APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Pacar Kedua.

Pacar Kedua.

Hubungan David dan Reta kini dilingkupi keraguan besar. David menaruh curiga bahwa kekasihnya itu telah membagi hati dengan lelaki lain di belakangnya. Enggan terus dirundung rasa penasaran dan kecurigaan yang menyiksa, David pun mengambil tindakan. Ia mulai mengusut gerak-gerik misterius Reta secara diam-diam. David bertekad mengumpulkan bukti-bukti konkret demi membongkar dugaan perselingkuhan yang selama ini mengusik ketenangannya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tiba saatnya ujian. Seluruh siswa mengikuti dengan semangat. Seminggu kemudian. Seluruh siswa lulus. Pengumuman telah di pasang. Sorak sorai mewarnai kelulusan. Mereka saling berpelukan berhasil mengakhiri masa Diklat ini.

Ivana bersama segengnya berpelukan sambil menangis. Ada keharuan yang menjalar di hati. Sebentar lagi mereka akan merindukan saat- saat seperti ini.

Segeng mereka ada Ivana, Norma, Ani dan Tara. Mereka merayakan kelulusan ini, menuju ke kantin. Makanan favorit mereka telah menunggu. Mereka semua suka soto daging, minum es teh.

"Mbok jum tolong siapkan soto daging empat ya, sama es teh," ucap Tara sopan.

"Baik Mbak," ucap Mbok jum sopan.

Kali ini mereka di traktir Tara. Tara yang paling kaya di antara mereka. Ayahnya pebisnis eksport import.

Mereka menikmati makan soto bersama.

"Eeh besok kita wisuda ya," Tanya Tara.

"Iyups," jawab mereka bertiga kompak.

*****

Ivana mengabari orang tuanya untuk datang Ke Kampus. Besok acara wisuda di kampus Ivana. Mereka datang hari ini ke kosan Ivana.

Ibu memeluk putrinya haru, Ines juga. Rindu tak bertemu selama enam bulan membuat rindu Ivana membuncah.

"Kabar kamu gimana Nak? Tanya Ibu mengusap rambut Ivana lembut.

"Alhamdulilah sehat Bu,"

"Mari masuk Ayah," ucap Ivana mengecup punggung tangan Ayahnya.

Ayah dan Ines masuk ke kos an Ivana. Di situ ada Norma sedang menghubungi keluarganya. Keluarga Norma datang agak mepet pas acara wisuda. Karena jarak salatiga dan Yogya lumayan dekat.

Esok Hari.

Mereka bersiap ke kampus, Ivana dan Norma berangkat lebih dulu. Mereka harus mengikuti gladi bersih sebelum wisuda . Tiba waktunya acara puncak. Semua semua orang tua Siswa datang ke kampus. Juga orang tua gengnya Ivana. Tau anaknya mereka sahabatan. Mereka pun saling memperkenalkan diri.

Gegap gempita acara wisuda di warnai tangis haru. Mereka selangkah lagi meneruskan cita- cita menjadi Pramugari. Mereka para Siswa mengabadikan moment saat bersama seperti ini. Menjadikan kenangan yang tak terlupakan.

Acara wisuda selesai. Mereka para Siswa saling berpelukan satu sama lain. Menandakan perpisahan, di warnai air mata. Seakan tak ingin berpisah. Namun inilah kehidupan ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Ivana dan keluarganya sampai di rumah. Ivana membawa koper beserta ijazah menuju ke kamar. Setelah satu hari santai. Ia tak mau berleha- leha santai. Secepatnya ia ingin mencari pekerjaan. Mulai mencari pekerjaan di website maskapai penerbangan Nasional. Di telusurinya situs itu. Dan ternyata ada lowongan.

Ivana menghubungi Norma, sahabatnya.

"Haloo Norma, gimana kabarnya? Tanya Ivana.

"Alhamdulilah, aku baik Van, kamu juga kabarnya gimana?"

"Baik, Alhamdulilah. Norma ada lowongan ini di Maskapai Nasional, mau ikut nggak?"

"Iya mau, pembukaanya kapan Van?

"Minggu depan,"

"Oke, sampai ketemu minggu depan di Jakarta,"

"Siap," ucap Ivana semangat.

'Semoga aku di terima Di Maskapai.yang aku impikan Ya Allah.' Batin Ivana.

Seminggu Kemudian.

Ivana mempersiapkan berkas lamaran juga Ijazah Diklat di kopernya. Hari ini ada ujian tes Pramugari. Ivana sangat bersemangat menjalani. Sebelum berangkat ia berpamitan dengan orang tuanya juga Ines. Ines menangis ketika tau kakak kesayanganya akan pergi lagi darinya.

"Mbak ... hu huhu, nanti jangan lupa telepon ya," huhuhu ...."

"Iya ...." ucap Ivana sendu. Sebenarnya ia tak tega liat adiknya seperti itu. Tapi Ivana melakukan itu juga demi masa depan adiknya.

"Ines, udah jangan tangisi Mbak mu. Doakan aja moga sukses," ucap Ayah lembut.

Ines pun melepaskan pelukanya. Ivana kemudian berpamitan kepada orang tunya. Ibu menangis saat Ivana mencium pipinya. Sedang Ayah walau sedih tapi terlihat tegar.

Ivana berangkat ke Jakarta dengan tekad membara di dada. Sedih melihat adik semata wayangnya tak mau berpisah denganya. Tapi ini semua demi masa depan juga ia ingin membantu kuliah Ines nanti. Bus telah membawa Ivana menuju kota Impian, Jakarta. Jakarta sangat menarik untuk di kunjungi. Di sana menyajikan rupiah yang banyak ketika bekerja keras. Tak menyediakan bagi orang malas. Tapi kerja keras tak cukup tanpa ketrampilan yang mumpuni. Kota Metropolitan sangat menyeleksi orang yang tahan banting terhadap kehidupan.

Ivana sampai di jakarta. Segera ia mencari kosan di pinggiran Jakarta. Mencari yang murah tak apa. Asal bisa tidur malam ini. Untungnya ia segera mendapatkanya. Melepas lelah dalam semalam. Pagi sekali ia berangkat ke kantor Maskapai Nasional. Tapi ujianya di lakukan di Hotel tak jauh dari kantor Maskapai. Ia bertemu Norma.

"Hai Norma," sapa Ivana tersenyum lebar.

"Hai juga Van," mereka cipika cipiki sebagai tradisi ketika baru bertemu.

"Udah daftar belum? Tanya Ivana.

"Belum,"

"Ayuk daftar bareng,"

"Ayuuk,"

Mereka berdua mendaftarkan diri. Ternyata di ruangan ini udah rame pendaftar. Mereka berdua mencatat identitas diri dan lengkapi berkas yang telah di sediakan.

Satu jam kemudian. Para calon Pramugari menjalani Tes pertama. Semua tampak konsentrasi menghadapi tes di depanya. Tak lama kemudian Tes pertama selesai. Di lanjutkan Tes kepribadian. Ivana dan Norma menjalani dengan semangat. Mereka berharap besar untuk di terima di Maskapai Nasional ini.

Selama tiga hari mereka menjalani Tes, kini tibalah pengumuman. Ivana dan Norma saling berpegangan, menguatkan hati. Jantung mereka berdua berdegup kencang. Mempersiapkan mental apapun yang terjadi. Satu persatu nama di panggil keluar. Mereka berdua di panggil keluar. Hati mereka serasa ingin loncat keluar. Ivana mengeluarkan air mata haru. Tapi segera di usapnya. Malu di liat temen lain.

Para Calon Pramugari di kumpulkan di ruangan terpisah. Senyum merekah terlihat di kedua bibir mereka. Mereka akan di beri bimbingan kerja menjadi Pramugari.

*****

Hari ini adalah penerbangan perdana Ivana dan Norma, menuju Singapore. Antara gugup dan semangat membaur di hati mereka berdua. Dan ini impian Ivana menjadi Pramugari. Pintu pesawat di buka. Satu persatu masuk ke dalam pesawaat. Mata Ivana membelalak sempurna saat orang yang tadi bertabrakan denganya masuk pesawat ini.

Flashback on.

Bruukk ...."

"Maaf Mas ...aku buru- buru," ucap Ivana saat menabrak orang di Bandara. Dia melangkah terburu- buru dan menjatuhkan tas orang itu.

Ivana mengambilkan Tas orang itu dan menyerahkan ke pada orang itu.

"Iya Mbak, nggak apa- apa. Nanti lagi nggak usah buru- buru,"

"Iya Mas," ucap Ivana menganguk.

Ivana berbalik badan dan segera meninggalkan orang itu. Penerbangan perdana tak boleh telat. Tapi langkahnya di hentikan oleh orang itu.

"Mbak Ivana ...." panggil orang itu.

'Kenapa dia tau namaku?' Tanya Ivana dalam hati.

Ivana berbalik badan dan memasang muka datar.

"Ini dompetnya Mbak," orang itu mengulurkan dompet Ivana yang terjatuh.

Muka Ivana merah padam, bak kepiting merasa malu. Udah merasa geer. Pasti tau nama di seragam ada namanya.

Setelah mengucapkan terima kasih Ivana langsung gegas menuju pesawat. Norma sudah berulang kali menelponya agar segera sampai.

Flasback Off.

Orang itu tersenyum saat Ivana berdiri di depanya. Ivana merasa canggung saat dia meminta tunjukan nomer duduknya. Ivana terpaksa menuruti. Orang itu memperhatikan wajah manis Ivana. Membuatnya tersipu.

Bersambung.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 66 Kali, Aku Tak Lagi Mencintaimu
8.8
Setelah enam puluh enam kali melamar, Vincent akhirnya berhasil meluluhkan hati pasangannya di upaya ke-67. Di awal pernikahan mereka, sang istri menyiapkan enam puluh enam kartu maaf yang bisa digunakan Vincent setiap kali ia berbuat salah. Namun selama enam tahun berumah tangga, Vincent terus-menerus memicu kemarahan istrinya demi membela teman masa kecilnya, hingga kartu-kartu itu perlahan habis dihapus. Saat kartu ke-64 digunakan, Vincent baru menyadari ada perubahan dingin yang tidak biasa.
Sampul Novel BERBAGI RANJANG DENGAN KAKAK TIRI
8.2
Pernikahan Kenanga hancur setelah Dion, sang suami, berselingkuh dengan kakak tirinya sendiri. Di tengah kepedihan akibat poligami tersebut, masa lalu Kenanga kembali hadir lewat sosok Devano. Sahabat kecilnya itu datang untuk memperjuangkan cinta lama yang dipendamnya. Kini, Kenanga dihadapkan pada pilihan sulit: tetap bertahan dalam rumah tangga yang retak atau membuka hati bagi ketulusan Devano.
Sampul Novel Dipaksa Melayani CEO-Cinta Satu Malam
9.1
Sefia, seorang Wedding Organizer sukses, harus menelan pil pahit saat memergoki Wisnu berselingkuh dengan asistennya tepat di malam sebelum pernikahan mereka. Terpukul oleh penghinaan itu, Sefia yang kalap nekat menawarkan diri kepada seorang pria asing di lift. Siapa sangka, pria bertubuh jangkung itu menanggapi serius dan membawanya ke ranjang. Kini, konsekuensi dari satu malam tersebut mengancam masa depannya tepat di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya.
Sampul Novel En-PD163
8.4
Janna, seorang ilmuwan berbakat, jatuh cinta pada Kingsley di tempat riset mereka. Namun, pernikahan yang diraih dengan perjuangan ini hancur karena Kingsley terobsesi pada wanita lain hingga tega menyakiti Janna. Kecewa atas pengkhianatan tersebut, Janna memutuskan bercerai dan pergi. Saat Kingsley akhirnya sadar telah dimanfaatkan dan ingin kembali, Janna telah membuka lembaran baru bersama kekasih baru yang tulus mencintainya.
Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan
8.5
Setiap kali rintik hujan membasahi malam yang dingin, seorang siswi SMA kembali terjerat dalam memori kelam masa lalunya. Di balik tirai air itu, ia memendam duka mendalam serta realitas pahit sebagai remaja yang sedang mengandung. Perjalanan emosional ini menyoroti perjuangannya menghadapi luka lama yang terbuka kembali, sembari memikul beban hidup yang teramat berat di usia muda. Kisah pilu tentang rahasia, kesedihan, dan kenyataan hidup yang tak terelakkan.
Sampul Novel Mencintai Dalam Luka
7.9
Selama lima tahun, Vanessa menyerahkan seluruh hidup dan cintanya demi mendampingi Clayton. Namun, kesetiaan itu diuji secara kejam saat sang miliarder dengan sengaja melempar tas Vanessa ke bendungan demi sebuah taruhan status. Tanpa ragu, Vanessa melompat ke dalam air dingin, memicu kepanikan langka di mata Clayton. Ia berhasil kembali ke darat dengan paha yang bersimbah darah dan gelang pemberian Clayton yang telah hancur di tangannya, menyisakan luka fisik dan batin yang mendalam.