APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Paman, Silakan Tanda Tangani Surat Cerainya

Delis sangat mencintai Kelven dan berhasil menjadi istrinya. Namun, kebahagiaan saat ingin mengabarkan kehamilannya hancur ketika Kelven pulang membawa wanita lain yang merebut segalanya. Setelah berulang kali tersakiti, Delis memutuskan menyerahkan surat cerai lalu pergi jauh. Kelven yang tidak menyangka mantan istrinya akan menghilang tanpa jejak kini bagaikan orang gila yang menjelajahi seluruh dunia demi mencarinya kembali.
Bab
Bagikan

Bab 9

Melihat tatapan dingin dari Kelven, Delis merasa harinya terasa seperti ditusuk jarum.

Jadi, Kelven mengira dirinya yang mendorong Herli?

Konyol.

Pria yang tidur satu ranjang dengannya, malah tak percaya dengan dirinya.

Delis menahan perasaan sedih dalam hatinya, teringat dengan bayi di dalam perutnya, dia turun ke lantai bawah untuk makan.

Sepanjang hari ini, dia tak keluar rumah.

Terus menerus memegang ponsel dan mencari informasi tentang menjaga anak di internet

…

Di rumah sakit.

Herli dipindahkan dari ruang gawat darurat ke ruang perawatan.

Kelven menemui dokter yang merawat Herli dan bertanya beberapa informasi.

Dokter melaporkan dengan jujur, “Pasien mengalami luka yang serius, terutama di kepala. Ada risiko kehilangan penglihatan dan juga patah tulang kaki kanan. Mungkin harus duduk di kursi roda untuk beberapa waktu.”

Kelven keluar dari ruangan dengan perasaan yang campur aduk, menuju ke arah ruangan Herli.

Dia memang sudah berhutang budi pada Herli dan sekarang malah terjadi masalah di rumahnya. Kelven semakin merasa bersalah.

Kelven berdiri tegak di depan pintu ruangan perawatan Delis. Dia tak ingin masuk, tapi dirinya harus terpaksa masuk.

Di dalam ruangan, Herli masih tertidur pulas di tempat tidur, dengan seorang perawat yang memberinya infus di sebelahnya.

Kelven masuk dan berdiri di ujung tempat tidur, melihat wanita di atas tempat tidur dengan kepala yang dibalut perban, mengenakan ventilator, wajahnya tampak pucat.

Kelven merasa bersalah.

Namun, apa yang bisa dirinya lakukan?

Saat ini, selain menghabiskan waktu untuk menemaninya selama pengobatan, sepertinya tidak ada cara lain.

Tidak tahu berapa lama Herli akan tertidur. Setelah mengatur perawat untuk menjaganya, Kelven pulang ke rumah pada sore hari.

Delis duduk di sofa ruang tamu, menonton televisi sambil terbengong.

Hingga terdengar suara di depan pintu rumah, Delis baru tersadar dan menoleh.

Melihat Kelven sudah pulang, Delis hanya duduk di sana tanpa bergerak, hanya menatapnya dengan tatapan kosong.

Dengan dingin dia berjalan menuju Delis. Berdiri di depannya dan menatapnya dengan tajam.

“Kamu masih begitu muda, kenapa tindakanmu begitu kejam?”

Delis tidak menjawab.

Melihat tatapan tajam pria tua itu, dengan ekspresi wajah yang tanpa ekspresi dan tatapan yang begitu dingin, Delis merasa sangat sesak.

Bibir Delis gemetar, dia bertanya, “Seburuk itukah aku dimatamu?”

“Aku melihatnya sendiri,” ujar Kelven dengan dingin.

Delis tertawa dingin, dia berhadapan dengan Kelven dengan tidak puas. “Apa yang sudah kamu lihat? Apa kamu melihatku mendorongnya?”

“Kamu masih mau mencari alasan?”

“Aku nggak mendorongnya. Aku hanya memegang sapu, aku mencoba mengusirnya, tapi aku nggak menyentuhnya.”

“Delis.”

Kelven dengan tegas memarahinya, “Meskipun kamu tidak menyentuhnya, dia jatuh dari tangga karenamu. Luka diwajahnya juga karenamu, ‘kan?”

“ … “

Delis tahu bahwa di hadapan pria ini, dirinya selalu berada dalam posisi yang lemah.

Semua perkataan Kelven itu mutlak.

Delis tidak ingin berdebat lebih lanjut, juga tidak menyangkal fakta bahwa dia yang memukul Herli.

“Benar, aku memukul wajahnya.”

"Kenapa kamu bisa menjadi begitu semena-mena?"

Dengan marah, Kelven berkata, “Kalau kamu begitu nggak patuh, aku rasa perceraian kita … “

Kelven ingin mengatakan bahwa segera bercerai.

Namun belum selesai dia berbicara, die melihat mata Delis yang dipenuhi air mata.

Detik berikutnya, air matanya turun dari pipinya.

Butiran air mata yang bersih dan jernih, seketika menusuk hati Kelven.

Kelven mengernyit, tidak tega untuk mengucapkan kata-kata kasar yang lebih lanjut.

Dekus menundukkan kepalanya, perasaan pedih di dadanya membuatnya sulit untuk bernapas.

“Kamu mau bercerai denganku?”

Delis bertanya dengan terbata-bata.

Meskipun tak senang, melihat wajahnya yang begitu menyedihkan, Kelven juga tak tega membiarkan Delis pergi sendirian.

Kelven mendekat dan memeluknya.

“Sudah, jangan menangis.”

“Aku nggak menangis. Kamu bisa melakukan apa yang kamu mau. Aku akan patuh, nurut padamu.”

Delis berusaha untuk tidak menangis, mencoba untuk tetap kuat.

Namun, air matanya tidak bisa dihentikan.

Hatinya sangat sakit, dia tidak bisa menahannya.

Kelven merasakan tubuh kecilnya bergetar.

Seharusnya Kelven memarahinya, tetapi saat ini, dia hanya menghiburnya,

“Delis, sudah jangan menangis. Aku bahkan belum melakukan apapun padamu.”

“Huhuhu … kalau begitu, apa yang mau kamu lakukan? Kalau mau cerai, cerai saja. Aku bisa kembali ke mana aku berasal.”

Delis juga cukup berpendirian.

Bagaimanapun, dirinya sudah berusaha dan berjuang untuk pernikahan ini.

Jika benar-benar tidak bisa mempertahankannya, dia juga tidak punya pilihan.

“Siapa yang menyuruhmu pergi? Tanpa izinku, kamu nggak boleh pergi ke mana pun.”

Kelven membungkuk dan mengambil tisu dari meja, dengan lembut mengusap air mata di pipi Delis.

Entah kenapa, ketika wanita kecil ini menangis, hati Kelven merasa sangat tidak nyaman.

Delis menghisap hidungnya, berhenti menangis.

Namun, dalam hatinya masih merasa sangat sedih. Dia menatap Kelven dan berkata, “Aku benar-benar nggak mendorongnya.”

Kelven duduk di sebelahnya dan berkata dengan serius, “Sekarang bukan masalah apakah kamu mendorongnya atau nggak. Dia terluka di sini, kita harus bertanggung jawab.”

Kelven melihat wanita kecil di sebelahnya dan melanjutkan, “Keadaannya sangat tidak baik. Aku akan sering pergi ke rumah sakit untuk menjaganya beberapa hari ini.”

Delis menunduk dan tidak menjawab.

Kelven mengangkat tangannya dan mengusap lembut kepalanya. Suaranya menjadi lembut, “Delis, kamu harus patuh, jangan membuatku sulit lagi, ya?”

“Bukankah aku selalu sangat nurut padamu? Tapi aku benar-benar nggak bisa menerima keberadaan Herli.”

“Tapi sekarang dia terluka di sini, kita harus bertanggung jawab padanya.”

“Bisakah kamu berjanji padaku, setelah dia sembuh, kamu tidak akan berhubungan dengannya lagi?”

Kelven juga tak tahu kapan Herli akan sembuh.

Dia hanya bisa menyetujui sementara permintaan orang di sampingnya. “Hm.”

Delis melihat Kelven menyetujuinya. Seperti kebiasaannya, Delis merangkak ke tubuh Kelven.

Kelven juga seperti biasa, menggendongnya.

Tidak jauh dari sana, Bibi Siti mengingatkan, “Pak Kelven, Nona Delis sudah waktunya makan.”

Delis menepuk punggung Delis dengan lembut. Lalu dengan lembut berkata, “Ayo turun, pergi makan dulu.”

Delis menolak dengan manja, “Nggak mau, nggak bisa makan.”

“Hei.”

“Kamu gendong aku ke sana.”

Kelven tak berdaya, hanya bisa menggendongnya pergi ke meja makan.

Bahkan sudah sampai di meja makan, Delis masih tak mau turun dari tubuh pria itu.

Delis selalu merasa ada daya tarik dari tubuh Kelven, begitu dirinya mendekat, sudah tak rela meninggalkannya.

Kelven pasrah dan akhirnya membiarkannya duduk di pangkuannya. Sambil makan, sambil menyuapnya.

Dengan kedua matanya yang bengkak merah, wajahnya tampak begitu menyedihkan, menambah sentuhan kelucuan di wajahnya yang membuat orang tersentuh.

Kelven selalu membiarkannya melakukan apapun yang dia mau dan selalu memanjakannya.

“Sudah umur berapa kamu?”

Sambil menyuapnya, Kelven tersenyum dan bertanya.

Wajah Delis memerah dan dengan pipi yang bulat mengembung, dia diam tanpa berbicara.

Kelven melanjutkan, “Anak kecil saja nggak selengket ini.”

Delis menundukkan kepalanya, kepedihan di hatinya perlahan-lahan menghilang, digantikan dengan kehangatan.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Orang Ke 3 (Tak Kuasa Menolak Takdir Cinta)
8.6
Almira Mayangsari fokus mengasuh kedua keponakannya tanpa memikirkan asmara. Namun, hidupnya berubah sejak Bastian Navarell, seorang miliarder, menyelamatkannya dari ancaman bahaya. Benih cinta pun tumbuh di antara mereka. Begitu tahu Bastian telah memiliki istri, Almira memilih pergi demi menghindari posisi sebagai orang ketiga. Bastian yang terobsesi tak mengetahui rahasia kesucian Almira. Akankah takdir menyatukan mereka kembali dalam kisah cinta yang mengharukan?
Sampul Novel ALASKA
8.4
Bhalendra Alaska Arlic meyakini bahwa perubahan sejati harus muncul dari kesadaran pribadi. Meski terus didera kepedihan hingga batinnya hancur, Alaska tetap berusaha tegar. Masa lalunya bersama Yesaya justru menorehkan trauma hebat dibanding memori indah. Di sisi lain, Azka memandang cinta tak lebih dari sekadar bualan belaka. Terperangkap dalam bayang-bayang kepedihan lama, sanggupkah kehadiran orang baru meruntuhkan benteng pertahanan Alaska dan memulihkan luka di hatinya?
Sampul Novel KAMU SINI DONG DEKETAN
8.3
Kepergian Wulan ke luar negeri demi pengobatan membuat hubungan asmaranya dengan Darwis, sang wartawan, menjadi rumit. Darwis akhirnya menikahi Marlenna yang tengah mengandung anak Marcel. Di sisi lain, sempat tumbuh rasa cinta antara Darwis dan Arini sebelum maut memisahkan mereka. Konflik memuncak saat Wulan sembuh dan Aldi kembali setelah kecelakaan. Di tengah ujian kesetiaan dan masa lalu, kehadiran bayi bernama Arini menjadi pemersatu pernikahan Darwis dan Marlenna.
Sampul Novel Dia Memilih Anak Rahasianya Daripada Calon Anak Anjing Kami
9.0
Lima tahun Elana berkorban demi karier CEO Emilio, tetapi pengkhianatan pahit terungkap lewat undangan pembaptisan anak rahasia suaminya. Saat pesta gala, dorongan Emilio yang ingin melindungi anak gelapnya malah membuat Elana keguguran. Elana ditinggalkan sekarat dan nyaris tewas diserang orang suruhan selingkuhan suaminya. Setelah selamat, ia memalsukan kematian dan memulai hidup baru sebagai arsitek di Zurich.
Sampul Novel SUAMIKU SAINGANKU
8.7
Kehidupan Rila jungkir balik usai dijodohkan dengan Arga, rival terberat sekaligus Ketua OSIS yang bersikap dingin di sekolahnya. Di balik ketampanannya, Arga menyimpan dendam misterius pada Rila. Kini, Rila terpaksa tinggal serumah dengan cowok yang selalu berambisi mengalahkannya itu. Di tengah sengitnya persaingan akademis dan misteri masa lalu, sanggupkah Rila bertahan? Akankah kebencian di antara mereka perlahan luluh menjadi cinta manis di tengah badai konflik?
Sampul Novel Young mom
8.0
Kehidupan Rania berbalik arah setelah malam tak terduga bersama idola yang sangat ia kagumi. Hubungan itu menyisakan kehamilan, namun sang bintang justru pergi mengabaikannya. Tanpa dukungan, Rania kini harus berjuang sendirian menjadi ibu tunggal demi membesarkan anaknya. Di tengah beratnya tekanan hidup, ia berusaha keras menata masa depan yang baru. Kisah romansa modern penuh haru tentang perjuangan dan keteguhan hati seorang wanita.