APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacarku Sagapung

Pacarku Sagapung

Pertemuan di pesta topeng kafe membuat Jeff, seorang playboy pemikat, jatuh hati pada Anna. Usai melewati malam penuh gairah, mereka pun sepakat untuk berpacaran. Namun, Anna sama sekali tidak mengetahui niat terselubung kekasihnya. Jeff rupanya telah mempersiapkan daftar aktivitas intim yang menantang untuk mereka berdua. Kini, Anna terjebak dalam pusaran hasrat tak terduga bersama Jeff yang selalu mencari celah untuk membakar gairah cinta mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Saat itu masuk pertengahan bulan Mei, dimana bulan depan akan ada ujian semester. Karena Anna sulit untuk didekati bahkan untuk dihubungi, akhirnya Jeff memutuskan masuk ke dalam kelompok belajar gadis itu. Bagi Jeff yang tidak begitu peduli soal akademik, sebenarnya ini hanya membuat dia frustasi dan tersiksa. Sebab dia lebih suka mengisi waktu luangnya dengan berpesta atau sekadar berburu wanita. Namun semenjak Anna menjadi kekasihnya, segala hal dihidupnya mulai jadi lebih teratur dan disiplin. Itu memang bagus, tetapi Jeff lumayan tersiksa pula dengan perubahan yang entah sejak kapan menjadi rutinitasnya.

Dan lagi, setelah satu pekan kejadian dia dan Anna bercinta di gudang kafe. Jeff bahkan memerlukan waktu pemulihan karena Anna seolah memeras habis seluruh gairahnya saat itu. Bahkan hingga sekarang pun dia tidak lagi tertarik dengan perempuan lain selain Anna. Ya, tentu saja. Wanita itu berkali-kali menjarahnya dan Jeff kalah dengan memalukan sebab dia setengah mati lemas ketika berkali-kali dijajal oleh Anna. Dia tidak menyangka bahwa perempuan yang dicap nerd olehnya punya gairah membara yang membuatnya kewalahan. Tetapi setelah ini, Jeff bersumpah akan mengambalikan rasa malu itu kepada pacarnya.

Lucunya setelah kejadian itu, Anna tidak pernah memandangnya lagi. Setiap kali Jeff berusaha melakukan kontak mata, wanita itu akan mengalihkan pandangannya dan memilih melibatkan dirinya dengan bercakap-cakap bersama oranglain. Serius, ini membuatnya frustasi. Terlebih dia memilih Garry, yang notabene si kutu buku dibandingkan dirinya yang keren dan populer. Ah … dan yang mengesalkan adalah setelah itu, Anna bahkan bilang bahwa hubungan mereka sebaiknya tidak diketahui oleh oranglain.

Bukankah itu lucu? Semua perempuan ingin merayakan dirinya dan memperlihatkan kepada semua orang bahwa mereka berpacaran dengan Jeff. Tetapi Anna justru kebalikannya dan itu membuat dia bertanya-tanya dengan bagaimana cara berpikir gadis itu sebenarnya.

Ataukah mungkin segala pertanyaan random itu hanya ada dikepalanya saja? mungkin saja dia gila dan Anna yang bertingkah normal. Karena meskipun wanita itu terlihat canggung ketika berada didekatnya, kelompok belajarnya sama sekali tidak terpengaruh apa-apa. Bahkan si badut kelompok Abe saja tidak peka dengan situasinya.

“Cuacanya sangat cerah, dan udaranya begitu sejuk,” komentar Tia yang segera menyadarkan Jeff dari lamunannya sendiri. “Kau tahu artinya apa kan?”

“Piknik!” celetuk Abe lumayan sumringah, dan Tia tampak menyeringai.

“Ya, Piknik!” Tia langsung melakukan tos dengan Abe, meninggalkan kelompok tersebut dengan tanda tanya besar dikepala mereka.

“Aku pikir kita kemari untuk belajar,” sela Anna yang ternyata lumayan persisten dengan niatan awalnya.

“Oh ayolah Anna, kapan lagi kita bisa piknik bersama kalau tidak sekarang? kita semua selalu belajar dikelas. Aku tidak mau kepalaku meledak karena diisi terus menerus materi sialan itu!” tentang Abe yang cukup dramatis.

“Tapi niatan awalnya kan kita akan belajar bersama? Aku masih ingat nilaimu yang buruk di ujian prof. Delmar.”

“Ah … mulai lagi kau dengan mimpi buruk itu,” Abe langsung menyahuti dengan wajah cemberut.

“Kurasa tidak ada salahnya? Kita bisa belajar sambil piknik,” ungkap Jeff yang memutuskan ambil bagian dalam diskusi tersebut. Dia merasa kondisinya dengan Anna sedikit canggung, jadi setidaknya dia perlu perubahan suasana dan ide Abe lumayan bisa digunakan untuk mengusir hal tersebut.

“Lihat, bahkan Jeff saja sesantai ini walaupun dia baru bergabung dengan kelompok kita. Jadi sudah diputuskan, kita akan piknik sekarang!” Tia langsung mengambil alih kendali, dia tampaknya tidak ingin membiarkan Anna mengacaukan lagi suasana yang gembira ini, dan memberikan kerlingan mata kepada Jeff yang sudah ikut memberi suara. “Aku rasa kita bisa sekalian bakar-bakar juga, ada sungai yang banyak ikannya disini. Pasti enak sekali kan makan ikan bakar segar langsung dari hasil memancing kita? setelah perut kita terisi dengan daging, kita bisa mulai belajar. Bagaimana adil kan?” tambahnya lagi yang sepertinya ingin mengambil jalan tengah agar Anna tidak komplain atau kabur.

“Aku rasa itu masuk akal,” sahut Garry yang sejak tadi diam dan menyetujui usulan Tia.

Kini karena merasa menjadi satu-satunya suara di grup tersebut, akhirnya Anna mau tidak mau menerima putusan akhirnya. “Oh baiklah, kalian menang. Jadi untuk memperjelas situasinya, bagaimana pengaturan untuk ini semua?”

Tia memandang semua orang di dalam grup tersebut. Karena isinya ada lima orang, dia cukup lama diam sebelum angkat bicara. “Hmmm ... kita akan bagi menjadi dua kelompok, satu kelompok bertugas mencari kayu, dan satu lagi mempersiapkan bahan-bahannya. Sesederhana itu.”

“Bagaimana pembagian timnya?” tanya Jeff yang mulai tertarik dengan penjelasan Tia.

“Aku punya ide dikepalaku, dan ini berdasarkan kemampuan kita masing-masing,” jelas Abe sambil memandangi semua orang yang menatap dia dengan pandangan kosong. “Tia, aku dan Garry akan bertugas untuk menyiapkan bahan-bahannya termasuk memacing. Lebih banyak orang untuk itu maka makanannya akan semakin banyak. Aku dan Garry pandai memancing lho,” katanya membanggakan dirinya sendiri dan Garry, karena hening Abe kemudian berdehem dan melanjutkan kembali apa yang dia bicarakan. “Dan karena hanya tinggal kalian berdua, maka Jeff dan Anna bertugas mencari kayu di hutan sana.”

“Ha?” kata Anna cepat. Mata Jeff pun melebar ketika dia disatukan dengan Anna.

“Tidak ada komplain karena itu fakta. Aku yakin Jeff tidak bisa banyak membantu kalau disimpan di kelompok kami. Begitu pun Anna yang tidak terlalu pandai memasak,” tutup Abe cuek.

Semua orang menganggukan kepala, Anna dan Jeff saling menatap satu sama lain. Apa yang baru saja terjadi? Apakah mereka baru saja direncanakan untuk berduaan saja?

“Sekarang Anna dan Jeff, kalian mulai bergerak. Kita berkumpul lagi disini. get set, GO!” seru Tia sambil menepuk tangannya.

Sebelum pasangan tersebut menyadari sepenuhnya apa yang sudah terjadi, ketiga orang tadi sudah mulai meninggalkan tempat dan pergi ke tempatnya masing-masing.

Jeff dan Anna saling memandang, tetapi Jeff menyeringai dan bersyukur dalam hati atas situasi unik ini.

“Sepertinya kita harus mulai bergerak sekarang, ayo pergi,” ajak Jeff sambil segera menuju ke arah hutan yang ditunjukan oleh Abe saat bagi tugas.

“Tunggu, Jeff!” Anna membuat langkahnya terhenti seketika, membuat pria itu menatapnya lagi. “Kau yakin kita harus masuk kesana?”

“Ya, karena kita butuh kayu untuk membakar ikannya.”

Anna menghela napas, dan dia terlihat kaku sendiri. “Ini situasi yang bodoh,” katanya sambil mendengus.

Tetapi mereka mulai berjalan beriringan dan masuk ke dalam hutan untuk mulai mencari ranting kayu dan dikumpulkan di satu tempat untuk mereka bawa nanti.

“Aku tidak keberatan mencari kayu,” kata Jeff ringan. Dia sebenarnya melihat ada beberapa kayu yang bisa dikumpulkan tetapi dia memilih untuk berada disisi Anna.

“Kau tahu kalau aku sedang tidak membicarakan soal itu, Jeff,” timpal Anna. “Maksudku situasi kita. ”

“Aku tahu.”

“Aku tidak ingin seperti ini,” katanya mulai terlihat gelisah. “Apakah kita harus mengakhirinya?”

“Kau bercanda?”

“Tidak. Aku serius.”

“Dengar, Anna aku merindukanmu.”

“Ya,” dia menganggukan kepala.

“Dan kau adalah perempuan yang sangat menarik. Aku tidak mau kehilanganmu hanya karena kau … ya, kau tahu maksudku.”

“Kita … Kita memulai hubungan ini dengan cara yang memalukan.”

“Memalukan bagaimana? itu alami. Berhubungan seks saat pesta topeng di gudang penyimpanan kafe dan kau membuatku keluar berkali-kali? Itu menggairahkan dan sangat panas, Anna,” jawab Jeff yang kontan membuat pipi Anna bersemu merah.

“Ugh … jangan perjelas situasinya seperti itu,” ujar Anna malu-malu.

Jeff benar-benar tidak mengerti, saat wanita ini mengenakan topeng dia terlihat sangat percaya diri dan liat, tapi Anna yang sekarang berada di hadapannya mengapa dia jadi malu-malu kucing begini.

“Lalu bagaimana aku harus mengatakannya?”

“Bisakah … kita melupakan semuanya? anggap saja aku tidak pernah menerima tawaran menjadi pacarmu.”

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Istri Tuan Noah
8.5
Clara terpaksa menggantikan saudara kembarnya yang kabur untuk menikahi pria bernama Noah. Kejadian tak terduga itu membuatnya harus merawat seorang bayi sendirian. Kini, Clara menjalani peran ganda sebagai istri sekaligus ibu pengganti demi anak tersebut. Di tengah rumitnya pernikahan tanpa dasar cinta ini, akankah perasaan tulus perlahan tumbuh di antara Clara dan Noah seiring berjalannya waktu?
Sampul Novel Kencan Buta Salah Alamat
8.3
Tujuh tahun Cinta terjebak friendzone demi menjaga hatinya untuk Raka. Namun, impian itu runtuh saat Raka memilih perempuan lain. Di tengah rasa patah hati, ia terpaksa menggantikan temannya pergi kencan buta. Sialnya, Cinta salah menemui orang dan malah berhadapan dengan calon bos barunya sendiri. Pertemuan yang salah alamat dan memalukan ini justru menjadi awal dari takdir baru yang menuntun Cinta pada belahan jiwa yang sesungguhnya.
Sampul Novel Last Twilight
8.5
Senja Aluna selalu bingung dengan sikap dingin kedua orang tuanya. Saat adiknya sakit keras, ia malah menjadi pelampiasan amarah sang bunda. Beruntung, ada Dilan, sahabat setia yang selalu melindunginya di tengah kehampaan kasih sayang keluarga. Namun, hidup Senja kian goyah saat takdir mengancam akan memisahkan Dilan darinya. Di ambang keputusasaan, Senja hanya mendambakan pelukan hangat dan perhatian tulus ibunya. Akankah impian sederhana itu terwujud?
Sampul Novel Saat Aku Bukan Lagi Pilihanmu
8.8
Setelah sepuluh tahun menderita dalam pernikahan dingin bersama Bram akibat jebakan obat bius saudara tirinya, sang protagonis mendapat kesempatan kedua setelah sebuah tragedi banjir merenggut nyawanya. Terbangun kembali di masa lalu, tepat di hari ia dikurung bersama Bram yang sedang menderita, ia kini bertekad untuk tidak lagi menjadi obat penawar bagi pria tersebut demi mengubah takdir tragis mereka di masa depan.
Sampul Novel Saat Hati Tertusuk Duri Cinta
9.2
Bagi Gina, asmara membawa petaka yang mengubah hidup indahnya menjadi mimpi buruk. Sejak Evan hadir, seluruh dunianya hancur tanpa sisa. Gina harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan calon bayinya, menderita cacat fisik pada wajah, serta melihat karier dan nama baiknya hancur lebur. Evan tanpa belas kasih meremukkan perasaannya. Kini, batin Gina tersiksa dan terluka sangat dalam, tertusuk duri tajam dari cinta yang begitu menyesakkan dada.
Sampul Novel SEBEL TAPI KANGEN
9.5
Trauma masa lalu membuat Fuji sangat membenci kalangan kelas atas. Tak heran jika perjumpaannya dengan Andrew, CEO yang sangat sombong, langsung menyulut pertikaian hebat di antara mereka. Situasi kian memanas ketika Fuji menemukan kenyataan pahit bahwa Andrew terlibat dalam kematian sang kakak. Di tengah pusaran kebencian dan kebenaran yang menyakitkan ini, akankah perasaan cinta tumbuh meredam dendam, atau justru luka lama yang akan menghancurkan mereka?