APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Orderan Kue Untuk Hari Pertunangan Suamiku

Tiga tahun pernikahan yang kukira harmonis hancur seketika saat rahasia gelap suamiku terungkap. Di balik punggungku, dia telah berselingkuh dan mengkhianati kesetiaanku. Meski duka mendalam menyelimuti hati, aku menolak meluapkan kemarahan secara membabi buta. Dibandingkan amukan emosional yang sia-sia, aku memilih menyusun rencana matang untuk membalas perbuatannya secara elegan dan penuh perhitungan.
Bab
Bagikan

Bab 2

Ah lebih baik aku diam saja dulu, dan memberi balasan yang setimpal dulu pada Mas Chandra. Rasanya juga terlalu kolokan jika aku sekarang langsung masuk dan mengacaukan acara ini. Rasanya, kalau aku sedikit membalas tak apalah, sebelum aku mengakhiri semua ini. Mas Chandra dan juga Raisa pantas untuk mendapatkan pelajaran karena sudah bermain api di belakangku.

Aku pun menyudahi merekam video itu setelah mereka masuk kedalam, apa yang terjadi di dalam rumah warna oranye itu sudah bisa kuperkirakan. Berbahagialah dulu, Mas. Anggap saja kamu menang sekarang, tapi jangan sampai nanti kamu menyesal di kemudian hari.

Sebelum pergi dari sini, aku mencoba menelepon Mas Chandra, ingin tahu saja kira-kira bagaimana responnya, saat aku menganggu acara pertunangannya itu. Dua kali aku menelepon, tak diacuhkannya. Namun pada panggilan ketiga, dia langsung mengangkat panggilan dariku itu.

"Assalamualaikum. Ada apa, Dek?" katanya membuka obrolan.

Dari tempatku parkir, terlihat Mas Chandra sedang keluar dan saat ini berdiri di teras. Eh ternyata dia takut ketahuan juga ya.

"Waalaikumsalam. Lagi dimana, Mas?" tanyaku.

"Ini, emmm, Mas lagi ada di kantor perumahan yang nantinya akan kita kerjakan, Dek," katanya.

"Oww gitu. Jadi pulang kapan nih?" tanyaku.

"Pulang agak larut kayaknya, soalnya perjalanan dari sini ke rumah kan masih sekitar dua jam-an," katanya sepertinya cemas.

Nampak di sana dia mondar-mandir, sambil berkacak pinggang.

"Ooo begitu ya. Oh iya, Mas. Lokasi proyek nya di mana sih? Aku lupa," kataku berbohong.

"Di Malang, Dek. 'Kan tadi pagi Mas sudah bilang ke kamu. Sudah dulu ya, ini lagi meeting, nggak enak sama yang lain," katanya.

"Iya deh iya, kalau begitu nanti kamu pulang wajib bawa Pia Mangkok dan Malang Strudle, masing-masing dua ya. Awas kalau nggak bawa, ini lagi pingin banget aku, hehehe," kataku.

"Aduh, kamu ini ada-ada saja sih Dek. Kenapa nggak bilang dari tadi siang kalau kepingin itu? Sudah malam ini!" katanya.

"Lha pinginnya kan baru sekarang. Lagian kan tadi aku lupa kalau kamu sekarang ada di Malang, Mas. Hah malam? Ini kan baru pukul setengah tujuh. Pokoknya pulang harus bawa itu! Atau aku bakal ngambek!" kataku.

"Jurus andalan deh, pasti ngambek! Iya deh nanti aku beliin. Tapi ingat aku pulangnya agak maleman. Nggak usah nunggu, kamu langsung bobok saja nanti," katanya.

"Lha gitu dong. Makin sayangg deh sama kamu Mas. Di Malang kan dingin banget, jangan macam-macam ya!" kataku.

"Nggak bakal aku ini macam-macam Dek. Punya kamu saja itu sudah anugerah bagiku. Nggak usah mikir yang gitu ya, pamali. Udahan ya, ditungguin ini," katanya.

Hemmm, mulutmu manis sekali Mas. Padahal dia sudah bermain api di belakangku, tapi masih saja sok alim dan setia. Memang perlu diberi sedikit pelajaran kamu ini.

"Kamu ini, Mas. Ditelepon istri kok kayak ditelepon selingkuhannya saja sih, takut ketahuan! Ya sudah deh pokoknya malam ini pulang harus bawa dua macam pesananku tadi, jangan lupa struk pembeliannya ya. Soalnya aku nggak mau kalau bukan asli beli di Malang. Titik nggak pakai koma! Hati-hati ya nanti kalau pulang. Wassalamualaikum," kataku sambil nyengir.

"Aduh, kamu ini apa-apaan sih, aneh-aneh saja. Ya sudah nanti Mas belikan. Assalamualaikum," katanya sambil memijit keningnya.

Setelah panggilan telepon dariku diakhiri. Terlihat Mas Chandra masih di teras dan menghubungi seseorang. Kira-kira siapa ya yang dia hubungi? Setelah panggilan itu diakhiri, dia pun masuk kembali kedalam rumah, sambil tersenyum. Akupun kemudian memutuskan untuk pulang ke rumah.

Sepertinya tadi dia bingung dengan permintaanku untuk membawa oleh-oleh khas kota Malang itu. Secara jarak kotaku dengan Malang adalah sekitar dua jam perjalanan. Kira -kira hal seperti apa sih yang akan dilakukannya untuk mengabulkan permintaanku itu?

Mas Chandra sangatlah tahu, jika aku sangat keras kepala, apa yang kuminta harus kudapatkan. Jadi pasti dia akan berusaha mengabulkan semua permintaanku. Selama tiga tahun berumah tangga, dia selalu mencerminkan sosok suami yang penyayang dan setia pada istri, bahkan kadang dia seperti kalah denganku dan aku adalah bosnya dalam rumah tangga kami. Namun rupanya di luar dia adalah serigala berbulu domba, tapi eits jangan salah kalau aku adalah ratu dari para serigala, yang tak mudah kau bodohi.

Aku sempat berfikir apa motivasinya sehingga menyelingkuhiku? Apa karena memang aku terlalu mengekangnya? Apa karena aku yang tak bisa merawat diri? Apa karena aku belum bisa memberikan dia anak? Atau banyak alasan alasan lainnya yang membuatnya menduakanku.

Namun kurasa dia begitu teledor, kalau dia menduakanku seperti ini. Apa sih kurangnya aku? Aku dan almarhum papa telah mengangkat derajatnya, memberikan dia kemewahan dan kehormatan. Jika saja tak ada kami, maka aku yakin dia tetaplah akan menjadi karyawan rendahan sampai sekarang. Hanya karena dia pernah menolong papa saat akan ada mobil yang menyerempetnya saja-lah, yang membuat papa merasa berhutang budi sehingga menikahkan aku dengan Mas Chandra.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita dewasa
7.9
Kisah romansa modern ini menyajikan dinamika hubungan dewasa yang intim antara pria dan wanita. Karena dipenuhi adegan eksplisit khusus dewasa, buku ini tidak boleh dibaca oleh anak di bawah umur. Pembaca wajib berusia minimal 21 tahun untuk menikmati seluruh alur ceritanya. Penulis sangat mengharapkan dukungan Anda agar karya imajinatif ini dapat terus berkembang. Pastikan usia Anda memenuhi syarat sebelum mulai membaca kisah ini. Terima kasih.
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Not Friend's With Benefit
8.3
Dua tahun lamanya Fernanda menjalani hubungan fisik tanpa status cinta dengan Daniel. Meski Daniel tulus mengasihinya, trauma akibat kegagalan tunangan masa lalu membuat Fernanda menutup rapat hatinya. Di bawah tekanan sosial dan ambisi menyenangkan orang tua, ia terus mengabaikan ketulusan Daniel. Namun, sebuah konflik pelik akhirnya menyadarkan Fernanda akan arti penting pria itu. Ini kisah perjuangan menyembuhkan luka batin demi menemukan cinta sejati.
Sampul Novel Sang Dewa Cinta
9.7
Demi membayar biaya kuliah, Radit nekat menjadi simpanan wanita kaya dan memikat perempuan kesepian. Target utamanya adalah Deska, adik kelas sekaligus pewaris tunggal kekayaan ayahnya. Deska sangat membenci Radit karena hubungan gelap pria itu dengan ibu tirinya telah menghancurkan keluarganya. Namun, cinta justru tumbuh di antara mereka. Saat rahasia ini terungkap, sang ibu tiri pun murka dan siap menghancurkan hidup keduanya.
Sampul Novel The Ceo's Wife
9.2
Gadis desa nan lugu terjebak dalam pernikahan siri dengan CEO kaya yang berhati dingin. Hubungan tanpa landasan cinta ini dipaksakan oleh Hanson Smith Huston kepada sang putra. Di kediaman mereka yang megah, sang suami justru menaruh benci dan mengabaikan istrinya, membuat wanita itu didera ketakutan serta keraguan. Tanpa ada kehangatan, perlakuan buruk sang pria kian menciptakan jurang pemisah yang lebar di antara mereka.
Sampul Novel USTADZAH CANTIK
8.1
Firman, seorang pemuda yang tengah berupaya keras memperbaiki arah hidupnya, dipertemukan takdir dengan Ustadzah Indah yang menawan di tengah proses hijrah tersebut. Seiring waktu, interaksi itu menumbuhkan rasa cinta yang mendalam di hati Firman. Namun, kini ia dilingkupi keraguan akan masa depan perasaannya. Akankah ketulusan dan perjuangan cinta Firman berbalas indah, atau justru asmaranya harus berakhir dalam ketidakpastian tanpa jawaban?