APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Delis sangat mencintai Kelven dan berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang membawa wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis memutuskan menyerahkan surat cerai lalu pergi jauh. Kelven yang tidak menyangka mantan istrinya akan menghilang tanpa jejak kini bagaikan orang gila yang menjelajahi seluruh dunia demi mencarinya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 8

Herli tak menduga Kelven akan mengusirnya.

Apakah karena wanita liar itu tak suka dengan keberadaannya, sehingga Kelven jadi harus mengikuti keinginannya?

Mimpi.

Dengan hati penuh ketidakpuasan, Herli menatap pria tampan di depannya, dengan sangat penuh bersalah, dia berkata,

“Kelven, kamu merasa aku sudah mengganggu kalian?”

“Bukan begitu, aku hanya merasa ini kurang pantas.”

“Apa yang kurang pantas? Kamu hanya perlu menganggap dia sebagai alat untuk melahirkan anak, nggak perlu ada perasaan padanya.”

Mendengar kata-kata itu, ekspresi wajah Kelven menjadi serius.

Kelven memandang Herli, suaranya terdengar datar,

“Herli, setiap wanita yang melahirkan anak adalah sosok yang hebat. Apalagi dia sangat berarti bagiku.”

“ … ”

Melihat Kelven tiba-tiba marah, Herli memiliki firasat yang tak baik.

Mendengar apa yang dikatakan Kelven, Herli semakin terkejut.

Apakah pria ini benar-benar jatuh cinta pada Delis?

Tidak.

Semua yang dimiliki Delis saat ini adalah milik dirinya, Herli.

Mereka hanya melakukan pernikahan palsu untuk menenangkan keluarga mereka saja.

Ditambah lagi, karena dirinya tidak bisa memiliki anak, sehingga Kelven menikahi Delis untuk melanjutkan garis keturunan Keluarga Rosli.

Jadi, bagaimana mungkin Kelven jatuh cinta pada Delis?

“Kelven … “

“Cukup.”

Kelven memotong kata-kata Herli dengan tegas, “Aku sudah memutuskannya. Dua tahun lagi aku akan menikahimu seperti yang dijanjikan, tapi sekarang … “

“Bagaimana kalau aku nggak setuju?”

Herli mulai bersikap keras dan menatap pria di depannya dengan tatapan tajam.

“Aku mau tinggal denganmu sekarang. Kita sudah berpisah begitu lama, aku nggak mau berpisah lagi. Meskipun kamu mau seorang wanita untuk melahirkan anakmu, itu terserah padamu, aku nggak peduli.”

Bagaimana mungkin dirinya pergi.

Beberapa tahun setelah dia pergi, Kelven sudah tidak memenuhi janji dan menikahi orang lain. Jika dirinya pergi lagi sekarang, Delis tak hanya melahirkan anaknya, tapi juga membuat Kelven jatuh cinta padanya.

Dirinya kehilangan hak menjadi seorang ibu dan hidup dalam penderitaan selama ini. Bagaimana mungkin dirinya memberikan dua tahun kebahagiaan pada mereka?

Biarkan mereka semua ikut menderita seperti dirinya.

Kali ini, jangan mencoba untuk menyingkirkan dirinya.

“Kalau kamu bersikeras untuk tinggal, tinggallah.”

Kelven tak ingin berbicara banyak, dia meletakkan alat makan di meja dengan dingin, mengambil mantelnya dan pergi.

Herli yang ditinggal duduk di sana dengan penuh kebencian.

Bagaimana bisa Kelven bersikap seperti itu padanya.

Jika bukan karena Kelven dulu, akankah dirinya sekarang begitu terikat dengannya?

Herli berdiri, tiba-tiba wajah cantiknya terlihat sangat muram. Dia berjalan ke lantai atas dengan dingin.

Delis masih sedang tidur.

Mungkin karena hamil, ditambah dengan suasana hati yang buruk beberapa hari ini membuat dia tidak tidur dengan baik. Sekarang dia ingin tidur lebih lama.

Mungkin karena adanya aura berbahaya di sekitarnya, Delis memaksa dirinya untuk bangun dari tidur.

Ketika Delis membuka mata dan melihat seorang wanita berdiri di samping tempat tidur dengan wajah penuh kebencian, Delis terkejut.

Delis langsung duduk dan dengan dingin berkata, “Siapa yang memberimu izin masuk ke kamarku? Keluar!”

Herli tidak bergerak, tatapannya pada Delis sangat tajam dan penuh dendam.

Herli sangat ingin membunuh wanita ini dengan tangannya sendiri.

Jika wanita liar ini mati, sudah tak ada yang berani melahirkan anak untuk Kelven lagi.

Perlahan Herli mendekat, dia mendekati Delis dengan ekspresi kejam.

Delis memandang ekspresi Herli yang begitu muram. Meskipun dirinya lebih kecil dan sedang duduk, sikapnya sama sekali tidak kalah.

Herli berhenti di samping tempat tidur, menatap Delis dan tersenyum dingin.

“Delis, kamu dibayar berapa untuk melahirkan anaknya Kelven”

Pada akhirnya, Herli tetap tidak berani berbuat apa-apa pada gadis ini. Dia berusaha untuk tetap menenangkan diri.

Delis merasa wanita ini sangat tidak tahu malu.

Menjadi orang ketiga dengan begitu bangga dan angkuh.

Siapa yang memberikan keberanian padanya.

Delis dengan geram mencibir, “Ibumu dibayar berapa oleh ayahmu untuk melahirkanmu?”

“Kamu … “

“Aku kenapa?”

Delis memotong kata-katanya, berdiri di atas kasur dan lebih tinggi dari Herli. Delis menatapnya dengan pandangan merendahkan dan menghinanya,

“Nona Herli ya? Penampilan dan statusmu cukup baik, kenapa kamu bisa melakukan hal yang begitu memalukan diri sendiri, bahkan sampai datang ke rumah pasutri yang sudah sah.”

“Atau ibumu melahirkanmu dan mendidikmu menjadi seorang yang menginginkan suami orang lain?”

Herli terdiam.

“Kalau kamu benar-benar kesepian dan menginginkan seorang pria, bilang saja padaku. Aku bisa membantumu mencari beberapa di jalanan.”

“Kenapa begitu nggak sabaran mencari pria yang sudah menikah. Kamu nggak tahu apa arti dari murahan? Atau kamu pikir itu adalah sesuatu yang membanggakan?”

Delis mengatakan kata-kata yang tajam, tak memberikan kesempatan bagi Herli untuk membantah.

Herli menatap Delis, ekspresinya terlihat sangat marah. “Kamu … “

“Pa!”

Belum sempat Herli berbicara, Delis mengangkat tangannya dan menamparnya.

Delis tak bisa menahan emosinya lagi, dia tidak ingin melihat Herli lagi bahkan sejenak pun. “Cepat pergi! Atau kamu merasa belum cukup mempermalukan diri sendiri?”

Tamparan itu membuat Herli terkejut dan terdiam.

Herli menutupi pipinya yang terasa terbakar, menatap Delis dengan tatapan yang penuh kebencian.

Herli ingin memukul balik, tapi dia sama sekali tidak bisa menampar Delis yang berdiri di atas tempat tidur.

Pada akhirnya, dengan wajah penuh malu, Herli berbalik dan pergi.

Melihat Herli pergi, Delis merasa kesal.

Bukankah Kelven bilang menyuruhnya pergi?

Kenapa wanita itu masih ada?

Bahkan berani masuk ke kamarnya.

Jika tidak mengusirnya hari ini, Delis merasa bahwa dirinya tak layak menjadi istri Kelven.

Delis bangun dan mengganti bajunya. Delis keluar dari kamar untuk melihat apakah wanita itu sudah pergi atau belum.

Siapa sangka wanita itu masih berdiri di dekat tangga dan tidak pergi.

Delis sangat kesal. Dia mencari sapu di sekitarnya dan setelah menemukannya, dia berjalan menuju Herli.

Herli sedang berada di tangga dan menelepon Kelven.

Tatapannya terus memandang ke arah pintu utama di bawah.

Ketika menoleh, Herli melihat Delis mengambil sapu dan berjalan ke arahnya, sementara Kelven muncul di bawah.

Herli langsung berteriak pada Delis, “Aku nggak bermaksud mengganggu kalian berdua. Dengarkan penjelasanku, Delis … “

“Aaaa!!!”

Delis bahkan belum mendekati Herli, hanya mendengar dia berteriak tanpa alasan dan kemudian berguling ke bawah tangga.

“ … “

Astaga, apa yang sedang dia lakukan?

Delis berlari mendekat.

Delis yang berdiri di ujung tangga, melihat Kelven mendekat dengan cepat. Dengan tergesa-gesa menggendong orang yang terguling dan berteriak, “Herli … “

Lalu, Kelven menoleh ke atas dan melihat Delis berdiri di tangga sambil memegang sapu.

Jelas, Delis yang mendorongnya.

Ekspresi wajah Kelven sangat marah, tetapi belum sempat dia mengeluarkan amarahnya, Herli meraih tangannya dan dengan kepala yang penuh dengan darah, dia berkata dengan lemah dan sambil menangis,

“Kelven, aku hanya mau berbicara baik-baik dengannya. Aku nggak menyangka dia akan begitu kejam padaku. Kelven, mukaku sangat sakit, kepalaku juga sangat sakit.”

Kelven menunduk dan melihat bekas jari di pipi Herli dan darah yang membasahi kepalanya.

Meskipun sangat ingin meledakkan kemarahannya, Kelven dengan cepat menggendong Herli dan dengan tatapan dingin menatap Delis, lalu dengan cepat melangkah keluar dari vila.

Delis terdiam.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel ALASKA
8.4
Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN
8.3
Kepergian Wulan ke luar negeri demi pengobatan membuat hubungan asmaranya dengan Darwis, sang wartawan, menjadi rumit. Darwis akhirnya menikahi Marlenna yang tengah mengandung anak Marcel. Di sisi lain, sempat tumbuh rasa cinta antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Konflik memuncak saat Wulan sembuh dan Aldi kembali setelah kecelakaan. Di tengah ujian kesetiaan dan masa lalu, kehadiran bayi bernama Arini menjadi pemersatu pernikahan Darwis dan Marlenna.
Sampul Novel Dia Memilih Anak Rahasianya Daripada Calon Anak Anjing Kami
9.0
Lima tahun Elana berkorban demi karier CEO Emilio, tetapi pengkhianatan pahit terungkap lewat undangan pembaptisan anak rahasia suaminya. Saat pesta gala, dorongan Emilio yang ingin melindungi anak gelapnya malah membuat Elana keguguran. Elana ditinggalkan sekarat dan nyaris tewas diserang orang suruhan selingkuhan suaminya. Setelah selamat, ia memalsukan kematian dan memulai hidup baru sebagai arsitek di Zurich.
Sampul Novel SUAMIKU SAINGANKU
8.7
Kehidupan Rila jungkir balik usai dijodohkan dengan Arga, rival terberat sekaligus Ketua OSIS yang bersikap dingin di sekolahnya. Di balik ketampanannya, Arga menyimpan dendam misterius pada Rila. Kini, Rila terpaksa tinggal serumah dengan cowok yang selalu berambisi mengalahkannya itu. Di tengah sengitnya persaingan akademis dan misteri masa lalu, sanggupkah Rila bertahan? Akankah kebencian di antara mereka perlahan luluh menjadi cinta manis di tengah badai konflik?
Sampul Novel Young mom
8.0
Kehidupan Rania berbalik arah setelah malam tak terduga bersama idola yang sangat ia kagumi. Hubungan itu menyisakan kehamilan, namun sang bintang justru pergi mengabaikannya. Tanpa dukungan, Rania kini harus berjuang sendirian menjadi ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Di tengah beratnya tekanan hidup, ia berusaha keras menata masa depan yang baru. Kisah romansa modern penuh haru tentang perjuangan dan keteguhan hati seorang wanita.