APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Om Om Kaya

Om Om Kaya

Demi menyelamatkan nyawa sang nenek yang sedang kritis di rumah sakit, Erin Tiathe terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Gadis berumur 19 tahun ini nekat menemui Madam Egeline di sebuah kelab malam untuk menjual kesuciannya demi melunasi biaya medis yang sangat besar. Walau sempat diragukan oleh Madam Egeline, tekad Erin sudah bulat. Kini, di tengah situasi yang begitu mendesak, ia harus bersiap menyerahkan tubuhnya untuk pertama kali demi mendapatkan uang yang ia butuhkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Akhirnya, Erin pun menuangkan minuman itu ke dalam gelas dengan berfikir, bahwa tidak apa jika ia hanya meminumnya sedikit. Namun sayangnya, Erin meminum alkohol di depannya tanpa tau, jika kadar alkohol di dalam minuman itu sangatlah besar. Untuk orang yang baru pertama kali minim seperti Erin, tentu saja alkohol itu dengan mudah bisa membuat sekujur tubuhnya terasa lemas.

Meskipun terasa pahit, tapi anehnya Erin merasa seperti kecanduan hingga tak terasa, kini ia sudah menghabiskan tiga gelas besar dari minuman itu. Kini tubuh Erin benar-benar terasa lemas, pandangan matanya kabur dan kakinya pun seolah tidak bisa melangkah dengan benar.

Erin pun merebahkan tubuhnya yang kini terasa berat itu, pada meja di depannya. Pendengaran dan penglihatannya yang kini terasa kabur, sampai tidak bisa menyadari kedatangan seseorang ke dalam ruangan tersebut.

"Aku tidak menyangka jika bisa menemukan gadis yang masih muda di sini." Kata seorang pria paruh baya yang terlihat sangat menjijikkan. Tubuhnya yang gendut dan rambutnya yang sudah beruban itu, menunjukkan bahwa usianya mungkin sudah mencapai 50an sekarang ini.

Erin pun hanya bisa mendengarnya dengan samar, ia bahkan tidak bisa melihat dengan jelas, siapa yang saat ini tengah berbicara padanya akibat efek alkohol yang begitu kuat. Dengan tenaganya yang masih tersisa, Erin pun berdiri dengan susah payah, berniat untuk melakukan pekerjaannya tanpa tau siapa orang yang akan ia layani.

Tentunya pria paruh baya ini merasa senang, melihat Erin yang dengan suka cita menyambutnya. "Kamu cantik sekali, gadis muda. Siapa namamu?" Tanya pria paruh baya itu sambil menjilat bibirnya sendiri, merasa tergiur akan tubuh Erin yang kini sangat menggoda imannya.

"Na, nama saya ... Erin." Jawab Erin dengan terbata bata, merasa bahwa suaranya sebentar lagi seperti akan hilang.

Erin yang semula mencoba untuk berdiri dan hendak melakukan pekerjaannya itu, kini dengan tidak sengaja terjatuh ke atas pangkuan pria yang bahkan wajahnya saja, tidak bisa ia lihat dengan benar itu. Tapi tentunya, bagi pria tua itu hal ini adalah hal yang menguntungkan baginya.

"Ah ... maaf, saya tidak sengaja." Sambil terus memegang kepalanya yang terasa seperti sedang berputar putar itu, Erin pun mencoba untuk berdiri dan meminta maaf atas kesalahannya.

Saat ini, terlihat sekali hawa nafsu yang begitu besar pada pria tua yang kini berada dalam satu ruangan yang sama dengan Erin. Hasratnya langsung mencuat, begitu gunung kembar Erin dengan tidak sengaja menyentuh kedua pahanya dan membuatnya bergairah.

Sambil memegang tangan Erin dan menariknya untuk kembali lagi ke pangkuannya, pria itu pun berbicara dengan lantang, sehingga membuat Erin kini dapat mendengar suaranya dengan sangat jelas. "Tidak apa-apa. Kemarilah lagi!" Katanya dengan bersemangat.

Erin pun kini bisa melihat dan mendengar wajah juga suara pria yang dari tadi ada bersama dengan sangat jelas. Betapa terkejutnya Erin, begitu mengetahui pria yang dari tadi berada dalam satu ruangan yang sama dengannya, ternyata adalah pria tua yang bahkan seluruh rambutnya hampir berubah warna menjadi putih. Rasa pusing akibat efek dari mabuk itu seolah langsung menghilang dari tubuhnya akibat merasa panik.

Dengan refleks, Erin pun segera menghindari pria itu dan berjalan mundur, ia tidak menyangka jika rasa khawatir yang dari tadi ia takutkan, kini justru benar-benar terjadi pada dirinya. Meskipun Erin sudah menghindar, pria tua yang kini berada jauh darinya sama sekali tidak terlihat berniat untuk melepaskannya.

Sambil terus melangkah mendekati Erin, pria tua itu memasang ekspresi wajah yang menjijikan untuk di lihat. "Mau lari ke mana kamu?" Ujarnya dengan posisi tubuh yang seolah sudah siap, untuk pergi berlari dan menangkapnya.

Erin pun dengan segera mengambil vas bunga yang ada di belakangnya, ia menyodorkan vas bunga yang di buat dari kaca itu untuk menyelamatkan dirinya. "Mu, mundur! Ka ... kalau tidak, aku benar-benar akan melemparkan ini padamu." Kata Erin mengancam, untuk melindungi dirinya sendiri.

Sewaktu kecil, Erin mempunyai trauma di masa lalunya yang hingga kini masih membekas dan membuatnya jadi merasa takut, setiap kali bertemu dengan pria itu yang mirip seperti kakeknya. Semua penampilan pria di depannya kini, benar-benar mirip sekali dengan kakeknya yang kini sudah mati. Mulai dari perutnya yang buncit, tubuh yang pendek dan gemuk serta rambutnya yang hampir semuanya berubah menjadi warna putih, tentu saja mengingatkan Erin dengan sosok kakeknya.

Kakeknya yang senang sekali bermain dengan wanita, melakukan judi, mabuk, hingga melakukan kekerasan terhadapnya dan juga neneknya. Jika kali ini pria yang akan ia layani adalah pria tua yang mirip dengan kakeknya, Erin merasa tidak ada bedanya ia dengan wanita-wanita selingkuhan kakeknya dulu, yang sudah membuat neneknya menangis setiap hari tanpa henti. Itulah alasan mengapa Erin sangat menolak, jika pria yang harus ia layani adalah seorang kakek kakek.

"Kamu pikir aku takut? Coba saja lempar." Kata pria tua itu yang tidak menunjukkan sedikit pun jika ia merasa takut pada ancaman yang di berikan oleh Erin padanya barusan.

Melihat pria tua di depannya yang justru terus melangkah maju mendekati dirinya dan sama sekali tidak menghiraukan ancamannya, membuat Erin dengan terpaksa, harus melemparkan vas bunga itu agar bisa melindungi dirinya sendiri. Namun sayangnya, saat Erin sudah melemparkan vas bunga itu ke arahnya, pria tua itu justru berhasil menghindar.

Erin pun kini merasa kebingungan dengan apa yang harus ia lakukan. Melihat Erin yang saat ini sedang tidak fokus, membuat pria tua di depannya jadi lebih mudah untuk menangkapnya. "Akhirnya kena!" Teriak pria itu yang merasa sangat senang, karna ia kini berhasil menangkap gadis cantik yang dari tadi terus mencoba mengincar darinya.

Erin pun meronta ronta, mencoba melepaskan tubuhnya dari genggaman pria tua itu. Namun, Erin yang masih muda itu bahkan sampai tidak bisa melawan pria yang bahkan sudah masuk usia lanjut akibat sisa efek samping dari alkohol yang masih tersisa di dalam tubuhnya.

Pria tua itu kali ini benar-benar tidak berniat untuk memaafkan Erin yang tadi hampir ingin membunuhnya. Pakaian Erin pun di sobek sobek, bibir Erin yang tipis itu dengan paksa di curi, kedua buah dadanya pun dengan kasar di remas olehnya, membuat Erin sampai berteriak karna merasa sakit.

Untungnya, teriakan Erin itu pun membuatnya bisa terselamatkan dan lepas dari genggaman pria tua itu. Suara teriakan Erin yang sangat keras, membuat orang yang tengah lewat di depan ruangan mereka mendengarnya, kemudian masuk untuk mengecek keadaan dari dalam ruangan tersebut.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Si Janda Mandul
8.7
Dicap sebagai janda mandul membuat Rieta Bonanza kerap direndahkan. Padahal, ia memiliki talenta luar biasa yang siap ia buktikan kepada dunia, terutama demi membalas perlakuan keluarga mantan suaminya yang dulu selalu meremehkannya. Di tengah pembuktian diri tersebut, seorang pria hebat hadir dan perlahan memikat hatinya. Mampukah Rieta lepas dari bayang-bayang masa lalu untuk meraih cinta baru serta kebahagiaan sejatinya?
Sampul Novel Cinta Berubah Menjadi Abu
8.6
Nicola Dixon, putri mafia, percaya ia adalah prioritas utama Asher sejak mereka tumbuh bersama karena utang budi masa lalu. Namun, Asher kembali dari Segitiga Emas membawa wanita hamil yang memakai cincin miliknya. Di bawah ancaman senjata yang membahayakan wanita itu, Nicola memberi ultimatum. Asher harus memilih antara bertanggung jawab pada kekasih barunya atau tetap setia kepada keluarga Dixon.
Sampul Novel Dilema Cinta Narkoboy
8.9
Gembong narkoba Andrean Kenzo harus menghadapi perjodohan dengan gadis menawan bernama Tita Shanum. Demi merebut hati Tita, Andrean terpaksa bersaing ketat dengan musuh bebuyutannya. Keadaan kian pelik ketika Tita mengungkap rahasia besar bahwa pria yang ia patuhi selama ini bukanlah ayah kandungnya sendiri. Di tengah pusaran konflik mafia dan romansa yang membara, siapakah sosok yang akhirnya akan Tita pilih untuk menjadi pendamping hidupnya?
Sampul Novel Gelap Itu Membuatku Salah Pilih Pintu
8.1
Sebuah insiden tak terduga terjadi ketika aliran listrik mendadak padam saat tokoh utama sedang mandi. Dalam kondisi gelap gulita, ia bergegas memakai jubah tidur dan berniat kembali ke kamarnya sendiri untuk beristirahat. Namun, kesalahan fatal terjadi di tengah kegelapan malam yang pekat. Bukannya masuk ke kamarnya sendiri, ia justru salah melangkah masuk ke dalam kamar keponakannya. Di sana, sepasang tangan besar tiba-tiba merengkuh tubuhnya dengan sangat erat dari arah belakang.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Pertemuan tak sengaja di jalan raya menjadi awal takdir antara Jingga dan Langit. Jingga, seorang gadis tulus yang sering menjadi sasaran kemarahan sang ibu, akhirnya dipersunting oleh Langit, pemuda berhati mulia dari keluarga konglomerat. Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Pasangan ini harus melewati berbagai rintangan hidup yang rumit dan penuh emosi demi mempertahankan ikatan cinta kuat yang telah mereka jalin bersama.
Sampul Novel Kehangatan Cinta
9.3
Memasuki tahun ketujuh pernikahan, kebenaran pahit terungkap bagi sang istri saat Yeni, cinta pertama Hans, kembali ke tanah air. Sadar hanya menjadi bayang-bayang, ia memutuskan menggugat cerai. Keputusannya pergi justru disambut gembira oleh putranya sendiri yang berharap Yeni menjadi ibu barunya. Tanpa ragu, ia melangkah pergi bersama putrinya. Tiga bulan berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali. Saat sang putra menatapnya sambil menangis, ia memilih berpura-pura tidak mengenalnya.