itu, Hendri juga membuatnya ketakutan.

Padahal, banyak sekali kenangan indah selama enam bulan ini mereka bersama. Dione benar-benar menyukai Hendri. Tetapi, dengan kejadian ini, Dione sudah tak ingin lagi melanjutkan hubungan dengan Hendri.

Dione sampai di jalanan dekat halaman rumahnya. Saat ini dia butuh segelas soda dan es batu untuk membuat kepalanya tetap dingin. Sekilas, dilihatnya mobil Jeep kepunyaan Joey parkir di halaman rumah keluarga Hamdani.

"Aku pulang!" Joey menyapa Ibunya.

"Hay, honey!" Ibunya menjawab salam putrinya sambil sibuk mengaduk sup yang sedang di masak olehnya.

Dione membuka kulkas dan mengambil sekaleng bir dingin, duduk di kursi makan lalu menenggak birnya.

"Ehh, ada surat untukmu!" Kata Ibunya.

"Hah, surat?" Dione kaget karena jaman ini, masih ada yang mengirimkan sebuah surat.

"Iya, Ibu taruh di laci bupet sana!" Ibunya menunjuk ke ruang tengah.

Dione menghampiri bupet dan membuka lacinya. Benar saja, sebuah surat dengan amplop kecil berwarna kuning cerah tergeletak di sana.

Dione membuka amplop berwarna kuning dan membaca selembar kertas yang ada di sana.

"Ahkkkk!" Dione menutup mulutnya dan gemetar ketakutan.

Surat itu di tulisi dengan tinta darah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gulai Daging Ibu
9.1
Demi menghidupi anak-anak dan suaminya yang lumpuh, Parni mengambil langkah nekat. Wanita empat puluh tahun ini terhimpit beban hidup yang berat hingga terseret ke dalam dosa yang sangat mengerikan. Tindakan ekstrem apa yang sebenarnya ia lakukan sampai membuat seluruh warga desa dicekam ketakutan luar biasa? Simak kisah kelam penuh misteri tentang pengorbanan tragis yang berujung pada teror mencekam bagi seluruh penduduk kampung.
Sampul Novel Ibuku Seorang Misoginis
9.7
Novel remaja bergenre horor misteri ini mengisahkan penderitaan anak perempuan yang tumbuh bersama ibu pembenci wanita. Sejak kecil, ia kerap disiksa hanya karena memakai lipstik, rok, atau mendekati ayahnya. Menjelang ujian masuk perguruan tinggi, sang ibu tega menyebarkan fitnah di sekolah bahwa putrinya merayu sang ayah sendiri. Kehancuran reputasi memaksa gadis itu melompat dari lantai lima belas, tindakan tragis yang justru memberikan kepuasan luar biasa bagi sang ibu.
Sampul Novel Kawin Kontrak dengan CEO Kejam
8.3
Penyiksaan yang tiada henti selalu terbayang di mata Elle, seorang Ayah yang seharusnya mengayomi malah sebaliknya dia dipaksa bekerja untuk mencari uang. Ayahnya semakin hari semakin gila. "Ayah, aku mohon hentikan!" isaknya sambil memohon. "Kamu menginginkan ini! Kamu seharusnya sudah menyiapkan uang yang aku butuhkan?!" "Ayah, hentikan! Sakit!" Elle seorang gadis berusia dua puluh dua tahun harus menanggung kehidupan yang pahit. Elle si gadis penari telanjang itulah profesinya saat ini. Kini ia bertekad untuk mengakhiri semua ini dia tidak ingin dijadikan budak lagi oleh Ayahnya, dia ingin keluar dari kehidupan yang kotor dia tidak ingin menjual tubuhnya lagi, malam ini adalah malam terakhir dia bekerja sebagai penari telanjang disebuah club.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kebahagiaan Anisa menyambut kepulangan Barry dari luar negeri sirna seketika. Saat membuka koper sang suami, ia justru menemukan sesosok mayat wanita cantik yang tak bernyawa. Penemuan mengerikan ini seketika merusak ketenangan hidupnya dan memicu kekacauan besar di rumah mereka. Kini, Anisa terperangkap dalam pusaran misteri gelap yang mengancam keselamatan jiwanya.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.