APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacar Kedua.

Pacar Kedua.

Hubungan David dan Reta kini dilingkupi keraguan besar. David menaruh curiga bahwa kekasihnya itu telah membagi hati dengan lelaki lain di belakangnya. Enggan terus dirundung rasa penasaran dan kecurigaan yang menyiksa, David pun mengambil tindakan. Ia mulai mengusut gerak-gerik misterius Reta secara diam-diam. David bertekad mengumpulkan bukti-bukti konkret demi membongkar dugaan perselingkuhan yang selama ini mengusik ketenangannya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ayah mengantar sampai Terminal. Sendu menatap putrinya sebentar lagi akan jauh darinya. Tapi kini dia telah dewasa, biarkan memilih jalan hidup.

Bus datang tepat di hadapan mereka. Sebelum naik Ivana berpamitan dulu sama Ayahnya.

"Ayah, Ivana Pamit ya," ucap Ivana sambil mencium punggung tangan lelaki paruh baya di depanya.

"Hati- hati Ya ... ingat pesan Ayah,"

Ivana menganguk lemah, sedih harus berpisah dengan keluarganya. Tapi ini juga demi masnya juga untuk mereka. Ia masuk ke dalam Bus dan duduk di barisan tengah pinggir jendela. Ayah melambaikan tangan, Ivana tersenyum tipis sambil melambaikan tangan untuk Ayahnya.

Bus berjalan membelah jalan menuju Kota Jogyakarta. Jarak dari kampung Ivana lumayan jauh memakan waktu lima jam.

Akhirnya Bus sampai di Depan kampus. Ia sejenak kagum dengan Keindahan kampus ini. Lantai tiga menjulang tinggi dengan Aksen modern menambah kesan mewah gedung ini. Ivana melangkah masuk kelas. Dua penjaga duduk menyambut Ivana dengan senyuman. Di depanya Pendaftaran.

"Mbak, mau daftar Diklat?" Sapa petugas pendaftaran ramah.

"Iya Mas," ucap Ivana ramah. Petugas itu lalu memberi formulir pendaftaran. Ivana masuk kedalam kelas. Sudah banyak calon siswa duduk sedang mengisi pendaftaran. Ivana celingukan mencari bangku kosong.

"Mbak, mau ngisi formulir?" Tanya cewek cantik berambut sebahu.

"Sini aja Mbak, aku udah selesai ko," ucap orang itu sambil menunjuk kursinya.

"Makasih ya," ucap Ivana ramah.

Orang itu pun menganguk. Ivana mengisi formulir pendaftaran. Setelah selesai ia serahkan pada petugas. Hari ini cuma mengisi formulir saja. Besok ujian tes masuk Diklat.

Orang yang tadi telah menolong Ivana, sedang memainkan hpnya. Mungkin sedang Wa nan dengan orang rumah, atau kekasihnya.

"Mbak, makasih tadi ...."

"Santai aja Mbak," orang itu tersenyum. Ivana coba memperkenalkan diri.

"Namaku Ivana dari Kendal," ucap Ivana sambil mengulurkan tanganya. Cewek itu menyambut uluran tangan Ivana.

"Aku Norma dari Salatiga," ucap Norma tersenyum ramah.

"Mbak, mau tanya di sekitaran sini ada kos- kos an yang murah?"

"Mbak nyari kos- kos an?"

"Iya,"

"Mending kos bareng aku aja Mbak, aku juga kos sendirian ko,"

"Ayo Mbak aku antar ke kosan, juga sekalian kenalan sama Ibu kosnya. Ibu kos baik ko. Kadang kami suka ngobrol bareng,"

Ivana tertegun dengan Norma, dia sangat cantik. Tinggi, kulitnya putih bersih mata lebar hidung mancung bibir seksi. Sekilas mirip Artis Nabila Syakieb.

'Pasti Norma selalu di kejar- kejar cowok, Aku yang cewek aja suka liatnya' batin Ivana.

Merasa minder jalan sama Norma, dirinya berkulit sawo matang. Tapi untungnya Ivana suka merawat tubuhnya dengan baik. Jadi terlihat bersih dan nggak dekil.

Akhirnya mereka sampai di Kosan Norma.

Kosan Modern dengan kamar mandi dalam. Kamar yang luas tersedia kulkas dan dapur. Ivana merasa sreg hingga memutuskan kos bareng Norma.

Esok Hari.

Ivana dan Norma bersiap ke kampus. Jarak kampus dan kosan cukup dekat. Jalan kaki sudah sampai. Sampai di kampus masih sepi, Ivana putuskan untuk belajar dulu. Jam delapan seluruh calon siswa di suruh masuk ke ruangan kelas. Mereka di beri lembar soal. Semua peserta tampak konsentrasi mengerjakan lembar soal di depanya. Tak ada yang berani saling nyontek. Ini sudah peraturan, kalau menyontek akan di coret dari calon siswa.

Mereka semua selesai mengerjakan beberapa soal dalam satu hari. Saatnya pengumuman tiba. Ivana dan Norma deg- degan menunggu hasil pengumuman. Petugas menempelkan nama siswa yang di terima. Saat Ivana dan Norma di terima mereka teriak histeris. Ivana tak sanggup membendung rasa harunya hingga mengeluarkan air mata. Sedangkan yang tidak di terima di suruh mengulang ujian periode kedua. Mereka berdua bersyukur telah di terima.

Ivana menghubungi orang tuanya di kampung.

"Haloo Nak," sapa Suara Ibu.

"Haloo Ibu, Alhamdulilah Ivana di terima Diklat," ucap Ivana senang.

"Alhamdulilah Nak, belajar yang rajin biar nilai kamu bagus,"

"Iya, Ayah sama Ines mana Bu?"

"Ayah sedang ke sawah, terus Ines belum pulang sekolah,"

"Ya udah salam buat Ayah dan Ines ya Bu,"

"Iya Nak,"

Ivana mengakhiri panggilan teleponya. Ivana juga mempunyai Adik satu- satunya namanya Ines. Kelas 2 Sma.

Raut wajah bahagia para siswa memasuki ruangan kelas. Hari pertama masuk Diklat di Jalani Ivana dengan semangat. Ia juga mendapatkan teman baru selain Norma.

Ivana sangat bersemangat menjalani Diklat. Kadang ada praktek memasak juga. Ivana yang sudah terbiasa memasak sangat menyukai praktek ini. Tak terasa hampir enam bulan berjalan Ivana dan Norma menjalani Diklat ini. Besok adalah ujian kelulusan Diklat pramugari. Norma menerawang saat baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Jogya.

"Van, ternyata besok kita ujian ya, nggak terasa kita akan lulus," ucap Norma sendu.

"Iya, yuk kita belajar aja, nggak usah mikir yang nggak- nggak.

"Van, nanti kalau udah kerja jadi Pramugari jangan lupakan aku ya,"

"Iya, tenang aja. Kamu juga ya,"

Mereka berpelukan seperti teletubies. Sebentar lagi akan bergelut dengan kesibukan masing- masing.

Bersambung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.8
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
8.2
Pernikahan Kenanga hancur setelah Dion, sang suami, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kepedihan akibat poligami tersebut, masa lalu Kenanga kembali hadir lewat sosok Devano. Sahabat kecilnya itu datang untuk memperjuangkan cinta lama yang dipendamnya. Kini, Kenanga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak atau membuka hati bagi ketulusan Devano.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel En-PD163
8.4
Janna, seorang ilmuwan berbakat, jatuh cinta pada Kingsley di tempat riset mereka. Namun, pernikahan yang diraih dengan perjuangan ini hancur karena Kingsley terobsesi pada wanita lain hingga tega menyakiti Janna. Kecewa atas pengkhianatan tersebut, Janna memutuskan bercerai dan pergi. Saat Kingsley akhirnya sadar telah dimanfaatkan dan ingin kembali, Janna telah membuka lembaran baru bersama kekasih baru yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan
8.5
Setiap kali rintik hujan membasahi malam yang dingin, seorang siswi SMA kembali terjerat dalam memori kelam masa lalunya. Di balik tirai air itu, ia memendam duka mendalam serta realitas pahit sebagai remaja yang sedang mengandung. Perjalanan emosional ini menyoroti perjuangannya menghadapi luka lama yang terbuka kembali, sembari memikul beban hidup yang teramat berat di usia muda. Kisah pilu tentang rahasia, kesedihan, dan kenyataan hidup yang tak terelakkan.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.