
Para Pria yang Diculik ke Desa Wanita
Bab 2
Franky benar-benar sangat puas denganku. Dia mulai mengejarku dengan penuh semangat.
"Sayang, kamu mau makan KFC nggak?"
"Sayang, bagaimana kalau kita pergi nonton film Sabtu ini?"
"Sayang ...."
Suara lembut Franky membuatku merinding, lalu aku meneruskan semua pesan suara itu kepada Bibi Livia.
Bibi Livia merasa sangat puas dan buru-buru meneleponku, "Steffi, aku mau yang ini. Aku akan mentransfer uang deposit sebesar 200 juta ke rekeningmu dulu. Cepat antar ke sini. Yang sebelumnya itu sudah nggak bisa dipakai. Masa baru tiga hari saja sudah mati di kandang babi."
Aku hanya bisa menasihati Bibi Livia, "Bibi Livia, bersikaplah lebih lembut terhadap anak laki-laki."
Bibi Livia tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "Steff, kamu masih muda, makanya nggak ngerti. Pria itu harus diberi pelajaran dulu, baru bisa melayani seorang wanita."
Aku tidak punya hak suara dalam bagian ini. Bagaimanapun juga, Bibi Livia adalah orang yang ahli dalam melatih pria.
Aku hanya bertanggung jawab untuk menculik, bukan mengajari.
Franky mengirimiku pesan lagi dan menanyakan apakah aku ingin pergi mendaki gunung bersamanya saat liburan.
Anda Mungkin Juga Suka





