APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi stalker gilaku

Obsesi stalker gilaku

Dahulu ditolak dan direndahkan, kini pria misterius dari masa lalu kembali demi Arabella Carol. Bertahun-tahun mengintai Arabella secara diam-diam, sang penguntit kini menjeratnya dalam pusaran obsesi serta balas dendam yang pekat. Di tengah ancaman dunia gelap yang penuh misteri, Arabella harus berjuang bertahan hidup. Akankah ia takluk dan jatuh cinta pada pria yang seharusnya paling ia benci? Kisah romansa menegangkan yang penuh ketakutan dan cinta berbahaya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Bersulang!

Kaca-kaca beradu diiringi riuh suara tawa saat Arabella, Claudia, Vera, dan Clara mengangkat gelas wine mereka tinggi-tinggi.

"Untuk persahabatan yang tidak akan pernah tergoyahkan!" seru Arabella semangat. Cahaya lampu disko berkelap-kelip menerangi wajah-wajah cantik mereka yang ceria.

Claudia tersenyum lebar. "Dan untuk pesta ulang tahun Arabella kita yang ke-27!" serunya. Denting gelas kembali terdengar di antara dentuman musik. Arabella tersenyum mendengarnya.

Clara yang memang jiwa pestanya tidak pernah redup, bangkit dari kursi. Ia mengayunkan tubuh mengikuti irama.

"Hidup ini terlalu singkat untuk tidak menikmati tiap detiknya! Dan untukmu, kesayanganku, selamat ulang tahun!" teriak Clara, penuh bahagia.

Vera, yang lebih kalem, ikut menyambung. "Dan untuk cinta yang bakal kita temukan di jalan nanti!"

Tawa empat sahabat itu meledak, mewarnai suasana yang makin larut dalam euforia.

Di tengah kerlip lampu dan decak kagum orang-orang sekitar, mereka berpelukan. Malam itu, bukan sekadar perayaan ulang tahun saja, tapi juga malam kebebasan.

"Ini hadiah untukmu, Sayang," ucap Claudia, menyodorkan sebuah kado. Begitu pula Vera dan Clara.

"Selamat ulang tahun sekali lagi, Araku. Semoga kau berjodoh dengan Sky," timpal Clara.

"Terima kasih, Clara, doakan saja." Arabella, menampilkan senyum manis merekah.

"Oh iya, Sky dan yang lain... tumben belum datang? Bukankah kita sudah janjian akan berkumpul di sini?" tanya Vera, matanya memandangi ketiga wajah sahabatnya yang mengangkat bahu.

"Mungkin terjebak macet. Aku akan menghubungi Sky dulu, ya," ucap Arabella, meraih ponselnya.

Belum sempat menekan tombol panggil, tangan Sky sudah menahan pergelangan tangan kekasihnya. "Aku sudah di sini, Sayang."

Arabella berbalik, spontannya memeluk tubuh pria itu erat. "Kenapa lama sekali, Sayang? Aku kangen!" bisik Arabella, suaranya manja.

"Maaf, tadi aku mengalami kemacetan dan sempat cari hadiah untuk kamu juga." Sky kemudian mengecup pipi Arabella.

"Hadiah? Apa itu?" tanya Arabella, berharap.

Sudah bertahun-tahun hubungan keduanya terjalin. Namun, Sky bahkan tidak pernah melamar. Arabella sangat berharap lamaran itu datang di hari ulang tahunnya.

Namun, melihat Sky hanya memberikan sebuah kotak kado kecil yang tak jauh beda dari milik sahabat-sahabatnya, wajah Arabella sedikit berubah, tapi cepat ia tutupi dengan senyum.

Sky menangkap raut itu. "Kau tidak suka hadiahnya, Sayang? tanya Sky. "Aku akan membelikan yang lain jika kau memang tidak menyukainya."

"Ah, bukan begitu. Aku sangat senang, kok." Bibir Arabella memaksa tersenyum, tapi matanya mengkhianati.

Sky mengecup bibir wanitanya lembut. Ia beralih menatap sahabat-sahabat Arabella, lalu teman-temannya.

"Minum sebanyak apa pun yang kalian mau. Aku akan traktir malam ini!" serunya, membuat suasana kembali meriah.

Setelah mengatakannya, tatapan Sky tak sengaja tertumbuk pada Claudia. Tatapan yang terlalu lama, terlalu penuh arti. Claudia tersenyum tipis, membalas dengan sentuhan halus di kaki Sky di bawah meja, sebuah isyarat nakal dan menggoda.

"Sayang, aku pergi ke toilet dulu," ucap Sky, bangkit sambil mencium kepala Arabella. Arabella mengangguk.

Tak lama, Claudia menyusul. "Aku juga harus pergi ke toilet. Aku tidak tahan ingin buang air kecil."

"Mau kutemani?" tanya Clara, menawarkan diri.

"Tidak usah, Clara." Claudia tersenyum kecil. Clara hanya mengangguk sebagai jawaban, kembali fokus pada minumannya.

♦️♦️♦️

Di depan toilet pria yang sepi, Sky sudah menunggu kedatangan seseorang. Melihat wanita yang ia tunggu-tunggu, keduanya masuk, tak lupa mengunci pintu.

"Aku merindukanmu, Sky," desah Claudia, matanya memanas. Claudia bersikap agresif, mencium bibir serta leher Sky.

Sky menahan pinggang wanita itu, menariknya hingga tubuh mereka tak berjarak. "Yang sedang kau rindukan aku, atau yang lain, hm?"

Claudia tersenyum menggoda. "Aku merindukan keduanya." Tangan Claudia menyentuh kejantanan pria itu.

Tanpa banyak kata, bibir Sky melumat bibir Claudia. Ciuman itu panas, liar, tak peduli pada waktu dan tempat. Toilet kecil itu dipenuhi suara desahan keduanya, suara desah Claudia lah yang berbunyi nyaring. Claudia sempat menggigit bibirnya agar suara itu tak lolos.

"Pelankan suaramu, Honey. Kau ingin ketahuan oleh orang?" bisik Sky, hembusan napas panasnya menerpa kulit Claudia yang terangsang karena Sky tak berhenti mempermainkan area bawahnya.

Claudia hanya mengangguk, matanya redup. "Cepat sentuh aku, Sky!"

Sky tersenyum menyeringai. Ia mengangkat satu kaki Claudia, memposisikan diri dengan nyaman. Dalam satu kali hentakan, kejantanan Sky terbenam sepenuhnya. Ia mengerang rendah, miliknya yang terjepit, membuat Sky tak dapat menahan diri untuk bergerak. Tubuh mereka tak lagi bisa dipisahkan oleh apa pun.

♦️♦️♦️

Beberapa menit telah berlalu, Sky melangkah keluar lebih dulu untuk memastikan. Dirasa aman, barulah ia meminta Claudia keluar. Wajahnya memerah, rambutnya masih sedikit berantakan, tapi segera ia perbaiki.

Tak lama, Claudia tiba di meja teman-temannya yang sudah menunggu sedari tadi.

"Kenapa lama sekali?" tanya Arabella.

"Aku... sakit perut," jawab Claudia, berusaha untuk tidak terlihat mencurigakan. "Maaf, sudah buat kalian menunggu."

"Hm, tidak apa. Aku juga ingin pergi ke toilet, tunggu saja di sini." Arabella lalu pergi sendirian.

Arabella berjalan tanpa memandang ke depan, fokusnya pada ponsel. Tanpa sadar, ia justru menabrak seorang pria bertopeng yang menutupi sebagian wajahnya. Pria itu tanpa ampun mencengkeram lehernya, membuatnya kesakitan.

"Aku... maaf... aku tidak sengaja. Tolong lepaskan." Air mata menggenang di pelupuk mata Arabella, membasahi wajah pucatnya yang ketakutan.

Pria itu tak bergeming, tangannya masih melingkari leher Arabella, satu lagi menyeka air mata wanita itu. Tanpa peringatan, pria itu menciuminya paksa. Arabella tak sempat melawan. Ia berusaha untuk tetap merapatkan bibir, tapi pria itu justru menggigit bibirnya, memaksa lidahnya masuk.

Setelah puas dengan apa yang ia lakukan, pria itu pergi begitu saja tanpa sepatah kata pun. Arabella terdiam di tempat, tubuhnya gemetar, perasaannya campur aduk.

Dia segera berlari ke toilet, menatap wajahnya di cermin. Air mata Arabella kembali mengalir. Dia segera membasuh bibirnya, berusaha menghilangkan jejak ciuman pria asing itu.

"Siapa orang itu? Dasar keparat!" gerutu Arabella, air matanya tetap mengalir.

♦️♦️♦️

Sekembali ke meja, Sky mendapati wajah wanitanya pucat, bibir Arabella pun sama pucatnya.

"Sayang, ada apa denganmu? Bibirmu pucat," tegur Sky, jemarinya menggenggam tangan Arabella.

"Aku... aku habis cuci muka, Sayang. Lipstikku hilang," jawab Arabella. Ia merasa bersalah pada Sky.

"Boleh kita pulang? Aku mendadak merasa tidak enak badan," kata Arabella, menatap Sky dengan wajah memohon.

"Pulang? Aku akan mengantarmu," kata Sky sambil mencium kening Arabella.

Mereka semua berpamitan pulang. Sky mengantar Arabella kembali ke apartemen wanita itu.

♦️♦️♦️

"Tak perlu antar sampai kamar, Sayang," tolak Arabella, begitu Sky ingin beranjak turun dari mobil.

Di dalam mobil, suasana mendadak hening. Sky menghela napas sejenak, kemudian meraih wajah Arabella, menciumnya dalam. Tapi Arabella segera menghentikan saat tangan Sky mulai bergerak lebih jauh.

"Maaf, aku tidak bisa sebelum kita menikah," ucap Arabella pelan.

Sky mengeraskan rahangnya, kecewa. Dalam hati, ia tahu akan kembali mencari Claudia untuk menyalurkan hasrat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel AKU DAN TEMAN SUAMIKU
9.7
Nasib Tara berbalik total setelah dirinya terpaksa menjadi istri kedua dari teman dekat almarhum suaminya. Pernikahan ini menyeretnya ke dalam pusaran konflik domestik yang rumit dan menyiksa batin. Di tengah badai perasaan yang tiada habisnya, Tara dihadapkan pada persimpangan jalan yang krusial. Haruskah ia tetap tegar mempertahankan ikatan tersebut, ataukah ia akan melangkah pergi karena tak sanggup lagi memikul penderitaan yang kian menumpuk?
Sampul Novel Cinta Berkalung Noda
7.9
Demi keluar dari jerat kemiskinan dan mengejar kekayaan, Ikhsan yang tampan rela mengorbankan ketulusan cintanya untuk merantau ke kota besar. Namun, ambisi itu justru menghancurkan asmaranya. Ikhsan terjebak dalam situasi rumit yang memaksanya menikahi anak perempuan dari bosnya sendiri. Ia pun terpaksa memutuskan hubungan sepihak. Akankah takdir mempertemukan kembali pemuda ini dengan cinta pertamanya? Simak kisah pilu perjalanan hidup Ikhsan di sini.
Sampul Novel Dominasi Yang Disengaja
8.1
Setelah tiga tahun menikah, Dahlia Nicholson memutuskan menceraikan Dustin Rhys. Merasa berada di puncak kesuksesan, Dahlia menganggap suaminya itu hanya beban yang tidak berguna. Namun, di balik keangkuhannya, Dahlia tidak menyadari sebuah kenyataan besar. Seluruh pencapaian luar biasa dan kekayaan melimpah yang ia nikmati saat ini sebenarnya merupakan hasil bantuan rahasia dari Dustin, sosok suami yang selama ini selalu ia remehkan tanpa tahu diri.
Sampul Novel Elegant Revenge
8.5
Dunia Aira runtuh akibat pengkhianatan suaminya, Awan, yang berselingkuh dengan cinta pertamanya, Amanda. Sempat didera rasa bersalah, Aira akhirnya tersadar bahwa dirinya adalah korban manipulasi berkat bantuan orang-orang terdekat. Didorong amarah yang terarah, ia menyusun rencana pembalasan yang cerdas dan anggun. Di tengah perjuangan menuntut keadilan, sosok Galang hadir menawarkan ketulusan. Kini, mampukah Galang menyembuhkan luka Aira dan menggantikan posisi Awan?
Sampul Novel ENIGMA: When We Are
8.1
Elang Albimanyu, pemuda dari keluarga broken home, sangat mendambakan kehangatan rumah yang penuh kasih sayang tulus. Dalam pencariannya, ia jatuh cinta pada wakil ketua OSIS, Sabiru Anantasya, yang masih terikat bayang masa lalu. Walau kerap dibuat kesal oleh sikap judes Sabiru, Elang tak menyerah. Di tengah rumitnya perasaan dan tanggung jawab organisasi, mampukah perjuangan cinta Elang meluluhkan hati Sabiru dan mengubah segalanya?
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Safira kehilangan ingatannya akibat kecelakaan tragis dan selalu didera migrain parah setiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Demi membiayai sang ibu, ia nekat merantau ke kota, tetapi nasib buruk menimpanya saat seluruh uangnya dicopet. Di saat terdesak, Dexter Jackson hadir menolongnya dengan sangat tulus. Walau Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasakan ikatan yang jauh lebih kuat. Rahasia besar apa yang sebenarnya dipendam oleh pria yang ia panggil Mas itu?