APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Obsesi Sang Badboy

Obsesi Sang Badboy

Demi menghidupi ketiga adiknya, Sereia berjuang keras di tengah bayang-bayang trauma masa lalu. Elias, pria yang dulu pernah merendahkan kepolosan Sereia, terkejut melihat perubahan drastis pada diri gadis itu sekarang. Pertemuan satu malam yang tak terduga memicu obsesi besar dalam diri Elias untuk mengejarnya. Sereia mencoba segala cara untuk kabur, namun Elias justru nekat melakukan apa saja demi memilikinya. Meski dijebak agar Sereia bisa bebas, Elias bersumpah takkan melepaskannya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Siapa yang menyangka wanita pendiam seperti Sereia bekerja sebagai wanita penghibur."

Setelah mengatakan itu, El tertawa. Dia menghisap rokoknya lagi sambil melirik Sereia yang sedang melepaskan pakaiannya dengan ekspresi dingin.

Sereia dan El berada di SMA yang sama sebelumnya. Sereia yang pendiam sering dibuli bahkan oleh El dan teman-temannya. Bagi El, Sereia itu sangat menjijikkan. Tidak ada alasan tertentu mengenai rasa jijiknya tapi hanya dengan melihat wajah dan penampilannya dia merasa jijik.

Sekarang usia mereka menginjak 22 tahun. El masih saja tumbuh menjadi laki-laki yang berperilaku buruk. Hobinya adalah bermain judi dan perempuan. Dia tidak memiliki pekerjaan tetap dan masih mencari-cari pekerjaan. Jika dia memiliki uang, maka dia akan menggunakannya untuk judi atau menyewa perempuan.

Namun, siapa yang menyangka kali ini dia akan tidur dengan gadis yang sangat ia benci. Ternyata banyak temannya yang sudah mengetahui bahwa Sereia adalah wanita penghibur. Dia merasa ketinggalan. Tidak mau kalah, dia pun memutuskan untuk menyewa perempuan ini juga sama seperti teman-temannya.

El sekali lagi tertawa mengingat Sereia tidak menolaknya.

"Hargamu murah sekali," kata El.

"Kapan kita akan melakukannya?" tanya Sereia dingin dan lembut sambil menatap El dengan kedua matanya yang sedikit sayu. El yang mengeluarkan kata-kata menghina padanya tidak berubah seperti saat masih sekolah dulu.

El menarik rokoknya lalu berkata, "Dasar wanita gatal. Kau sudah tidak sabar ya?"

Bukannya tidak sabar, Sereia ingin momen ini cepat selesai. Seperti El yang sangat membencinya, dia juga setengah mati membenci lelaki ini dan teman-temannya.

El pun menaruh rokoknya di atas meja di dekat ranjang kemudian menarik Sereia ke ranjang hingga perempuan itu berteriak kecil karena terkejut. El sering tidur dengan perempuan tapi dia tidak pernah bersikap lembut. Termasuk kali ini, malahan kali ini dia lebih kasar lagi.

"Apa kau selalu bersikap seperti masih gadis hah?" tanya El ketus. Dia mendekati Sereia. Sereia kelihatan malu-malu dan menahan diri membuatnya semakin jijik.

"Jangan bicara apapun padaku. Cepat lakukan apa yang ingin kau lakukan!" ketus Sereia.

Itu adalah pertama kalinya Sereia berbicara panjang pada El.

Ketika masih sekolah, Sereia sering dihina jelek. Tetapi sekarang perempuan itu berubah drastis. Rambutnya tidak lagi hitam tetapi coklat tua. Kulitnya putih bersih. Wajahnya juga mulus tidak ada lagi jerawat.

Setelah apa yang mereka lakukan selesai, Sereia langsung mengenakan pakaiannya buru-buru sementara El memperhatikannya sambil melanjutkan merokok. Meski Sereia membelakanginya, El merasa perempuan itu marah padanya.

El tersenyum meremehkan. "Tidak buruk juga. Ngomong-ngomong, bagaimana kalau teman-temanmu tahu kalau kau bekerja seperti ini?"

Sereia tidak berniat menjawab pertanyaan El, selesai berpakaian, dia langsung keluar dari rumah lelaki itu dengan langkah cepat. Uangnya sudah ia dapatkan jadi tidak perlu berurusan lagi dengan lelaki jahat itu.

Bagaimana Sereia tidak marah. Dia sudah menetapkan aturan dan El tentu saja mengetahui aturan tersebut dari teman-temannya dan sebelum mereka melakukannya, El sempat menyinggungnya dengan mengatakan, "Aku dengar tidak boleh ada ciuman. Kau memang tidak pantas mendapatkan ciuman jadi tanpa kau menetapkan aturan seperti itu pun, tidak akan ada yang mau menciummu.". Tidak ada ciuman apalagi sampai meninggalkan bekas.

Namun, apa yang El lakukan justru sebaliknya. Sereia semakin merasa jijik pada dirinya sendiri. Dengan bekas ciuman ini, dia tidak bisa melayani pelanggan untuk sementara waktu kan? Sereia semakin membenci El.

"Aku tidak akan menerimanya lagi," batin Sereia.

Bahkan jika uang yang ditawarkan EL cukup besar, Sereia bertekad akan menolaknya.

Sereia masuk ke dalam rumahnya.

"Aaaakhhh!"

Sereia sedikit menjerit karena dikagetkan oleh adik-adiknya. Dia memiliki tiga adik. Yang pertama berusia empat belas tahun, laki-laki dan namanya adalah Erix, yang kedua dan yang ketiga kembar laki-laki dan perempuan berusia sembilan tahun.

"Kak Sereia selamat ulang tahun," ucap si kembar.

Sereia yang semula kesal setengah mati langsung terkejut dengan kedua mata berkaca-kaca. Si kembar memegang kue ulang tahun berbentuk bundar. Terdapat beberapa lilin diatasnya yang sudah menyala.

"Selamat ulang tahun," kata Erix muncul dari ruang tengah. Tidak seperti kedua adiknya yang terlihat begitu gembira, anak laki-laki itu terlihat biasa saja.

"Kamu pulang telat," kata Erix.

"Maafkan aku, aku harus lembur sebentar. Oh ya, apa ini?"

"Ulang tahunmu lah, kalau kami tidak mengingatnya, mungkin kau tidak akan pernah tahu kau berusia berapa sekarang," jawab Erix.

Sereia tersenyum bahagia.

Beberapa tahun yang lalu, orang tua mereka kecelakaan kemudian dirawat di rumah sakit. Tidak lama kemudian, keduanya meninggal secara bergantian. Sereia merasa dunianya runtuh saat itu juga. Adik-adiknya masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang orang tua. Dia pun mencoba berbicara dengan saudara-saudara orang tuanya, meminta pertolongan tetapi bantuan mereka pun tidak seberapa, mereka sempat tinggal di salah satu rumah mereka malah mendapatkan perlakuan buruk itu karena orang tua mereka dikenal jahat ke keluarga mereka.

Setelah lulus sekolah, Sereia bekerja di sebuah rumah makan sebagai pelayan. Kenyatannya, gajinya tidak cukup untuk biaya hidupnya dan adik-adiknya apalagi untuk biaya sekolah Erix. Tidak seperti dirinya yang tidak punya cita-cita dan ambisi, Erix memiliki cita-cita. Sebagai kakak yang bertanggung jawab, dia bersedia melakukan apapun demi mendukung adiknya.

Sereia yang mulai putus asa dengan keadaannya, memilih jalan menjadi wanita penghibur untuk mendapatkan uang tambahan. Dia tahu apa yang dia lakukan salah dan jika sampai adik-adiknya tahu atau keluarganya tahu, maka mereka pasti akan kecewa. Terutama Erix.

Setiap kali dia pulang, Erix selalu menatapnya dengan tatapan curiga. Semakin kesini, Sereia semakin merasa bersalah pada adik-adiknya, pada dirinya sendiri, dan pada orang tuanya.

"Hari ini kamu tepat berusia 22 tahun kan?" tanya Erix.

Sereia mengangguk sambil memotong kue untuk adik-adiknya. "Kalian membeli kue ini darimana uangnya?"

"Tentu saja kami menabung," jawab Erix.

Sereia langsung menghentikan apa yang sedang ia lakukan. "Kalian tidak seharusnya menabung, kalian bisa meminta uang padaku untuk membelinya," jawab Sereia.

"Daripada itu, bukankah lebih baik kamu yang menabung untuk pernikahanmu. Kupikir umur segini waktu yang bagus untukmu menikah. Dengan begitu, ada laki-laki dewasa disini yang bisa menjadi kepala keluarga," kata Erix. "Dan dia mungkin bisa membantuku menjadi pengusaha."

Sereia terdiam dan ekspresi wajahnya yang semula senang berubah menjadi kaku. "...Kurasa pernikahan masih terlalu jauh untuk kakak, Erix."

"Kakak kan cantik, masa kakak tidak laku?" tanya adik kecilnya.

Sereia tersenyum lembut dan mengusap kepala adik perempuannya. Dia hendak menjawab, tapi telponnya berbunyi. Dia buru-buru mengambilnya.

Datang ke alamat ini.

Jalan Teratai Biru Nomor 965

Sekarang!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cabe-cabean Kekasih Vice President
7.8
Pertemuan tidak terduga di sebuah kelab malam mempertemukan Alexander Richard dengan Soraya, gadis berusia 19 tahun yang polos dan apa adanya. Walau perbedaan usia mereka terpaut delapan belas tahun membuat sang Vice President awalnya mengira hubungan ini tidak serius, ia justru jatuh hati teramat dalam. Sayangnya, masa lalu Soraya menyimpan rahasia yang berhubungan dengan luka lama Alexander. Kini, ia mesti berjuang mengatasi trauma besarnya demi mempertahankan cinta sang gadis impian.
Sampul Novel Chasing Vampire
9.1
Julian Donyoung, vampir berumur dua ratus tahun, berkelana demi menuntut balas atas kematian ibunya sejak perang klan 1822. Sangat antipati pada manusia, takdir malah membuatnya terpikat oleh Elena Karenina yang ceroboh. Konflik membara ketika terungkap bahwa Elena adalah keturunan klan Oyster, musuh bebuyutan Julian. Akankah cinta mereka bertahan, ataukah dendam lama ini kembali memicu pertumpahan darah baru di antara kedua kekasih tersebut?
Sampul Novel Gairah Liar Sang Mantan
8.2
Malam sunyi berubah menegangkan saat kakek nekat masuk ke kamarku dan melakukan aksi tak terduga. Di bawah ancaman agar tidak membangunkan adik, aku terpojok dalam situasi membingungkan yang menggelisahkan. Sentuhan serta bisikannya membuatku lemas kehilangan kendali. Saat ia melangkah lebih jauh dengan melucuti pakaianku, tiba-tiba lampu menyala terang. Di tengah keheningan malam itu, sebuah rahasia besar kini terancam terbongkar.
Sampul Novel Istri Cacat CEO
9.6
Christian Oliver, CEO sukses berusia 29 tahun, hidup dalam kekangan aturan ayahnya. Ia dilarang menjalin hubungan asmara karena telah terikat pernikahan sejak masa remaja dengan Olivia, anak dari sahabat sang ayah. Meski Christian telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencari keberadaan sang istri, usahanya selalu nihil. Ironisnya, tanpa pernah ia sadari, sosok Olivia yang dicarinya selama ini sebenarnya selalu berada sangat dekat di dekatnya.
Sampul Novel Second Chance
7.9
Demi menjaga hatinya yang terluka, Sarah sengaja mengasingkan diri dari cinta. Namun, kedamaian hidup yang ia pertahankan seketika goyah sewaktu bayangan masa lalu kembali hadir dan berusaha mendekatinya lagi. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin yang hebat. Sarah dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menutup diri atau memberanikan diri mengambil risiko terluka lagi demi cinta yang baru. Inilah kisah perjuangan dewasa mengatasi trauma masa lalu.
Sampul Novel Skandal Satu Malam
8.5
Akibat salah kamar, Claudia terjebak dalam hubungan terlarang dengan Christian, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Malam yang salah sasaran itu berubah menjadi mimpi buruk yang rumit ketika mereka terpaksa tinggal serumah. Di bawah atap yang sama, keduanya harus berjuang keras menyembunyikan skandal intim ini dari semua orang. Apakah rahasia besar ini akan terungkap, ataukah kesalahan satu malam tersebut justru mengubah takdir hidup mereka selamanya?