APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Patah Hati Terhebat

Patah Hati Terhebat

Kecelakaan mobil tragis seketika menghancurkan persahabatan erat empat gadis. Tragedi mematikan ini mengubah kebersamaan hangat mereka menjadi teror mencekam penuh ketakutan. Suasana kian menegangkan ketika satu korban terbaring koma, sementara yang lainnya mulai tewas secara misterius satu demi satu. Hubungan yang dahulu sangat kuat kini menjelma menjadi mimpi buruk dingin yang menghantui sisa anggota kelompok dalam pusaran misteri kematian tak terduga.
Bab
Bagikan

Bab 1

Keempat gadis itu, bersorak dan bernyanyi gembira di dalam sebuah mobil Brio berwarna hitam.

Suara mereka bergantian mengikuti alunan lagu.

"Yeahhh...Yeahhh! Everywhere i go bring the beatbox..." Joey seorang gadis tomboy berwajah manis, mengikuti beat lagu yang menghentak dengan riang.

Di sebelahnya, duduk kembarannya Jessie, seorang gadis feminim berambut panjang lurus sepunggung berwarna hitam. Joey dan Jessie hanya beda sepuluh menit saat lahir, Jessie lahir lebih dulu. Walau keduanya kembar identik, tapi Joey bersikeras ingin berbeda dari kembarannya yang feminim dan modis.

Joey memotong pendek rambutnya dengan gaya Bob bervolume dan mewarnainya menjadi merah marooon. Setidaknya, sekarang tak ada lagi yang kesulitan membedakan dia dan kembarannya.

"Ayo, nyanyi lebih kencaaangg!" Joey berteriak ke bangku belakang dimana adik bungsunya, Fayra yang masih kelas dua SMA duduk sambil senyum-senyum sendiri.

"Dione, Jangan cemberut terus! Ayo, lupakan mantanmu dan bergembiralah!" Jessie ikutan menoleh ke belakang.

Mereka bertiga satu kelas di Universitas yang sama. Mereka bertiga baru saja menyelesaikan Ujian Akhir Semester genap di tahun pertama.

"Hati-hati nyetirnya Kak Joey! Serem ihkk, kenceng-kenceng gini kendaraannya!" Fayra menoleh ke belakang, mengamati lalu lintas siang itu.

"Nggak usah bawel deh, dek! Kakak kan udah terbiasa. Sudah profesional, loh. Kalem saja, okey?" Joey yakin dengan kemampuannya.

Freya diam. Dia tidak ingin membuat kakaknya yang satu itu marah. Joey mengerikan kalau sedang kesal dan marah. Sebagai anak bungsu, Freya tak ingin jadi sasaran amukan kakaknya.

"Jangan khawatir, Freya. Joey pintar mengemudi, sepintar dia mendapatkan pacar." Jessie menoleh dan tersenyum pada Freya.

"Yang benar itu, Joey keseringan berganti-ganti pacar seperti dia mengganti celana dalam." Dione tertawa geli.

"Memang sudah seharusnya begitu! Pria-pria itu jadi menyebalkan setelah status mereka berubah menjadi Pacar." Jawab Joey yang sedang asyik memutar kemudi dan fokus pada jalanan yang berkelok.

"Itu karena kau cepat bosan. Kau juga dengan mudah menemukan pria tampan yang lainnya." Jessie menimpali.

Freya hanya senyum-senyum saja mendengar percakapan itu. Dia adalah Jessie versi kecil yang lebih pendiam dan lugu. Sikapnya juga tenang.

"Aku tidak bisa terus-terusan seperti kau dan Adit. Kayak pasangan di panti jompo saja, nggak ganti-ganti. Membosankan!" Joey tertawa.

"Adit nggak membosankan kok!" Jessie mendelik. Dia tidak senang kembarannya menganggap pacarnya begitu.

"Ahhh, sudahlah!" Joey tidak mau berdebat dengan kembarannya itu.

"Dan kau Dione, sampai kapan kau mau mengoleksi pria-pria yang pernah jadi pacarku?" Joey seperti meledek kepada Dione.

Saat ini, Dione sedang berpacaran dengan pria berwajah manis bernama Hendri.

"Mantan pacarmu itu banyak, Joey! Mana aku tahu siapa saja mantan pacarmu, karena itu terlalu banyak!" Dione yang imut, tersenyum karena pertanyaan itu.

"Owhh shit! Jangan mengejekku!" Joey mendelik kesal.

Dione menoleh kepada Freya, dia masih mengulum permen lolipopnya. Memandang keluar jendela dengan rasa bosan.

"Freya, apa kau punya pacar?" Tanya Dione tiba-tiba.

"Pa...pacar?" Freya terkejut.

"Iya, Pacar! Kau kan sudah kelas dua SMA. Masa sih, tidak punya pacar!" Dione kembali bertanya.

Wajah gadis lugu itu memerah. Dia menggeleng.

"Jangan tanya dia! Bayi kecil mana mengerti pacaran kayak gimana." Joey kembali tertawa sambil memindahkan lagi saluran musik.

Musik dan lagu berganti..kini, suara merdu Billie Eilish menggema di dalam mobil. Joey dan Dione yang memang energik dan atraktif, mengikuti lirik lagunya, terutama pada bagian Reff.

"And i don't talk shit about you on the internet, never told anyone anything bad..." Suara Joey yang serak menyanyi dengan penuh emosi.

"Always said that you missunderstood, Made all a moment your own...just fucking leave me aloonneee! Yeaahhhh!" Dione mengikuti alunan lagunya.

Keduanya tertawa lagi. Kali ini Joey menghentak-hentakkan kaki. Freya menutup kupingnya karena berisik. Gadis itu tidak suka dengan lagu-lagu begitu.

"Berikan aku lagu Ballad saja!" Tiba-tiba Freya mencondongkan badan hendak memindahkan saluran.

"No! Itu bisa membuatku mengantuk!" Seru Joey.

"Ayolah! Satu lagi saja! Dari tadi kan aku mendengar lagu-lagu berisik kalian!" Kali ini Freya protes.

"Satu lagu saja, Joey! Kasih saja! Kau ini egois sekali!" Jessie mengingatkan.

"Pokoknya tidak mau! Kecuali dia yang menyetir!" Joey bersikeras sambil menepuk kencang tangan Freya yang meraih tombol.

"Awhhhh!" Freya mengaduh.

"Sudah kubilang! Tidak! Apa kau tuli?" Joey membentak.

Freya memucat karena dibentak Kakaknya. Jessie memandang kembarannya dengan tajam.

"What? Wae?" Joey malah balik melotot dengan wajah tanpa dosa.

"Kau keterlaluan sekali, Joey!" Ujar Jessie jengkel.

"Salahkan Si Bayi! Sudah kubilang jangan. Aku tidak ingin mengantuk!" Joey tetap pada pendiriannya.

Dione menoleh kepada Freya yang hampir saja menangis. Gadis itu malu sekaligus marah di bentak seperti itu.

"Sudahlah! Kita kan pergi berempat mau bersenang-senang. Bukannya bertengkar. Fay, maafkan kakakmu itu. Mengertilah! Jika dia sampai mengantuk, itu akan sangat berbahaya." Dione menjelaskan.

Freya menatap Dione, wajahnya masih kelihatan pucat. Dia mengangguk lemah, lalu menyandarkan tubuhnya lebih rendah lagi.

Sekarang semuanya jadi diam. Kegembiraan yang sebelumnya terdengar, kini lenyap. Tiba-tiba saja semua menjadi muram.

"Hey, kalian ini kenapa sih? Kok jadi menyalahkan aku?" Joey terdengar kesal.

"Aku tidak menyalahkanmu! Aku hanya bilang kau terlalu egois! Padahal satu lagi saja untuk menghiburnya, apa salahnya coba?" Jessie menjawab.

"Kau terlalu memanjakan Si Bayi itu!" Joey terdengar ketus.

Memang, keduanya berbeda sekali memperlakukan Freya, adik bungsu.

Jessie lebih seperti Ibu kepada Freya, sedangkan Joey seorang kakak perempuan yang menyebalkan karena adiknya lebih cantik.

"Diamlah! Perhatikan jalanmu!" Dione menunjuk ke depan.

Jalanan masih berkelok-kelok melewati hutan Pinus. Tak jarang mereka juga melewati jurang.

"Kau juga tidak usah ikut-ikutan Dione!" Joey mengingatkan temannya.

"Tidak! Mana aku berani." Jawab Dione.

Di depan mereka sebuah truk besar mengangkut kayu gelondongan, menghalangi perjalanan.

"Sialan! Bisa-bisa kayak keong gembrot kalau terus berada di belakangnya. Aku harus menyalipnya." Kata Joey tambah kesal.

"Hati-hati, Joey! Tahan emosimu. Jangan buru-buru!" Dione mengingatkan.

"Ahhh, Diam! Aku tahu apa yang kulakukan!" Joey menghardik.

Berkali-kali Joey memberi tanda kepada pengemudi truk agar membiarkannya lewat duluan. Tapi, entah mengapa, sepertinya truk itu tidak memahami isyarat yang di berikan oleh Joey.

"Menyebalkan!" Joey mengambil ancang-ancang untuk menyalip.

"Joey, Ayolah! Jangan gegabah!" Dione agak ketakutan.

Jessie mematung di tempat duduknya. Mengencangkan seatbelt dan bersandar dengan hati berdebar. Freya diam-diam menangis ketakutan.

Saat truk itu terlihat memberi jalan. Secepat kilat, Joey memindahkan gigi dan melaju kencang. Tapi, Joey tidak menyadari bahwa dari arah yang berlawanan, muncul sebuah sebuah mobil yang juga melaju kencang. Joey membanting setir menghindari dan menabrak truk.

Crashhhh! Suara mobil bertabrakan. Kacanya berhamburan remuk! di iringi teriakan pilu dan jeritan penumpangnya.

"Tidaakkkkk!" Suara Freya melengking mengerikan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cincin Kawin Berukir Nama Lain
8.6
Tujuh tahun lamanya aku dipaksa menjadi penulis bayangan untuk Zara, adik angkatku, demi menuruti keinginan suamiku, Permadi. Puncak pengkhianatan terjadi saat Permadi merebut penghargaan milikku demi Zara yang sedang mengandung. Kenyataan pahit terungkap ketika aku menemukan nama Zara terukir di cincin kawinku. Sadar hanya dimanfaatkan, aku memalsukan kematian dalam kecelakaan pesawat untuk membalas dendam. Kini, aku siap menghancurkan mereka lewat bukti plagiarisme Zara.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Jejak Cinta di Atas Abu
9.7
Tiga hari setelah kematianku, Sandi Subowo menerima panggilan telepon untuk mengidentifikasi jasadku. Alih-alih peduli, dia justru asyik memeluk wanita lain dan dengan dingin meminta petugas mengkremasi tubuhku terlebih dahulu sebelum menghubunginya lagi. Setelah ragaku hangus terbakar menjadi abu di dalam tungku, pihak rumah abu kembali menghubungi Sandi. Dengan helaan napas tidak sabar dan enggan, pria itu akhirnya bersedia datang untuk menjemput sisa jasadku yang telah tiada.
Sampul Novel Paman Terobsesi Padaku
8.3
Kehidupan indah Serena hancur seketika setelah orang tuanya tiada. Kini, ia harus menghadapi perubahan drastis Paman Xavier yang dahulu sangat menyayanginya. Sang paman bertransformasi menjadi sosok posesif yang mengontrol ketat setiap jengkal kebebasan Serena. Di balik kelembutan Xavier saat keinginannya dituruti, tersimpan ancaman senjata tajam yang siap mengintai tiap kali Serena membangkang. Serena pun terjebak dalam lingkaran obsesi mengerikan pamannya.
Sampul Novel PELET DARAH HAID
9.3
Rencana pernikahan Clara hancur total setelah David, sang kekasih, mendadak berpaling pada sahabatnya sendiri. Namun, pengkhianatan pedih ini ternyata bukan kejadian biasa. Diam-diam, Rosa melakukan perbuatan keji dengan mendatangi dukun untuk memikat David lewat jalur hitam. Di balik rusaknya hubungan tersebut, ada rahasia kelam berupa praktik pelet darah haid yang mengerikan, yang sengaja digunakan Rosa demi merampas kebahagiaan Clara secara paksa.
Sampul Novel Terlahir Kembali, Akan Kubalas Kalian
8.7
Ketika Dylan Stevens memilih merayakan tahun baru di pantai bersama asistennya, sang kekasih tidak lagi menahan kepergiannya. Di kehidupan sebelumnya, tindakan menahan Dylan dengan kehamilan justru berujung pada kematian tragis sang asisten dan pembunuhan kejam terhadap bayinya sendiri oleh Dylan yang menyimpan dendam. Kini, setelah terlahir kembali, ia segera melakukan aborsi begitu Dylan pergi. Dengan kesempatan kedua ini, ia bertekad untuk menghancurkan hidup Dylan dan merebut seluruh miliknya tanpa sisa.