APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Pak Theo, Nyonya Pergi Berkencan Lagi

Perceraian Kayla Sandio mendadak gempar saat draf kontraknya bocor ke publik, menyebut Theo Oliver tidak kompeten sebagai suami. Malam itu juga, Theo menuntut pembuktian secara langsung. Setelah resmi berpisah, Kayla bertransformasi dari pekerja biasa menjadi ahli restorasi budaya yang sangat sukses. Namun, sang mantan suami justru terus membayangi langkahnya. Saat Kayla meluapkan kekesalannya di sebuah perjamuan, Theo langsung membawanya pergi dan menunjukkan bahwa mereka berdua sama-sama tidak mau kalah.
Bab
Bagikan

Bab 7

Tidak Bisa Mengendalikan Diri

Kayla memang sengaja. Merebut pria harus menggunakan cara keji.

Jakun Theo bergulir ke atas dan bawah. Tangannya yang sedang memegang ponsel menegang dan jari-jarinya mengepal.

Terdengar suara di ujung lain telepon. "Pak Theo, kalau kaki Raline lumpuh, kariernya sebagai penari akan berakhir. Dulu, demi menjadi penari internasional, dia nggak ingin Anda digosipkan karena latar belakangnya, dia sudah cukup banyak menderita. Sekarang, dia cedera dan setiap minggu perlu menjalani terapi fisik."

Theo menggertakkan giginya, lalu turun dari kasur sambil berkata, "Jaga dia dulu."

Kayla tidak menahan Theo karena dia tahu pria itu tetap akan pergi, jadi dia tidak ingin mempermalukan diri sendiri.

Lagi pula, dia tidak ingin merebut Theo, dia hanya ingin ... membuat Raline kesal, ini juga termasuk balas dendam.

Setelah berganti pakaian, Theo langsung pergi. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun pada Kayla.

Di lantai bawah, semua orang sudah tidur, hanya tersisa lampu darurat yang masih menyala.

Dia berjalan ke pintu utama untuk mengganti sepatu dan terdengar suara "klik", lampu kristal besar yang berada di ruang tamu tiba-tiba menyala ....

Terlihat Evi berdiri di depan pintu dapur sambil memegang remot pengontrol lampu. "Sudah larut, kamu mau pergi ke mana?"

Theo mengerutkan keningnya sambil berkata, "Bu, kenapa belum tidur?"

"Hei, kenapa kamu menelantarkan Kayla malam-malam begini?"

Theo mengatupkan bibirnya sambil berkata dengan ekspresi datar, "Tadi aku nggak bisa mengendalikan diri dan melukainya. Aku pergi membelikan obat."

Kata-katanya agak ambigu, tetapi Evi langsung paham. Bagaimanapun, semangkuk sup pemacu energi diresepkan oleh dokter terkenal, khasiatnya pasti bagus.

Senyuman langsung muncul di wajahnya yang dingin. Namun, dia tetap menyalahkan Theo. "Apa kamu belum dewasa? Nggak bisa lebih lembut? Sana pergi beli obat. Ya sudah, bawa Kayla sekalian. Kalau parah, pergilah ke rumah sakit. Bisa gawat kalau sampai infeksi."

Theo tertegun.

Akhirnya, di bawah tatapan galak Evi, Theo pun menelepon Kayla dan menyuruhnya segera turun setelah berganti pakaian.

Mendengar nada bicaranya yang panik, Kayla mengira terjadi sesuatu. Dia buru-buru mengenakan pakaian dan berlari turun.

Tak disangka, yang dia lihat adalah adegan Theo dan Evi berdiri berhadapan.

Theo berkata dengan suara berat, "Kamu sedang nggak enak badan, ikut aku pergi beli obat."

Kayla kebingungan. Kapan dia tidak enak badan?

Dia melirik Evi dan mengerti. Ternyata Theo menggunakannya sebagai tameng!

Dia mendelik Theo dengan kesal sambil memaki dalam hati, 'Dasar berengsek!'

Evi yang kegirangan sama sekali tidak menyadari gejolak di antara mereka. Melihat celana ketat yang dikenakan Kayla, dia segera berkata, "Gantilah celana longgar. Celana ketat bisa menghambat pemulihan luka. Sekarang, cuaca sangat panas, bisa infeksi kalau luka terbungkus seperti itu."

"Bu, maksud Anda ...."

Apa-apaan ini?

Tunggu, dia penasaran sebenarnya bagian tubuh mana yang tidak nyaman?

Namun, Theo segera mengulurkan tangannya untuk menarik Kayla, Kayla pun langsung masuk ke dalam pelukannya dan dirangkul olehnya. "Kami pergi dulu, beristirahatlah lebih awal."

Evi memelototinya sambil berseru, "Kayla terluka, kenapa kamu masih begitu kasar? Kalau dokter keluarga kita wanita, aku pasti sudah memanggilnya datang untuk memeriksa Kayla, buat apa menyuruhmu?"

"Ya," jawab Theo dengan santai. Namun, Kayla masih kebingungan, dia yang dirangkul oleh Theo pun berjalan keluar dengan patuh.

"Tunggu." Evi teringat akan suatu hal penting dan bergegas ke dapur. Ketika dia kembali, dia membawa sekantong bahan obat-obatan tradisional sambil berkata, "Khasiatnya cukup baik, bawa pulang. Kalau lagi santai, suruh pembantu masakkan untuk kalian dan minum semangkuk setiap malam."

Theo mengatupkan bibirnya sebelum berkata, "Simpan untuk Ayah saja."

"Ayahmu nggak perlu ini," jawab Evi dengan lugas.

Kayla tercengang.

Apa ayah mertuanya sudah lihai tanpa perlu meminum ramuan atau minum pun tidak ada gunanya?

Apa ini adalah hal yang patut didengarkan oleh junior sepertinya?

Melihat Theo tidak menjawab, Evi segera menyerahkan kantong obat kepada Kayla sambil berkata, "Cepat pergi, jangan hanya membeli obat, pergi periksa ke rumah sakit."

Sejak berjalan keluar dari vila Keluarga Oliver, Kayla tidak mengatakan sepatah kata pun. Sesampainya di dalam mobil, dia baru bertanya, "Sebenarnya apa yang kamu katakan pada Ibu?"

Theo tidak ingin membahas hal ini.

Theo melirik obat yang masih dipegang Kayla, lalu mengangkat alisnya sambil berkata dengan nada dingin, "Kenapa? Kamu benar-benar akan membawanya pulang dan setiap malam memasakkannya untukku?"

Kayla tertegun sejenak dan langsung melempar kantong obat itu ke kursi belakang, seperti sedang membuang sampah. Dia tidak lupa menambahkan, "Jadi, ibu memang paling memahami putranya. Ibu tahu kamu nggak sanggup, jadi menyiapkan obat untukmu."

"Nggak sanggup?" Theo berkemudi dengan satu tangan dan menyebutkan dua kata ini dengan nada main-main. Dia melirik Kayla sambil bergumam, "Lalu pas pertama kali siapa yang sampai harus dijahit dan berbaring selama beberapa hari di rumah sakit?"

Kayla memandangnya dengan penuh belas kasihan. "Pernahkah kamu berpikir bahwa aku dijahit bukan karena kamu hebat, tapi karena keterampilanmu yang buruk? Apa kamu pernah dengar wanita masuk rumah sakit sampai dijahit karena pecah keperawanan? Menghadapi kasus unik seperti ini, kenapa kamu nggak menyalahkan diri sendiri?"

Theo menyipitkan matanya, kekesalan dan ketidaksenangan di wajahnya seolah-olah akan merembes keluar. Dia tiba-tiba menginjak rem dengan kuat ....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bisikan Abu
7.8
Menyamar sebagai gadis bisu di kuil Ezen, Asha menyembunyikan kemampuan terlarang membaca memori dari sisa abu. Di kekaisaran pemuja api ini, ia mengungkap sejarah perang masa lalu bersama Kael, seorang pejuang misterius. Saat konspirasi besar dan pemberontakan mulai pecah, benih cinta tumbuh di antara mereka. Melalui ritual kuno serta pelarian yang mengancam nyawa, kekuatan unik Asha kini menjadi penentu mutlak apakah dunia mereka akan bangkit atau lenyap selamanya.
Sampul Novel Daddy's Princess (21+)
8.4
Kehidupan Dominic sebagai ayah angkat Bee terusik sejak Nathan, seorang dosen tampan, hadir di antara mereka. Hubungan trio ini pun berkembang menjadi sangat kompleks dan sarat emosi. Konflik batin serta ketegangan asmara mewarnai setiap langkah, membawa pembaca menyelami sisi dewasa dari arti sebuah komitmen. Kisah romansa modern ini menguji batas antara rasa ingin melindungi dan cinta yang mendalam.
Sampul Novel DILEMA Antara Nyaman dan Cinta
9.1
Himpitan masalah ekonomi akhirnya meretakkan rumah tangga yang sudah lama dibangun. Keadaan kian memburuk ketika sang istri curhat di media sosial demi mencari simpati lelaki lain. Terlena rayuan pria beristri, ia mengabaikan risiko bahwa obsesi fisik kerap berujung pengkhianatan. Kini, ia terjebak konflik batin antara kenyamanan semu dan komitmen pernikahan. Hukum tabur tuai pun mulai membayangi mereka yang nekat bermain api.
Sampul Novel Nekat Mencintaimu Secara Ugal-ugalan
8.6
Alvida, desainer perfeksionis yang menutup diri dari cinta, mendadak bimbang. Kakeknya menjodohkannya dengan Hadyan yang mapan. Di sisi lain, ada Leandra, pemuda yang jauh lebih muda dan berbeda status sosial, yang mengejarnya secara agresif. Saat Leandra nekat memperjuangkan perasaannya, sebuah rahasia besar muncul dan mengancam hubungan mereka bahkan sebelum dimulai. Siapakah yang akhirnya akan dipilih Alvida di tengah konflik ini?
Sampul Novel Ratu Tak Terbelenggu: Jangan Pernah Katakan Tidak
8.5
Empat tahun mengabdi sia-sia, Hannah dicampakkan suaminya demi perempuan lain. Sadar cintanya tak berbalas, ia bangkit dari kehancuran dan menjelma menjadi sosok mandiri yang memesona. Saat sang mantan suami mengira Hannah masih mengemis cinta, ia justru kembali dengan megah. Kini, seorang CEO dominan berdiri di sampingnya, dengan bangga mengakui Hannah sebagai istri di hadapan pria sombong yang dulu membuangnya tanpa belas kasihan.
Sampul Novel Terjerat Obsesi Gila Duda Anak Dua
8.5
Ketenangan hidup seorang figur publik yang bersih dari gosip seketika runtuh setelah bertemu Thalita, anak kecil yang berniat membelinya. Kejadian itu membuat ayah sang bocah, Aksa Malvino Alexander, seorang duda kaya raya, mulai mengejarnya. Reputasi sang artis pun hancur akibat rumor viral karena status sosial Aksa yang luar biasa. Walau Aksa sangat narsis dan memaksa saat melamar, ia tetap kokoh menolak meski dicap bodoh karena menolak miliarder itu.